<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987</id><updated>2011-09-12T20:20:33.100+07:00</updated><category term='Muhasabah'/><category term='Ibrah'/><category term='Islam'/><category term='motivasi'/><category term='Muslimah'/><category term='Islam Digest'/><category term='Ilmu Hadits'/><category term='Khabar'/><category term='remaja'/><category term='Dakwah kami'/><category term='persembahan revolusioner'/><category term='Hizbut Tahrir'/><category term='Adik Tercinta'/><category term='FA'/><category term='Tsaqofah'/><title type='text'>rindurevolusi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>46</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-332418968325995573</id><published>2011-09-12T20:14:00.000+07:00</published><updated>2011-09-12T20:15:26.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibrah'/><title type='text'>JANGAN SIMPAN KENTANG BUSUK !!!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRYbi4QpeIk6dxOJ9w51qIwKTB6JsTsI9xpa-Pszuf02V4WWjLK" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="193" width="200" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRYbi4QpeIk6dxOJ9w51qIwKTB6JsTsI9xpa-Pszuf02V4WWjLK" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada suatu hari di sebuah sekolah dasar, seorang guru mengadakan permainan dengan para muridnya. Saat itu, semua murid telah membawa kantong plastik transparan beserta beberapa kentang kecil. Kemudian ibu guru berkata,"Anak-anak, apakah ada di antara kalian yang mempunyai rasa tidak senang atau benci kepada yang lain?"Spontan anak-anak itu menjawab,"Ada, Buuu..""Nah, kalau begitu tuliskanlah huruf atau kode yang menunjukkan orang tersebut di kentang yang kalian bawa. Kalau ada yang punya rasa tidak senang kepada lebih dari satu orang, berarti kentangnya harus sebanyak orangnya ya.."Kemudian, masing masing anak menandai kentangnya sesuai dengan jumlah orang yang tidak disenangi. Ada anak yang menuliskannya pada satu kentang, dua kentang atau bahkan lebih. Lalu ibu guru menjelaskan, "Aturan permainannya adalah seperti ini. Kalian harus membawa kentang itu di dalam kantong plastik selama satu minggu.Tidak berat kan?" tanya bu guru. Anak-anak itu menggelengkan kepalanya.Kemudian, selama satu minggu di sekolah, mereka semua membawa kentangnya kemana-mana. Baik saat makan di kantin, pergi ke toilet, main di lapangan, atau di kegiatan lainnya. Hari pertama tidak ada masalah karena murid-murid menganggapnya tugas yang mudah. Akan tetapi setelah beberapa hari, kentang yang mereka bawa mulai berubah warna menjadi hitam dan mulai membusuk. Aromanya sangat tidak enak. Anak-anak yang membawa lebih dari satu kentang mulai merasakan beratnya tugas ini.Setelah satu minggu, ibu guru membahas tugas ini di kelas bersama para muridnya."Bu guru, rasanya tidak enak sekali membawa kentang busuk kemana-mana. Saya jadi tidak enak makan," kata seorang murid. Murid-murid yang lain mengiyakan dan bergantian curhat kepada ibu guru, tentang betapa tidak enaknya membawa kentang busuk ke mana-mana.Kemudian sang guru menjelaskan arti permainan itu. "Anak anak, kentang itu ibarat kebencian atau rasa tidak suka yang kita pendam terus terhadap seseorang, yang terus kita bawa ke mana-mana. Sangat tidak nyaman kan? Karena itu, jangan menyimpan dendam atas kesalahan yg dilakukan oleh temanatau orang lain kepada kita. Semakin lama kita simpan dalam hati, maka kita akan semakin merusakmental dan jiwa, sama seperti racun yang ada dalam kentang busuk ini. Apakah kalian memahami penjelasan ini?""Paham, Bu...," jawab mereka serempak.Pembaca yang bijaksana,Kesalahan orang kepada kita, apapun bentuknya (baik disengaja atau tidak disengaja), yang pasti kalau kita ingat terus, apalagi timbul dendam dan berusaha membalas dengan lebih kejam lagi, maka sepanjang hidup justru kita akan menderita. Sebaliknya kalau kita yang melakukan kesalahan, baik itu disengaja atau tidak, maka percepat minta maaf atas kesalahan yang kita lakukan.Puasa di bulan Ramadhan ini, sungguh saat tepat untuk mengingatkan kita, agar senantiasa mampu menahan godanya nafsu, terutama amarah dan kebencian. Mari berlatih untuk salingmemaafkan, mengampuni. Bukan sekadar lipservice, tetapi ikhlas dari lubuk hati. Agar Idul Fitri nanti menjadi moment kemenangan kita di mata Ilahi. Salam sukses luar biasa!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-332418968325995573?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/332418968325995573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=332418968325995573&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/332418968325995573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/332418968325995573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2011/09/jangan-simpan-kentang-busuk.html' title='JANGAN SIMPAN KENTANG BUSUK !!!'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jakarta Capital Region, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point><georss:box>-6.3378274999999995 106.68724350000001 -6.0852605 107.0031005</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-2365840123981908348</id><published>2011-09-11T17:25:00.000+07:00</published><updated>2011-09-11T17:25:05.540+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>GRATIS !!!!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-JaQ5dwtPnFQ/Tj8VV-FFOcI/AAAAAAAAALY/vJGrbEtOuAg/s320/sekolah%2Bgratis.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="225" width="267" src="http://2.bp.blogspot.com/-JaQ5dwtPnFQ/Tj8VV-FFOcI/AAAAAAAAALY/vJGrbEtOuAg/s320/sekolah%2Bgratis.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Islam bukan hanya memandang pendidikan sebagai perkara penting, tetapi Islam telah menjadikan pendidikan sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat, bersama kesehatan dan keamanan. Karena itu, Islam bukan hanya menjamin terpenuhinya kebutuhan akan pendidikan tetapi Islam juga mewajibkan setiap warga negara untuk menuntut ilmu, dan mewajibkan negara untuk memberikan layanan nomor satu kepada rakyatnya dalam bidang pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda, "Tuntutlah ilmu meski sampai ke Cina. Karena, menuntut ilmu hukumnya fardhu bagi setiap orang Muslim." (Al Khathib Al Baghdadi, ArRihlah fi Thalab Al Hadits; As Suyuthi, Jami' Al Masanid wa Al Marasil, Juz 1/463). Artinya, mengutip penjelasan Al 'Allamah Al Manawi, betapapun jauhnya tempat ilrnu itu berada, maka kita diperintahkan untuk mencarinya. Sebab, mencari ilmu hukumnya adalah fardhu (Al Manawi, Faidh Al Qadir, Juz 1/543). Dari sini, bisa disimpulkan bahwa kewajiban menuntut ilrnu tidak mengenal batas teritorial. Selain tidak mengenal batas teritorial, menuntut ilmu juga tidak mengenal batas waktu, sebagaimana yang dipraktikkan oleh Nabi kepada para sahabat. Mereka menuntut ilmu hingga wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuntut ilmu merupakan kewajiban, di mana pendidikan merupakan proses ilmu tersebut ditransformasikan kepada masyarakat, maka kebutuhan akan pendidikan merupakan keniscayaan. Karena itu, negara wajib menjamin tersedianya layanan pendidikan untuk seluruh rakyatnya. Ini ditunjukkan dengan kebijakan Nabi SAW ketika menjadi kepala negara, saat menjadikan kaum kafir Quraisy sebagai tawanan, maka tebusan pembebasan mereka adalah dengan mengajari kaum Muslim baca tulis (Ibn Hisyam, as-Siroh an-Nabawiyah, Juz I/).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak Dasar Rakyat dan Kewajiban Negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu merupakan kunci dunia dan akhirat. Dengan ilmu, dunia dan akhirat bisa dikuasai. Generasi terbaik umat Islam ini telah menguasai dunia, sekaligus mendapatkan kebaikan akhirat, melalui penguasaan mereka akan ilmu. Ilmu ini mereka peroleh melalui proses edukasi. Menyadari kebutuhan mereka akan ilmu, para sahabat pun terus-menerus belajar tanpa mengenal usia. Al Bukhari meriwayatkan, bahwa para sahabat Rasulullah SAW terusmenerus belajar, meski di usia mereka yang sudah senja (AI Bukhari, Shohih Al Bukhari, Juz 1/26). Demikian pula bagi para sahabat yang masih belia, mereka juga tidak mau ketinggalan. Ali bin Abi Thalib, yang disebut oleh Nabi sebagai pintu kota ilmu (babu al-Madinah), dan Ibn Abbas yang disebut sebagai penafsir Alquran (turjuman al-Qur'an) sama-sama telah belajar sejak usia 7 atau 8 tahun. Sayyidina 'Ali menuturkan, "Belajar di waktu kecil&lt;br /&gt;seperti memahat di atas batu." (Al Kattani, At Taratib Al Idariyyah, Juz II/162).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Nabi SAW dan para Khulafa' Rasyidin setelahnya, masjid Nabawi telah dijadikan sebagai tempat belajar. Nabi membentuk halqah ilmu, demikian juga para sahabat. Al Imam Al Yusi, dalam kitabnya, Al Qanun, menuturkan bahwa model penyampaian ilmu seperti sekarang sebenarnya bersumber dari praktik Nabi yang dilakukan kepada para sahabat Baginda di majelis-majelis ilmu. Ketika itu, masjid menjadi pusat belajar-mengajar. Umar menuturkan, "Barangkali orang yang masuk masjid, bisa diumpamakan sebagai kuda yang berhamburan. Jika dia melihat majelis kaumnya dan melihat orang yang dia kenal, maka dia duduk bersamanya." (Al Kattani, At Taratib Al Idariyyah, Juz II/152). Hingga sekarang di Masjid Naba¬wi maupun Masjid Al Haram, hal¬qah ilmu ini masih berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, menyadari akan kewajiban negara, “Imam adalah penggembala, dan hanya dialah yang bertanggung jawab terhadap gembalaannya." (HR Al Bukhari), maka negara Islam pun menyediakan infrastruktur pendidikan kelas satu untuk seluruh rakyatnya. Mulai dari sekolah, kampus, perpustakaan, laboratorium, tenaga pengajar hingga biaya pendidikan yang lebih dari memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Abbasiyah, Al Kuttab (sekolah dasar) banyak didirikan oleh Khilafah, menyatu dengan masjid. Di sana juga dibangun perpustakaan. Pendidikan tinggi pertama pada zaman itu adalah Bait Al Hikmah, yang didirikan oleh Al Ma'mun (830 M) di Baghdad. Selain berfungsi sebagai pusat penerjemahan, juga digunakan sebagai pusat akademis, perpustakaan umum dan observatorium (Philip K Hitti, History of the Arabs, 514-515). Setelah itu,&lt;br /&gt;baru muncul Akademi Nidzamiyyah yang dibangun antara tahun 1065-1067 M. Akademi yang kemudian dijadikan oleh Eropa sebagai model perguruan tinggi mereka (Reuben Levy, A Baghdad Chronide, Cambridge: 1929,193).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Cordoba, Spanyol, pada zaman itu juga telah berkembang Le Mosquet yang asalnya merupakan gereja, kemudian dialihfungsikan sebagai masjid, lengkap dengan madrasah, dengan berbagai fasilitas pendidikan lainnya. Lembaga pendidikan telah menelorkan ulama sekaliber Al Qurthubi, As Syathibi, dan lain-lain. Tidak hanya ahli tafsir dan usul, akademi pendidikan di era Khilafah juga berhasil melahirkan para pakar di bidang kedokteran seperti Ali At Thabari, Ar Razi, Al Majusi dan Ibn Sina; di bidang kimia seperti Jabir bin Hayyan; astronomi dan matematika, Mathar, Hunain bin Ishaq, Tsabit bin Qurrah, Ali bin Isa Al Athurlabi dan lain-lain; geografi, seperti Yaqut Al Hamawi dan Al Khuwarizmi; historiografi, seperti Hisyam Al Kalbi, Al Baladzuri, dan lain-lain. Mereka merupakan produk akademi pendidikan di era Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gratis dan Bermutu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta sejarah di era keemasan Islam di atas rnembuktikan, bahwa kualitas output pendidikan yang dihasilkan oleh Khilafah telah mendapatkan pengakuan dunia. Menariknya, pendidikan kelas satu seperti itu diberikan dengan gratis alias cuma-cuma kepada seluruh warga negaranya. Karena itu, pendidikan gratis dan bermutu dalam sistem Khilafah bukanlah isapan jempol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan gratis tetapi bermutu bisa diwujudkan oleh Khilafah karena Khilafah mempunyai sumber pendapatan yang sangat besar. Selain itu, kekayaan milik negara dan milik umum dikelola langsung oleh negara yang hasilnya didistribusikan kepada rakyat melalui skim pembiayaan pendidikan, kesehatan dan layanan publik yang lain. Dengan cara yang sama, negara juga bisa membangun infrastruktur pendidikan yang lebih dari memadai, serta mampu memberikan gaji dan penghargaan yang tinggi kepada ulama atas jasa dan karya mereka. Dari pendidikan dasar, menengah hingga atas, yang menjadi kewajiban negara, tidak sepeser pun biaya dipungut dari rakyat. Sebaliknya, semuanya dibiayai oleh negara. Anak-anak orang kaya dan miskin, sama-sama bisa mengenyam pendidik¬an dengan kualitas yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan filosofi, "Imam (kepala negara) adalah penggembala, dan dialah satu-satunya yang bertanggung jawab terhadap gembalaan (rakyat)-nya." (HR Al Bukhari), kewajiban untuk memberikan layanan kelas satu di bi¬dang pendidikan ini benar-benar dipikul oleh negara. Jika kas negara tidak mencukupi, maka negara berhak mengambil pajak secukupnya dari kaum Muslim untuk membiayai kebutuhan ini (Al 'Allamah Syaikh Taqiyuddn An Nabhani, Muqoddimatu Ad Dus¬tur, hal. 364-370).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cara Islam, melalui institusi Khilafah, merealisasikan pendidikan gratis dan bermutu. Wallahu a'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-2365840123981908348?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/2365840123981908348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=2365840123981908348&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/2365840123981908348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/2365840123981908348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2011/09/gratis.html' title='GRATIS !!!!'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-JaQ5dwtPnFQ/Tj8VV-FFOcI/AAAAAAAAALY/vJGrbEtOuAg/s72-c/sekolah%2Bgratis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-4441261384165772784</id><published>2011-09-07T19:53:00.001+07:00</published><updated>2011-09-07T19:58:14.028+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah kami'/><title type='text'>Saresehan Nasional Forum Alit</title><content type='html'>Sukabumi. Forum Alumni Ta'limul Muta'alim (Forum Alit) SMAN 1 Cibadak mengadakan "Saresehan Nasional Keluarga Ta'limul Muta'alim dari Masa ke Masa". Acara yang diisi dengan sharing bareng alumni dan buka bersama ini dilaksanakan pada 28 Agustus 2011. Sekitar seratusan lebih peserta memenuhi ruangan Aula SMA Negeri 1 Cibadak. Peserta yang terdiri dari beberapa alumni mulai hadir pukul 13.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-MozhqAmr7uw/TmMCn1Pf-WI/AAAAAAAAAVY/lHeLRdVPLG0/s1600/dkm+ta%2527limul+muta%2527alim.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="232" width="460" src="http://1.bp.blogspot.com/-MozhqAmr7uw/TmMCn1Pf-WI/AAAAAAAAAVY/lHeLRdVPLG0/s1600/dkm+ta%2527limul+muta%2527alim.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-La1FHstskEw/TmMCg1lnQzI/AAAAAAAAAVU/jjpQeerlfr0/s1600/cibadak.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="226" width="460" src="http://2.bp.blogspot.com/-La1FHstskEw/TmMCg1lnQzI/AAAAAAAAAVU/jjpQeerlfr0/s1600/cibadak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-GAWZetz26Hg/TmMCuGY0s4I/AAAAAAAAAVc/vT4rxKMqSt4/s1600/khalifah.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="411" width="460" src="http://1.bp.blogspot.com/-GAWZetz26Hg/TmMCuGY0s4I/AAAAAAAAAVc/vT4rxKMqSt4/s1600/khalifah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-PWGNjYphF60/TmMDMqvGtEI/AAAAAAAAAVw/3ABBrSXDFTw/s1600/smandak.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="285" width="460" src="http://1.bp.blogspot.com/-PWGNjYphF60/TmMDMqvGtEI/AAAAAAAAAVw/3ABBrSXDFTw/s1600/smandak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-UgOw5-7Jcb8/TmMC6MZ-UlI/AAAAAAAAAVg/61joa_I5T2M/s1600/khilafah.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="315" width="460" src="http://2.bp.blogspot.com/-UgOw5-7Jcb8/TmMC6MZ-UlI/AAAAAAAAAVg/61joa_I5T2M/s1600/khilafah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-4441261384165772784?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/4441261384165772784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=4441261384165772784&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/4441261384165772784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/4441261384165772784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2011/09/saresehan-nasional-forum-alit.html' title='Saresehan Nasional Forum Alit'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-MozhqAmr7uw/TmMCn1Pf-WI/AAAAAAAAAVY/lHeLRdVPLG0/s72-c/dkm+ta%2527limul+muta%2527alim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Sukabumi, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.919600000000001 106.92719999999997</georss:point><georss:box>-6.939218000000001 106.91331799999998 -6.8999820000000005 106.94108199999997</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-3665390835813504812</id><published>2011-08-09T15:50:00.000+07:00</published><updated>2011-08-09T15:50:19.957+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>KEKUATAN NILAI PUJIAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-yPOF3wqNRRs/TkD0jNnCDzI/AAAAAAAAAFQ/zNR4xKSEJ3Y/s1600/applause.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="307" width="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-yPOF3wqNRRs/TkD0jNnCDzI/AAAAAAAAAFQ/zNR4xKSEJ3Y/s320/applause.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Alkisah, di sebuah rumah yang cukup mewah. Tinggal sepasang suami istri muda. Banyak orang merasa iri dengan keharmonian jodoh di antara mereka berdua. Yang laki-laki berwajah ganteng dan pianis yang handal, sedangkan istrinya berparas cantik dan bersuara merdu. Saat denting piano mengiringi nyanian, sesekali terdengar komentar, "Sayang, bagian depan nadanya kurang tinggi," atau "Duh...bagian tengah seharusnya lebih perlahan lagi dan bagian akhirnya mestinya turun sedikit."&lt;br /&gt;Kali lain, saat si istri bersenandung pun, si suami selalu sibuk memasang telinga dan memberi berbagai komentar untuk memperbaiki nada yang dilagukan. Kejadian ini berulang hampir di setiap kesempatan. Dan celakanya, komentarnya semakin hari semakin pedas dan kasar, seakan tidak ada hal baik yang bisa diucapkan. Akhirnya si istri pun malas bernyanyi terutama jika suaminya berada di sekelilingnya, "Aku menyanyikan lagu apa pun, selalu saja ada yang kurang. Malah ujungnya berakhir dengan bertengkar dengan suamiku. Ah, lebih baik aku tidak usah menyanyi lagi," kata hatinya dengan sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, karena suatu musibah, sang suami meninggal dan lama setelah itu, perempuan ini menikah lagi dengan seorang kontraktor bangunan. Suami yang ini, sama sekali tidak mengerti musik. Yang ia tahu, istrinya punya suara yang amat bagus. Maka, dia selalu mengagumi dan memuji istrinya jika sedang bernyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika si istri bertanya, "Bagaimana laguku, Pa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya, "Wah Ma, aku selalu ingin cepat pulang karena tidak sabar mendengarkanmu menyanyi! Suara Mama begitu indah dan menawan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, si suami berkata, "Ma, aku sungguh beruntung menikah denganmu. Kalau tidak, mungkin aku ini sudah ‘gila\' karena bunyi dentuman, bunyi gergaji, dan bunyi gesekan pipa-pipa yang kudengar sepanjang hari. Sebelum menikah denganmu, suara-suara yang bising itu membuatku stres, bahkan terbawa-bawa hingga tidur. Tapi sekarang....hidup sungguh nikmat. Suara dan nyanyian Mama selalu terngiang-ngiang di kepalaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya sangat senang dan merasa tersanjung dengan pujian tulus yang diterimanya itu. Ia pun menjadi makin gemar bernyanyi dan terus bernyanyi, baik saat memasak, berkebun, mandi, apalagi jika suaminya berada di sekitar dia. Tanpa disadarinya, ia terus melatih diri. Suaranya semakin hari semakin bagus, hingga terdengar oleh seorang sahabat dari perusahaan rekaman. Dengan persetujuan dan dorongan sang suami, album perdana sang istri pun dirilis. Dan ternyata, sambutan masyarakat sangat antusias karena lagu dan suara sang penyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu akhirnya menjadi seorang penyanyi terkenal. Seorang pengamat musik kemudian berkomentar, sang diva sukses berkarir bukan pada saat bersuamikan seorang seniman musik yang cemerlang, tetapi justru saat bersuamikan seseorang yang tidak mengerti musik sama sekali tetapi mampu menghargai dan memuji setiap lagu yang dinyanyikan oleh istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Netter yang Luar Biasa,&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian yang tulus mampu memberikan rasa diterima, sekaligus semangat dan dorongan untuk melakukan suatu hal dengan baik dan lebih baik lagi. Pujian juga dapat membuat seseorang mampu meraih prestasi tertinggi yang bisa diraihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, omelan, bentakan, kecaman, amarah atau kritik yang tidak membangun justru tidak banyak mengubah seseorang bahkan bisa menghentikan semua bakat baik yang pernah dimiliki seseorang sebagai talenta di kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika ada pilihan, daripada kita mengkritik jauh lebih baik kita memberikan pujian untuk mendorong agar orang yang kita puji bisa berprestasi lebih baik lagi. Dan lebih dari itu, memberi pujian tidak butuh biaya apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Salam sukses luar biasa!!&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-3665390835813504812?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/3665390835813504812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=3665390835813504812&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/3665390835813504812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/3665390835813504812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2011/08/kekuatan-nilai-pujian.html' title='KEKUATAN NILAI PUJIAN'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-yPOF3wqNRRs/TkD0jNnCDzI/AAAAAAAAAFQ/zNR4xKSEJ3Y/s72-c/applause.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-5115485834983608148</id><published>2011-08-09T15:45:00.001+07:00</published><updated>2011-08-09T15:45:17.885+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibrah'/><title type='text'>THE MIRACLE OF "SABAR"</title><content type='html'>Semoga kisah ini sahih ... (copas dari milis lain)&lt;br /&gt;Seandainya sanadnya kurang jelas, ada kisah serupa, bahkan ada yang pernah saya saksikan sendiri ...&lt;br /&gt;ini sekedar memberi motivasi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;==================&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;SEBUAH KISAH DARI TANAH ARAB.....&lt;br /&gt;Ditengah gemuruhnya kota, ternyata Riyadh menyimpan bayak kisah.&lt;br /&gt;Kota ini menyimpan rahasia yang hanya diperdengarkan kepada telinga dan hati yang mendengar. Tentu saja, Hidayah adalah kehendak NYA dan Hidayah hanya akan diberikan kepada mereka yang mencarinya.&lt;br /&gt;Ada sebuah energi yang luar biasa dari cerita yang kudengar beberapa hari yang lalu dari sahabat Saya mengenal banyak dari mereka, ada beberapa dari Palestina, Bahrain, Jordan, Syiria, Pakistan, India, Srilanka dan kebanyakan dari Mesir dan Saudi Arabia sendiri. Ada beberapa juga dari suku Arab yang tinggal dibenua Afrika. Salah satunya adalah teman dari Negara Sudan, Afrika.&lt;br /&gt;Saya mengenalnya dengan nama Ammar Mustafa, dia salah satu Muslim kulit hitam yang juga kerja di Hotel ini.&lt;br /&gt;Beberapa bulan ini saya tidak lagi melihatnya berkerja.&lt;br /&gt;Biasanya saya melihatnya bekerja bersama pekerja lainnya menggarap proyek bangunan di tengah terik matahari kota Riyadh yang sampai saat ini belum bisa ramah dikulit saya.&lt;br /&gt;Hari itu Ammar tidak terlihat.&lt;br /&gt;Karena penasaran, saya coba tanyakan kepada Iqbal tentang kabarnya.&lt;br /&gt;"Oh kamu tidak tahu?"&lt;br /&gt;Jawabnya balik bertanya, memakai bahasa Ingris khas India yang bercampur dengan logat urdhu yang pekat.&lt;br /&gt;"Iyah beberapa minggu ini dia gak terlihat di Mushola ya?" Jawab saya.&lt;br /&gt;Selepas itu, tanpa saya duga iqbal bercerita panjang lebar tentang Ammar.&lt;br /&gt;Dia menceritakan tentang hidup Ammar yang pedih dari awal hingga akhir, semula saya keheranan melihat matanya yang menerawang jauh. Seperti ingin memanggil kembali sosok teman sekamarnya itu.&lt;br /&gt;Saya mendengarkan dengan seksama.&lt;br /&gt;Ternyata Amar datang ke kota Riyadh ini lima tahun yang lalu, tepatnya sekitar tahun 2004 lalu.&lt;br /&gt;Ia datang ke Negeri ini dengan tangan kosong, dia nekad pergi meninggalkan keluarganya di Sudan untuk mencari kehidupan di Kota ini. Saudi arabia memang memberikan free visa untuk Negara Negara Arab lainnya termasuk Sudan, jadi ia bisa bebas mencari kerja disini asal punya Pasport dan tiket.&lt;br /&gt;Sayang, kehidupan memang tidak selamanya bersahabat.&lt;br /&gt;Do'a Ammar untuk mendapat kehidupan yang lebih baik di kota ini demi keluarganya ternyata saat itu belum terkabul. Dia bekerja berpindah pindah dengan gaji yang sangat kecil, uang gajinya tidak sanggup untuk membayar apartemen hingga ia tinggal di apartemen teman temannya.&lt;br /&gt;Meski demikian, Ammar tetap gigih mencari pekerjaan.&lt;br /&gt;Ia tetap mencari kesempatan agar bisa mengirim uang untuk keluarganya di Sudan.&lt;br /&gt;Bulan pertama berlalu kering, bulan kedua semakin berat...&lt;br /&gt;Bulan ketiga hingga tahun tahun berikutnya kepedihan Ammar tidak kunjung berakhir..&lt;br /&gt;Waktu bergeser lamban dan berat, telah lima tahun Ammar hidup berpindah pindah di Kota ini. Bekerja dibawah tekanan panas matahari dan suasana Kota yang garang.&lt;br /&gt;Tapi amar tetap bertahan dalam kesabaran.&lt;br /&gt;Kota metropolitan akan lebih parah dari hutan rimba jika kita tidak tahu caranya untuk mendapatkan uang, dihutan bahkan lebih baik. Di hutan kita masih bisa menemukan buah buah, tapi di kota? Kota adalah belantara penderitaan yang akan menjerat siapa saja yang tidak mampu bersaing.&lt;br /&gt;Riyadh adalah ibu kota Saudi Arabia.&lt;br /&gt;Hanya berjarak 7 jam dari Dubai dan 10 Jam jarak tempuh dengan bis menuju Makkah. Dihampir keseluruhan kota ini tidak ada pepohonan untuk berlindung saat panas. Disini hanya terlihat kurma kurma yang berbuah satu kali dalam setahun..&lt;br /&gt;Amar seperti terjerat di belantara Kota ini.&lt;br /&gt;Pulang ke suddan bukan pilihan terbaik, ia sudah melangkah, ia harus membawa perubahan untuk kehidupan keluarganya di negeri Sudan. Itu tekadnya.&lt;br /&gt;Ammar tetap tabah dan tidak berlepas diri dari keluarganya.&lt;br /&gt;Ia tetap mengirimi mereka uang meski sangat sedikit, meski harus ditukar dengan lapar dan haus untuk raganya disini.&lt;br /&gt;Sering ia melewatkan harinya dengan puasa menahan dahaga dan lapar sambil terus melangkah, berikhtiar mencari suap demi suap nasi untuk keluarganya di Sudan.&lt;br /&gt;Tapi Ammar pun Manusia.&lt;br /&gt;Ditahun kelima ini ia tidak tahan lagi menahan malu dengan teman temannya yang ia kenal, sudah lima tahun ia berpindah pindah kerja dan numpang di teman temannya tapi kehidupannya tidak kunjung berubah.&lt;br /&gt;Ia memutuskan untuk pulang ke Sudan.&lt;br /&gt;Tekadnya telah bulat untuk kembali menemui keluarganya, meski dengan tanpa uang yang ia bawa untuk mereka yang menunggunya.&lt;br /&gt;Saat itupun sebenarnya ia tidak memiliki uang, meski sebatas uang untuk tiket pulang.&lt;br /&gt;Ia memaksakan diri menceritakan keinginannya untuk pulang itu kepada teman terdekatnya. Dan salah satu teman baik amar memahaminya ia memberinya sejumlah uang untuk beli satu tiket penerbangan ke Sudan.&lt;br /&gt;Hari itu juga Ammar berpamitan untuk pergi meninggalkan kota ini dengan niat untuk kembali ke keluarganya dan mencari kehidupan di sana saja.&lt;br /&gt;Ia pergi ke sebuah Agen di jalan Olaya- Riyadh, utuk menukar uangnya dengan tiket. Sayang, ternyata semua penerbangan Riyadh-Sudan minggu ini susah didapat karena konflik di Libya, Negara tetangganya. Tiket hanya tersedia untuk kelas executive saja.&lt;br /&gt;Akhirnya ia beli tiket untuk penerbangan minggu berikutnya.&lt;br /&gt;Ia memesan dari saat itu supaya bisa lebih murah. Tiket sudah ditangan, dan jadwal terbang masih minggu depan.&lt;br /&gt;Ammar sedikit kebingungan dengan nasibnya.&lt;br /&gt;Tadi pagi ia tidak sarapan karena sudah tidak sanggup lagi menahan malu sama temannya, siang inipun belum ada celah untuk makan siang. Tapi baginya ini bukan hal pertama. Ia hampir terbiasa dengan kebiasaan itu.&lt;br /&gt;Adzan dzuhur bergema..&lt;br /&gt;Semua Toko Toko, Supermarket, Bank, dan Kantor Pemerintah serentak menutup pintu dan menguncinya. Security Kota berjaga jaga di luar kantor kantor, menunggu hingga waktu Shalat berjamaah selesai.&lt;br /&gt;Ammar tergesa menuju sebuah masjid di pusat kota Riyadh.&lt;br /&gt;Ia mengikatkan tas kosongnya di pinggang, kemudian mengambil wudhu.. memabasahi wajahnya yang hitam legam, mengusap rambutnya yang keriting dengan air.&lt;br /&gt;Lalu ia masuk mesjid. Shalat 2 rakaat untuk menghormati masjid. Ia duduk menunggu mutawwa memulai shalat berjamaah.&lt;br /&gt;Hanya disetiap shalat itulah dia merasakan kesejukan,&lt;br /&gt;Ia merasakan terlepas dari beban Dunia yang menindihnya, hingga hatinya berada dalam ketenangan ditiap menit yang ia lalui.&lt;br /&gt;Shalat telah selesai.&lt;br /&gt;Ammar masih bingung untuk memulai langkah.&lt;br /&gt;Penerbangan masih seminggu lagi.&lt;br /&gt;Ia diam.&lt;br /&gt;Dilihatnya beberapa mushaf al Qur'an yang tersimpan rapi di pilar pilar mesjid yang kokoh itu. Ia mengmbil salah satunya, bibirnya mulai bergetar membaca taawudz dan terus membaca al Qur'an hingga adzan Ashar tiba menyapanya.&lt;br /&gt;Selepas Maghrib ia masih disana.&lt;br /&gt;Beberapa hari berikutnya, Ia memutuskan untuk tinggal disana hingga jadwal penerbangan ke Sudan tiba.&lt;br /&gt;Ammar memang telah terbiasa bangun awal di setiap harinya.&lt;br /&gt;Seperti pagi itu, ia adalah orang pertama yang terbangun di sudut kota itu.&lt;br /&gt;Ammar mengumandangkan suara indahnya memanggil jiwa jiwa untuk shalat, membangunkan seisi kota saat fajar menyingsing menyapa Kota.&lt;br /&gt;Adzannya memang khas.&lt;br /&gt;Hingga bukan sebuah kebetulan juga jika Prince (Putra Raja Saudi) di kota itu juga terpanggil untuk shalat Subuh berjamaah disana.&lt;br /&gt;Adzan itu ia kumandangkan disetiap pagi dalam sisa seminggu terakhirnya di kota Riyadh.&lt;br /&gt;Hingga jadwal penerbanganpun tiba. Ditiket tertulis jadwal penerbangan ke Sudan jam 05:23am, artinya ia harus sudah ada di bandara jam 3 pagi atau 2 jam sebelumnya.&lt;br /&gt;Ammar bangun lebih awal dan pamit kepada pengelola masjid, untuk mencari bis menuju bandara King Abdul Azis Riyadh yang hanya berjarak kurang dari 30 menit dari pusat Kota.&lt;br /&gt;Amar sudah duduk diruang tunggu dibandara,&lt;br /&gt;Penerbangan sepertinya sedikit ditunda, kecemasan mulai meliputinya.&lt;br /&gt;Ia harus pulang kenegerinya tanpa uang sedikitpun, padahal lima tahun ini tidak sebentar, ia sudah berusaha semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;Tapi inilah kehidupan, ia memahami bahwa dunia ini hanya persinggahan.&lt;br /&gt;Ia tidak pernah ingin mencemari kedekatannya dengan Penggenggam Alam semesta ini dengan mengeluh. Ia tetap berjalan tertatih memenuhi kewajiban kewajibannya, sebagai Hamba Allah, sebagai Imam dalam keluarga dan ayah buat anak anaknya.&lt;br /&gt;Diantara lamunan kecemasannya, ia dikejutkan oleh suara yang memanggil manggil namanya.&lt;br /&gt;Suara itu datang dari speaker dibandara tersebut, rasa kagetnya belum hilang Ammar dikejutkan lagi oleh sekelompok berbadan tegap yang menghampirinya.&lt;br /&gt;Mereka membawa Ammar ke mobil tanpa basa basi, mereka hanya berkata "Prince memanggilmu".&lt;br /&gt;Ammarpun semakin kaget jika ia ternyata mau dihadapkan dengan Prince. Prince adalah Putra Raja, kerajaan Saudi tidak hanya memiliki satu Prince. Prince dan Princess mereka banyak tersebar hingga ratusan diseluruh jazirah Arab ini. Mereka memilii Palace atau Istana masing masing.&lt;br /&gt;Keheranan dan ketakutan Ammar baru sirna ketika ia sampai di Mesjid tempat ia menginap seminggu terakhir itu, disana pengelola masjid itu menceritakan bahwa Prince merasa kehilangan dengan Adzan fajar yang biasa ia lantunkan.&lt;br /&gt;Setiap kali Ammar adzan prince selalu bangun dan merasa terpanggil..&lt;br /&gt;Hingga ketika adzan itu tidak terdengar, Prince merasa kehilangan. Saat mengetahui bahwa sang Muadzin itu ternyata pulang kenegerinya Prince langsung memerintahkan pihak bandara untuk menunda penerbangan dan segera menjemput Ammar yang saat itu sudah mau terbang untuk kembali ke Negerinya.&lt;br /&gt;Singkat cerita, Ammar sudah berhadapan dengan Prince.&lt;br /&gt;Prince menyambut Ammar dirumahnya, dengan beberapa pertanyaan tentang alasan kenapa ia tergesa pulang ke Sudan.&lt;br /&gt;Amarpun menceritakan bahwa ia sudah lima tahun di Kota Riyadh ini dan tidak mendapatkan kesempatan kerja yang tetap serta gaji yang cukup untuk menghidupi keluarganya.&lt;br /&gt;Prince mengangguk nganguk dan bertanya: "Berapakah gajihmu dalam satu bulan?"&lt;br /&gt;Amar kebingungan, karena gaji yang ia terima tidak pernah tetap. Bahkan sering ia tidak punya gaji sama sekali, bahkan berbulan bulan tanpa gaji dinegeri ini.&lt;br /&gt;Prince memakluminya.&lt;br /&gt;Beliau bertanya lagi: "Berapa gaji paling besar dalam sebulan yang pernah kamu dapati?"&lt;br /&gt;Dahi Ammar berkerut mengingat kembali catatan hitamnya selama lima tahun kebelakang. Ia lalu menjawabnya dengan malu: "Hanya SR 1.400", jawab Ammar.&lt;br /&gt;Prince langsung memerintahkan sekretarisnya untuk menghitung uang.&lt;br /&gt;1.400 Real itu dikali dengan 5 tahun (60 bulan) dan hasilnya adalah SR 84.000 (84 Ribu Real = Rp. 184. 800.000). Saat itu juga bendahara Prince menghitung uang dan menyerahkannya kepada Amar.&lt;br /&gt;Tubuh Amar bergetar melihat keajaiban dihadapannya.&lt;br /&gt;Belum selesai bibirnya mengucapkan Al Hamdalah,&lt;br /&gt;Prince baik itu menghampiri dan memeluknya seraya berkata:&lt;br /&gt;"Aku tahu, cerita tentang keluargamu yang menantimu di Sudan. Pulanglah temui istri dan anakmu dengan uang ini. Lalu kembali lagi setelah 3 bulan. Saya siapkan tiketnya untuk kamu dan keluargamu kembali ke Riyadh. Jadilah Bilall dimasjidku.. dan hiduplah bersama kami di Palace ini"&lt;br /&gt;Ammar tidak tahan lagi menahan air matanya.&lt;br /&gt;Ia tidak terharu dengan jumlah uang itu, uang itu memang sangat besar artinya di negeri Sudan yang miskin. Ammar menangis karena keyakinannya selama ini benar, Allah sungguh sungguh memperhatikannya selama ini, kesabarannya selama lima tahun ini diakhiri dengan cara yang indah.&lt;br /&gt;Ammar tidak usah lagi membayangkan hantaman sinar matahari disiang hari yang mengigit kulitnya. Ammar tidak usah lagi memikirkan kiriman tiap bulan untuk anaknya yang tidak ia ketahui akan ada atau tidak.&lt;br /&gt;Semua berubah dalam sekejap!&lt;br /&gt;Lima tahun itu adalah masa yang lama bagi Ammar.&lt;br /&gt;Tapi masa yang teramat singkat untuk kekuasaan Allah.&lt;br /&gt;Nothing Imposible for Allah,&lt;br /&gt;Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah..&lt;br /&gt;Bumi inipun Milik Allah,..&lt;br /&gt;Alam semesta, Hari ini dan Hari Akhir serta Akhirat berada dalam Kekuasaan Nya.&lt;br /&gt;Inilah buah dari kesabaran dan keikhlasan.&lt;br /&gt;Ini adalah cerita nyata yang tokohnya belum beranjak dari kota ini, saat ini Ammar hidup cukup dengan sebuah rumah di dalam Palace milik Prince. Ia dianugerahi oleh Allah di Dunia ini hidup yang baik, ia menjabat sebagai Muadzin di Masjid Prince Saudi Arabia di pusat kota Riyadh.&lt;br /&gt;Subhanallah...&lt;br /&gt;Seperti itulah buah dari kesabaran.&lt;br /&gt;"Jika sabar itu mudah, tentu semua orang bisa melakukannya.&lt;br /&gt;Jika kamu mulai berkata sabar itu ada batasnya, itu cukup berarti pribadimu belum mampu menetapi kesabaran karena sabar itu tak ada batasnya. Batas kesabaran itu terletak didekat pintu Syurga dalam naungan keridhaan Nya". (NAI)&lt;br /&gt;وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ&lt;br /&gt;"Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar". (Al Fushilat 35)&lt;br /&gt;Allahuakbar!&lt;br /&gt;Maha Benar Allah dengan segala Firman Nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-5115485834983608148?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/5115485834983608148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=5115485834983608148&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/5115485834983608148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/5115485834983608148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2011/08/miracle-of-sabar.html' title='THE MIRACLE OF &quot;SABAR&quot;'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-1991861361683199931</id><published>2011-04-01T07:35:00.000+07:00</published><updated>2011-04-01T07:35:06.326+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>Sabar tak ada Batasnya !!</title><content type='html'>&lt;i&gt;Bismillah &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Tenang dalam menentukan sesuatu, sabar dalam bertindak , Aku akan terus melangkah walau halangan rintangan dan hambatan itu terus dekat denganku,,, Kesabaran tak ada batasnya !!!&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ubah paradigma Ubah paradigma Ubah paradigma Ubah paradigma !!! &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Aku Pasti Bisa.. Insya Allah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-1991861361683199931?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/1991861361683199931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=1991861361683199931&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/1991861361683199931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/1991861361683199931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2011/04/sabar-tak-ada-batasnya.html' title='Sabar tak ada Batasnya !!'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-8217243560220376151</id><published>2011-02-17T06:17:00.000+07:00</published><updated>2011-02-17T06:17:28.885+07:00</updated><title type='text'>KASUS AHMADIYAH : PEMERINTAH DAN KAUM LIBERAL AMBIL UNTUNG</title><content type='html'>oleh : Ust. Mujiyanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kasus besar tertutupi dengan kasus Ahmadiyah. Selain itu, isu pembubaran ormas muncul kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan pembubaran Ahmadiyah bergema puluhan tahun yang lalu. Ibarat pepatah, “anjing menggonggong kafilah berlalu'', tuntutan itu tak pernah dipenuhi pemerintah. Pemerintah baru bereaksi bila sudah ada bentrokan di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan juru bicara Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi menyebut, kasus Ahmadiyah sengaja dipelihara oleh pemerintah dan digunakan bila diperlukan. ”Khusus Ahmadiyah memang digantung seperti dipelihara, kalau ada kepentingan baru dikeluarkan. Jadi sengaja didesain untuk mengalihkan isu yang menyudutkan pemerintah," kata Adhie seperti dikutip inilah.com, Senin (7/2). Ia menyebut, kasus Ahmadiyah ini bisa menutup isu kebohongan SBY yang dilemparkan para tokoh agama, gaji pejabat yang mau naik, mafia pajak Gayus Tambunan, persoalan ekonomi, ancaman demo Mesir menular ke Indonesia, krisis pangan, termasuk rekening gendut Polri yang baru saja diperintahkan dibuka oleh Komisi Informasi Publik (KIP). "Jadi menutupi isu-isu tersebut," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Ahmadiyah ini pun menjadi makanan empuk kalangan liberal. Mereka mendompleng setiap ada kasus Ahmadiyah untuk menyerang Islam dan kaum Muslimin. Dalam kasus Cikeusik misalnya, mereka memelintir persoalan Ahmadiyah ini menjadi pembubaran ormas yang mereka anggap radikal. Padahal, tidak ada ormas Islam yang terlibat dalam kasus ter-sebut. ”Target dan tujuan akhir dari kasus ini mengisyaratkan adanya perencanaan, konspirasi dan bukan murni bentrokan alami antara warga dan pengikut Ahmadiyah,” kata Harist Abu Ulya, Ketua HTI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan liberal ini tak pernah bereaksi ketika banyak orang ditembak Densus 88 tanpa bukti. Mereka juga tak pernah minta partai politik tertentu di-bubarkan karena massanya merusak fasilitas publik akibat kalah dalam Pemilukada atau rebutan lahan. Mereka tak ambil peduli dengan pertikaian antarkampung yang memakan korban jiwa. Mereka terdiam seribu bahasa ketika ada ormas pemu-da yang anarkhis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para begundal asing ini memanfaatkan isu Ahmadiyah un-tuk mengangkat opini toleransi ala Barat dalam bingkai sekulerisme, pluralisme, dan liberalisme. Seolah-olah negeri yang mayoritas Muslim ini adalah negeri anarkis dan kaum Muslim tak mau hidup berdampingan dengan non Muslim. Setiap ada masalah yang memojokkan kalangan minoritas, mereka membela dengan membabi buta tanpa mendudukkan kasusnya secara proporsional.&lt;br /&gt;Dalam kasus Ahmadiyah, mereka selalu menganggap kaum Muslim telah melanggar HAM Ahmadiyah. Padahal, menurut Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, justru Ahmadiyah-lah yang melanggar HAM umat Islam. ”Penodaan agama adalah pelanggaran HAM. Nah, kafir Ahmadiyah itu telah menodai ajaran Islam, berarti kafir Ahmadiyah-lah yang telah melakukan pelanggaran HAM,” katanya kepada Media Umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembela Ahmadiyah ini beberapa waktu sebelumnya tergabung dalam Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Selain aktivis liberal dan LSM komprador, aliansi ini pun beranggotakan orang-orang Kristen dan Katolik. Mereka disatukan dalam satu kata, ideologi kapitalis-sekuler. Tujuan mereka sebenarnya satu merusak citra Islam dan menundukkan negeri ini secara halus dengan demokrasi dan HAM.&lt;br /&gt;Tentu di balik mereka ada Amerika. Dalam kasus Cikeusik, sebelum kalangan liberal ini ngoceh di mana-mana, Dubes Amerika Scot Marchel telah men-dahului. Ia menyatakan prihatin terhadap kekerasan yang diterima Ahmadiyah dan mendukung sepenuhnya usaha pemerintah dalam menjaga toleransi antar-agama dan melindungi hak-hak yang dimiliki semua golongan masyakarat. Bukankah ini intervensi nyata Amerika?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prakondisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya isu pembubaran ormas menarik untuk disimak. Sebab, sekarang pemerintah se-dang mengajukan revisi UU keormasan ke DPR. Mungkinkah adanya kasus Cikeusik dibuat sedemikian rupa sehingga bisa menjadi batu loncatan bagi pe-merintah dengan dukungan asing menggolkan UU tersebut.&lt;br /&gt;Draft UU tersebut yang sempat beredar mengindikasikan pemerintah semakin mempersempit gerakan ormas, khususnya ormas Islam. Ormas akan dikotakkan sedemikian rupa sehingga tidak leluasa lagi menyampaikan dakwahnya seperti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Harits Abu Ulya menilai ada upaya mempergu-nakan isu Ahmadiyah ini sebagai jalan deradikalisasi kaum Mus-limin. 'Proyek' ini adalah skenario besar Amerika untuk membe-rangus kekuatan Islam yang kini mulai tumbuh di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek tersebut sudah bergulir. Kalangan liberal banyak ter-libat proyek ini di kalangan akar rumput. Sementara di tingkat pusat, deradikalisasi ini menjadi milik Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Badan baru ini sedang berkeliling Indonesia untuk kampanye ”anti kelompok yang memperjuangkan syariah dan daulah khilafah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mainstream tersebut, para pendukung proyek ini menuding kalangan yang dianggap radikal menjadi inspirator di balik berbagai aksi kekerasan selama ini apakah kasus terorisme, termasuk apa yang diterima oleh kalangan Ahmadiyah. Karenanya, mereka mendesak pemerintah membubarkan ormas Islam karena dianggap meresahkan. Padahal yang sebenarnya, mereka sangat membenci ormas Islam yang lurus karena menghalangi langkah mereka merusak negeri ini. Ditambah lagi, mereka tak menginginkan Islam bangkit dan memimpin negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat”&lt;br /&gt;Jika ikhwan wa akhwat fiLLAH meyakini adanya kebenaran di dalam tulisan dan fans page ini, serta ingin meraih amal shaleh, maka sampaikanlah kepada saudaramu yang lain. Bagikan (share) tulisan/gambar ini kepada teman-teman facebook yang lain dan mohon bantuannya untuk mengajak teman-teman anda sebanyak mungkin di Media Islam Online, agar syiar kebaikan dapat LEBIH TERSEBAR LUAS DI BUMI INI....&lt;br /&gt;Ikhwan wa akhwat fiLLAH juga bisa mentag pada gambar ini....&lt;br /&gt;Jazaakumullah Khairan wa Syukron Katsiiran 'Alaa Husni Ihtimaamikum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-8217243560220376151?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/8217243560220376151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=8217243560220376151&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/8217243560220376151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/8217243560220376151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2011/02/kasus-ahmadiyah-pemerintah-dan-kaum.html' title='KASUS AHMADIYAH : PEMERINTAH DAN KAUM LIBERAL AMBIL UNTUNG'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-8649519272286959061</id><published>2010-10-21T15:08:00.000+07:00</published><updated>2010-10-21T15:08:08.637+07:00</updated><title type='text'>Sedih</title><content type='html'>Sebenarnya sedih ...&lt;br /&gt;Mau pulang ...&lt;br /&gt;mau ketemu Ibu ,, Adik ,, Bapak ,, &lt;br /&gt;Tapi Allah belum mengizinkan ...&lt;br /&gt;hanya Bisa Mengabari lewat Telpon Seluler :(...&lt;br /&gt;Allah Kuatkan hamba ,,,,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-8649519272286959061?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/8649519272286959061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=8649519272286959061&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/8649519272286959061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/8649519272286959061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/10/sedih.html' title='Sedih'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-5351956172681631634</id><published>2010-09-27T22:39:00.001+07:00</published><updated>2010-09-27T22:39:06.494+07:00</updated><title type='text'>Lanjutan : PENJELASAN LURUS BAGI MEREKA YANG JAHIL DAN TERPEDAYA (Itsbat 'Aqidah dan Sikap Yang Benar Terhadap Siksa Kubur)</title><content type='html'>ITSBAT  'AQIDAH (PENETAPAN 'AQIDAH)&lt;br /&gt;          Itsbat 'aqidah adalah penetapan apakah suatu perkara absah dimasukkan ke dalam 'aqidah Islaamiyyah atau tidak.   Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, 'aqidah atau iman adalah tashdiiq al-jaazim al-mutaabiq lil waaqi' 'an daliil (pembenaran pasti yang sesuai dengan fakta dan ditunjang oleh dalil (burhan).  Berdasarkan definisi ini, maka, syarat-syarat itsbat 'aqidah adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pertama, perkara tersebut harus ditetapkan oleh dalil yang bersifat pasti (qath'iy), dan tidak mengandung kesamaran sedikitpun.  Jika suatu perkara masih mengandung kesamaran, walaupun sisi kebenarannya lebih kuat (dzann), maka perkara seperti ini tidak absah dijadikan sebagai bagian dari 'aqidah Islaamiyyah.&lt;br /&gt;Kedua, perkara-perkara tersebut berhubungan dengan masalah-masalah keyakinan, bukan perbuatan.   Perkara-perkara yang berkaitan dengan perbuatan (al-'amaliyyah) dimasukkan ke dalam persoalan syariat, bukan 'aqidah.&lt;br /&gt;Ketiga, perkara yang diyakini tersebut sesuai dengan fakta (realitas).  Keyakinan yang tidak sejalan dengan fakta, semacam khayalan atau pemikiran-pemikiran yang tidak ada realitasnya atau tidak ada wujudnya dalam realitas, tidak boleh dimasukkan dalam perkara iman atau 'aqidah yang dituntut oleh syariat.  Misalnya, keyakinan bahwa matahari adalah Tuhan yang memiliki sifat-sifat kesempurnaan, tahayul, khurafat, reinkarnasi, animisme, dinamisme, dan lain sebagainya.  Keyakinan seperti ini, walaupun diyakini oleh pemeluknya dengan keyakinan yang pasti, namun, keyakinan seperti ini tidak dianggap bagian dari keimanan/i'tiqad. Sebab, keyakinan-keyakinan seperti itu bertentangan dengan fakta.&lt;br /&gt;          Untuk syarat kedua dan ketiga, kami tidak akan merincinya secara lebih mendalam.  Sebab, selain sudah diketahui oleh khalayak umum, juga akan memakan tempat yang cukup banyak.    Dalam tulisan ini, kita akan membahas syarat pertama secara lebih rinci dan mendalam.  Penjelasannya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;          Pertama, karena perkara 'aqidah meniscayakan adanya pembenaran pasti yang lahir dari sebuah bukti (dalil), maka dalil yang absah dijadikan sebagai dasar untuk itsbat 'aqidah adalah dalil-dalil yang mampu mengantarkan kepastian ('ilmu yaqin); yakni dalil yang qath'iy tsubut dan qath'iy dilalahnya.  Dalil-dalil syar'iy yang memenuhi kategori ini adalah Al-Quran dan Hadits Mutawatir yang dilalahnya qath'iy.  Adapun nash-nash Al-Quran atau hadits mutawatir yang dilalahnya (maknanya) dzanniy, maka dalil seperti ini tidak absah dijadikan dalil untuk membangun perkara 'aqidah.  Demikian juga hadits-hadits ahad shahih, baik qath'iy dilalahnya maupun dzanniy dilalahnya, tidak absah untuk menetapkan perkara-perkara 'aqidah (itsbat 'aqidah).&lt;br /&gt;Imam al-Jalil Asy Syathibiy rahimahullah, dalam Kitab Al-Muwaafiqaat , pada saat membahas masalah ushulul fikih, menyatakan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;إن أصول الفقه في الدين قطعية لا ظنية، والدليل على ذلك أنها راجعة إلى كليات الشريعة، وما كان كذلك فهو قطعي....والثاني: أنها لو كانت ظنية لم تكن راجعة إلى أمر عقلي، إذ الظن لا يُقبل في العقليات ولا إلى كلي شرعي لأن الظن إنما يتعلق بالجزئيات؛ إذ لو جاز تعلق الظن بكليات الشريعة لجاز تعلقه بأصل الشريعة لأنه الكلي الأول وذلك غير جائز عادة ....الثالث: أنه لو جاز جعل الظني أصلا في أصول الفقه لجاز جعله أصلا في أصول الدين، وليس كذلك باتفاق، فكذلك هنا لأن نسبة أصول الفقه من الشريعة كنسبة أصول الدين، وإن تفاوتت في المرتبة فقد استوت بأنها كليات معتبرة في كل ملة وهي داخلة في حفظ الدين من الضروريات. ... ويقول رحمه الله: والجواب أن الأصل على كل تقدير لا بد أن يكون مقطوعاً به لأنه إن كان مظنوناً تطرق إليه احتمال الإخلاف ومثل هذا لا يُجعل أصلا في الدين عملا بالاستقراء؛ وقال: وقد قال بعضهم لا سبيل إلى إثبات أصول الشريعة بالظن لأنه تشريع ولم نتعبد بالظن إلا في الفروع)  (1) الموافقات. الشاطبي. شرح الشيخ عبد الله دراز 1/29-31&lt;br /&gt;"Sesungguhnya, ushul fikih dalam Dienul Islam haruslah qath'iy, tidak boleh dzanniy.  Dalil untuk hal ini adalah; bahwa ushul fikih menjadi dasar untuk kulliyat asy-syar'iyyah (kemenyeluruhan syariat).  Selama ushul fikih seperti ini, maka ia haruslah qath'iy....Kedua, seandainya ushul fikih boleh dzanniy, niscaya ia tidak bisa menjadi dasar untuk perkara-perkara 'aqliyyah.  Pasalnya, dzanniy tidak diterima dalam perkara-perkara 'aqliyyah, dan tidak juga dalam perkara-perkara kemenyeluruhan syariat (kulliyat asy syarii'ah).  Sebab, dzann hanya berkaitan dengan perkara-perkara parsial (juz'iyyat)….Ketiga, seandainya boleh menjadikan perkara dzanniy sebagai asal (fundamen) dalam ushul fikih, tentunya boleh juga menjadikan perkara dzanniy sebagai asal dalam perkara ushul al-diin.  Padahal, hal ini tidak boleh berdasarkan kesepakatan.  Selain itu, kedudukan ushul fikih dalam syariat  sama persis seperti kedudukan ushuluddin; meskipun berbeda dalam martabat (kedudukan), namun setara dari sisi bahwa ushul fikih adalah kulliyat al-mu'tabarah (kemenyeluruhan yang diakui) pada setiap millah (agama).  Dan ia termasuk penjagaan terhadap agama dari darurat-darurat…"[Imam Asy Syathibiy, al-Muwaafiqaat, Syarh Asy Syaikh 'Abdullah Daraaz, juz 1, hal. 29-31]&lt;br /&gt;Berdasarkan penjelasan Imam Asy Syathibiy di atas, dapat disimpulkan bahwa perkara-perkara ushul, baik ushuluddin ('aqidah) maupun ushulusy syari'ah haruslah qath'iy dan tidak boleh dzanniy.  Dalil yang absah dijadikan sandaran baik dalam perkara ushuluddin maupun ushulusy syari'at haruslah dalil-dalil yang menghasilkan kepastian (ilmu yaqin/tashdiiq al-jaazim).  Dalil-dalil dzanniy tidak absah dijadikan dalil untuk menetapkan (itsbat) perkara-perkara ushuluddin dan ushulusy syari'ah.  Adapun dalil qath'iy yang bisa mengantarkan kepastian adalah dalil yang tsubut dan dilalahnya qath'iy.  Dalil yang tsubut dan dilalahnya qath'iy adalah Al-Quran dan hadits mutawatir yang dilalahnya pasti.&lt;br /&gt;Imam As Sarakhsiy dalam Kitab Ushuul al-Sarakhsiy berkata:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ولا خلاف أن أصل الدين كالتوحيد وصفات الله وإثبات النبوة لا يكون إلا بطريق يوجب العلم قطعا ولا يكون فيه شك ولا شبهة، فكذلك فيما يكون من أمر الدين.&lt;br /&gt;"Tidak ada khilaf, bahwa perkara ushuluddin, seperti tauhid, Shifat-shifat Allah, itsbat kenabian, tidak boleh ditetapkan kecuali dengan jalan yang bisa mengantarkan ilmu secara pasti, tidak ada keraguan maupun syubhat. Demikian pula pada perkara-perkara yang menjadi bagian perkara-perkara diin (ushul)".[Imam As Sarakhsiy, Ushuul al-Sarakhsiy, juz 1, hal.322].&lt;br /&gt;Imam Jamaluddin Al Asnawiy berkata:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;وأما بالآحاد فهو باطل لأن رواية الآحاد إن أفادت فإنما تفيد الظن والشارع إنما أجاز الظن في المسائل العملية وهي الفروع دون العلمية كقواعد أصول الدين وكذلك قواعد أصول الفقه ..."&lt;br /&gt;"Adapun riwayat-riwayat ahad, maka ia bathil.  Pasalnya, riwayat-riwayat ahad, meskipun memiliki faedah, namun ia hanya berfaedah kepada dzann. Asy Syaari' (Pembuat Hukum) hanya membolehkan dzann dalam perkara-perkara 'amaliyyah, yakni untuk perkara-perkara furu', tidak untuk perkara-perkara ilmiyyah, seperti kaedah-kaedah ushuluddin; dan demikian pula kaedah-kaedah ushul fikih.."[Dikutip dari 'Alim al-'Allamah Abu Malik, Adillah al-I'tiqaad, hal.22]&lt;br /&gt;          Imam Qurthubiy, pada saat menafsirkan firman Allah swt "[wa maa yattabi' aktsaruhum illa dzanna]; menyatakan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;وقيل: الحق هنا اليقين، أي ليس الظن كاليقين، وفي هذه الآية دليل على أنه لا يكتفى بالظن في العقائد&lt;br /&gt;"Dinyatakan: al-haq di sini adalah yaqin, yakni dzann itu berbeda dengan yaqin.  Ayat ini merupakan dalil yang menunjukkan bahwa dzann tidak cukup (untuk menetapkan) dalam perkara-perkara 'aqidah".[Imam Qurthubiy, Al-Jaami' li Ahkaam al-Quran (Tafsir al-Qurthubiy), juz 8, 343]&lt;br /&gt;          Imam 'Abdurrahman al-Jaziriy, dalam Kitab al-Fiqh 'Ala al-Madzaahib al-Arba'ah menyatakan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ومن الحسن أن يقال: أن مثل هذه الأحاديث تجزئ في المسائل الفرعية لا في المسائل الاعتقادية، فان العقائد لا تبنى إلا على الأدلة اليقينية، وهذه الأحاديث مهما كانت صحيحة فهي أحاديث آحاد لا تفيد إلا الظن، لان الأحاديث الصحيحة يجب أن يكون لها قيمتها في الإثبات فهي معضدة للبراهين العقلية]&lt;br /&gt;"Baik dinyatakan bahwasanya hadits-hadits seperti ini (hadits tentang Nabi saw tersihir) digolongkan dalam masalah furu'iyyah bukan dalam masalah-masalah i'tiqaadiyyah.  Sebab, 'aqidah tidak boleh ditetapkan kecuali berdasarkan dalil-dalil yang menyakinkan.  Dan hadits-hadits seperti ini, walaupun shahih, akan tetapi ia adalah hadits ahad yang tidak berfaedah kecuali dzann belaka..."[Imam 'Abdurrahman al-Jaziriy, Kitab al-Fiqh 'Ala al-Madzaahib al-Arba'ah , juz 5, hal. 391-392]&lt;br /&gt;          Imam Taftazaniy, seorang ulama pilihan dari madzhab Syafi'iy, dalam Syarh al-'Aqaaid al-Nasafiyyah, pada saat membicarakan tentang jumlah para Nabi, berkata: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;يعني أن خبر الواحد على تقدير اشتماله على جميع الشرائط المذكورة في أصول الفقه لا يفيد إلا الظن، ولا عبرة بالظن في باب الاعتقادات،"&lt;br /&gt;"Yakni, khabar ahad yang telah memenuhi seluruh syarat-syarat yang disebutkan dalam ushul fikih, tidak berfaedah kecuali hanya dzann.  Sedangkan dzann sama sekali tidak bernilai dalam (menetapkan) bab 'aqidah-'aqidah".[ Imam Taftazaniy, Syarh al-'Aqaaid al-Nasafiyyah, hal.124]&lt;br /&gt;          Syaikh Hasan al-'Athaar berkata:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; [قال الجلال المحلي "نهى الله عن إتباع غير العلم" .... والنهي للتحريم، فلا يكون واجبا، وقوله "ذم على إتباع الظن يدل على حرمته" أي أن إتباع الظن في العقائد حرام شرعا، لان النهي ورد من الله تبارك وتعالى عن إتباع الظن في العقائد كما سبق وأن وضحت &lt;br /&gt;"Berkata al-Jalaal al-Mahaliy, "Allah melarang dari ittibaa' ghair al-ilm (mengikuti selain ilmu)"…Dan larangan tersebut adalah untuk pengharaman.  Atas dasar itu tidak menjadi wajib.  Ada pun perkataan beliau, "Celaan mengikuti dzann menunjukkan keharaman mengikuti dzann", yakni, mengikuti dzann dalam masalah 'aqidah adalah haram secara syar'iy.  Sebab, larangan mengikuti dzann dalam masalah 'aqidah berasal dari Allah swt sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, dan saya telah menjelaskan".[Syaikh Hasan al-'Athaar dalam Syarahnya atas Syarah al-Jalaal al-Mahalliy, juz 2/157]&lt;br /&gt;          Imam Zarqaniy dalam Kitab Manaahil al-'Irfaan, berkata:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;رابعها: أنّ تلك الروايات مليئةٌ بالإسرائيليات، ومنها كثير من الخرافات التي يقوم الدليل على بطلانها. ومنها ما يتعلق بأمور العقائد التي لا يجوز الأخذ فيها بالظن ولا برواية الآحاد، بل لا بد من دليل قاطع فيها، كالروايات التي تتحدث عن أشراط الساعة، وأهوال القيامة، وأحوال الآخرة، تذكرُ على أنّها اعتقادات في الإسلام. انتهى&lt;br /&gt;"Keempat: riwayat-riwayat itu dipenuhi dengan cerita-cerita Israiliyyat. Sebagian besar di antaranya adalah khurafat-khurafat yang telah tegak dalil yang menunjukkan kebathilannya.  Di antara riwayat tersebut ada yang berkaitan dengan perkara-perkara 'aqidah yang tidak boleh ditetapkan berdasarkan dzann maupun dengan riwayat ahad.  Akan tetapi, harus ditegakkan di atas dalil-dalil qath'iy, seperti riwayat-riwayat yang berbicara tentang tanda-tanda kiamat, keadaan kiamat dan akherat; disebutkan bahwa hal-hal tersebut termasuk i'tiqad-i'tiqad di dalam Islam". [Dikutip dari 'Alim al-'Allamah Abu Malik, Adillah al-I'tiqaad, hal.25]&lt;br /&gt;          Syaikh Mahmud Syaltut dalam Kitab Al-Islam: 'Aqidah wa Syari'ah berkata:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;وقد اتفق العلماء على أن الدليل العقلى الذى سلمت مقدمته, و انتهت فى أحكامها إلى الحس أو الضرورة, يفيـد ذلك اليقين و يحقق الإيمان المطلوب. أما الأدلة النقلية فقد ذهب كثير من العلماء إلى أنها لا تفيد اليقين, ولا تحصل الإيمان المطلوب, ولا تثبت بها وحدها عقيدة. قالوا: ذلك لأنها مجال واسع لاحتمالات كثيرة تحول دون هذا الإثبات. والذين ذهبوا إلى أن الدليل النقلى يفيـد اليقين و يثبت العقيدة شروطا فيه أن يكون قطعيا فى وروده, قطعيا فى دلالته. ومعنى كونه قطعيا فى وروده: ألا يكون هناك أى شبهة فى ثبوته عن الرسول صلى الله عليه و سلم, و ذلك إنما يكون فى المتواتر فقط. ومعنى كونه قطعيا فى دلالته أن يكون نصًا محكمًا فى معناه, وذلك إنما يكون فيما لا يحتمل  التأويل.  فإذا كان الدليل النقلى بهذه المثابة أفاد اليقين و صلح لأن تثبت به العقيدة.&lt;br /&gt;" Para ulama telah sepakat bahwa dalil 'aqliy yang selamat muqaddimahnya dan penetapan-penetapannya berakhir pada penginderaan atau dlarurah, maka dalil seperti ini  menghasilkan keyakinan dan bisa mewujudkan keimanan yang dituntut.  Sedangkan dalil naqliy, maka sebagian besar ulama berpendapat bahwa ia tidak menghasilkan keyakinan, dan tidak menghasilkan keimanan yang dituntut, dan tidak bisa menetapkan (itsbat) iman.  Mereka menyatakan seperti itu karena dalil naqliy masih membuka ruang yang sangat lebar akan adanya kenisbian-kenisbian yang sangat banyak sehingga tidak bisa digunakan untuk istbat (penetapan) [masalah keyakinan].  Sedangkan ulama-ulama yang berpendapat bahwa dalil naqliy bisa menghasilkan keyakinan dan bisa menetapkan perkara 'aqidah mensyaratkan harus qath'iy wurud dan dilalahnya.  Yang dimaksud dengan qathiy  wurud adalah tidak ada kesamaran dalam penetapannya bahwa berita tersebut benar-benar berasal dari Rasulullah saw; dan ini hanya ada pada riwayat-riwayat mutawatir saja.   Adapun yang dimaksud dengan qath'iy dilalah adalah maknanya jelas (muhkam); dan ini hanya ada para riwayat yang tidak membuka ruang adanya penakwilan.  Jika dalil naqliy memenuhi syarat ini, maka ia menghasilkan keyakinan dan layak untuk menetapkan (itsbat) 'aqidah". [Syaikh Mahmud Syaltut, Al Islaam; 'Aqiidah wa Syarii'ah, ed 3, hal. 56-57]&lt;br /&gt;          Dari penjelasan di atas, dapatlah disimpulkan bahwa suatu perkara baru absah ditetapkan sebagai bagian dari 'aqidah Islamiyyah jika perkara tersebut ditunjang oleh dalil qath'iy.  Yang dimaksud dengan dalil qath'iy di sini adalah dalil yang dari sisi sumbernya dan maknanya tidak mengandung kesamaran; dan yang bisa mewujudkan syarat ini hanyalah al-Quran dan hadits mutawatir yang dilalahnya qath'iy, tidak mengandung kesamaran dan menutup kemungkinan adanya perbedaan dalam hal interpretasi.   Sedangkan dalil-dalil lain, selain dalil ini, tidak absah dijadikan dalil untuk mengitsbat perkara-perkara yang membutuhkan ilmu yaqin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUDUKAN HADITS AHAD DALAM ITSBAT 'AQIDAH&lt;br /&gt;          Apakah hadits ahad bisa dijadikan dalil untuk mengitsbat masalah-masalah 'aqidah? &lt;br /&gt;Jawabnya; tidak ada keraguan dan syubhat sedikitpun bahwasanya hadits ahad tidaklah absah untuk mengitsbat perkara-perkara 'aqidah.  Pasalnya, hadits ahad tidak menghasilkan kepastian (ilmu yaqin).  Hadits ahad hanya menghasilkan dzann belaka.  Atas dasar itu, hadits ahad tidak absah dijadikan sebagai dalil untuk mengitsbat perkara-perkara 'aqidah.   Inilah pendapat rajih yang dipegang oleh mayoritas ulama, baik dari kalangan shahabat, tabi'un, dan tabi'ut tabi'iin.  Kami tidak akan menukil semua pendapat tersebut, namun, kami hanya akan menukil sebagian pendapat dari kalangan ulama-ulama mu'tabar saja.&lt;br /&gt;Di dalam kitab Mafaatih al-Ghaib, pada saat membahas itsbat apakah tasmiyyah (bismillahirrahmaanirrahim) termasuk bagian dari Al Quran atau tidak, Imam al-Jalil Muhammad Fakhr al-Diin al-Raaziy rahimahullah menyatakan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;المسألة الخامسة : في تقرير أن هذه المسألة ليست من المسائل القطعية ، وزعم القاضي أبو بكر أنها من المسائل القطعية ، قال : والخطأ فيها إن لم يبلغ إلى حد التكفير فلا أقل من التفسيق ، واحتج عليه بأن التسمية لو كانت من القرآن لكان طريق إثباته إما التواتر أو الآحاد والأول باطل ، لأنه لو ثبت بالتواتر كون التسمية من القرآن لحصل العلم الضروري بأنها من القرآن ، ولو كانت كذلك لامتنع وقوع الخلاف فيه بين الأمة . والثاني : أيضاً باطل؛ لأن خبر الواحد لا يفيد إلا الظن ، فلو جعلناه طريقاً إلى إثبات القرآن لخرج القرآن عن كونه حجة يقينية ولصار ذلك ظنياً ، ولو جاز ذلك لجاز ادعاء الروافض في أن القرآن دخله الزيادة والنقصان والتغيير والتحريف ، وذلك يبطل الإسلام .&lt;br /&gt;"Masalah kelima; dalam penetapan bahwa masalah ini bukanlah termasuk masalah qath'iyyah.  Abu Bakar al-Baqillaniy berpendapat bahwa tasmiyyah termasuk masalah qath'iyyah.  Ia berkata, "Kesalahan di dalamnya jika tidak mencapai batas pengkafiran, maka paling sedikit adalah fasiq.  Pendapat beliau ini dibantah; seandainya tasmiyyah (bismillahirrahmaanirrahiim) termasuk bagian al-Quran, maka jalan itsbatnya (jalan penetapannya), bisa saja dengan riwayat mutawatir atau riwayat ahad.  Adapun asumsi pertama (ditetapkan berdasarkan riwayat mutawatir) adalah bathil.  Sebab, seandainya keberadaan bismillaahirrahmaanirrahiim sebagai bagian dari al-Quran ditetapkan berdasarkan riwayat mutawatir, tentunya hal ini akan menghasilkan ilmu dlaruriy (pembenaran yang bersifat pasti) bahwa tasmiyyah termasuk bagian Al Quran.  Selain itu, seandainya hal itu benar, tentunya tidak boleh terjadi perbedaan pendapat di kalangan umat mengenai masalah ini.  Kedua; asumsi kedua ini (ditetapkan berdasarkan riwayat ahad) juga bathil.  Sebab, khabar ahad tidak berfaedah apapun kecuali sekedar dhann.  Seandainya kita menjadikan hadits ahad sebagai jalan untuk penetapan al-Quran, niscaya lenyaplah keberadaan al-Quran sebagai hujjah yang menyakinkan, dan jadilah ia hujjah yang meragukan.  Seandainya hal ini boleh, tentunya, benar juga dakwaan kaum Rawaafidl bahwa al-Quran telah mengalami tambahan, pengurangan, pengubahan, dan penyimpangan.  Dan sesungguhnya hal ini telah membatalkan Islam sendiri". [Imam Fakhruddin al-Raaziy, Mafaatih al-Ghaib, juz 1, hal. 176]&lt;br /&gt;Di dalam Fatawa al-Azhar pada bab al-'Amal bi Ahaadiits al-Ahaad (Beramal dengan Hadits Ahad) disebutkan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;العمل بأحاديث الآحاد: &lt;br /&gt;السؤل: نقرأ فى بعض الكتب عند الاستدلال على بعض الأحكام بحديث نبوى، أن هذا حديث آحاد يفيد القطع ، فما هى أحاديث الآحاد، وما هى منزلتها فى الاستدلال على أحكام الدين ؟ الجواب: أحاديث الآحاد هى التى لم يبلغ رواتها حد التواتر الذى يفيد القطع واليقين ، والحديث المتواتر هو الذى رواه جمع عن جمع يؤمن تواطؤهم على الكذب ، وأحاديث الآحاد أنواع ، منها المشهور الذى رواه ثلاثة فأكثر، والعزيز الذى رواه اثنان ، والغريب الذى رواه واحد فقط . وهى من أقسام الحديث الصحيح ، وهناك الحديث الحسن والحديث الضعيف والحديث الموضوع ، وهناك تقسيمات لهذه الأحاديث فى علم مصطلح الحديث ، ويهمنا الآن الحديث الصحيح بقسميه الآحاد والمتواتر .&lt;br /&gt;يقول علماء الأصول : إن أحاديث الآحاد يجب العمل بها فى الأحكام الشرعية العملية ، باعتبارها فروعا ، ولا يعمل بها فى العقائد باعتبارها أصولا للدين ، وهذا ما يفيده ما نقل عن جمهور الصحابة والتابعين ، وأقوال علماء الفقه والأصول ، ولم يخالف فى ذلك سوى بعض فقهاء أهل الظاهر وأحمد فى رواية عنه .&lt;br /&gt;فأحاديث الآحاد مهما بلغت قوتها كالمشهور منها لا تفيد العلم اليقينى الذى يعتمد عليه فى العقائد، بل تفيد الظن الذى يكفى فى وجوب العمل بها فى الفروع ، جاء ذلك فى كثير من المراجع ، وصرح به النووى فى شرح صحيح مسلم "ج 1 ص 20 " وجعل منها ما رواه البخارى ومسلم رادًا به على ابن الصلاح الذى قال : إن ما روياه يفيد العلم النظرى .&lt;br /&gt;من هذا يعلم أن أحاديث الآحاد الصحيحة لا تفيد إلا الظن ويجب العمل بها فى الفروع لا فى العقائد، وإفادة الظن أو اليقين فى الأحاديث قد تكون من جهة الرواية، فالمتواتر يفيد اليقين والآحاد لا تفيده ، وقد تكون من جهة الدلالة أى دلالة اللفظ على معناه ، وذلك مشترك بين جميع الأحاديث وبين القرآن الكريم ، فاللفظ إذا لم يحتمل إلا معنى واحدا كان قطعى الدلالة ، وإذا احتمل أكثر من معنى كان ظنى الدلالة، كلفظ العين ، يطلق على العين الباصرة وعلى عين الماء ، وعلى الذهب وعلى الجاسوس . ولفظ الفتنة يطلق على الامتحان وعلى الكفر وعلى العذاب ، وعلى الوقيعة بين الناس ، والشواهد على ذلك كثيرة .&lt;br /&gt;وتفريعا على ذلك لو وقع خلاف فى مسألة فرعية دليلها خبر آحاد وأنكر الإنسان حجية هذا الخبر لا يكون بذلك كافرا أو فاسقا وإلا لحكم بذلك على أئمة الفقه المختلفين فى بعض المسائل ، مع الأخذ فى الاعتبار أن هذا الإنكار له مسوغ شرعى ، فإذا تأيد هذا الخبر وما يدل عليه من حكم بالإجماع عليه صار قويا ، ومن جحده كان مخطئا ، وإن كان لا يحكم عليه بالكفر " فتاوى معاصرة للشيخ جاد الحق على جاد الحق ص 49 - 60&lt;br /&gt;"Pertanyaan : Kami membaca beberapa kitab tatkala beristidlal dengan hadits Nabawiy untuk menggali sebagian hukum-hukum syariat, di situ dinyatakan bahwasanya hadits tersebut adalah hadits ahad yang menghasilkan keyakinan.  Lantas, apa hadits ahad itu; dan bagaimana kedudukannya dalam istidlal hukum-hukum agama? Jawab: Hadits ahad adalah hadits yang perawinya tidak mencapai batas mutawatir yang menghasilkan kepastian dan keyakinan (qath'iy wa yaqiin).  Sedangkan hadits mutawatir adalah hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok rawi dari sekelompok rawi lainnya, yang bisa dipercaya (diyakini) bahwa mereka tidak mungkin berdusta. Hadits ahad itu dibagi menjadi beberapa macam. Diantaranya adalah hadits masyhur, yakni hadits yang diriwayatkan oleh 3 orang atau lebih.  Ada pula hadits 'Aziiz, yakni hadits yang diriwayatkan dua orang; dan ada pula hadits gharib, yakni hadits yang diriwayatkan oleh satu orang.  Hadits ini dibagi lagi menjadi hadits shahih, hasan, dla'if, dan hadits maudlu' (buatan).  Dan masih banyak lagi pembagian-pembagian hadits semacam ini di dalam ilmu mushthalah al-hadits.  Nah, yang dibahas sekarang adalah hadits shahih yang terklasifikasi dalam hadits ahad dan mutawatir.  &lt;br /&gt;'Ulama ushul berpendapat; sesungguhnya hadits-hadits ahad yang berbicara masalah hukum-hukum syariat amaliyyah wajib untuk diamalkan, dengan asumsi bahwa ia adalah perkara cabang. &lt;span&gt;Akan tetapi, hadits ahad tidak diamalkan dalam perkara-perkara  'aqidah yang dianggap sebagai ushuluddin&lt;/span&gt;. Kesimpulan semacam ini dinukil dari mayoritas para shahabat, tabi'in, sekaligus sebagai pendapat ulama-ulama fiqh dan ushul.   Tidak ada satupun ulama yang menyelisihi hal ini (hadits ahad bukanlah hujjah dalam perkara aqidah), kecuali sebagian fuqaha ahli dzahir, dan Imam Ahmad dalam sebuah riwayat yang dituturkan dari beliau.  Oleh karena itu, betapapun kuatnya hadits ahad, seperti hadits-hadits masyhur, sesungguhnya ia tidak menghasilkan ilmu al-yaqiin (kepastian) yang bisa dijadikan sandaran (hujjah) untuk membangun perkara-perkara aqidah.  Akan tetapi, hadits ahad hanya menghasilkan dhannn yang wajib diamalkan dalam masalah-masalah furu' (cabang).  Pendapat semacam ini banyak disebutkan dalam kitab-kitab rujukan.  &lt;span&gt;Imam Nawawiy&lt;/span&gt; sudah menjelaskan masalah ini dengan sangat jelas di dalam Syarah Shahih Muslim, juz 1, hal. 20.  Penjelasan ini beliau terapkan dalam hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, sebagai bantahan beliau atas pendapat Ibnu Shalah yang menyatakan, bahwa hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim menghasilkan keyakinan. &lt;br /&gt; Dari sinilah dapat diketahui bahwa hadits ahad yang shahih tidak menghasilkan apa-apa kecuali hanya sekedar dhannn. &lt;span&gt;Namun, ia wajib untuk diamalkan dalam masalah-masalah furu', bukan dalam masalah aqidah&lt;/span&gt;.  &lt;span&gt;Ke-dhannn-an atau ke-yakin-an&lt;/span&gt; yang dihasilkan dari hadits, kadang-kadang berasal dari sisi perawinya.  Hadits mutawatir menghasilkan keyakinan, sedangkan hadits ahad tidak menghasilkan keyakinan.  Kadang-kadang, &lt;span&gt;kedhannn-an atau ke-yakinan-an&lt;/span&gt; suatu hadits berasal dari sisi dilalah lafadznya (makna/penunjukkannya; dan ini bisa saja terjadi pada hadits-hadits maupun al-Quran. Suatu lafadz, jka hanya mengandung satu makna saja, maka ia qath'iy dilalah. Jika suatu lafadz mengandung banyak kemungkinan makna, maka ia menjadi dhannniy dilalah. Seperti halnya lafadz al-'ain yang kadang-kadang bermakna mata, sumber air, emas, dan mata-mata.  Lafadz fitnah, kadang-kadang bermakna ujian (imtihan), kekufuran (al-kufr), 'adzab, dan persengketaan diantara manusia. Bukti-bukti untuk masalah semacam ini (dhannniy dilalah) sangatlah banyak.  &lt;br /&gt;Atas dasar itu, jika ada perbedaan pendapat dalam masalah-masalah furu' yang dalilnya adalah khabar ahad (hadits ahad), maka orang yang menolak berhujjah dengan khabar ahad dalam masalah semacam ini, tidak menjadi kafir atau fasiq. Jika tidak seperti ini, tentunya predikat fasik dan kafir akan divoniskan kepada para ulama fikih yang berbeda pendapat satu dengan yang lain dalam berbagai masalah...(Fatawa  Ma'aashirah karya Syaikh Jaad al-Haq 'Ali Jaad al-Haq, hal.49-60)". [Fatawa al-Azhar, al-'Amal bi Ahaadiits al-Ahad, juz 8, hal. 126].&lt;br /&gt;Di dalam Tafsir Ibnu 'Arafah disebutkan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;وردّه ابن عرفة : بأن فروع الشريعة عندنا يكفي فيها الظنّ والأمور الاعتقادية لا بد فيها من العلم وهذا أمر اعتقادي.&lt;br /&gt;"Ibnu 'Arafah membantahnya, "Menurut kami, cabang-cabang syari'ah cukup disangga oleh dalil-dalil dhannn, sedangkan perkara-perkara keyakinan (I'tiqaad) harus didasarkan kepada dalil-dalil yang menyakinkan (al-ilmu). Dan ini termasuk perkara 'aqidah..".  Beliau juga menyatakan: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;لأن المطلوب في الإيمان العلم اليقين ولا ( يجزئ ) فيه الظنّ بوجه .&lt;br /&gt;..Sebab, yang dituntut dari keimanan adalah keyakinan pasti (al-'ilm al-yaqiin), dan tidak boleh dhannn". [Ibnu 'Arafah, Tafsiir Ibnu 'Arafah, juz 1, hal. 116 dan 189]&lt;br /&gt;Imam Bazdawiy menyatakan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(وَهَذَا) أَيْ خَبَرُ الْوَاحِدِ يُوجِبُ الْعَمَلَ، وَلا يُوجِبُ الْعِلْمَ يَقِينًا أَيْ لا يُوجِبُ عِلْمَ يَقِينٍ، وَلا عِلْمَ طُمَأْنِينَةٍ، وَهُوَ مَذْهَبُ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَجُمْلَةِ الْفُقَهَاءِ.&lt;br /&gt;"(Ini), maksudnya: khabar ahad wajib diamalkan tetapi tidak menghasilkan kepastian secara menyakinkan, atau ia tidak menghasilkan ilmu yaqin maupun 'ilmu tuma'ninah.  Ini adalah pendapat mayoritas ahli ilmu dan sebagian besar fukaha". [Imam al-Bazdawiy, Ushul Fakhr al-Islaam, bab Aqsaam al-Sunnah]&lt;br /&gt;          'Aalim al-'Allamah 'Abdul 'Aziz al-Bukhari dalam Kasyf al-Asraar , pada saat membantah orang yang berpendapat bahwa khabar ahad yang berbicara tentang ketetapan akherat, seperti ru'yatullah, siksa kubur, dan lain sebagainya menghasilkan ilmu yaqin,  beliau berkata:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;وَأَمَّا دَعْوَى عِلْمِ الْيَقِينِ بِهِ فَبَاطِلٌ بِلا شُبْهَةٍ لأَنَّ الْعِيَانَ يَرُدُّهُ مِنْ قِبَلِ أَنَّا قَدْ بَيَّنَّا أَنَّ الْمَشْهُورَ لا يُوجِبُ عِلْمَ الْيَقِينِ فَهَذَا أَوْلَى؛ وَهَذَا لأَنَّ خَبَرَ الْوَاحِدِ مُحْتَمَلٌ لا مَحَالَةَ، وَلا يَقِينَ مَعَ الاحْتِمَالِ، وَمَنْ أَنْكَرَ هَذَا فَقَدْ سَفَّهُ نَفْسَهُ، وَأَضَلَّ عَقْلَهُ.&lt;br /&gt;"Adapun klaim (hadits masyhur) menghasilkan ilmu yaqin, sesungguhnya, tanpa ada kesamaran lagi, klaim ini adalah bathil.  Sebab, orang pasti akan menolaknya.  Kami telah menjelaskan bahwa khabar masyhur tidak menghasilkan ilmu yaqin, dan inilah yang lebih utama.  Pasalnya, khabar ahad masih mengandung kemungkinan.  Dan tidak ada keyakinan jika masih mengandung kemungkinan.  Siapa saja mengingkari ketentuan ini, maka ia telah merendahkan dirinya sendiri dan sesat akalnya".['Abdul 'Aziz al-Bukhari, Kasyf al-Asraar, bab Khabar al-Ahad, juz 4/387]&lt;br /&gt;          Al-Hafidz Ibnu 'Abd al-Barr dalam Kitab al-Tamhiid, menyatakan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;واختلف أصحابنا وغيرهم في خبر الواحد العدل هل يوجب العلم والعمل جميعا، أم يوجب العمل دون العلم؟ والذي عليه كثر أهل العلم منهم - أي المالكية - أنه يوجب العمل دون العلم، وهو قول الشافعي وجمهور أهل الفقه والنظر ولا يوجب العلم عندهم إلا ما شهد به على الله وقطع العذر بمجيئه قطعا ولا خلاف فيه&lt;br /&gt;"Para ulama madzhab kami dan ulama-ulama lain berbeda pendapat mengenai  khabar ahad yang adil (shahih), apakah ia wajib diyakini dan diamalkan secara bersamaan, atau hanya wajib diamalkan namun tidak wajib diyakini?  Pendapat yang dipegang oleh ahli ilmu, diantaranya adalah ulama-ulama madzhab Maliki, adalah hadits ahad wajib diamalkan, tetapi tidak menghasilkan keyakinan.  Ini juga merupakan pendapat Imam Asy Syafi'i dan mayoritas ahli fikih dan tahqiq.  Hadits ahad tidak menghasilkan ilmu kecuali yang disaksikan Allah swt, telah lenyap halangan (kesamaran) secara pasti, dan tidak ada perbedaan pendapat di dalamnya". [Al-Hafidz Ibnu 'Abdil Baar, al-Tamhiid, juz 1/7]&lt;br /&gt;Syaikh al-Muhadditsiin di masanya, al-Khathib al-Baghdadiy dalam Kitab Al-Kifaayah fi 'Ilm al-Riwaayah, hal. 432, berkata:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;" باب ذكر ما يقبل فيه خبر الواحد وما لا يقبل فيه : خبر الواحد لا يقبل في شئ من أبواب الدين المأخوذ على المكلفين العلم بها والقطع عليها، والعلة في ذلك أنه إذا لم يعلم أن الخبر قول رسول الله صلى الله عليه وسلم كان أبعد من العلم بمضمونه فأما ما عدا ذلك من الاحكام التي لم يوجب علينا العلم بأن النبي صلى الله عليه وسلم قررها وأخبر عن الله عزوجل بها فإن خبر الواحد فيها مقبول والعمل واجب".&lt;br /&gt; "Bab Apa Yang Bisa Diterima dan Tidak Bisa Diterima dari Hadits Ahad:  Hadits ahad tidak diterima sedikitpun (itsbat) pada urusan-urusan agama yang harus diambil oleh para mukallaf secara pasti dan qath'iy.  Alasan untuk hal itu adalah, sesungguhnya jika tidak bisa dipastikan bahwa sebuah khabar adalah sabda Rasulullah saw, maka khabar itu telah terjauh dari kepastiannya.  Adapun ketentuan-ketentuan lain yang tidak mengharuskan adanya kepastian (ilmu) bagi kita, karena Nabi saw telah menetapkan ketentuan-ketentuan tersebut dan telah mengabarkan ketentuan-ketentuan itu dari Allah swt; maka khabar ahad dalam masalah seperti itu bisa diterima dan wajib diamalkan".[Al-Khathib al-Baghdadiy, Al-Kifaayah fi 'Ilm al-Riwaayah, hal.432]   Beliau juga menyatakan pendiriannya terhadap hadits ahad dalam Kitab Al-Kifaayah, hal. 25, pada bab Dzikr Syubhah Man Za'ama Anna Khabar al-Waahid Yuujib al-'Ilm wa Ibthaaluha (Syubhat Orang Yang Berpendapat Bahwa Khabar Ahad Menghasilkan Ilmu, dan Kebathilan Pendapat Tersebut]&lt;br /&gt;          Imam Al-Baihaqiy dalam Kitab Al-Asmaa' wa al-Shifaat, hal. 357 berkata:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ولهذا الوجه من الاحتمال، ترك أهل النظر من أصحابنا الاحتجاج بأخبار الآحاد في صفات الله تعالى، إذا لم يكن لما انفرد منها أصل في الكتاب أو الاجماع واشتغلوا بتأويله&lt;br /&gt;"Dikarenakan adanya kemungkinan tersebut, maka para ahlu al-nadhr dari kalangan madzhab kami telah meninggalkan berhujjah dengan hadits-hadits ahad yang berbicara tentang Shifat-shifat Allah swt.  Jika hal tersebut tidak ada asalnya dalam Al-Quran dan Ijma', mereka sibuk mentakwilnya". [Imam Al-Baihaqiy, Al-Asmaa' wa al-Shifaat, hal. 357]&lt;br /&gt;Di dalam Kitab Ushuul al-Sarakhsiy, pada bab al-Kalaam fi Qabuul Akhbaar al-Ahad wa al-'Amal bihaa (Bab Menerima Hadits Ahad dan Beramal dengan Hadits Ahad) dinyatakan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;قال فقهاء الامصار رحمهم الله: خبر الواحد العدل حجة للعمل به في أمر الدين ولا يثبت به علم اليقين. وقال بعض من لا يعتد بقوله: خبر الواحد لا يكون حجة في الدين أصلا. وقال بعض أهل الحديث: يثبت بخبر الواحد علم اليقين، منهم من اعتبر فيه عدد الشهادة ليكون حجة، ومنهم من اعتبر أقصى عدد الشهادة وهو الاربعة.&lt;br /&gt; "Para fukaha amshar berpendapat bahwa khabar al-ahad (hadits ahad) yang adil adalah hujjah yang harus diamalkan dalam urusan agama, dan ia tidak mengitsbatkan ilmu dan yakin (menetapkan ilmu dan keyakinan)[1].  Ada sebagian orang yang pendapatnya tidak perlu diperhitungkan, menyatakan, "Menurut asalnya, khabar ahad tidak bisa dijadikan hujjah dalam urusan agama.  Sebagian ahli hadits berpendapat bahwa, hadits ahad mengitsbatkan ilmu yaqin.  Hanya saja diantara mereka mensyaratkan jumlah kesaksian agar ia layak dijadikan hujjah, dan ada pula yang mensyaratkan dengan jumlah maksimal kesaksian, yakni 4 orang saksi......"[Imam al-Sarakhsiy, Ushuul al-Sarakhsiy, juz 1/321] &lt;br /&gt;Setelah membantah pendapat yang menyatakan bahwa hadits ahad tidak layak dijadikan hujjah dalam urusan agama, Imam Sarakhsiy menyatakan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;وأما من قال بأن خبر الواحد يوجب العلم فقد استدل بما روي أن النبي عليه السلام قال لمعاذ حين وجهه إلى اليمن: ثم أعلمهم أن الله تعالى فرض عليهم صدقة في أموالهم ومراده الاعلام بالاخبار، وأما إذا لم يكن خبر الواحد موجبا للعلم للسامع لا يكون ذلك إعلاما، ولان العمل يجب بخبر الواحد ولا يجب العمل إلا بعلم، قال تعالى: * (ولا تقف ما ليس لك بهعلم) * ولان الله تعالى قال في نبأ الفاسق: * (أن تصيبوا قوما بجهالة) * وضد الجهالة العلم وضد الفسق العدالة، ففي هذا بيان أن العلم إنما لا يقع بخبر الفاسق وأنه يثبت بخبر العدل.ثم قد يثبت بالآحاد من الاخبار ما يكون الحكم فيه العلم فقط نحو عذاب القبر، وسؤال منكر ونكير، ورؤية الله تعالى بالابصار في الآخرة، فبهذا ونحوه يتبين أن خبر الواحد موجب للعلم.&lt;br /&gt; "Adapun orang yang berpendapat bahwa hadits ahad menghasilkan keyakinan, mereka berhujjah dengan sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Nabi saw berkata kepada Mu'adz tatkala beliau saw mengutusnya ke Yaman, "Lalu, beritahulah mereka bahwa Allah swt telah mewajibkan zakat atas harta benda mereka".  Maksud hadits ini adalah pemberitahuan terhadap suatu informasi (khabar).  Seandainya khabar ahad tidak menghasilkan keyakinan (ilmu) bagi pendengarnya, maka penyampaian itu tidak disebut pemberitahuan.  Sebab, amal tersebut diwajibkan dengan hadits ahad, dan amal itu tidak diwajibkan kecuali dengan keyakinan (ilmu). Pasalnya, Allah swt berfirman, "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya".[TQS Al Israa` (17):36).  Selain itu, Allah swt juga berfirman mengenai beritanya orang fasik, "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu".[TQS Al Hujurat (49):6].  Lawan "tidak tahu" (al-juhalah) adalah al-'ilm (tahu); sedangkan lawan fasik adalah adil.   Ini menjelaskan bahwa al-'ilm (keyakinan) tidak dihasilkan oleh berita fasik.  Ilmu hanya ditetapkan berdasarkan berita yang adil.   Selain itu, telah ditetapkan berdasarkan hadits-hadits ahad, berita-berita yang telah diyakini kebenarannya, misalnya, siksa kubur, pertanyaan Malaikat Mungkar dan Nakir, serta melihat Allah kelak di hari kiamat.  Semua ini menunjukkan bahwa khabar ahad menghasilkan keyakinan". [Imam Al-Sarakhsiy, Ushuul al-Sarakhsiy, juz 1/329]&lt;br /&gt;Selanjutnya, Imam Sarakhsiy membantah argumen di atas dengan menyatakan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;هذا القائل كأنه خفي عليه الفرق بين سكون النفس وطمأنينة القلب وبين علم اليقين، فإن بقاء احتمال الكذب في خبر غير المعصوم معاين لا يمكن إنكاره ومع الشبهة والاحتمال لا يثبت اليقين وإنما يثبت سكون النفس وطمأنينة القلب بترجح جانب الصدق ببعض الاسباب، وقد بينا فيما سبق أن علم اليقين لا يثبت بالمشهور من الاخبار بهذا المعنى فكيف يثبت بخبر الواحد وطمأنينة القلب نوع علم من حيث الظاهر فهو المراد بقوله: (ثم أعلمهم) ويجوز العمل باعتباره كما يجوز العمل بمثله في باب القبلة عند الاشتباه، وينتفي باعتبار مطلق الجهالة لانه يترجح جانب الصدق بظهور العدالة، بخلاف خبر الفاسق فإنه يتحقق فيه المعارضة من غير أن يترجح أحد الجانبين.."&lt;br /&gt; "Oang yang menyatakan pendapat itu, tidak bisa membedakan antara ketenangan jiwa dan ketentraman hati dengan ilmu yakin (keyakinan pasti).  Sesungguhnya, selama masih ada kemungkinan dusta pada sebuah berita yang tidak terjaga, maka berita itu (berita orang yang adil) tidak mungkin diingkari, meskipun di dalamnya ada keraguan (syubhat). Sedangkan ihtimal (kemungkinan) tidak bisa menetapkan keyakinan.  Ihtimaal hanya bisa menetapkan ketentraman dan ketenangan hati karena adanya sisi kebenaran yang lebih menonjol.  Pada penjelasan sebelumnya kami telah menjelaskan bahwa hadits masyhur tidak bisa menetapkan keyakinan pasti (ilmu yaqiin), apa lagi khabar ahad.  Ketenangan dan ketentraman hati termasuk jenis keyakinan jika ditinjau dari sisi dzahirnya, dan inilah maksud sabda Nabi saw, "Lalu, beritahulah mereka".  Atas dasar itu, seseorang boleh beramal dengan anggapannya, sebagaimana bolehnya beramal pada kasus menghadap kiblat di saat ada keraguan[2]. Sedangkan ketidaktahuannya telah dieleminasi karena sisi kebenaran berita itu lebih kuat, disebabkan karena hadirnya keadilan perawi. Ini berbeda dengan beritanya orang fasik.  Berita orang fasik masih mengandung kontradiksi yang salah satu sisinya tidak bisa dikuatkan[3]". [Imam Al-Sarakhsiy, Ushuul al-Sarakhsiy, juz 1/329]&lt;br /&gt;          Terhadap hadits-hadits yang berbicara tentang ketetapan akherat, seperti siksa kubur, rukyatullah, al-haudl, dan lain sebagainya, Imam Al-Sarakhsiy menyatakan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;فأما الآثار المروية في عذاب القبر ونحوها فبعضها مشهورة وبعضها آحاد وهي توجب عقد القلب عليه، والابتلاء بعقد القلب على الشئ بمنزلة الابتلاء بالعمل به أو أهم، فإن ذلك ليس من ضرورات العلم، قال تعالى: * (وجحدوا بها واستيقنتها أنفسهم) * وقال تعالى: * (يعرفونه كما يعرفون أبناءهم) * فتبين أنهم تركوا عقد القلب على ثبوته بعد العلم به، وفي هذا بيان أن هذه الآثار لا تنفك عن معنى وجوب العمل بها.&lt;br /&gt;"Adapun riwayat-riwayat (atsar) yang menuturkan tentang siksa kubur dan lain sebagainya; sesungguhnya sebagian riwayat itu ada yang masyhur dan sebagian lagi riwayat ahad. Dan sesungguhnya, riwayat-riwayat ini telah mengharuskan hati untuk mengikatkan dirinya pada perkara-perkara tersebut.  Sedangkan pengetahuan mengenai wajibnya hati mengikatkan diri kepada suatu perkara, kedudukannya sama dengan pengetahuan terhadap suatu amal atau sesuatu yang lebih penting.  Hanya saja, semua ini tidak muncul dari ilmu dlaruriy (ilmu kepastian).  Pasalnya, Allah swt berfirman, "Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan".[TQS An Naml (27):14].  Allah swt juga berfirman, "Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui".[TQS Al Baqarah (2):146].  Ayat di atas menjelaskan bahwa, mereka (orang-orang kafir) meninggalkan keyakinan hati yang telah terbukti kebenarannya, sesudah ada pengetahuan terhadapnya.   Semua ini menunjukkan bahwa, atsar-atsar (riwayat-riwayat) tersebut tidak terlepas dari makna "wajibnya mengamalkan hadits-hadits tersebut".[4]&lt;br /&gt;        Kesimpulan; berdasarkan uraian di atas jelaslah sudah bahwa hadits ahad tidak absah dijadikan hujjah untuk mengitsbat perkara-perkara 'aqidah.  Pasalnya, hadits ahad hanya berfaedah kepada dzann belaka, dan sama sekali tidak berfaedah kepada ilmu yaqin.  Bagaimana bisa dinyatakan bahwa hadits ahad bisa mengitsbat perkara 'aqidah yang mengharuskan adanya ilmu yaqin, sedangkan hadits ahad tidak menghasilkan ilmu yaqin (kepastian)?  Inilah pendapat benar yang dipegang oleh mayoritas ulama dari kalangan shahabat, tabi'un, dan tabi'ut tabi'iin dari hampir seluruh disiplin ilmu.&lt;br /&gt;        Sebagian orang menyatakan,"Jika hadits ahad tidak boleh (haram) dijadikan dalil untuk menetapkan perkara 'aqidah, tentunya hal ini akan berakibat ditolaknya khabar-khabar ahad yang berbicara tentang masalah-masalah keyakinan; dan juga akan menelantarkan ribuan hadits ahad?  &lt;br /&gt;        Jawab atas pernyataan tersebut adalah, "Hadits-hadits ahad shahih, baik yang berbicara tentang keyakinan maupun amal, wajib untuk diterima, dan tidak boleh ditolak.  Hanya saja, masalah-masalah "keyakinan" yang dijelaskan dalam hadits-hadits ahad harus dibenarkan (dzann), karena sisi kebenarannya lebih kuat dibandingkan sisi kesalahannya.  Hanya saja, perkara-perkara keyakinan yang terkandung di dalam hadits-hadits ahad (dalil dzanniy) tersebut tidak boleh ditetapkan sebagai bagian dari 'aqidah Islamiyyah.  Pasalnya, suatu perkara barulah absah ditetapkan sebagai bagian dari 'aqidah Islamiyyah, jika perkara tersebut ditetapkan oleh dalil-dalil qath'iy, baik tsubut maupun dilalahnya (sebagaimana telah dijelaskan pada penjelasan sebelumnya)". &lt;br /&gt;        Perhatikan penjelasan Al-Hafidz As Suyuthiy  Asy Syafi'iy rahimahullah dalam Kitab Al-Itqaan fi 'Uluum al-Quran:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;لا خلاف أن كل ما هو من القرآن يجب أن يكون متواترا في أصله وأجزائه وأما في محله ووضعه وترتيبه، فكذلك عند محققي أهل السنة للقطع بأن العادة تقضي بالتواتر في تفاصيل مثله لأن هذا المعجز العظيم الذي هو أصل الدين القويم والصراط المستقيم مما تتوفر الدواعي على نقل جمله وتفاصيله. فما نقل آحادا ولم يتواتر يقطع بأنه ليس من القرآن قطعا .&lt;br /&gt; “Tidak ada perbedaan pendapat, bahwa semua bagian dari al-Quran harus (wajib) mutawatir, baik dari sisi pokoknya, bagian-bagiannya, tempatnya,  topiknya dan  urut-urutannya. Kalangan pentahqiq ahlu sunnah juga berpendapat bahwa al-Quran harus diriwayatkan secara qath’iy (mutawatir).  Sebab, biasanya sesuatu yang menghasilkan kepastian harus mutawatir.  Sebab, al-Quran adalah mukjizat agung yang menjadi pokok agama yang lurus (ashl al-diin al-qawiim). Ia juga sebagai shirath al-mustaqim (jalan yang lurus), baik pada aspek global, maupun terperincinya.   Adapun, riwayat yang diriwayatkan secara ahad dan tidak mutawatir , maka secara qath’iy ia bukan merupakan bagian dari al-Quran. Sebagian besar kalangan ushuliyyin berpendapat bahwa mutawatir merupakan syarat penetapan  apakah riwayat tersebut termasuk al-Quran.“[ Al-Hafidz al-Suyuthiy, al-Itqaan fi ‘Uluum al-Quran, juz I, ed. III, 1951, Daar al-Fikr, hal.79.&lt;br /&gt;        Demikianlah, anda telah kami jelaskan secara jernih dan mendalam kedudukan hadits ahad dalam itsbat 'aqidah Islaamiyyah.  Kesimpulannya, berdasarkan penjelasan para ulama mu'tabar dapatlah disimpulkan bahwasanya hadits ahad shahih tidak boleh dijadikan dalil untuk mengitsbat perkara-perkara 'aqidah.  Pasalnya, hadits ahad tidak berfaedah apapun kecuali sekedar dzann belaka.  Sedangkan dzann tidak absah digunakan untuk mengitsbat perkara-perkara yang membutuhkan ilmu yaqin.  Inilah pendapat rajih yang dipegang oleh mayoritas ulama dari kalangan shahabat, tabi'un, dan tabi'ut tabi'iin, dari berbagai disiplin ilmu.&lt;br /&gt;        Perhatikan penjelasan sharih, Imam An Nawawiy dalam Muqaddimah Syarah Shahih Muslim:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;وَأَمَّا خَبَر الْوَاحِد : فَهُوَ مَا لَمْ يُوجَد فِيهِ شُرُوطُ الْمُتَوَاتِرِ سَوَاء كَانَ الرَّاوِي لَهُ وَاحِدًا أَوْ أَكْثَرَ . وَاخْتُلِفَ فِي حُكْمِهِ ؛ فَاَلَّذِي عَلَيْهِ جَمَاهِير الْمُسْلِمِينَ مِنْ الصَّحَابَة وَالتَّابِعِينَ ، فَمَنْ بَعْدَهُمْ مِنْ الْمُحَدِّثِينَ وَالْفُقَهَاءِ وَأَصْحَابِ الْأُصُولِ : أَنَّ خَبَر الْوَاحِد الثِّقَةِ حُجَّةٌ مِنْ حُجَجِ الشَّرْعِ يَلْزَمُ الْعَمَلُ بِهَا ، وَيُفِيدُ الظَّنَّ وَلَا يُفِيدُ الْعِلْمَ ، وَأَنَّ وُجُوب الْعَمَل بِهِ عَرَفْنَاهُ بِالشَّرْعِ لَا بِالْعَقْلِ... وَذَهَبَ بَعْضُ الْمُحَدِّثِينَ إِلَى أَنَّ الْآحَادَ الَّتِي فِي صَحِيح الْبُخَارِيّ أَوْ صَحِيح مُسْلِم تُفِيدُ الْعِلْمَ دُونَ غَيْرِهَا مِنْ الْآحَاد . وَقَدْ قَدَّمْنَا هَذَا الْقَوْل وَإِبْطَاله فِي الْفُصُول وَهَذِهِ الْأَقَاوِيل كُلّهَا سِوَى قَوْلِ الْجُمْهُور بَاطِلَةٌ ، وَإِبْطَالُ مَنْ قَالَ لَا حُجَّةَ فِيهِ ظَاهِرٌ ْ ..  وَأَمَّا مَنْ قَالَ يُوجِبُ الْعِلْمَ : فَهُوَ مُكَابِرٌ لِلْحَسَنِ . وَكَيْفَ يَحْصُلُ الْعِلْمُ وَاحْتِمَالُ الْغَلَطِ وَالْوَهْمِ وَالْكَذِبِ وَغَيْرِ ذَلِكَ ، مُتَطَرِّقٌ إِلَيْهِ ؟ وَاَللَّه أَعْلَمُ .&lt;br /&gt;"Adapun khabar ahad, ia adalah hadits yang tidak memenuhi syarat-syarat mutawatir, sama saja apakah karena perawinya satu atau lebih.  Masih diperselisihkan hukum hadits ahad.  Pendapat yang dipegang oleh mayoritas kaum Muslim dari kalangan shahabat dan tabi'iin, dan kalangan ahli hadits, fukaha, dan ulama ushul yang datang setelah para shahabat dan tabi'un adalah: khabar ahad (hadits ahad) yang tsiqqah adalah hujjah syar'iy yang wajib diamalkan, dan khabar ahad hanya menghasilkan dzann, tidak menghasilkan ilmu (keyakinan).   Wajibnya mengamalkan hadits ahad, kita ketahui berdasarkan syariat, bukan karena akal....Sebagian ahli hadits berpendapat bahwa hadits-hadits ahad yang terdapat di dalam Shahih Bukhari dan Muslim menghasilkan ilmu (keyakinan), berbeda dengan hadits-hadits ahad lainnya.  Pada penjelasan sebelumnya kami telah menjelaskan kesalahan pendapat ini secara rinci.   Semua pendapat selain pendapat jumhur adalah bathil.   Kebathilan orang yang berpendapat tanpa hujjah dalam masalah ini telah tampak jelas....Adapun orang yang berpendapat bahwa hadits ahad menghasilkan keyakinan, sesungguhnya orang itu terlalu berbaik sangka.  Bagaimana bisa dinyatakan hadits ahad menghasilkan keyakinan (ilmu), sedangkan hadits ahad masih mungkin mengandung ghalath, wahm, dan kadzb?  Wallahu a'lam bish shawab". [Imam An Nawawiy, Syarah Shahih Muslim]&lt;br /&gt;          Inilah penjelasan Imam al-Jalil al-Nawawiy, seorang ulama pilihan dari madzhab Asy Syafi'iy.  Setelah penjelasan ini, terungkap sudah, mana yang berjalan di atas jalan lurus dan rajih, dan mana yang menebar kedustaan dan fitnah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[1]    Maksudnya hadits ahad tidak bisa digunakan hujjah untuk menetapkan perkara-perkara yang membutuhkan keyakinan dan ilmu.  Hadits ahad yang adil wajib diamalkan dalam perkara-perkara syariat, bukan dalam perkara aqidah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[2]    Yg dimaksud dengan ketenangan dan ketentraman hati adalah prasangka kuat yang bisa menumbuhkan perasaan tenang dan tentram di dalam hati, karena sisi kebenaran yang dikandung oleh suatu berita lebih kuat dibandingkan kedustaannya.   Prasangka kuat ini muncul karena hadirnya keadilan orang yang membawa berita tersebut.   Keadaan ini sama persis dengan kasus menghadap kiblat ketika seorang musholliy ragu-ragu tentang arah kiblat.  Ia boleh menghadap ke arah yang dianggapnya lebih benar, dan menentramkan hatinya; walaupun ia sendiri tidak bisa memastikan kebenaran arah kiblat yang dipilihnya.     Sesungguhnya, khabar ahad jika telanjur diyakini, sesungguhnya keyakinan ini muncul dari ketenangan dan ketentraman hati, bukan muncul dari ilmu yakin (keyakinan yang pasti).  Atas dasar itu, khabar ahad tidak bisa menghasilkan ilmu yakin (keyakinan hati).  Akan tetapi, ia bisa menetapkan dan menghasilkan ketenangan dan ketentraman hati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[3]    Berita yang disampaikan oleh orang fasik mengandung dua sisi yang saling kontradiksi, benar atau dusta.  Hanya saja, salah satu sisi itu tidak bisa dikuatkan salah satunya, apakah sisi dustanya ataukah sisi benarnya yang lebih kuat.    Akibatnya, seseorang tidak bisa memilih mana yang lebih kuat, dustanya atau kebenarannya.  Atas dasar itu, berita orang fasik tidak bisa menghadirkan ketenangan dan ketentraman hati karena kefasikan orang yang membawa berita itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[4]    Imam Sarakhsiy, Ushuul al-Sarakhsiy, juz 1, hal. 329-330.  Dari keterangan beliau ini dapat disimpulkan bahwa riwayat-riwayat yang bertutur tentang ketetapan akherat, seperti siksa kubur, melihat Allah, dan lain sebagainya adalah hadits ahad, dan tidak menghasilkan ilmu dlaruriy.  Apabila menyakini dan qana'ah dengan riwayat-riwayat itu, sesungguhnya semua ini tidak muncul dari ilmu dlaruriy, akan tetapi muncul dari ketenangan dan ketentraman hati karena riwayat-riwayat itu dituturkan oleh perawi adil.   Hanya saja, menurut Imam Sarakhsiy, aqidah harus disangga oleh dalil-dalil yang menghasilkan ilmu dlaruriy, tidak cukup dengan dalil-dalil masyhur yang hanya menghasilkan ketentraman hati ('ilmu tuma'ninah).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-5351956172681631634?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/5351956172681631634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=5351956172681631634&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/5351956172681631634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/5351956172681631634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/09/lanjutan-penjelasan-lurus-bagi-mereka_27.html' title='Lanjutan : PENJELASAN LURUS BAGI MEREKA YANG JAHIL DAN TERPEDAYA (Itsbat &apos;Aqidah dan Sikap Yang Benar Terhadap Siksa Kubur)'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-8220802489852017699</id><published>2010-09-27T22:37:00.001+07:00</published><updated>2010-09-27T22:40:02.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khabar'/><title type='text'>PENJELASAN LURUS BAGI MEREKA YANG JAHIL DAN TERPEDAYA (Itsbat 'Aqidah dan Sikap Yang Benar Terhadap Siksa Kubur)</title><content type='html'>PENJELASAN LURUS BAGI MEREKA &lt;br /&gt;YANG JAHIL DAN TERPEDAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Itsbat 'Aqidah dan Sikap Yang Benar Terhadap Siksa Kubur)&lt;br /&gt;Abu Mohammad Zain As Sakhawiy An Nawiy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUQADDIMAH&lt;br /&gt;Di antara upaya yang dilakukan musuh-musuh Islam dan kaum Muslim untuk menjauhkan umat dari Hizbut Tahrir adalah menyebarkan peraguan, penyesatan, pendustaan, dan pembodohon atas pandangan dan pemikiran Hizbut Tahrir.  Mereka berusaha mati-matian mencitrakan Hizbut Tahrir sebagai partai sesat yang memiliki pandangan dan pemikiran yang menyimpang dari Al-Quran dan Sunnah.  Berbagai macam fitnah dan propaganda untuk menyerang pemikiran-pemikiran Hizbut Tahrir terus digelar hingga akhirnya mereka sendirilah yang menuai kegagalan atas ijin Allah swt.   Pasalnya, seiring dengan meningkatnya pemahaman umat terhadap Islam dan pulihnya kesadaran politik mereka; umat pun menyadari kebenaran, ketangguhan, kelurusan, dan kesucian pemikiran Hizbut Tahrir.  Bahkan, umat Islam semakin  menyadari urgensi Hizbut Tahrir bagi mereka.  Kesadaran inilah yang menyebabkan umat berusaha dengan keras untuk melindungi dan menjaga Hizbut Tahrir dari musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;Seiring dengan perjalanan waktu, umat pun mampu membedakan mana kelompok benar yang tegak di atas kebenaran, berusaha menyatukan umat, dan mengembalikan kembali kejayaan kaum Muslim melalui tegaknya syariat dan Khilafah; serta  mana kelompok sesat yang didirikan oleh penguasa-penguasa fasiq untuk membuat perpecahan, makar, fitnah di tengah-tengah kaum Muslim, dan menghalang-halangi tegaknya Khilafah Islamiyyah.&lt;br /&gt;Di antara fitnah keji yang ditikamkan musuh-musuh Allah terhadap Hizb Tahrir adalah "Hizbut Tahrir menolak hadits ahad dan siksa kubur".  Padahal, Hizbut Tahrir tidak pernah menolak hadits-hadits shahih yang berbicara tentang ketetapan akherat (ahkaam al-akhirat), semacam siksa kubur, melihat Allah (rukyatullah) dengan mata di hari akhir, dan lain sebagainya,.  Di dalam kitab-kitab mutabannat Hizbut Tahrir –yang menjadi cermin dan rujukan pemikiran Hizbut Tahrir—, pembaca budiman tidak akan pernah menemukan statement-statemen dusta tersebut.  Sebaliknya, di dalam kitab-kitab mutabannat Hizbut Tahrir, para pembaca akan mendapati penjelasan yang benar dan rajih mengenai hadits ahad shahih serta kedudukannya dalam itsbat 'aqidah (penetapan masalah aqidah).  Bahkan, siapa saja yang teliti dan serius mengkaji kitab-kitab klasik karya ulama-ulama mu'tabar, pastilah akan berkesimpulan bahwa pandangan-pandangan Hisbut Tahrir, baik yang menyangkut masalah ushuluddin maupun ushulul ahkam, senantiasa sejalan dengan pandangan ulama-ulama mu'tabar yang menghendaki kesucian dan kelurusan 'aqidah Islamiyyah.&lt;br /&gt;Hanya saja, para penyebar dusta dan fitnah dari kalangan antek-antek penguasa fasiq dan kafir, serta orang-orang jahil telah membodoh-bodohi umat dengan cara menebar isyu-isyu menyesatkan terhadap pandangan-pandangan Hizbut Tahrir, di antaranya adalah pandangan Hizbut Tahrir terhadap hadits ahad.  Padahal, siapa saja yang memahami ushulul hadits serta pendapat para ulama salafush shalih mengenai masalah ini, pastilah ia berkesimpulan bahwa pandangan Hizbut Tahrir mengenai hadits ahad dan kedudukannya dalam istbat 'aqidah merupakan pandangan paling rajih yang juga dipegang oleh mayoritas ulama ahlus sunnah wal jama'ah dari kalangan para shahabat dan ulama-ulama salafush shalih.    &lt;br /&gt;Namun, demi melaksanakan kewajiban "meluruskan yang bengkok dan menjernihkan yang keruh", kami akan menjelaskan masalah ini sesuai rujukan dan timbangan yang lurus dan benar.  &lt;br /&gt;Para pembaca budiman, agar anda benar-benar memahami kedudukan hadits ahad dalam masalah itsbat 'aqidah (penetapan 'aqidah) –termasuk di dalamnya siksa kubur--, maka anda harus memahami terlebih dahulu perkara-perkara berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Definisi dan Cakupan 'Aqidah&lt;br /&gt;2. Itsbat 'Aqidah (Penetapan 'Aqidah)&lt;br /&gt;3. Kedudukan Hadits Ahad Dalam Itsbat 'Aqidah&lt;br /&gt;4. Sikap Seorang Muslim Terhadap Hadits Ahad Shahih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI DAN CAKUPAN 'AQIDAH &lt;br /&gt;Menurut istilah, kata i’tiqaad atau al-iman (keyakinan) bermakna, tashdiiq al-jaazim al-muthaabiq li al-waaqi’ ‘an al-daliil (pembenaran pasti yang sesuai dengan kenyataan dan ditunjang dengan bukti). Syaikh Taqiyyuddin An Nabhani rahimahullah menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"العقيدة الإسلامية هي الإيمان بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وبالقضاء والقدر خيرهما وشرهما من الله تعالى. ومعنى الإيمان هو التصديق الجازم المطابق للواقع عن دليل، لأنه إذا كان التصديق عن غير دليل لا يكون إيماناً. إذ لا يكون تصديقاً جازماً إلا إذا كان ناجماً عن دليل. فإن لم يكن له دليل لا يتأتى فيه الجزم، فيكون تصديقاً فقط لخبر من الأخبار فلا يعتبر إيماناً. وعليه فلابد أن يكون التصديق عن دليل حتى يكون جازماً أي حتى يكون إيماناً. ومن هنا كان لابد من وجود الدليل على كل ما يُطلب الإيمان به حتى يكون التصديق به إيماناً. فوجود الدليل شرط أساسي في وجود الإيمان بغض النظر عن كونه صحيحاً أو فاسداً..."  &lt;br /&gt;"'Aqidah Islaamiyyah adalah iman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, Kitab-kitab SuciNya, Rasul-rasulNya, hari akhir, serta qadla' dan qadar, baik buruknya dari Allah swt.  Makna "al-iman" adalah tashdiiq al-jaazim al-muthaabiq li al-waaqi'  'an daliil" (pembenaran yang bersifat pasti, berkesesuaian dengan fakta, dan ditunjang oleh dalil)".  Sebab, jika "tashdiiq" (pembenaran) tidak ditunjang oleh dalil, maka "tashdiiq" seperti ini tidak disebut dengan "iman".  Pasalnya, sebuah pembenaran (tashdiiq) tidak akan menjadi pembenaran yang bersifat pasti (tashdiiq al-jaazim), kecuali muncul dari dalil. Jika sebuah pembenaran tidak memiliki dalil (bukti), maka pembenaran tersebut tidak memiliki kepastian.  Pembenaran yang tidak ditunjang oleh dalil hanya akan menjadi pembenaran terhadap suatu khabar dari khabar-khabar yang ada; dan tidak dianggap sebagai iman.  Oleh karena itu, sebuah pembenaran (tashdiiq), baru dianggap pembenaran yang bersifat pasti atau iman, jika pembenaran tersebut ditunjang oleh dalil.  Atas dasar itu,  adanya sebuah dalil yang menunjang setiap perkara yang wajib diimani, sehingga sebuah "tashdiiq" disebut dengan "iman"; merupakan sebuah keharusan.  Keberadaan dalil merupakan syarat asasi dalam keimanan, tanpa memandang apakah keimanan itu shahih atau fasid..." [Syaikh Taqiyyuddin An Nabhaniy, al-Syakhshiyyah al-Islaamiyyah, juz 1, hal. 29.  Bandingkan pula dengan Prof. Mahmud Syaltut, Islam; 'Aqidah wa Syari'ah, ed. III, Daar al-Qalam, 1966, hal.56; Fathi Salim, al-Istidlaal bi al-Dhann fi al-‘Aqidah, ed. II, Daar al-Bayaariq, 1414 H/199 M , hal. 22]&lt;br /&gt;Masih menurut Syaikh Taqiyyuddin An Nabhaniy rahimahullah, perkara-perkara 'aqidah harus ditetapkan berdasarkan dalil qath'iy.  Beliau rahimahullah menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أما العقيدة فإنها التصديق الجازم المطابق للواقع عن دليل. وما دامت هذه هي حقيقة العقيدة، وهذا هو واقعها، فلابد أن يكون دليلها محدثاً التصديق الجازم. وهذا لا يتأتى مطلقاً إلا إذا كان هذا الدليل نفسه دليلاً مجزوماً به حتى يصلح دليلاً للجزم.&lt;br /&gt;"Adapun 'aqidah, maka, 'aqidah adalah pembenaran yang bersifat pasti, sesuai dengan fakta, dan ditunjang oleh dalil.  Semampang definisi ini adalah hakekat 'aqidah dan realitas dari 'aqidah, maka dalil 'aqidah harus mengantarkan kepada pembenaran yang bersifat pasti.  Hal ini tidak akan tercapai secara mutlak, kecuali jika dalil tersebut adalah dalil pasti sehingga layak menjadi dalil untuk sebuah kepastian".[ Syaikh Taqiyyuddin An Nabhaniy, al-Syakhshiyyah al-Islaamiyyah, juz 1, hal. 191].&lt;br /&gt;Di dalam Kitab al-Wajiz fii 'Aqiidah Ahl al-Sunnah wa al-Jamaa'ah dinyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وفي الاصطلاح : هي الأمور التي يجب أن يُصَدِّقَ بها القلب ، وتطمئن إِليها النفس ، حتى تكون يقينا ثابتا لا يمازجها ريب ، ولا يخالطها شك .أَي : الإِيمان الجازم الذي لا يتطرَّق إِليه شك لدى معتقده ، ويجب أَن يكون مطابقا للواقع ، لا يقبل شكا ولا ظنا ؛ فإِن لم يصل العلم إِلى درجة اليقين الجازم لا يُسَمى عقيدة. وسمي عقيدة ؛ لأَنَّ الإِنسان يعقد عليه قلبَه .&lt;br /&gt;"Secara istilah, aqidah adalah perkara-perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan menentramkan jiwa, sehingga perkara-perkara tersebut menjadi sebuah keyakinan yang tidak disusupi oleh keraguan dan bercampur dengan persangkaan (al-syakk).  Dengan kata lain, 'aqidah adalah keimanan pasti (al-iiman al-jaazim) yang tidak dihinggapi keraguan pada diri orang yang menyakininya; dan ia harus sesuai dengan kenyataan, tidak mengandung keraguan dan persangkaan. Dan jika sebuah keyakinan tidak mencapai taraf al-iiman al-jaazim (iman yang pasti), maka perkara itu tidak dinamakan dengan aqidah.  Disebut 'aqidah karena, manusia akan mengikatkan hatinya kepada perkara tersebut (aqidah)". ['Abdullah bin 'Abdul Hamid al-Atsariy, Al-Wajiiz fii 'Aqiidah Salaf al-Shaalih, juz 1, hal. 11-13]&lt;br /&gt;Penjelasan 'Allamah Taqiyyuddin An Nabhani di atas tidak jauh berbeda dengan apa yang dijelaskan oleh Imam al-Jurjani di dalam kitab al-Ta'rifaat.  Imam al-Jurjani menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الإيمان في اللغة: التصديق بالقلب، وفي الشرع: هو الاعتقاد بالقلب والإقرار باللسان. وقيل: من شهد وعمل ولم يعتقد فهو منافق، ومن شهد ولم يعمل واعتقد فهو فاسق، ومن أخل بالشهادة فهو كافر.&lt;br /&gt;"Secara literal, iman adalah tashdiiq al-qalb (pembenaran dalam hati). Sedangkan menurut syariat, iman adalah al-i'tiqaad bi al-qalb wa al-iqraar bi al-lisaan (keyakinan dalam hati dan diucapkan dengan lisan)".  Dinyatakan, "Barangsiapa bersyahadat dan beramal, namun tidak menyakini, maka ia adalah orang munafik; barangsiapa bersyahadat namun tidak mengamalkan dan menyakini, maka ia adalah orang fasik; dan siapa saja tidak bersyahadat maka ia adalah orang kafir". [Imam al-Jurjaniy, al-Ta'rifaat, juz 1, hal. 12]&lt;br /&gt;Terma lain yang digunakan oleh para ulama untuk menjelaskan pengertian 'aqidah dan iman adalah ilmu.  Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya,  kata iman, 'aqidah, dan ilmu kadang-kadang digunakan dengan makna yang sama.  Adapun makna "al-ilmu", sebagaimana dijelaskan di dalam Kitab al-Ta'riifaat adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;العلم هو الاعتقاد الجازم المطابق للواقع، وقال الحكماء: هو حصول صورة الشيء في العقل، والأول أخص من الثاني، وقيل: العلم هو إدراك الشيء على ما هو به، وقيل: زوال الخفاء من المعلوم، والجهل نقيضه، .....وقيل: العلم: صفة راسخة تدرك بها الكليات والجزئيات...."&lt;br /&gt;"Al-'ilmu adalah i'tiqaad al-jaazim al-muthaabiq li al-waaqi' (ilmu (keyakinan) adalah keyakinan pasti yang sejalan dengan realitas)"  Sedangkan menurut Ahli Hikmah, ilmu adalah sampainya penggambaran sesuatu ke dalam akal. Definisi yang pertama ini lebih khusus dibandingkan yang kedua. Ada pula yang mendefinisikan ilmu dengan memahami hakekat yang terkandung di dalam sesuatu.  Ada pula yang mengartikannya dengan hilangnya kesamaran dari sesuatu yang hendak diketahui; dan lawannya  adalah al-jahlu (kebodohan)"...Ada pula yang menyatakan bahwa ilmu adalah sifat mendalam yang dengannya bisa dipahami perkara-perkara yang bersifat kulli (integral) dan juz'iy (parsial)". [Imam al-Jurjaniy, al-Ta'riifaat, juz 1, hal. 49]&lt;br /&gt;Imam al-Baghawiy, di dalam Tafsir al-Baghawiy menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وحقيقة الإيمان التصديق بالقلب، قال الله تعالى "وما أنت بمؤمن لنا"( 17-يوسف ) [أي بمصدق لنا] (4) وهو في الشريعة: الاعتقاد بالقلب والإقرار باللسان والعمل بالأركان، فسمي الإقرار والعمل إيمانا؛ لوجه من المناسبة، لأنه من شرائعه.&lt;br /&gt;"Hakekat  iman adalah tashdiiq bi al-qalbi (pembenaran di dalam hati).  Allah swt berfirman, "Dan sesungguhnya engkau tidak akan percaya kepada kami".[Yusuf:17], maksudnya adalah mushaddiq lanaa (mempercayai kami). Sedangkan menurut syariat, iman adalah i'tiqaad di dalam hati, diakui dengan lisan, dan amalkan dengan rukun-rukun tertentu.  Pengakuan dan amal disebut dengan iman, karena keduanya merupakan bagian dari syariat-syariat yang berhubungan erat dengan iman". [Imam al-Baghawiy, Tafsir al-Baghawiy, juz 1, hal. 60]&lt;br /&gt;Penjelasan di atas diperkuat oleh pernyataan Imam Nawawi rahimahullah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاتَّفَقَ أَهْل السُّنَّة مِنْ الْمُحَدِّثِينَ وَالْفُقَهَاء وَالْمُتَكَلِّمِينَ عَلَى أَنَّ الْمُؤْمِن الَّذِي يُحْكَمُ بِأَنَّهُ مِنْ أَهْل الْقِبْلَة وَلَا يُخَلَّد فِي النَّار لَا يَكُون إِلَّا مَنْ اِعْتَقَدَ بِقَلْبِهِ دِينَ الْإِسْلَامِ اِعْتِقَادًا جَازِمًا خَالِيًا مِنْ الشُّكُوك ، وَنَطَقَ بِالشَّهَادَتَيْنِ ، فَإِنْ اِقْتَصَرَ عَلَى إِحْدَاهُمَا لَمْ يَكُنْ مِنْ أَهْل الْقِبْلَة أَصْلًا إِلَّا إِذَا عَجَزَ عَنْ النُّطْق لِخَلَلٍ فِي لِسَانه أَوْ لِعَدَمِ التَّمَكُّن مِنْهُ لِمُعَاجَلَةِ الْمَنِيَّةِ أَوْ لِغَيْرِ ذَلِكَ فَإِنَّهُ يَكُون مُؤْمِنًا.&lt;br /&gt;"Ahli Sunnah dari kalangan ahli hadits, para fuqaha, dan ahli kalam, telah sepakat bahwa Mukmin yang ditetapkan termasuk bagian ahlul kiblat  dan tidak akan kekal di dalam neraka tidak lain tidak bukan adalah orang yang menyakini dienul Islam di dalam hatinya dengan keyakinan yang pasti tanpa ada keraguan sedikitpun, dan mengucapkan dua kalimat syahadat.  Jika salah satu syarat itu kurang, maka orang itu tidak termasuk ahlul kiblat pada konteks asalnya; kecuali jika ia tidak mampu mengucapkan dua kalimat syahadat karena cacat lisannya, atau karena tidak adanya kemungkinan bagi dirinya untuk mengucapkannya (dua kalimat syahadat) karena keburu meninggal dunia, atau karena sebab lain.  Maka dalam kondisi seperti ini orang tersebut termasuk orang Mukmin". [ Imam Nawawi, Syarah Shahih Muslim, jilid I, hal. 49]&lt;br /&gt;Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan beberapa point penting berikut ini:&lt;br /&gt;1. 'Aqidah adalah perkara-perkara yang wajib diimani dan diikatkan di dalam hati, dan dibenarkan secara pasti (tashdiiq al-jaazim), sesuai dengan fakta, dan ditunjang oleh bukti. &lt;br /&gt;2. Sebuah keyakinan tidak absah dikategorikan sebagai bagian dari 'aqidah Islamiyyah –yang berkonsekuensi kepada iman dan kafir-- jika keyakinan tersebut belum mencapai taraf 'ilmu yaqiin, atau tashdiiq al-jaazim (kepastian atau pembenaran yang bersifat pasti).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-8220802489852017699?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/8220802489852017699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=8220802489852017699&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/8220802489852017699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/8220802489852017699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/09/lanjutan-penjelasan-lurus-bagi-mereka.html' title='PENJELASAN LURUS BAGI MEREKA YANG JAHIL DAN TERPEDAYA (Itsbat &apos;Aqidah dan Sikap Yang Benar Terhadap Siksa Kubur)'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-7835420725711481852</id><published>2010-08-31T13:14:00.000+07:00</published><updated>2010-08-31T13:14:00.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adik Tercinta'/><title type='text'>UNTUKMU ADIKKU SAYANG</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt; &lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tcuHQNIcXAo/THycdVP6mMI/AAAAAAAAAC0/9Rnp7qu3riE/s1600/Islam-Is-The-Way-Of-Life.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_tcuHQNIcXAo/THycdVP6mMI/AAAAAAAAAC0/9Rnp7qu3riE/s200/Islam-Is-The-Way-Of-Life.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Suatu petang nan sepi, diriku yang berada kejauhan darimu, didatangi perasaan itu. Apa khabar adikku? Kakakmu ini kerinduan. Dengarnya sudah masuk sekolah baru, dunia yang jauh sekali berbeza dengan duniamu yang dulu. Benar kan? Sekolah rendah dan sekolah menengah manakan sama. Kudengar khabarmu dari mama tercinta. Hajatnya mahu bercakap dengan dirimu, tapi Dia tak mengizinkan lagi kerana kau masih perlu berdagang ilmu di sekolah berasrama itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik tidak berada di rumah. Adik masih berada di sana. Adik, demi Allah tatkala mendengar suara mama tercinta berbicara tentangmu, aku bersyukur sangat. Mama sangat ceria dan bahagia bercerita, dan sangat terasa betapa Dia Maha Penyayang memilihmu dik. Ada ayat-ayat dari mama yang menggentarkan jiwaku dik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami mendengar adik membaca Quran, lenggok dan gayanya dah berubah. Lagi sedap dari dulu dan bunyinya macam orang-orang tahfiz mengaji..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik, boleh kubayangkan wajah mama tatkala itu.. Wajah ketenangan yang seolah-olah tak pernah diusik oleh riak resah kemashalatan.. Adik, nanti perdengarkan kepada kakak juga iya? Mahu dengar juga bacaan penyejuk hati mama itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik, sekarang kudengar bait-bait lagu ini. Lagu yang ditujukan pada kekasih, mungkin.. Tapi entah kenapa dik, bila kudengar saja lagu ini, aku teringatkanmu. Dengar ya.. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Baik-baik Sayang ~ Wali Band&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Aku tak ingin kau menangis bersedih&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sudahi air mata darimu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Yang aku ingin erti hadir diriku&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kan menghapus dukamu sayang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kerna bagiku kau kehormatanku&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dengarkan dengarkan aku&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Hanya satu pintaku untukmu dan hidupmu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Baik-baik sayang ada aku untukmu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Hanya satu pintaku di siang dan malammu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Baik-baik sayang kerna aku untukmu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;Adik, seperti kebiasan orang yang terpaksa melindungi orang-orang bawahannya. Mana mungkin akan kubiarkan dirimu menangis dan bersedih. Tak mahu adik bersedih, tak mahu adik menangis kerna ku tahu erti hadir diriku padamu, dik. Sepertinya aku ini permaisurimu, bidadarimu, kaptenmu.. Ringkas kata, aku idolamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dulu, aku dipandang jelek, tapi kau saja yang mengatakan aku comel. Pernah dulu, aku menghindarimu kerana keletihan, lalu kau tunggu aku di luar bilik dan juga mengintaiku di sebalik jendela bilikku. Pernah dulu, aku mengurungkan diri dan menyeksa diri kerna mengalami gangguan jiwa lantaran penangan cinta manusia, dan kau masih sama dik. Menungguku di luar bilik dan mengintai keadaanku di sebalik jendela bilik. Dan senyumanmu sangat ikhlas terukir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyuman yang mahu mengundang senyumanku. Senyuman yang merayukan senyumanku. Lalu dengan separuh hati, ku terpaksa ukirkan juga senyuman. Dan ajaibnya dik, senyumanmu makin berseri malah melebar. Gembira bila kakak gembira iya? Walau masih kecil, kau mahu berlagak besar. Seolah-olah mahu berkata, "Jangan bimbang kakak! Adik ada! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta apa yang kau hulurkan itu dik? Sungguh berbesar hati jika kehadiranku bakal menghapuskan dukamu. Sesungguhnya aku tahu kemampuanku. Aku tak sepertimu, cemerlang serba serbi. Aku, dari dulu hanya murid biasa, pelajar biasa, dan mahasiswi biasa. Dari dulu hingga sekarang pencapaianku biasa-biasa. Ingin aku katakan, kegembiraan terulung mama dan abah adalah dari pencapaianmu dan juga pencapaian kekandamu yang seorang lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kerungsingan yang mengetuk hatiku suatu tika dulu. Jika kalian berdua telah berada di atasku, adakah aku masih kakakmu? Adakah aku masih kaptenmu? Tak kupinta harta yang bakal kalian gapai. Tak kuminta kemasyhuran yang bakal kalian tempa. Hanya berikan aku kehormatan yang selayaknya aku terima, kerna dari dulu cinta dan kasihku pada kalian adalah benar, insyaallah. Hormatilah mama, abah sentiasa dan hormatilah aku seadanya.. Dan buatlah semua itu kerana menuntut keredhaan Dia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;Hidupmu masih jauh dan masih panjang, insyaallah. Di depan hari, bermacam cabaran yang terpaksa kau hadapi. Masihkah aku ada untukmu bila tiba masa itu? Hanya dengan izin-Nya. Dari dulu dan mungkin hingga sekarang, aku hanya mampu memberi sokongan moral. Ingat ya.. Sampai satu masa, aku akan ketandusan solusi pada permasalahanmu. Kata-kataku tidak lagi menjadi ubat penenang hatimu. Senyumanku tidak lagi bakal menggembirakanmu. Kehadiranku tidak lagi menjadi kebahagiaanmu. Walau realiti ini perit untuk ditelan, aku pasrah.. Aku akan terusan mengalunkan rangkap ini dalam kebisuan.. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Baik-baik sayang, kerna kau kehormatanku..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Semua keinginan akan aku lakukan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sekuat semampuku sayang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kerna bagiku kau kehormatanku&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dengarkan dengarkan aku&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Hanya satu pintaku untukmu dan hidupmu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Baik-baik sayang ada aku untukmu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Hanya satu pintaku di siang dan malammu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Baik-baik sayang kerna aku untukmu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Baik-baik sayang, ada aku untukmu?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; Betapa bahagianya aku, jika itu yang sentiasa berlaku. Namun dik, jika semua dayaku telah kucurahkan untuk menolongmu, tapi Dia tak mengizinkan apa-apa perubahan berlaku, maka sedarlah dik.. Bukan aku sebaik-baik penolong! Aku ini hanya pinjaman. Pinjaman itu akan diambil satu hari nanti. Umpama sebuah robot yang bertuan. Dan robot bakal kehabisan bateri jika Tuannya mahu itu yang terjadi.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Dialah sebaik-baik penolong. Kehadiranku hanya dengan izin-Nya untuk membantumu. Itupun dengan buah-buah pikiran yang telah Dia ilhamkan. Maka bersyukurlah pada-Nya dik. Setiap kebaikan itu dari-Nya. Jika kau bersedih atau kau gembira, maka cepat-cepatlah kembalikan hatimu pada-Nya. Itu kurniaan-Nya, maka bersyukurlah, jangan leka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik, apalah sangat erti aku padamu jika dibandingkan erti Dia padamu? Apalah sangat makna kasih sayangku padamu jika nak dibandingkan kasih sayang-Nya padamu? Adik, sungguh banyak tanda-tanda kasih sayang-Nya pada kita. Telitilah kisah-kisah para sahabat dan para tabi'in yang bertaubat.&amp;nbsp; Sungguh banyak dik.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izinkan aku menceritakan padamu kisah seorang tabi'in, Malik bin Dinar yang kukira sangat meyentuh hatiku.. Allah yang Maha Pemurah, menghadirkan rasa sakit bagi menyatakan rasa sayang-Nya pada kita.. Sakit tu tarbiyyah dari Dia, perit tu panggilan cinta Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malik adalah seorang tabi'in dan terkenal darinya kerana selalu menangis sepanjang malam sambil berkata,"Ya Rabbku, Kau sendirilah yang tahu penghuni syurga dari penghuni neraka&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;, lalu aku termasuk yang mana? &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Ya Allah, jadikanlah aku penghuni syurga, dan jangan Kau jadikan aku dari penghuni neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal hidupnya, dia tidak mempunyai ketakwaan seperti ini. Dia berkata,"Aku mulai hidupku dengan sia-sia, banyak minum dan banyak berbuat maksiat. Aku berbuat zalim pada manusia, aku makan hak orang lain, aku memakan riba, aku memukul manusia, aku melakukan kezaliman. Tiada maksiat yang tidak kulakukan. Aku sangat fajir sehingga manusia menjauhiku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata lagi,"Tapi suatu hari aku ingin menikah dan memiliki anak. Maka aku pun menikah dan isteriku melahirkan anak yang kuberi nama Fatimah. Aku sangat mencintainya. Setiap kali Fatimah bertambah besar, imanku pun bertambah dan maksiatku berkurang. Mungkin Fatimah tahu kalau aku memegang botol khamr (arak), lalu ia mendekat padaku, sehingga aku menjauhkan botol itu darinya, sedang dia baru berusia dua tahun. Seakan Allah menjadikan dia melakukan itu. Setiap kali Fatimah bertambah besar, imanku pun bertambah. Dan semakin aku selangkah lebih dekat dengan Allah, maka aku sedikit demi sedikit semakin jauh dari maksiat, hingga usia Fatimah genap 3 tahun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika usianya 3 tahun, dia mati... Maka hidupku berubah menjadi lebih buruk dari yang dahulu. Aku belum memiliki kesabaran orang beriman yang menguatkanku menerima bala, sehingga syaitan mempermainkanku. Sampai datang satu hari, maka syaitan berkata,"Mabuklah kau yang mana kau belum pernah mabuk seperi itu sebelumnya.." . Maka aku pun ingin mabuk, aku ingin minum Khamr, sehingga aku minum sepanjang malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku bermimpi yang menebus kesedaranku. Aku bermimpi melihat diriku pada hari kiamat. Ketika matahari menjadi gelap, lautan berubah menjadi api, bumi bergoncang, dan manusia berkumpul di hari kiamat, manusia berbondong-bondong, aku bersama manusia, aku mendengar ada yang menyeru,"Fulan bin Fulan kemarilah menghadap pada yang Maha Memaksa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lihat wajah Fulan bin Fulan itu berubah menjadi hitam kerana ketakutan. Sehingga aku mendengar si penyeru itu memanggil Malik bin Dinar. Manusia di sekelilingku hilang, seakan tidak ada orang di bumi Mahsyar itu. Lalu aku melihat ular besar lagi ganas berjalan ke arahku sambil membuka mulutnya. Aku pun lari ketakutan, hingga aku menemukan lelaki tua lagi lemah dan aku berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolonglah halau dari ular itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata,"Anakku, aku lemah, aku tidak mampu menolongmu, tetapi larilah ke arah ini mungkin kau akan selamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun lari ke arah yang dia tunjukkan. Ular berada di belakangku dan di depanku neraka. Maka aku pun berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah aku akan lari dari ular dan jatuh ke neraka?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun segera kembali lari dan ular semakin mendekat, aku kembali pada lelaki lemah itu sambil berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamatkanlah aku, tolonglah aku." Dia pun menangis kasihan pada keadaanku, lalu berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku lemah seperti yang kau lihat, aku tidak mampu melakukan apa-apa, tetapi larilah ke gunung itu mungkin kau akan selamat." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun lari ke gunung dan ular akan menyambarku. Lalu aku lihat puncak gunung itu anak-anak kecil, mereka berteriak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Fatimah, temuilah ayahmu! Temuilah ayahmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun tahu kalau itu anakku. Aku senang anakku yang mati di usia 3 tahun menolongku, mengambil tanganku dan mengusir ular itu dengan tangan kirinya, sedang aku seperti mayat kerana takut. Lalu aku pun duduk di kamarku seperti aku duduk di dunia, dan Fatimah berkata,"Wahai ayahku,'Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman, untuk tunduk hati mengingat Allah... ' (Al-Hadid: 16)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya,"Wahai anakku, beritahulah padaku tentang ular itu!" Fatimah menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu adalah amalmu yang buruk, yang kau besar-besarkan dan kembangkan, sehingga ia hampir memakanmu. Bukankah kau tahu wahai ayahku, bahawa amal di dunia akan berubah memiliki jasad di hari kiamat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya lagi,"Dan lelaki lemah itu?". Fatimah menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu amal solehmu. Kau lemahkan dia, sehingga dia menangis melihat keadaanmu, dan tidak mampu melakukan sesuatu. Sekiranya kau tidak melahirkan aku, dan aku mati ketika kecil tentu tidak ada yang bermanfaat bagimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun terbangun dari tidurku sambil berteriak,"Telah datang, wahai Tuhanku... Telah datang, wahai Tuhanku... ‘Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah...' "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun mandi dan keluar solat Subuh, aku ingin taubat, kembali pada Allah. Ketika aku masuk masjid, sang imam sedang membaca,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah... (Al-Hadid: 16) ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malik pun bertaubat sehingga dia terkenal setiap hari duduk di depan masjid sambil berkata,"Wahai hamba yang bermaksiat, kembalilah pada Majikanmu. Wahai hamba yang lalai, kembalilah pada Majikanmu. Wahai hamba yang lari, kembalilah pada Majikanmu, Majikanmu menyerumu setiap malam dan siang hari sambil berkata,'Siapa yang mendekat padaku sejengkal, maka Aku akan mendekat padanya sehasta, lalu siapa yang mendekat pada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekat padanya satu depa, dan siapa mendekat pada-Ku sambil berjalan, maka Aku akan mendekat pada-Nya sambil berlari kecil'. " (HR. Bukhari dan Muslim)..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah.. Setiap yang berlaku pasti dan tentu ada hikmahnya.. Percayakan Dia. Sandarkan segala-galanya pada Dia. Sungguh Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang padamu. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Maka, apa erti hadir-Nya padamu dik?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Aku tak ingin kau menangis bersedih&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sudahi air mata darimu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Yang aku ingin erti hadir &lt;b&gt;diri-Nya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kan menghapus dukamu sayang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kerna bagiku kau kehormatanku&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dengarkan dengarkan aku&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Hanya satu pintaku untukmu dan hidupmu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Baik-baik sayang ada &lt;b&gt;Dia&lt;/b&gt; untukmu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Hanya satu pintaku di siang dan malammu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Baik-baik sayang kerna &lt;b&gt;Dia&lt;/b&gt; untukmu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;Jagalah dirimu baik-baik sayang, kerna kau kebangaan mama dan abah.. Kau kehormatanku..&lt;br /&gt;Dan semoga kau menjadi mujahidah solehah yang bakal menjadi keharuman agama.. Semoga kau adalah kecintaan-Nya.. Jadilah seperti Fatimah binti Malik bin Dinar itu.. Bermanfaat ketika di hari kiamat..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Sumber inspirasi penulis: Adik yang sentiasa akan jadi adik..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Sumber isi taipan: Hati Sebening Mata Air, oleh Amru Khalid. Lagu Baik-baik Sayang, oleh Wali Band.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penulis merupakan moderator umum iluvislam.com.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-7835420725711481852?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/7835420725711481852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=7835420725711481852&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/7835420725711481852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/7835420725711481852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/08/untukmu-adikku-sayang.html' title='UNTUKMU ADIKKU SAYANG'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tcuHQNIcXAo/THycdVP6mMI/AAAAAAAAAC0/9Rnp7qu3riE/s72-c/Islam-Is-The-Way-Of-Life.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-7972265009674982227</id><published>2010-06-20T23:20:00.000+07:00</published><updated>2010-06-20T23:20:54.182+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Generasi Muslim yang Tangguh, Lahir dari Ibu yang Tangguh</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu, kita semua dikejutkan oleh kabar  meninggalnya mantan Ibu Negara,  Ibu Ainun Habibi. Semoga Allah Swt.  menerima semua amal saleh beliau dan mengampuni semua dosa- dosanya,  serta ditempatkan-Nya pada maqom yang mulia. Amin Ya Robbal A’lamin.&lt;br /&gt;Kepergian mantan Ibu Negara tersebut, mengingatkan saya pada tiga  tahun yang lalu, tepat di bulan Juni, ketika Ibunda tercinta meninggal  diatas sajadah yang telah dihamparkannya sendiri, dini hari, ketika  beliau (Allahumma Yarham) hendak bersiap untuk sholat qiyamul lail,  amalan kesukaaanya. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ibu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="caption" height="200" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ibu.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Sama sekali tidak ada tanda- tanda Ibunda tercinta akan tutup usia,  bahkan tanda- tanda berupa sakit kepala, atau keluhan lainnya layaknya  seseorang yang akan dipanggil oleh Allah Swt.&lt;br /&gt;Beliau adalah seorang salehah, yang berhasil mendidik kesembilan  putra putrinya dengan penuh kesabaran. Untuk menggambarkan bagaimana  beliau berjuang semasa hidupnya untuk anak- anaknya, cukup saya mengajak  anda semua untuk mengingat beberapa masa kebelakang, dimana  Siti Hajar  (Ibunda Nabi Ismail Alaihissalam) bolak &lt;br /&gt;balik antara bukit Shafa dan bukit Marwa sampai tujuh kali, demi  memenuhi rasa haus sang buah hati, Ismail, yang meronta- ronta kehausan  dipadang tandus.&lt;br /&gt;Siti Hajar, ditinggal oleh sang suami tercinta, Nabi Ibrahim  Alaihissalam, atas perintah Allah Swt. di gurun pasir yang sangat sepi,  yang tidak ada satu orang pun tinggal disana, bahkan tidak juga orang  yang lalu lalang. Akan tetapi, buah perjuangan, kesabaran dan  ketawakalan Siti Hajar kepada Allah Swt., kemudian dirasakan oleh semua  umat Islam di seluruh penjuru dunia, berupa air zamzam.&lt;br /&gt;Begitulah, gambaran perjuangan  ibunda tercinta, penuh dengan  kesabaran, dedikasi, dan kasih sayang kepada anaknya, maka tak heranlah  ketika suatu saat seorang sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad Saw.  tentang bakti kepada orang tua; “Ya Rosulullah, siapakah orang yang  paling  berhak mendapatkan kebaikan pergaulanku?” Beliau bersabda,  ”Ibumu.” Dia berkata lagi, ”Kemudian siapa lagi?” Beliau bersabda, ”  Ibumu”. Dia berkata lagi,”Kemudian siapa lagi?” Beliau bersabda,  ”Ibumu”. Dia berkata,”Kemudian  siapa lagi?”. Beliau bersabd,  “Ayahmu”.&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana untuk menciptakan seorang ibu yang tangguh dalam  berbagai situasi seperti dicontohkan oleh Siti Hajar? Atau seperti  dicontohkan oleh Asma binti Abu bakar, yang tetap membantu perjuangan  Islam walau dalam kondisi hamil tua, dengan setia  mengantarkan  perbekalan kepada ayahanda tercinta, Abu Bakar dan Rosulullah Saw.  ketika beliau berdua bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraisy?&lt;br /&gt;Sebelum menginjak ke pembahasan tersebut, saya ingin mengajak anda  semua untuk  mengingat kembali, bagaimana di zaman ini, kaum wanita  belia yang ingin menapaki karir yang cemerlang, baik di dunia hiburan  atau bidang lainnya, banyak yang menggadaikan sebagian dari agamanya,  bahkan, ibundanya sendiri yang mendukung penuh, dan mengusakan ketenaran  anaknya. Semoga kita semua tidak terlena oleh fata morgana dunia.&lt;br /&gt;Maka akan halnya masalah ini, Baginda Rosulullah Saw. Bersabda, &lt;em&gt;”Bagaimana  dengan kalian, apabila perempuan-perempuan kalian telah melampaui   batas, pemuda- pemuda kalian telah berbuat kefasikan, dan kalian juga  telah meninggalkan jihad kalian …?” &lt;/em&gt;Adalah sebuah mata rantai  yang  sambung menyambung, awalnya, kaum wanita berbuat melampaui batas, lalu  diikuti oleh kenakalan kaum remaja. (Hadis tsulasa, ceramah- ceramah  Hasan Al-Banna, Hal 601)&lt;br /&gt;Itulah kita, wanita. Jika kita rusak, maka jangan berharap anak-anak  kita akan menjadi penerus perjuangan Islam. Jika orientasi kita terhadap  hidup anak- anak kita hanya melulu seputar ketenaran dan kesuksesan  dunia, maka jangan harap kita akan mendapatkan kiriman doa dari anak  yang saleh, ketika kita kelak sudah di alam baka.&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu kita ingat bersama, bahwa Allah Swt.  pasti akan  menguji setiap orang yang mengaku beriman, seperti janji-Nya  dalam  Al-Quran yang mulia, &lt;em&gt;“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan  sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta benda, jiwa dan buah-  buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang- orang yang sabar,” &lt;/em&gt;(QS.Al  Baqoroh:155).&lt;br /&gt;Adalah sebuah kepastian, bahwa kita didunia ini akan diuji Allah Swt.  dengan ujian yang tidak kita sukai. Tetapi, bagi kita sebagai seorang  muslimah, yang apalagi sudah diberi amanah oleh Allah Swt. lantas  akankah kita lari dari kenyataan? Ataukah berlapang dada menghadapinya  dengan penuh kesabaran, dan mengharapkan balasan pahala  serta karunia  dari Allah Swt.?&lt;br /&gt;Maka, cukuplah bagi kita untuk mencontoh ibu- ibu kita yang  senantiasa teguh memegang prinsip Islam, senantiasa bersabar dalam  ujian, dan berjuang demi pendidikan dan kesalehan anak- anaknya.&lt;br /&gt;Apalagi jika bukan dengan cara mengencangkan ikatan kita terhadap   Allah Swt., serta memperkuat ruhiyah kita, meluruskan visi kita terhadap    anak- anak kita. dan berusaha untuk tetap bersabar, bersabar, dan  bersabar.&lt;br /&gt;Semoga dengan itu, kita senantiasa dimudahkan Allah Swt. dalam  menghadapi berbagai gelombang, dalam samudera  kehidupan.&lt;br /&gt;Wallahu ‘alam bisshowab.&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-7972265009674982227?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/7972265009674982227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=7972265009674982227&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/7972265009674982227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/7972265009674982227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/06/generasi-muslim-yang-tangguh-lahir-dari.html' title='Generasi Muslim yang Tangguh, Lahir dari Ibu yang Tangguh'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-3861816314916341902</id><published>2010-06-20T23:06:00.000+07:00</published><updated>2010-06-20T23:06:10.410+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khabar'/><title type='text'>Meski Dilarang, Pesta Makan Babi dan Khamar di Paris Tetap Berlangsung</title><content type='html'>&lt;div class="body-content" id="detail"&gt;          &lt;a href="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/dunia/bb.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="caption" height="133" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/dunia/bb.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Ratusan orang telah menghadiri pesta sosis daging babi dan  Wine (anggur) di sebuah jalan di Paris setelah acara ini dilarang di  lokasi yang berbeda. Sebelumnya penyelenggara acara telah merencanakan menyelenggarakan  acara ini di lingkungan yang penduduknya muslim di pusat kota Perancis.&lt;br /&gt;Acara makan-makan dan minum barang haram ini, dianggap oleh  pemerintah setempat dapat menyinggung umat Islam dan berpotensi  menimbulkan konflik, dan polisi telah memutuskan untuk membatalkan dan  melarang acara tersebut awal pekan ini.&lt;br /&gt;Namun larangan itu tidak menghentikan sekitar 300-400 orang untuk  keluar dan menerima seruan ajakan untuk menyelenggarakan makan babi dan  wine tersebut pada hari Jumat lalu. Dan beberapa peserta juga membawa  bendera Prancis.&lt;br /&gt;Acara diselenggerakan tidak ditempat yang direncanakan semula, namun  dilaksanakan di jalan Champs-Elysees dekta Arc de Triomphe.&lt;br /&gt;Polisi terlihat turut bersuka cita dalam acara pesta makan babi dan  minum khamar yang diselenggarakan itu, dan acara ini berlangsung tanpa  terjadi insiden yang tidak diharapkan. (fq/aby)&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-3861816314916341902?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/3861816314916341902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=3861816314916341902&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/3861816314916341902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/3861816314916341902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/06/meski-dilarang-pesta-makan-babi-dan.html' title='Meski Dilarang, Pesta Makan Babi dan Khamar di Paris Tetap Berlangsung'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-6559199094726818046</id><published>2010-05-23T11:54:00.000+07:00</published><updated>2010-05-23T11:54:17.899+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hizbut Tahrir'/><title type='text'>Terorisme</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terorisme yang dalam bahasa Arabnya Al Irhab, Adalah Mashdar yang merupakan Musytaq (Deriva/pecahan kata ) dari fi’il arhaba, yang berarti “Menciptakan ketakutan” (Akhafa)&amp;nbsp; atau&amp;nbsp; “membuat kengerian /kegentaran“ (Fazza’a). makna bahasa ini terdapat dalam Firman Alla SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu&lt;br /&gt;(Q.S&amp;nbsp; Al anfal : 60 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi makna bahasa ini telah dipindahkan kepada makna terminologis (Istilah ) yang baru. Dinas Intelejen Amerika dan Dinas Intelejen Inggris dalam sebuah seminar dalam sebuah seminar&amp;nbsp; yang diadakan untuk membahas makna ”Terorisme ” pada tahun 1979 telah menyepakati bahwa ”terorisme ” adalah Penggunaan kekerasan untuk melawan kepentingan kepentingan sipil guna mewujudkan target – target politis.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah seminar itu, banyak diselenggarakan konferensi dan seminar internasional, serta ditetapkan sebagai hukum dan undang – undang untuk membatasi aksi – aksi yang dapa digolongkan sebagai terorisme, untuk menerangkan kategori berbagai gerakan , kelompok, dan Partai yang melakukan aksi terorisme, serta untuk menentukan negara – negara mana yang mensponsori terorisme, semua aturan ini menurut sangkaan mereka adalah dasar untuk mengambil tindakan – tindakan yang diperlukan guna memerangi Terorisme dan membatasi gerak geriknya. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dari tinjauan Global terhadap berbagai ndang – undang dan hukum yang berkaitan dengan terorisme , nampak jelas bahwa semua peraturan itu ternyata tidak mendalam dan tunduk&amp;nbsp; pada orientasi politik dari negara – negara yang membuatnya. Sebagai contoh, kita lihat Amerika menganggap pembunuhan Indhira Gandhi Sebagai Aksi terorisme, sementara pembunuhan Raja Faisal dan dan presiden Kennedy tidak dianggap aksi terorisme. Contoh lain ,Amerika pada Awalnya menap pemboman Gedung Kantor Penyelidikan Federal di Oklohoma sebagai Aksi terorisme. Tetapi ketika terbukti bahwa pelaku pemboman adalah kalangan milisi Amerika sendiri, pemboman yang semula dianggap aksi Terorisme kemudian hanya dianggap sebagai “ Aksi kriminal ” belaka.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Amerika secara khusus mensifati sebagai gerakan sebagai “Gerakan perlawanan rakyat ”, misalnya gerakan Revolusioner Nikaragua (Zapatista), Tentara Pembebasan Irlandia (IRA) dan lain – lain. Para Anggota dari gerakan – gerakan ini, ketika ditangkap, diperlakukan sebaga tawanan Perang sesuai dengan protokol&amp;nbsp; Nomor 1 tahun 1977 yang ditambahkan pada konversi Genewa. Akan tetapi Amerika mensifati setiap gerakan yang bertentangan dengan kepentingan Amerika atau kepentingan Agen –Agen Amerika, sebagai gerakan terorisme. Nama gerakan tersebut pun kemudian dicantumkan dalam daftar organisasi teroris yang dikeluarkan secara periodik oleh Departemen Luar Negeri Amerika. Gerakan ini misalnya adalah sebagian gerakan – gerakan Islam yang ada di Mesir, Pakistan, palestina, Al Jazair, dan lain lian.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sejak dekade 70-an, Amerika memang telah merekayasa opini umum Internasional dan regional (di Amerika) untuk melawan terorisme seperti yang kita lihat dan melawan orang yang dicap sebagai teroris. Amerika juga telah mengeksploitir aksi yang dilakukan untuk merealisasikan target – target sipil. Baik yang dilakukan oleh berbagai gerakan politik atau militer yang tidak mempunyai hubungan dengan Amerika (CIA), sebagaimana yang ditunjukkan oleh banyak dokumen yang menerangkan, bahwa aksi – aksi yang dicap sebagai aksi terorisme , sebenarnya didalangi oleh intel – intel CIA sendiri, seperti pambajakan pesawat TWA di beirut pada awal 80-an lalu.&amp;nbsp; Misalnya , Amerika telah mengeksploitir peristiwa peledakan Gedung Al khubar milik Amerika di Saudi, dengan memaksakan 40 rekomendasi yang berkaitan dengan upaya memerangi terorisme pada konferensi negara – negara G-7 yang diselenggarakan di Prancis pada1996. Kemudian Amerika juga memanfaatkan peristiwa peledakan Gedung Pusat WTC di New york dan kantor penyelidikan Federal di Oklaama., bahkan sebelum diketahui siapa pelakunya dengan mengeluarkan Undang undang Perlawanan terhadap Terorisme yang di&amp;nbsp; setujui oleh Senat Amerika tahun 11997.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berdasarkan rekomendasi dan Undang&amp;nbsp; - undang tersebut, Amerika dapat memata – matai siapapun dan dimanapun terhadap orang yang dituduh sebagai teroris . Amerika berhak untuk menangkap Atau menculiknya , serta berhak pula menjatuhkan sanksi yang dianggap cocok baginya seperti panahanan, penyitaan, deportasi, atau pencabutan kewarganegaraan, tanpa memberikan hak kepad pihak tertuduh untuk membela diri, atau untuk hadir dihadapan pengadilan atau lembaga hakim juri.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Amerika pun lalu melakukan generalisasi sifat terorisme, terhadap negara – negara yang merintangi kepentingan – kepentingan Amerika , seperti Korea, China, Irak, dan Libya; juga terhadap banyak gerakan Islam Seperti Tanzhimul Jihad, Hammas, dan Jama’ah Islamiyyah di Mesir, serta FIS di Al Jazair, dengan memanfaatkan peristiwa – peristiwa pemboman yang terjadi di Palestina untuk melawan Yahudi, dan aksi – aksi yang terjadi di Al jazair tak lama setelah pembantalan hasil Pemilu untuk anggota Legislatif oleh kalangan Militer.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berdasarkan Undang – undang, keputusan , dan rekomendasi yang ada, Amerika bisa memata – matai dan menghantam siapa saja yang dicapnya sebagai teroris baik itu individu, organisasi, partai, ataupun Negara, dengan menggunakan kekuatan Militernya, atau pengaruh politiknya untuk melakukan blokade Ekonomi, seperti yang dilakukannya di Irak dan Libya. Hal ini telah diungkapkan oleh mantan Menlu Amerika George Schultz tyang berkata , “para Teroris itu , bagaimana pun juga mereka berusaha melarikan diri, tetap tak akan dapat menyembunyikan diri.”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karena Islam telah dinominasikan oleh Amerika menjadi musuhnya setelah robohnya komunisme, maka negeri –negeri Islam menjadi wilayah&amp;nbsp; terpenting yang akan menjadi sasaran Amerika dalam penerapan undang – undang terorisme. Tujuannya adalah untuk mengokohkan cengkeraman Amerika dinegeri – negeri Islam itu serta melestarikannya agar tetap ada dibawah hegemoni Amerika. Sebab, Kaum Muslimin memang telah merintis jalan menuju kebangkitan untuk mengembalikan Khilafah, yang telah dimengerti betul oleh Amerika dan negara – negara kafir lainnya, bahwa Khilafah itulah satu – satunya negara yang berkemampuan meluluhlantahkan ideologi kapitalisme yang dipimpin oleh Amerika.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Oleh karena itu, hampir – hampir tak ada satupun gerakan Islam yang ada saat ini, kecuali harus siap – siap dicap sebagai teroris oleh Amerika . Begitupula cap ini pun bahkan tak dapat dihindarkan oleh gerakan – gerakan dan partai – partai Islam yang sama sekali tidak menggunakan kekerasan untuk mencapai target – targetnya. Sebab, Amerika telah menganggap bahwa aktivitas tiap gerakan, partai, atau negara yang menyerukan kembalinya Islam, adalah aksi teroris yang bertentangan dengan Undang – undang Internasional.&lt;br /&gt;Selanjutnya berdasarkan Justifikasi ini dan berdasarkan ketentuan yang harus dijalankan oleh negara – negara penandatangan Undang – undang terorisme, Amerika dapat&amp;nbsp; menghimpun kekuatan negara – negara tersebut dibawah kepemimpinannya untuk memukul gerakan, partai, atau negara tersebut.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dari sinilah, maka kaum Muslimin yang kini telah berjuang mengembalikan Khilafah, yang menjadi sasaran langsung dari langkah politik yang disebut dengan “Melawan terorisme”, berkewajiban membentuk opini Umum dunia Islam dan Opini Internasional dengan membongkar hakikat dari apa yang dinamakan dengan Undang – undang terorisme, dan hakikat politik Amerika yang digunakan untuk menciptakan hegemoni atas dunia melalui Undng – undang itu, serta membeberkan bahwa Amerikalah sebenarnya yang berada dibalik aksi – aksi terorisme yang banyak terjadi di dunia , meski pun tuduhannya dilemparkan kepada orang – orang Islam.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kaum Muslimin berkewajiban pula untuk menjadi representasi Islam dalam segala perbuatan dan tindakannya. Sebab, islam mempunyai metode Khusus untuk merealisasikan berbagai target dan tujuan, yang daintaranya adalah melanjutkan kehidupan Islam dengan cara mendirikan Khilafah . Berpegang teguh dengan metode ini, yang bertumpu pada perang pemikiran (Ash shira’ul fikr) dan perjuangan politik (Al kifahus Siyasi) serta menjauhkan diri dari penggunaan senjata (kekerasan) hakikatnya adalah berpegang teguh dengan metode Syar’i yang dituntut oleh Islam. Jadi ini bukan karena takut atau melarikan diri dari cap terorisme.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mereka juga wajib menjelaskan bahwa tugas Daulah islamiyah setelah dia berdiri , tetap terikat dengan syara’, baik tugas dalam negeri seperti mengatur beraneka ragam urusan rakyat dan menerpkan hudud, maupun tugas luar negeri seperti mengemban risalah islam dengan cara Jihad fi sabilillah kepada seluruh umat manusia dan memusnahkan penghalang – penghalang fisik yang merintangi penerapan Islam.&lt;br /&gt;Kemudian, mereka wajib pula menerangkan bahwa penerapan Islam oleh kaum Muslimin untuk diri mereka sendiri ataupun untuk yang beragama lain, tidaklah berdasarkan hawa nafsu kaum Muslimin atau untuk mewujudkan kepentingan pribadi mereka, tetapi semata – mata karena menjalankan perintah – perintah Allah SWT, yang telah menciptakan Alam Semesta , manusia, dan kehidupan ini, yang telah menuntut manusia untuk menata hidupnya sesuai dengan hukum – hukum Islam yang diturunkan-Nya kepada Muhammad Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cap yang diberika Oleh Amerika dan negera – negara lain bahwa Islam adalah terorisme dan bahwa kaum Muslimin adalah para teroris, sesungguhnya adalah predikat yang tendensius. Predikat itu tidak sesuai dengan fakta yang ada dan juga tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Allah dari Ajaran Islam , Allah SWT berrfirman :&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (Q.S Al Anbiya’ 107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Allah SWT berfirman pula :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.(Q. S Al An nahl : 89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat tersebut sesungguhnya akan terwujud dengan penerapan Hukum – hukum Islam, tak ada bedanya antara shalat dan Jihad , antara doa dan menggentarkan musuh, antara zakat dan pemotongan tangan pencuri antara menolong orang yang dianiaya dan menghukum mati orang yang melanggar kehormatan kaum Muslimin. Tak ada bedanya, sebab semuanya adalah hukum asyara’ semata., yang wajib diterapkan oleh individu muslim atau oleh institusi negara, masing masing sesuai dengan faktanya dan pada waktunya secara tepat.&lt;br /&gt;Abdul Qadir Zallum &lt;b&gt;: "Persepsi - Persepsi Berbahaya "&lt;/b&gt;untuk Menghantam Islam dan mengokohkan Peradaban Barat ...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-6559199094726818046?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/6559199094726818046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=6559199094726818046&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/6559199094726818046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/6559199094726818046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/05/terorisme.html' title='Terorisme'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-3346381706460593169</id><published>2010-05-06T21:43:00.002+07:00</published><updated>2010-05-06T21:43:44.986+07:00</updated><title type='text'>Tolak Film Miyabi dan Bank Dunia Sebagai Alat Penjajah</title><content type='html'>&lt;h2 class="contentheading"&gt;   &lt;a class="contentpagetitle" href="http://syabab.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=944:tolak-film-miyabi-dan-bank-dunia-sebagai-alat-penjajah&amp;amp;catid=78:surat-pembaca&amp;amp;Itemid=178"&gt;   &lt;/a&gt;  &lt;/h2&gt;&lt;div class="img_caption left" style="float: left; width: 295px;"&gt;&lt;img align="left" border="0" class="caption" height="221" src="http://syabab.com/images/stories/neraka01.jpg" width="295" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Syabab.Com  - &lt;/strong&gt;Indonesia yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia  ini dihadapkan berbagai persoalan yang sangat kompleks dan saling jalin –  menjalin satu dengan yang lainnya diantaranya yang baru-baru ini adalah  munculnya film miyabi dan direkrutnya Menteri Keuangan Sri Mulyani  untuk mengabdi kepada bank dunia yang jelas-jelas bahwa bank dunia dan  film miyabi adalah produk alat penjajah.  Munculnya film Menculik Miyabi dibintangi oleh Maria Ozawa alias  Miyabi (24) yang mulai ditayangkan pada 6 Mei 2010 di bioskop ini  dinilai telah melukai perasaan sebagian besar umat Islam walaupun telah  lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF). Film berdurasi 90 menit  berjenis komedi remaja ini dinilai akan mempengaruhi gaya hidup anak  muda karena film ini dibintangi oleh seorang wanita yang tidak menutup  aurat sehingga tetap saja pornografi itu tetap berlaku, karena dalam  Islam menutup aurat bagi wanita adalah kewajiban yakni dengan  menggunakan jilbab (Q.S Al-Ahzab:59) dan kerudung (Q.S An-Nur:31). &lt;br /&gt;Selain  itu adanya bank dunia yang merekrut Menteri Keuangan Sri Mulyani  sebagai managing director sehingga dengan jabatan tersebut Sri Mulyani  akan menjadi orang nomor dua yang berkedudukan di Washington, Amerika  Serikat itu, menunjukkan bahwa kesetiaan kepada bank dunia lebih  diutamakan daripada mengabdi bagi kepentingan masyarakat. Seperti  diketahui bersama bahwa bank dunia merupakan pelaku kejahatan  kemanusiaan melalui pemberian utang.&lt;br /&gt;Banyak negara seperti  Argentina, negara-negara di Afrika dan termasuk Indonesia menanggung  beban utang sampai pada level tak mampu melunasinya. Sehingga  negara-negara tersebut terpaksa membayar cicilan pokok dan bunga dengan  mengambil utang baru. Kejadian tersebut terus terulang dan menyebabkan  ketergantungan negara-negara miskin terhadap utang.&lt;br /&gt;Sejak zaman  Soekarno menjadi presiden pertama Indonesia hingga sudah berganti tujuh  kali presiden, lembaga donor internasional World Bank selalu “setia”  menggerojoki utang. &lt;br /&gt;Sejak World Bank atau Bank Dunia telah aktif  di Indonesia sejak 1967. Saat itu, Indonesia membutuhkan uang yang cukup  banyak untuk mendanai pembangunan. Sementara Negeri Zamrud Khatulistiwa  ini masih belum mampu mendanai program-program infrastruktur.&lt;br /&gt;Menurut  Mulia dalam sambutannya pada acara Procurement Workshop on World Bank  Funded Project di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (17/2/2010)  mengungkapkan bahwa "Sejak saat itu Bank Dunia telah mendanai 280 proyek  program pembangunan di semua sektor, dengan nilai mencapai US$ 25  miliar telah diterima pemerintah Indonesia dari Bank Dunia. Mulia juga  menyatakan hingga tahun 1990 pinjaman tahunan Bank Dunia kepada  Indonesia mencapai US$ 1 miliar. Pada 20 tahun pertama, pinjaman  didominasi pada bidang energi, industri, pertanian, dan pembangunan  infrastruktur. (detikfinance,17/2/2010)&lt;br /&gt;Pada tahun 2010 ini  Indonesia dipastikan akan mendapat tambahan utang luar negeri lewat  pinjaman program senilai US$ 3,208 miliar. Jumlah ini bertambah dari  rencana semula yang sebesar US$ 2,444 miliar.&lt;br /&gt;Pinjaman terbesar  berasal dari Bank Dunia yaitu US$ 1,263 miliar. Pinjaman tersebut  dialokasikan untuk pinjaman kebijakan pembangunan sebanyak US$ 600 juta,  pembangunan infrastruktur sebesar US$ 200 juta, Pembiayaan BOS-KITA  sebesar US$ 163 juta dan US$ 300 juta untuk Program Climate Change.  Selain itu, terdapat tambahan pinjaman untuk sektoral sebagai pembiayaan  PNPM sebesar US$ 744 juta.(detikfinance,19/4/2010). Selain itu menurut  Data Bank Indonesia (BI) mencatat, sampai akhir Januari 2010, utang luar  negeri Indonesia mencapai 174,041 miliar dollar AS. Bila dikonversi ke  dalam mata uang Rupiah dengan kurs Rp 10.000 per dollar AS nominal utang  itu hampir mencapai Rp 2.000 triliun (kompas, 16/4/2010)&lt;br /&gt;Lembaga  boneka Amerika seperti IMF dan Bank Dunia di bidang ekonomi Amerika  memang mempunyai peranan yang besar dalam proses pemiskinan dan  pembodohan serta pembangkrutan ekonomi suatu negara. &lt;br /&gt;Negara-negara  maju yang dikomandoi Bank Dunia dan IMF yang berada di bawah kendali  Amerika, secara sistematis melakukan perampokan, pemiskinan dan  pembunuhan secara tak langsung, melalui program penyesuaian struktural  (structural adjusment) yakni dengan dipaksakannya kepada negara-negara  pengutang agar mereka melakukan privatisasi (penjualan) BUMN dan segala  kekayaan yang dimiliki negeri tersebut, mencabut subsidi, meningkatkan  suku bunga dan pajak sehingga leher rakyat semakin tercekik,  liberalisasi (pelarangan pembatasan) investasi asing dalam seluruh  sektor ekonomi.&lt;br /&gt;Kasus di Indonesia membuktikan bukan hanya  Indonesia sangat tergantung pada utang luar negeri, bukan saja  pembangunan banyak menggusur kepentingan masyarakat dan semakin  menciptakan kesenjangan ekonomi, bukan saja banyak anggota masyarakat  yang miskin, bodoh, sakit-sakitan dan akhirnya meninggal dunia akibat  kebijakan ekonomi pemerintah yang pro pasar (baca: pro kapitalis),  tetapi utang luar negeri tersebut melalui kebijakannya yang tertuang  dalam LoI telah melahirkan utang dalam negeri (utang domestik) yang  jumlahnya sekitar 700 trilyun rupiah yang harus ditanggung rakyat. Juga  program penyesuaian struktural di Indonesia menyebabkan sebagian besar  BUMN yang produktif dan efisien dan aset-aset negara lainnya, industri  nasional serta sumber daya alam Indonesia telah berpindah tangan menjadi  milik asing.&lt;br /&gt;Untuk melancarkan program tersebut, maka  negara-negara berkembang yang sebagian besar negeri-negeri muslim  direkayasa supaya mengalami krisis. Dengan terjadinya krisis ekonomi,  maka negara-negara tersebut terpaksa meminta bantuan Bank Dunia sehingga  mereka terperangkap dalam jebakan utang (debt trap). Melalui senjata  utang inilah negara-negara tersebut mengalami ketergantungan kepada Bank  Dunia yang akhirnya dipaksa melakukan program penyesuaian struktural.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selamatkan  Generasi Dari Film Miyabi dan Utang Bank Dunia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Indonesia  yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia dan kaya akan  sumberdaya alam. Allah SWT telah memberikan semua itu agar kita sebagai  hamba dan sebagai generasi penerus untuk bisa mengelolanya dengan baik  dan benar sehingga bisa dimanfaatkan memenuhi kebutuhan hidup untuk  generasi yang akan datang tanpa mewariskan utang.&lt;br /&gt;Untuk  menyelamatkan generasi dari film miyabi yang memperlihatkan aurat maka  solusinya adalah dengan menolaknya dan pemerintah perlu membuat aturan  bahwa wanita muslimah wajib menutup aurat dengan memakai jilbab dan  kerudung sedangkan untuk mewujudkan kesejahteraan tanpa utang bank dunia  maka paling tidak ada dua cara yang bisa ditempuh. &lt;br /&gt;Pertama:  penguasa negeri ini harus memiliki kemauan dan keberanian untuk berhenti  berutang. Utang jangan lagi dimasukkan sebagai sumber pendapatan dalam  APBN. Penguasa negeri ini juga harus berani menjadwal kembali pembayaran  utang. Anggaran yang ada seharusnya difokuskan pada pemenuhan berbagai  kebutuhan rakyat di dalam negeri. Cicilan utang harus ditanggguhkan jika  memang menimbulkan bahaya di dalam negeri. Bahkan bunganya tidak boleh  dibayar karena termasuk riba, sementara riba termasuk dosa besar. Allah  SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Allah telah menghalalkan jual-beli dan  mengharamkan riba &lt;/em&gt;(QS al-Baqarah [2]: 275). &lt;br /&gt;Kedua: penguasa  negeri ini harus berani mengambil-alih kembali sumber-sumber kekayaan  alam yang selama ini terlanjur diserahkan kepada pihak asing atas nama  program privatisasi. Sebab harus diakui, bahwa pada saat pemerintah  tidak memiliki kemampuan untuk membiayai APBN secara layak dan terjebak  utang, swasta dan investor asing justru menikmati pendapatan tinggi dari  sektor-sektor ekonomi yang seharusnya dimiliki bersama oleh masyarakat.  Misal: perusahaan Exxon Mobil, yang menguasai sejumlah tambang migas di  Indonesia, pada tahun 2007 memiliki penghasilan lebih dari 3 kali lipat  APBN Indonesia 2009. Keuntungan bersih Exxon Mobil naik dari 40,6  miliar dolar pada tahun 2007 menjadi 45,2 miliar dolar tahun 2008  (sumber: Investorguide.com, Exxon Mobil Company Profile). &lt;br /&gt;Di  sektor pertambangan, ada PT Freeport, yang menguasai tambang emas di  bumi Papua. Tambang emas di bumi Papua setiap tahun menghasilkan uang  sebesar Rp 40 triliun. Sayang, kekayaan tersebut 90%-nya dinikmati  perusahaan asing (PT Freeport) yang sudah lebih dari 40 tahun menguasai  tambang ini. Pemerintah Indonesia hanya mendapatkan royalti dan pajak  yang tak seberapa dari penghasilan PT Freeport yang luar biasa itu  (Sumber: Jatam.org, 30/3/07).&lt;br /&gt;Selain itu, masih banyak sektor lain  yang selama ini juga dikuasai asing. Padahal penguasaan kekayaan milik  rakyat oleh swasta, apalagi pihak asing, telah diharamkan secara syar’i.  Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kaum Muslim bersekutu (memiliki hak  yang sama) dalam tiga hal: padang gembalaan, air dan api &lt;/em&gt;(HR Abu  Dawud, Ibn Majah dan Ahmad).&lt;br /&gt;Sebagai kepala negara, dulu  Rasulullah saw. juga pernah menarik kepemilikan atas tambang garam yang  memiliki cadangan dalam jumlah besar dari sahabat Abyadh bin Hummal (HR  at-Tirmidzi). Ini merupakan dalil bahwa negara wajib mengelola secara  langsung tambang-tambang yang menguasai hajat hidup orang banyak dan  tidak menyerahkan penguasaannya kepada pihak lain (swasta atau asing).  Lalu hasilnya digunakan untuk kepentingan rakyat seperti pembiayaan  pendidikan dan kesehatan gratis; bisa juga dalam bentuk harga minyak dan  listrik yang murah.&lt;br /&gt;Maka dengan dua cara ini saja, Insya Allah  kesejahteraan rakyat yang didambakan tanpa utang bank dunia atau  sejenisnya akan terwujud. Syaratnya, penguasa negeri ini, dengan  dukungan semua komponen umat, harus berani menerapkan syariah Islam  untuk mengatur semua aspek kehidupan masyarakat, khususnya dalam  pengelolaan ekonomi. Penerapan syariah Islam secara total dalam semua  aspek kehidupan ini tentu tidak akan pernah bisa diwujudkan kecuali di  dalam institusi Khilafah Islamiyah. Inilah jalan baru untuk Indonesia  yang lebih baik, bukan terus-menerus mempertahankan  kapitalisme-sekularisme, bergantung kepada Bank Dunia dan sejenisnya  yang ternyata menjadi alat penjajahan. Oleh karena itu maka tolak bank  dunia sebagai alat penjajah! [opini/syabab.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-3346381706460593169?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/3346381706460593169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=3346381706460593169&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/3346381706460593169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/3346381706460593169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/05/tolak-film-miyabi-dan-bank-dunia.html' title='Tolak Film Miyabi dan Bank Dunia Sebagai Alat Penjajah'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-4813789704983268734</id><published>2010-04-23T18:25:00.000+07:00</published><updated>2010-04-23T18:25:48.647+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khabar'/><title type='text'>Lihatlah Potret Madrasah di Era Turki Usmani</title><content type='html'>&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Lihatlah Potret Madrasah di Era Turki Usmani" height="260" src="http://www.republika.co.id/images/_100416114225.jpg" title="ilustrasi" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="img-title"&gt;ilustrasi Pendirian madrasah di masa Turki Usmani,  merupakan kelanjutan keberadaan madrasah tradisional yang ada  sebelumnya. Bedanya, madrasah yang dibangun pada masa Turki Usmani telah  lebih maju karena memiliki kurikulum sendiri. Tak hanya di Istanbul,  saat itu madrasah juga didirikan di Edirne, Beograd, dan Sofia dan  menjadi tulang punggung lahirnya para individu terpelajar.&lt;/div&gt;&lt;div id="newstext"&gt;&lt;br /&gt;Madrasah  pun seakan menjadi penjaga kesetaraan. Saat itu, madrasah memberikan  kesempatan yang sama kepada semua individu untuk mendapatkan akses  pendidikan. Madrasah juga didirikan dengan tujuan menjadi bagian  integral dari kehidupan sosial. Terutama, untuk memenuhi kebutuhan  intelektual masyarakat. &lt;br /&gt;Madrasah sebagai pusat pendidikan dan  kesetaraan ini terus menyebar seiring dengan kian luasnya kekuasaan  Turki Usmani. Saat menaklukkan sebuah wilayah baru, segera dibangun  masjid dan madrasah. Secara struktural, madrasah-madrasah itu merupakan  bagian dari sistem wakaf dan otonom secara finansial.&lt;br /&gt;Kegiatan  madrasah-madrasah juga berada di bawah pengawasan negara. Madrasah tidak  hanya didirikan oleh sultan dan anggota keluarga kerajaan. Namun,  banyak madrasah yang didirikan oleh para wazir, negarawan, dan  cendekiawan.&lt;br /&gt;Pada periode sebelum berkuasanya Sultan Mehmed II,  pendidikan di madrasah ditekankan pada studi agama. Namun, selanjutnya  madrasah juga memasukkan bahan ajaran lainnya selain agama. Maka,  kemudian muncul daftar pelajaran seperti ilmu logika, filsafat, dan  matematika mulai diajarkan oleh para guru di berbagai madrasah. Di  madrasah tertentu juga diajarkan ilmu kedokteran dan astronomi. Ini  memantik pendirian rumah sakit dan observatorium.&lt;br /&gt;Selama abad  ke-19, masih terdapat 166 madrasah yang aktif di Istanbul dengan 5.369  murid. Namun, pada 1924, setelah berdirinya Republik Turki, setelah  revolusi pendidikan, madrasah Kekaisaran Turki Usmani dihapuskan  fungsinya.&lt;br /&gt;Sumber : http://www.republika.co.id/ &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-4813789704983268734?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/4813789704983268734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=4813789704983268734&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/4813789704983268734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/4813789704983268734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/04/lihatlah-potret-madrasah-di-era-turki.html' title='Lihatlah Potret Madrasah di Era Turki Usmani'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-1089090079712860542</id><published>2010-04-16T15:47:00.000+07:00</published><updated>2010-04-16T15:47:00.038+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Digest'/><title type='text'>Inilah Kisah Ilyas dalam Injil Barnabas</title><content type='html'>&lt;div class="arial13"&gt;                   &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="newstext"&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/images/_100415220548.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Inilah Kisah Ilyas dalam Injil Barnabas" border="0" height="260" src="http://www.republika.co.id/images/_100415220548.jpg" title="ilustrasi" width="360" /&gt;&lt;/a&gt;Umat Islam percaya dan mengimani bahwa  Ilyas adalah seorang Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah SWT. Ia  diutus kepada kaum Bani Israil. Dahulunya, kaumnya ini beriman, namun  sepeninggal Daud dan Sulaiman AS, mereka menyembah berhala yang bernama  Ba’al. Mereka kemudian diazab oleh Allah dengan bencana kekeringan yang  sangat panjang.&lt;br /&gt;Kisah Nabi Ilyas berdakwah kepada kaumnya ini,  juga terdapat dalam Injil. Namun, kisahnya tidak ditemukan dalam Taurat.  Hal ini dikarenakan, pengutusan Ilyas lebih belakang dibandingkan  dengan Nabi Musa AS yang menerima kitab Taurat.&lt;br /&gt;Kisahnya  dikemukakan dalam Injil Barnabas. Dalam Injil Barnabas ini, ditulis  bahwa Ilyas seringkali memberikan nasehat kepada kaumnya. Dalam Barnabas  disebutkan, namanya adalah Ilya. Berikut nasehatnya yang disebutkan  dalam Injil Barnabas dari ayat 23-49.&lt;br /&gt;"Ilyas adalah hamba Allah.  Hal ini ditulis bagi semua orang yang menginginkan untuk berjalan  bersama Allah Pencipta mereka. Sesungguhnya orang yang suka untuk banyak  belajar maka ia akan sedikit takut kepada Allah.&lt;br /&gt;Karena orang  yang takut kepada Allah maka ia akan merasa puas untuk mengetahui  apa-apa yang diinginkan Allah saja. Hendaklah orang-orang yang  menginginkan untuk mengerjakan amal-amal yang saleh memperhatikan diri  mereka karena seseorang tidak akan memperoleh manfaat ketika mendapati  dunia mendapatkan keuntungan sementara ia mendapati kerugian.&lt;br /&gt;Selanjutnya,  hendaklah orang yang mengajari orang lain berusaha untuk lebih baik  daripada orang lain karena tidak akan bermanfaat suatu nasihat yang  diberikan oleh orang yang tidak mengamalkan apa yang dikatakannya.  Sebab, bagaimana seorang yang salah dapat memperbaiki kehidupannya  sementara ia mendengar seorang yang lebih buruk darinya berusaha untuk  mengajarinya.&lt;br /&gt;Kemudian hendaklah orang yang mencari Allah  berusaha lari dari percakapan dengan manusia karena Musa ketika berada  sendirian di atas gunung Sinai’ maka beliau menemukan Allah dan  berdialog dengan-Nya sebagaimana seorang pecinta berdialog dengan  kekasihnya. Dan hendaklah orang-orang yang mencari Allah berusaha keluar  sekali setiap tiga puluh kali ke tempat yang biasa di jadikan  perkumpulan oleh masyarakat dunia.&lt;br /&gt;Karena boleh jadi ia dapat  melakukan suatu amal pada satu hari saja namun dihitung amalnya itu  selama dua tahun, khususnya berkaitan dengan pekerjaan yang di situ ia  mencari ridha Allah. Hendaklah ketika ia berbicara tidak melihat ke arah  mana pun kecuali ke arah dua kakinya, dan ketika ia berbicara hendaklah  mengatakan hal yang penting saja. Hendaklah ketika ia makan tidak  berdiri dari meja makan dalam keadaan kekenyangan.&lt;br /&gt;Dan hendaklah  mereka berpikir setiap hari karena boleh jadi mereka tidak akan menemui  hari berikutnya. Dan hendaklah mereka benar-benar memanfaatkan waktu  mereka sebagaimana mereka selalu bernafas. Hendaklah satu baju dari  kulit binatang cukup untuk mereka. Hendaklah mereka setiap malam  berusaha untuk tidur tidak lebih dari dua jam. Hendaklah mereka berusaha  berdiri di tengah-tengah salat dengan rasa takut.&lt;br /&gt;Kerjakanlah  semua ini dalam rangka mengabdi kepada Allah dengan menjunjung tinggi  syariat-Nya yang Allah karuniakan kepada kalian melalui Nabi Musa.  Karena dengan cara seperti ini, kalian akan menemukan Allah dan kalian  akan merasakan pada setiap zaman dan tempat bahwa kalian berada di bawah  naungan Allah dan Dia akan selalu bersama kalian."&lt;br /&gt;Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-1089090079712860542?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/1089090079712860542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=1089090079712860542&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/1089090079712860542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/1089090079712860542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/04/inilah-kisah-ilyas-dalam-injil-barnabas.html' title='Inilah Kisah Ilyas dalam Injil Barnabas'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-8803476445578584443</id><published>2010-04-14T08:52:00.000+07:00</published><updated>2010-04-14T08:52:41.136+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persembahan revolusioner'/><title type='text'>Penghasilan PNS Super Maxima</title><content type='html'>&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2010/04/pns-korpri.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-19852" height="189" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2010/04/pns-korpri.jpg" title="pns-korpri" width="252" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Dr. Fahmi Amhar&lt;br /&gt;Prof. Dr. Mahfud M. D., Ketua Mahkamah Konstitusi memiliki ide yang  brilyan: para pejabat atau pegawai negeri sipil (PNS) di pos-pos  tertentu - terutama yang menyangkut hukum atau keuangan, agar melaporkan  kekayaannya, lalu kalau ternyata melebihi batas tertentu, diberi waktu  dua bulan untuk menjelaskan dari mana sumber kekayaannya itu.&amp;nbsp; Kalau  tidak bisa, maka berarti kekayaannya hasil korupsi, sehingga pantas  dihukum seberat-beratnya, kalau perlu hukuman mati.&lt;br /&gt;Masalahnya sekarang, berapa penghasilan &lt;em&gt;super maxima&lt;/em&gt; dari  PNS yang paling &lt;em&gt;top markotop&lt;/em&gt; itu?&lt;br /&gt;Penghasilan PNS yang legal memang bukan cuma dari gaji, namun juga  dari berbagai tunjangan dan dari penghasilan lain yang sah.&amp;nbsp; Menurut  Permenkeu no 01/PM.02/2009 tentang Standard Biaya Umum Tahun Anggaran  2010, ada beberapa penghasilan yang masuk akal, dan mungkin terjadi pada  PNS yang memang memiliki kompetensi dan kapasitas tinggi.&amp;nbsp; Berikut ini  adalah simulasi penghasilan PNS yang “&lt;em&gt;super maxima”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah ini seorang PNS golongan IV/d, dengan jabatan fungsional  peneliti utama, yang juga karena kompetensi, kerajinan dan loyalitasnya  kepada pimpinan, mendapat tugas penelitian (riset insentif), juga sering  ke daerah untuk memberi pelatihan teknis atau menjadi narasumber di  berbagai lokakarya atau seminar di satker lain, juga sering dikirim ke  Luar Negeri untuk menjadi delegasi Indonesia pada berbagai event ilmiah  internasional. Berapa kira-kira penghasilan maksimumnya dalam setahun?&lt;br /&gt;(1)&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gaji pokok golongan IV/d masa kerja golongan 20 tahun = Rp.  1.738.800, ditambah tunjangan 1 istri (10%) dan 2&amp;nbsp; anak (@ 2%) = Rp.  23.775.840/tahun (Perpres 1/2006 ttg Penyesuaian Gaji Pokok PNS)&lt;br /&gt;(2)&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebagai peneliti utama, dia berhak mendapat tunjangan peneliti  senilai Rp. 1.400.000 / per bulan atau Rp. 16.800.000/tahun.&lt;br /&gt;(3)&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk tugas riset insentif, &amp;nbsp;dia mendapat tambahan maksimum Rp.  50.000/jam x 20 jam / minggu.&amp;nbsp; Dan karena setahun ada cuti dua minggu,  maka dihitung 50 minggu, dan berarti Rp. 50 juta.&amp;nbsp; Setelah dipotong PPh  (pasal 21) 15% maka tinggal Rp. 42,5 juta.&lt;br /&gt;(4)&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tugas ke daerah 40 kali dalam setahun, dan setiap kali biasanya  dihitung 3 hari.&amp;nbsp; Dan karena di lokasi sering dijamu penuh oleh tuan  rumah, maka uang lumpsum dia sebesar Rp. 300.000/hari utuh, maka ini  berarti tambahan penghasilan 300.000 x 3 x 40 = Rp. 36 juta.&amp;nbsp; Lumpsum  ini bebas pajak!&lt;br /&gt;(5)&amp;nbsp;&amp;nbsp; Honor narasumber sendiri, dihitung 2 x 3 Orang-Jam, dan karena  pakar honornya Rp. 1.150.000,-/OJ, jadi kalau setahun 40 kali jadi  narasumber, maka kira-kira menghasilkan Rp. 276 juta, dan setelah  dipotong PPh (Pasal 21) menjadi Rp. 234,6 juta.&lt;br /&gt;(6)&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tugas ke Luar Negeri 10 kali dalam setahun, dan setiap kali  biasanya dihitung 5 hari.&amp;nbsp; Karena di lokasi sering dijamu KBRI, maka  lumpsum dia sebesar rata-rata US$ 300/hari hanya terpakai untuk sewa  hotel, dan karena pandai memilih hotel murah via internet, savingnya  rata-rata US$ 250/hari. Dengan kurs Rp. 9000/US$ &amp;nbsp;maka saving setahun  jadi Rp. 112,5 juta.&amp;nbsp; Dan ini bebas  pajak!&lt;br /&gt;Dari poin 1 sampai 6 saja, sudah didapatkan penghasilan dari APBN  total sekitar Rp. 466.175.840,-&amp;nbsp; Semua penghasilan ini wajar dan legal,  mematuhi semua aturan.&amp;nbsp; Untuk perjalanan misalnya, semuanya &lt;em&gt;at cost&lt;/em&gt;,  tidak perlu markup tiket atau memalsu &lt;em&gt;bill&lt;/em&gt; hotel.&lt;br /&gt;(7)&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kalau dia ada di institusi yang sudah remunerasi, dan asumsikan  dia ada di pertengahan dengan tambahan tunjangan Rp. 25 juta / bulan,  dan ini otomatis mencakup tunjangan peneliti dia, maka tambahannya  adalah (25 - 1,4) x 12 = Rp. 283,2 juta, atau setelah dipotong pajak Rp.  240.720.000.&lt;br /&gt;Dengan remunerasi ini, PNS super maxima ini dapat penghasilan dari  APBN setahun Rp. 706.895.840,-&lt;br /&gt;Dan ini belum semua.&amp;nbsp; Karena intelektualnya, dia dicari oleh berbagai  PTS untuk mengajar.&lt;br /&gt;(8)&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada malam hari atau hari Sabtu/Minggu masih memberi kuliah S2  di Perguruan Tinggsi Swasta 2 kali seminggu, setiap kali 3 jam, dan  setiap jam diberi honor Rp. 200.000,-, jadi = Rp. 1,2 juta&amp;nbsp; / minggu,  selama 16 kali/semester atau setahun Rp. 38,4 juta, dipotong Pph (Pasal  21) menjadi Rp. 32.640.000,-&lt;br /&gt;(9)&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebagai dosen, dapat tambahan lagi karena membimbing tesis dan  menguji.&amp;nbsp; Asumsikan mahasiswa yang dibimbing dan diuji adalah 20 orang  tiap semester, untuk setiap bimbingan/pengujian dapat honor Rp 2 juta,  maka setahun menjadi Rp. 80 juta, setelah potong pajak menjadi Rp. 68  juta&lt;br /&gt;Kesimpulannya, penghasilannya hanya Rp. 807.535.840,-, setahun, tidak  sampai Rp 1 Milyar !&lt;br /&gt;Kalaulah untuk kebutuhan hidup dan sekolah anak-anak, yang kebetulan  cerdas-cerdas (sehingga selalu di sekolah negeri yang baik dan dekat,  tidak perlu kost atau ongkos), perlu Rp. 5 juta/bulan (60 juta/tahun), &lt;strong&gt;maka  savingnya adalah sekitar Rp. 750 juta/tahun.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau ternyata kekayaannya setelah 10 tahun bekerja (dengan  mengabaikan inflasi), lebih dari 7,5 Milyar, maka itu sudah sangat  aneh.&amp;nbsp; Ini hanya mungkin kalau ada penjelasan lain. Misalnya:&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Istri/suaminya juga bekerja sebagai eksekutif suatu BUMN atau  perusahaan multinasional top, dengan salary Rp. 300 juta/bulan = Rp.  3,6 M / tahun (setelah PPh menjadi Rp. 3,06 M)&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menjadi super motivator / entertainer, dan setiap tampil  dibayar US$ 10.000, 50 minggu setahun, ini = Rp 4,5 M/tahun (setelah PPh  Rp. 3,825 M).&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memiliki buku bestseller, melebihi Laskar Pelangi, dicetak 1  juta exemplar setahun, dan mendapat royalti 10% dari harga toko yang Rp.  50.000,-, jadi tambahan penghasilan Rp. 5 M/tahun (setelah PPh menjadi  Rp. 4.25 M)&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memiliki investasi bisnis yang sudah mapan (tak perlu  ditungguin), misal toko beras on-line beromzet 3000 ton / bulan, dengan  nett profit setelah pajak sekitar Rp. 300 juta/bulan atau = Rp. 3,60 M /  tahun.&amp;nbsp; Kalau bisnis ini tumbuh 15% per tahun, maka di tahun ke-10 nett  profitnya sudah 14.5 M per tahun.&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memiliki temuan teknologi yang dipatenkan atau software  computer yang laris, terjual di seluruh dunia 1 juta copy dengan nett  profit per copynya Rp. 1 juta, maka ini sudah Rp. 1 Triliun sendiri.&lt;br /&gt;Jadi mudah sekali meminta dibuktikan, apakah kekayaan yang super  maxima itu halal atau tidak.&amp;nbsp; &lt;strong&gt;Tinggal mau tidak kita menerapkan  asas pembuktian terbalik? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Khalifah Umar bin Khattab r.a. sudah menerapkan asas  pembuktian terbalik kepada para pejabatnya 1400 tahun yang lalu!&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-8803476445578584443?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/8803476445578584443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=8803476445578584443&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/8803476445578584443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/8803476445578584443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/04/penghasilan-pns-super-maxima.html' title='Penghasilan PNS Super Maxima'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-2019185375679956714</id><published>2010-04-08T06:02:00.000+07:00</published><updated>2010-04-08T06:02:19.743+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhasabah'/><title type='text'>Renungan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Wahai sahabat.Tanpa disadari waktu terus berjalan dengan cepat, yang tidak bisa kita kembali lagi untuk mengulangnya. Apakah semua amalan kita sudah cukup untuk bekal kita nanti? berhati-hatilah terhadap kegelinciran yang tidak kita sadari. Bawalah bekal dari dunia sebelum mati. Marilah kita koreksi kembali diri kita masing-masing (instropeksi), dan takutlah kepada Allah ketika khalwat (sendiri). Berfikirlah, renungkanlah, berlombalah dan perbanyaklah amal-amal dalam usia yang pendek ini:o:p&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt; * Sebelum ada panggilan perpisahan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #38761d;" /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Sebelum mati datang tiba-tiba&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #38761d;" /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Sebelum terhalang antara diri dan antara kesukaan dalam hidup ini&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #38761d;" /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Sebelum berangan-angan untuk kembali ke dunia, dimana hal itu tidak mungkin terjadi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Wahai Sahabat Persiapkanlah bekal untuk perjalanan kita yang hampir sampai waktunya. Perjalanan yang tidak mungkin kembali. Bersungguh-sungguhlah dan bersiap-siaplah untuk perjalanan tersebut. Perbanyaklah amal-amal shalih, sebab tak lama lagi dunia ini akan berpisah dengan kita dan akhirat segera menjelang. Bekal untuk perpisahan ke rumah abadi harus disediakan. Bangkit dan tanamkan ketaqwaan dalam perkataan dan perbuatan. Jangan terlalu berbangga dengan kehidupan dunia. Jangan memperbanyak hal-hal yang membawa dosa. Hati-hatilah dan jangan tertipu oleh angan-angan yang menyesatkan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibelakang kita adalah kuburan-kuburan yang mengerikan, mencekam dan penuh ancaman yang menyulitkan. Nafas terasa sempit dan akan melihat hal-hal yang belum pernah kita perkirakan sebelumnya. Kesulitan besar akan dialami ditempat tersebut. Disanalah hati terasa copot, dan jiwa akan teringat waktu-waktu yang ditinggalkan tanpa amal. Serta berangan-angan sekiranya bisa menambah kebaikan, pasti akan ringanlah hukuman yang ditimpakan. Namun itu tidak mungkin. Allah berfirman (QS Yunus : 30) :&amp;nbsp; Ditempat itu (padang mahsyar) tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah diperbuatnya dulu, mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Wahai Sahabat, Kecemasan dan penyesalan terhadap dunia yang berakhir dengan kemusnahan dan kerusakan; kecemasan dan penyesalan terhadap umur panjang namun membosankan, semua itu tidak ada artinya.Waktu terbuang percuma diatas permadani permainan dan kealpaan, siang malam dihabiskan untuk kenikmatan dan kesenangan fana serta syahwat, atau membaca bacaan yang merangsang bahkan mendorong pada perbuatan dosa dan kesalahan besar.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dengan penyesalan yang tak terhingga itu, kita pergi dan tak akan kembali. Penyesalan atas dosa yang pasti dihisab (dihitung), baik yang besar maupun yang kecil, penyesalan atas kalbu yang alpa dalam kegelapan, penyesalan atas lidah yang tak henti-hentinya berdusta, bergunjing, memfitnah, dan lain sebagainya; penyesalan atas lidah yang tak pernah berdzikir kepada Allah Pencipta langit, semua itu tinggal penyesalan dan penyesalan. Alangkah ruginya orang yang menghabiskan umurnya dalam kemungkaran dan dosa besar, orang yang dagangannya maksiat dan dosa-dosa.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Wahai Sahabat Janganlah berbicara tentang dunia seolah seperti layaknya orang zahidin (orang yang tidak tamak kepada dunia), namun perbuatan kita di dunia tak ubahnya seperti orang-orang yang memuja dunia. Kita menyukai orang shalih tapi tidak beramal seperti mereka. Kita benci kepada orang yang berbuat kemungkaran, sementara kita sendiri justru seperti mereka.Kita takut mati karena merasa banyak dosanya, hingga sama sekali tidak ingin mati. Kita tidak yakin pada rezeki yang diberikan dan tidak melakukan apa yang diwajibkan. Kita tenang-tenang saja mengerjakan dosa saat memperoleh kenikmatan, bahkan meminta tambahan kenikmatan lagi tanpa bersyukur.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Ya Allah anugrahkanlah kepada kami perbaikan atas kekurangan-kekurangan yang ada pada kami. Jadikanlah takwa sebagai bekal kami. Dalam agama-Mu kami berjihad. Kepada-Mu-lah kami bertawakal dan bersandar, dengan rahmat-Mu Allah Yang Maha Pengasih.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Wahai para hamba Allah, Bagaimanakah bila ruh telah sampai ditenggorokan, dan betis-betis saling bertindih, suami istri saling berpisah dengan anak-anak dan teman-temannya? Bagaimanakah bila sudah diusung diatas pundak-pundak, dan kemudian dibaringkan dengan berbantal tanah dalam kegelapan kubur, serta sempitnya lahat? Bagaimanakah bila datang kepada anda malaikat Munkar dan Nakir yang mendudukkan anda lalu bertanya? Bagaimanakah bila anda keluar dari kubur pada hari kebangkitan nanti? Bagaimanakah bila rapor anda berterbangan, sedang shirat(titian) telah dipasang, timbangan telah disiapkan. Allah, Allah Ingatlah wahai hamba Allah, inilah tempat kembali. Inilah akhirnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Wahai Sahabat, Pintu taubat masih terbuka dan Allah masih membebaskan hamba-Nya yang mukmin. Kembalilah dan datanglah kepada-Nya dengan tunduk. Luangkanlah waktu untuk menghadapkan wajah kepada-Nya sebagai ganti atas sibuknya urusan dunia yang fana ini. Semoga Allah memperbaiki keadaan kita, dan mengampuni dosa-dosa kita. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-2019185375679956714?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/2019185375679956714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=2019185375679956714&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/2019185375679956714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/2019185375679956714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/04/renungan.html' title='Renungan'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-6083848376796619252</id><published>2010-04-07T17:47:00.002+07:00</published><updated>2010-04-07T17:47:30.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu Hadits'/><title type='text'>Belajar Hadits</title><content type='html'>"Pada suatu hari, Rasulullah saw. muncul di antara kaum muslimin. Lalu  datang seorang laki-laki dan bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Iman  itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beriman kepada Allah,  malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya,  rasul-rasul-Nya dan kepada hari berbangkit. Orang itu bertanya lagi:  Wahai Rasulullah, apakah Islam itu? Rasulullah saw. menjawab: Islam  adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan  apa pun, mendirikan salat fardu, menunaikan zakat wajib dan berpuasa di  bulan Ramadan. Orang itu kembali bertanya: Wahai Rasulullah, apakah  Ihsan itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beribadah kepada Allah  seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka  sesungguhnya Dia selalu melihatmu. Orang itu bertanya lagi: Wahai  Rasulullah, kapankah hari kiamat itu? Rasulullah saw. menjawab: Orang  yang ditanya mengenai masalah ini tidak lebih tahu dari orang yang  bertanya. Tetapi akan aku ceritakan tanda-tandanya; Apabila budak  perempuan melahirkan anak tuannya, maka itulah satu di antara tandanya.  Apabila orang yang miskin papa menjadi pemimpin manusia, maka itu  tarmasuk di antara tandanya. Apabila para penggembala domba saling  bermegah-megahan dengan gedung. Itulah sebagian dari tanda-tandanya yang  lima, yang hanya diketahui oleh Allah. Kemudian Rasulullah saw. membaca  firman Allah Taala:  Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah  pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan  mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat  mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada  seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati.  Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.  Kemudian orang  itu berlalu, maka Rasulullah saw. bersabda: Panggillah ia kembali! Para  sahabat beranjak hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat  seorang pun. Rasulullah saw. bersabda: Ia adalah Jibril, ia datang untuk  mengajarkan manusia masalah agama mereka"&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt; HR. Abu  Hurairah &lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-6083848376796619252?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/6083848376796619252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=6083848376796619252&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/6083848376796619252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/6083848376796619252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/04/belajar-hadits_07.html' title='Belajar Hadits'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-1284901742310105584</id><published>2010-04-07T17:44:00.000+07:00</published><updated>2010-04-07T17:44:36.150+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu Hadits'/><title type='text'>Belajar Hadits</title><content type='html'>"Ketika   Abu Thalib menjelang kematian, Rasulullah saw. datang  menemuinya. Ternyata di sana sudah ada   Abu Jahal dan   Abdullah bin  Abu Umayyah bin Mughirah. Lalu Rasulullah saw. berkata: Wahai pamanku,  ucapkanlah: Laa ilaaha illallah, ucapan yang dapat kujadikan saksi  terhadapmu di sisi Allah. Tetapi   Abu Jahal dan   Abdullah bin Abu  Umayyah berkata: Hai   Abu Thalib, apakah engkau membenci agama   Abdul  Muthalib? Rasulullah saw. terus-menerus menawarkan kalimat tersebut dan  mengulang-ulang ucapan itu kepada   Abu Thalib, sampai ia mengatakan  ucapan terakhir kepada mereka, bahwa ia tetap pada agama   Abdul  Muthalib dan tidak mau mengucapkan: Laa ilaaha illallah. Lalu Rasulullah  saw. bersabda: Sungguh, demi Allah, aku pasti akan memintakan ampunan  buatmu, selama aku tidak dilarang melakukan hal itu untukmu. Kemudian  Allah Taala menurunkan firman-Nya: Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan  orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi  orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum  kerabat mereka, sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang  musyrik itu penghuni neraka jahim. Dan mengenai   Abu Thalib, Allah  Taala menurunkan firman-Nya: Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi  petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk  kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui  orang-orang yang mau menerima petunjuk "&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt; HR. Musayyab bin  Hazn ra &lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-1284901742310105584?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/1284901742310105584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=1284901742310105584&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/1284901742310105584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/1284901742310105584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/04/belajar-hadits.html' title='Belajar Hadits'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-3426380490604418040</id><published>2010-03-30T08:26:00.002+07:00</published><updated>2010-03-30T08:26:26.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khabar'/><title type='text'>Presiden Obama Diam-diam ke Afghanistan</title><content type='html'>&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2010/03/kejahatan-obama.jpeg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-19221" height="151" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2010/03/kejahatan-obama.jpeg" title="kejahatan-obama" width="229" /&gt;&lt;/a&gt;NEW YORK–Presiden Amerika Serikat Barack Obama melakukan  kunjungan rahasia ke Afghanistan dan tiba di negara bergolak tersebut  Minggu untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Hamid Karzai serta  menemui para tentara AS yang bertugas di lapangan.&lt;br /&gt;Menurut laporan berbagai media AS, kunjungan itu dilakukan Obama  tanpa ada pemberitahuan resmi sebelumnya kepada pers, yang diyakini  karena masalah keamanan.&amp;nbsp; Tidak ada informasi dari para pejabat Gedung  Putih soal kunjungan tersebut sampai pesawat Obama mendarat di  Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;New York Times&lt;/em&gt; melaporkan,  pesawat kepresidenan Amerika “Air Force One” yang membawa Obama dari  Washington, DC, tiba di Pangkalan Udara Bagram di Afghanistan setelah  menempuh perjalanan selama 13 jam tanpa jeda.&amp;nbsp; Dari pangkalan tersebut,  Obama langsung naik helikopter menuju ibukota Afghanistan, Kabul, yang  mendarat di halaman kompleks istana kepresiden Afghanistan.&lt;br /&gt;Di istana tersebut, Obama mendapat sambutan resmi dari Presiden Hamid  Karzai melalui upacara 10 menit yang antara lain diisi dengan  pengumandangan lagu kebangsaan AS dan Afghanistan. Dalam pertemuannya  dengan Hamid Karzai, Obama membicarakan kerjasama militer antara lain  dalam menangani pemberontakan oleh gerilyawan Taliban.&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, Obama juga menyuarakan harapan bahwa Afghanistan  dapat membuat kemajuan di bidang sipil dalam tata pemerintahan yang  baik, penegakan hukum serta pemberantasan korupsi. Harapan AS itu  sebelumnya telah diungkapkan Penasihat Keamanan Nasional Jenderal James  L. Jones yang berbicara kepada para wartawan di “Air Force One” saat  pesawat itu sedang menuju Bagram.&lt;br /&gt;Menurut keterangan Departemen Pertahanan AS, Jones mengatakan  Presiden Obama akan melibatkan mitranya dari Afghanistan itu dalam  berbagai upaya untuk membuat kemajuan dalam bidang-bidang yang selama  ini perlu perhatian Afghanistan.&amp;nbsp; Jones antara lain menyebut  pemberantasan korupsi, sistem penunjukan pejabat penting pemerintahan  berdasarkan prestasi, serta pemberantasan praktek perdagangan narkotik,  yang dianggap menggerakkan perekonomian para gerilyawan di Afghanistan.&lt;br /&gt;Dalam kunjungannya, Presiden Obama juga menemui sebagian dari puluhan  ribu tentara AS yang dikirim ke Afghanistan sejak ia menjabat sebagai  presiden.&amp;nbsp; Kunjungannya terhadap para tentara AS itu dianggap berbagai  kalangan sebagai hal yang sangat penting di tengah munculnya laporan  para pejabat militer tentang meningkatnya jumlah korban di pihak AS di  Afghanistan.&lt;br /&gt;Pasukan Amerika yang tewas di Afghanistan jumlahnya dilaporkan  bertambah hampir dua kali lipat dalam tiga bulan pertama tahun 2010,  jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009.&amp;nbsp; Kunjungan Obama  di Afganistan tersebut berlangsung relatif singkat. Ia tiba pada Minggu  malam waktu setempat dan pada Senin dini hari akan bertolak kembali ke  AS. (republika.co.id, 29/3/2010)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-3426380490604418040?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/3426380490604418040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=3426380490604418040&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/3426380490604418040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/3426380490604418040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/03/presiden-obama-diam-diam-ke-afghanistan.html' title='Presiden Obama Diam-diam ke Afghanistan'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-5972616675724310937</id><published>2010-03-30T07:40:00.000+07:00</published><updated>2010-03-30T07:40:36.051+07:00</updated><title type='text'>Shaum sunnah yang dianjurkan oleh Rosul SAW itu apa saja, dan keutamaan dan pahalanya</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Puasa Daud&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bentuknya adalah puasa sehari dan berbuka&lt;br /&gt;sehari. Puasa ini termasuk puasa sunnah yang paling afdhal (utama)&lt;br /&gt;dibandingkan dengan puasa-puasa sunnah lainnya berdasarkan sabda nabi&lt;br /&gt;SAW:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Shalat (sunnah) yang paling dicintai oleh Allah adalah&lt;br /&gt;shalat (seperti) Nabi Daud as. Dan puasa (sunnah) yang paling dicintai&lt;br /&gt;Allah adalah puasa (seperti) Nabi Daud as. Beliau tidur separuh malam,&lt;br /&gt;lalu shalat 1/3-nya dan tidur 1/6-nya lagi. Beliau puasa sehari dan&lt;br /&gt;berbuka sehari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Ibnu Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW&lt;br /&gt;bersabda, "Puasalah sehari dan berbukalah sehari. Itu adalah puasanya&lt;br /&gt;nabi Daud as dan itu adalah puasa yang paling utama. Aku menjawab,"Aku&lt;br /&gt;mampu lebih dari itu." Nabi SAW bersabda, "Tidak ada lagi yang lebih&lt;br /&gt;utama dari itu." (HR Bukhari - Shahih Bukhori Juz 2 halaman 697 hadits&lt;br /&gt;nomor 1875)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Puasa Asyura dan Tasu’a.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yaitu puasa pada hari kesepuluh dan kesembilan bulan Muharram, sesuai  dengan hadits Rasulullah SAW berikut ini: &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari&lt;br /&gt;Humaid bin Abdir Rahman, ia mendengar Muawiyah bin Abi Sufyan RA&lt;br /&gt;berkata, "Wahai penduduk Madinah, di mana ulama kalian? Aku mendengar&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Ini hari Assyura, dan Alloh tidak mewajibkan&lt;br /&gt;shaum kepada kalian di hari itu, sedangkan saya shaum, maka siapa yang&lt;br /&gt;mau shaum hendaklah ia shaum dan siapa yang mau berbuka hendaklah ia&lt;br /&gt;berbuka." (HR Bukhori 2003)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juga ada hadits lainnya berikut ini: &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari&lt;br /&gt;Ibnu Abbas r.a, ia berkata, "Ketika Rasulullah SAW tiba di kota Madinah&lt;br /&gt;dan melihat orang-orang Yahudi sedang melaksanakan shaum assyuraa,&lt;br /&gt;beliau pun bertanya? Mereka menjawab, "Ini hari baik, hari di mana&lt;br /&gt;Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka lalu Musa shaum pada&lt;br /&gt;hari itu. Maka Rasulullah SAW menjawab, "Aku lebih berhak terhadap Musa&lt;br /&gt;dari kalian, maka beliau shaum pada hari itu dan memerintahkan untuk&lt;br /&gt;melaksanakan shaum tersebut.""" (HR Bukhori 2004)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Ibnu Abbas&lt;br /&gt;RA, ia berkata, "Pada saat Rasulullah SAW melaksanakan shaum Assyura&lt;br /&gt;dan memerintah para sahabat untuk melaksanakannnya, mereka berkata,&lt;br /&gt;"Wahai Rasulullah hari tersebut (assyura) adalah hari yang&lt;br /&gt;diagung-agungkan oleh kaum Yahudi dan Nashrani." Maka Rasulullah SAW&lt;br /&gt;bersabda, "Insya Allah jika sampai tahun yang akan datang aku akan&lt;br /&gt;shaum pada hari kesembilannya." Ibnu Abbas berkata, "Rasulullah SAW&lt;br /&gt;meninggal sebelum sampai tahun berikutnya." (HR Muslim 1134)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah&lt;br /&gt;SAW bersabda, "Shaumlah kalian pada hari assyura dan berbedalah dengan&lt;br /&gt;orang Yahudi. Shaumlah kalian sehari sebelumnya atau sehari&lt;br /&gt;sesudahnya." (HR Thohawy dan Baihaqy serta Ibnu Huzaimah 2095)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun&lt;br /&gt;keutamaan shaum tersebut sebagaimana diriwayatkan dalam hadits dari Abu&lt;br /&gt;Qatadah, bahwa shaum tersebut bisa menghapus dosa-dosa kita selama&lt;br /&gt;setahun yang telah lalu. (HR Muslim 2/819)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Nawawy ketika&lt;br /&gt;menjelaskan hadits di atas beliau berkata, "Yang dimaksud dengan&lt;br /&gt;kafarah dosa adalah penghapus dosa-dosa kecil, akan tetapi jika orang&lt;br /&gt;tersebut tidak memiliki dosa-dosa kecil diharapkan dengan shaum&lt;br /&gt;tersebut dosa-dosa besarnya diringankan, dan jika ia pun tidak memiliki&lt;br /&gt;dosa-dosa besar, Allah akan mengangkat derajat orang tersebut di&lt;br /&gt;sisi-Nya."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Puasa Hari Arafah dan Tarwiyah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Puasa&lt;br /&gt;Arafah yaitu puasa pada tanggal 9 bulan Zul-Hijjah, sedangkan puasa&lt;br /&gt;tarwiyah adalah puasa pada tanggal 8 bulan Zul-Hijjah. Puasa sunnah itu&lt;br /&gt;berdasarkan dalil berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Puasa hari Arafah itu -ahtasibu alallah- bahwa dia itu menggugurkan  dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya. (HR Muslim) &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan dalil puasa 8 hari bulan Zulhijjah adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Empat&lt;br /&gt;hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW: puasa hari&lt;br /&gt;Asyura, puasa 1-8 Zulhijjah, 3 hari tiap bulan dan dua rakaat sebelum&lt;br /&gt;fajar. (HR Ahmad, Abu Daud dan Nasai). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Ibni Abbas ra bahwa&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada amal yang lebih dicintai Allah dari&lt;br /&gt;hari ini, (yaitu 10 hari bulan Zulhijjah)." Mereka bertanya, "Ya&lt;br /&gt;Rasulullah SAW, dibandingkan dengan jihad fi sabilillah?" "Meskipun&lt;br /&gt;dibandingkan dengan jihad fi sabililllah." (HR Jamaah keculai Muslim&lt;br /&gt;dan Nasai Lihat Nailul Authar: 3/312).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak ada hari dimana&lt;br /&gt;Allah SWT membebaskan hamba-Nya dari api neraka dibandingkan hari lain&lt;br /&gt;kecuali pada hari Arafah. (HR Muslim).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Puasa 6 Hari pada Bulan Syawwal&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketentuan&lt;br /&gt;tentang masyru’iyah puasa sebanyak 6 hari di bulan syawwal didasarkan&lt;br /&gt;pada Rasulullah SAW yang shahih riwayat Imam Muslim. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Abi&lt;br /&gt;Ayyub Al-Anshari r.a. bahwa orang yang puasa Ramadhan lalu dilanjutkan&lt;br /&gt;dengan puasa 6 hari Syawwal, maka seperti orang yang berpuasa setahun.&lt;br /&gt;(HR Muslim).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juga ada hadits lainnya yang juga menguatkan masyru’iyah puasa  Syawwal, yaitu hadits Tsauban berikut ini:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari&lt;br /&gt;Tsauban r.a., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Puasa Ramadhan pahalanya&lt;br /&gt;seperti puasa 10 bulan. Dan puasa 6 hari setelahnya (Syawwal) pahalanya&lt;br /&gt;sama dengan puasa 2 bulan. Dan keduanya itu genap setahun."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian&lt;br /&gt;kalangan Al-Hanafiyah tidak menganggapnya sunnah dan merupakan pendapat&lt;br /&gt;menyendiri dari kalangan mazhab Al-Hanafiyah. Diriwayatkan bahwa&lt;br /&gt;Al-Imam Abu Hanifah menghukumi karahah puasa 6 hari Syawwal baik&lt;br /&gt;berturut-turut maupun tidak berturutan. Sedangkan Abu Yusuf, salah&lt;br /&gt;seorang ulama dari mazhab Al-Hanafiyah mengatakan bahwa karahahnya&lt;br /&gt;hanyalah bila puasa 6 hari Syawwal itu dilakukan dengan cara&lt;br /&gt;berturut-turut. Sedangkan bila dilakukan dengan tidak berturut-turut,&lt;br /&gt;maka tidak makruh. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun para ulama Al-Hanafiyah dari kalangan&lt;br /&gt;mutaakhirin tidak berpendapat sebagaimana pendapat Al-Imam Abu Hanifah.&lt;br /&gt;Mereka sebagaimana pendapat dari mazhab lainnya menyatakan bahwa puasa&lt;br /&gt;6 hari di bulan Syawwal itu memang hukumnya sunnah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan&lt;br /&gt;jumhur fuqaha (mayoritas ulama fiqih) baik dari kalangan Al-Malikiyah,&lt;br /&gt;Asy-Syafi’iyah mapun Al-Hanabilah semua sepakat mengatakan bahwa puasa&lt;br /&gt;6 hari di bulan Sawwal itu hukumnya sunnah. Meskipun mereka berbeda&lt;br /&gt;pendapat tentang cara melakukannya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Haruskah dilakukan berturut-turut atau tidak? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Asy-Syafi’iyah dan sebagian Al-Hanabilah &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-Imam&lt;br /&gt;Asy-Syafi’i dan sebagian fuqaha Al-Hanabilah mengatakan bahwa afdhalnya&lt;br /&gt;puasa 6 hari Syawwal itu dilakukan secara berturut-turut selepas hari&lt;br /&gt;raya Iedul Fithri. Yaitu tanggal 2 hingga tanggal 7 Syawwal. Dengan&lt;br /&gt;alasan agar jangan sampai timbul halangan bila ditunda-tunda. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;b. Mazhab Al-Hanabilah &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi&lt;br /&gt;kalangan resmi mazhab Al-Hanabilah tidak membedakan apakah harus&lt;br /&gt;berturut-turut atau tidak, sama sekali tidak berpengaruh dari segi&lt;br /&gt;keutamaan. Dan mereka mengatakan bahwa puasa 6 hari Syawwal ini&lt;br /&gt;hukumnya tidak mustahab bila yang melakukannya adalah orang yang tidak&lt;br /&gt;puasa bulan Ramadhan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;c. Mazhab Al-Hanafiyah &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan&lt;br /&gt;kalangan Al-Hanafiyah yang mendukung kesunnahan puasa 6 hari syawwal&lt;br /&gt;mengatakan bahwa lebih utama bila dilakukan dengan tidak&lt;br /&gt;berturut-turut. Mereka menyarankan agar dikerjakan 2 hari dalam satu&lt;br /&gt;minggu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;d. Mazhab Al-Malikiyah &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun kalangan fuqaha&lt;br /&gt;Al-Malikiyah justru mengatakan bahwa puasa itu menjadi makruh bila&lt;br /&gt;dikerjakan bergandengan langsung dengan bulan ramadhan. Yaitu bila&lt;br /&gt;langsung dikerjakan mulai pada tanggal 2 Syawwal selepas hari ‘Iedul&lt;br /&gt;fithri. Bahkan mereka mengatakan bahwa puasa 6 hari itu juga&lt;br /&gt;disunnahkan di luar bulan Syawwal, seperti 6 hari pada bulan Zulhijjah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Puasa Ayyamul Biidh&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yaitu puasa pada tanggal 13, 14 dan 15 bulan-bulan hijriyah  (qamariyah). Berdasarkan dalil berikut ini:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari&lt;br /&gt;Abu Zar Al-Ghifari ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Aba&lt;br /&gt;Zarr, bila kamu puasa tiga hari dalam sebulan, maka puasalah pada&lt;br /&gt;tanggal 13, 14 dan 15."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Qatadah bin Milhan bahwa Rasulullah&lt;br /&gt;SAW memerintahkan kami untuk puasa pada hari-hari putih (ayyamul&lt;br /&gt;biidh), yaitu tanggal 13, 14 dan 15. Puasa di hari-hari itu seperti&lt;br /&gt;puasa selamanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;6. Puasa Senin Kamis&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketentuan tentang masyru‘iyah puasa Senin Kamis didasarkan pada  hadits yang di dalamnya ada komentar Rasulullah SAW tentang &lt;em&gt;munasabah&lt;/em&gt;-nya.&lt;br /&gt;Yaitu pada hari Senin dan Kamis diserahkan amal manusia. "Sesungguhnya&lt;br /&gt;amal manusia itu diperlihatkan/dilaporkan setiap hari Senin dan Kamis.&lt;br /&gt;Lalu Allah mengampuni setiap muslim atau setiap mukimin, kecuali&lt;br /&gt;mutahajirin. Beliau berkata, "Akhir dari keduanya." (HR Ahmad dengan&lt;br /&gt;sanad shahih). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah SAW juga ditanya tentang puasa hari&lt;br /&gt;Senin. Beliau menjawab, "Itu hari kelahiranku dan diturunkan wahyu."&lt;br /&gt;(HR Muslim dan Ahmad) .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;7. Puasa bulan Sya’ban&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah&lt;br /&gt;saw paling banyak puasa Sunnah di bulan Sya’ban, beliau mencontohkan&lt;br /&gt;langsung kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Syaban,&lt;br /&gt;sebagaimana yang diriwayatkan Aisyah r.a. berkata, "Saya tidak melihat&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan&lt;br /&gt;saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali&lt;br /&gt;pada bulan Sya’ban." (HR Muslim). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bulan Sya’ban adalah bulan dimana amal shalih diangkat ke langit.  Rasulullah SAW bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari&lt;br /&gt;Usamah bin Zaid berkata: Saya bertanya, "Wahai Rasulullah saw, saya&lt;br /&gt;tidak melihat engkau puasa di suatu bulan lebih banyak melebihi bulan&lt;br /&gt;Sya’ban." Rasul saw bersabda, "Bulan tersebut banyak dilalaikan&lt;br /&gt;manusia, antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal&lt;br /&gt;kepada Rabb alam semesta, maka saya suka amal saya diangkat sedang saya&lt;br /&gt;dalam kondisi puasa." (Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ibnu Huzaimah)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun,&lt;br /&gt;ada hadits lain yang melarang puasa Sya’ban jika sudah masuk setengah&lt;br /&gt;bulan menuju Ramadhan. Kecuali yang biasa puasa Senin Kamis. Jadi pada&lt;br /&gt;prinsipnya dianjurkan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban tapi jangan&lt;br /&gt;disamakan dengan bulan Ramadhan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://eramuslim.com/"&gt;Eramuslim.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-5972616675724310937?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://kenek.blog.friendster.com/2005/04/shaum-sunnah-yang-dianjurkan-oleh-rosul-saw-itu-apa-saja-dan-keutamaan-dan-pahalanya/?sms_ss=blogger' title='Shaum sunnah yang dianjurkan oleh Rosul SAW itu apa saja, dan keutamaan dan pahalanya'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/5972616675724310937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=5972616675724310937&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/5972616675724310937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/5972616675724310937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/03/shaum-sunnah-yang-dianjurkan-oleh-rosul.html' title='Shaum sunnah yang dianjurkan oleh Rosul SAW itu apa saja, dan keutamaan dan pahalanya'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-8162225976703375321</id><published>2010-03-29T22:17:00.001+07:00</published><updated>2010-03-29T22:17:21.420+07:00</updated><title type='text'>Struktur Khilafah</title><content type='html'>&lt;div class="img_caption left" style="float: left; width: 243px;"&gt;&lt;img align="left" border="0" class="caption" src="http://syabab.com/images/stories/gbr/khilafah/struktumb.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Syabab.Com&lt;/b&gt; - Sudah 87  tahun, umat Islam hidup tidak di bawah naungan Khilafah. Pada 28 Rajab  1342 H, Barat berhasil meruntuhkan Khilafah Turki Utsmani melalui tangan  agennya, Mustafa Kemal at-Turk. Generasi Muslim saat ini tidak pernah  menyaksikan bahkan merasakan sedikitpun puing-puing sistem pemerintahan  Islam tersebut. Sementara itu, ide-ide asing yang bertenangan dengan  Islam terus menerus dipaksakan kepada umat ini. Untuk memberikan  gambaran tentang Sistem Khilafah, berikut kami sajikan secara berseri  Struktur Daulah Khilafah. Silahkan sahabat Muslim semua dapat men-&lt;i&gt;download&lt;/i&gt;-nya.     Secara rinci struktur negara Khilafah tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;    Khalifah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Para Mu'awin (&lt;i&gt;Wuzrat at-Tafwidh&lt;/i&gt;), yakni  para pembantu Khalifah dalam bidang pemerintahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Wuzarat  at-Tanfidz&lt;/i&gt;, yakni para pembantu Khalifah dalam bidang administrasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Para Wali (Gubernur).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amirul Jihad.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Departeman  Keamanan Dalam Negeri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Departemen Luar Negeri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Departemen  Industri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peradilan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Departemen-Departemen Negara untuk  Pelayanan Masyarakat).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Baitul Mal (Kas Negara).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Departemen  Penerangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Majelis Umat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Untuk men-&lt;i&gt;download&lt;/i&gt;-nya  silahkan klik pada link berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.syabab.com/struktur-khilafah/struktur-khilafah.v.1.zip"&gt;Struktur  Daulah Khilafah&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(klik kanan - Save As Target&lt;/i&gt;) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-8162225976703375321?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/8162225976703375321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=8162225976703375321&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/8162225976703375321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/8162225976703375321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/03/struktur-khilafah.html' title='Struktur Khilafah'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-2231410119963617519</id><published>2010-03-29T22:02:00.000+07:00</published><updated>2010-03-29T22:02:17.786+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khabar'/><title type='text'>Alih-alih Menjaga Al-Aqsa, Pasukan Sekular Palestina Malah Gagalkan Kuliah Umum Hizbut Tahrir</title><content type='html'>&lt;div class="img_caption left" style="float: left; width: 300px;"&gt;&lt;img align="left" border="0" class="caption" src="http://syabab.com/images/stories/aaht-palestina.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Syabab.Com &lt;/strong&gt;- Alih-alih menjaga dan  melindungi Masjid Al-Aqsa dari cengkraman tentara teroris Israel,  pasukan keamanan Otoritas Sekular Palestina malah berupaya menggagalkan  kuliah umum Hizbut Tahrir di balai kota Yatta, Sabtu (27/3/2010). Hizbut  Tahrir mengumumkan tentang diadakannya kuliah umum tersebut dengan tema  “Islam Datang Dan Umat Tidak Mati“. Acara ini telah mendapat  persetujuan dari Walikota Yatta, seperti yang dijelaskan oleh Dr. Mus’ab  Abu Urqub, anggota Media Informasi Hizbut Tahrir di Palestina.  Pasukan keamanan memblokir bangunan balai kota dan melarang  memasukinya. Aparat keamanan juga memasang penghalang di jalan-jalan,  dan mengubah area balai kota menjadi barak militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun  berlangsung pengetatan keamanan, namun masyarakat setelah mendengar  seruang dari salah seorang aktivis Hizbut Tahrir, pergi  berbondong-bondong sehabis shalat dhuhur dari masjid Yatta menuju balai  kota. Ketika mereka sampai di balai kota, pasukan keamanan melarang  mereka memasuki ruangan. Sehingga terjadi pertengkaran mulut antara  massa dan pasukan keamanan. Bahkan, ada dari sebagian massa yang  membentak pasukan keamanan dengan mengingatkan bahwa tempat mereka di  sekitar al-Aqsha untuk melindunginya, dan senjatanya harus diarahkan  kepada kaum kafir, bukan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan keamanan  meminta masyarakat untuk pergi. Mereka mulai melakukan penangkapan  secara membabi buta. Serangan penangkapan terus berlanjut di jalan-jalan  dan berbagai tempat, hingga mereka menangkap puluhan di antara anggota  masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Urqub berkata: “Pasukan keamanan telah mulai  melancarkan serangan penangkapan sejak hari Kamis, yaitu selama  pemasangan poster. Mereka membawa orang-orang yang telah diculiknya ke  arah yang tidak diketahui, dan tidak diketahui pula nasib mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu  Urqub dengan tegas mengatakan bahwa “Hizbut Tahrir akan terus  melanjutkan kegiatan dan aktivitasnya untuk mempersatukan umat Islam.  Hizbut Tahrir tidak akan pernah takut dan gentar dengan intimidasi dan  hasutan yang terus-menerus dilancarkan oleh Otoritas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  menambahkan bahwa “Larangan atas suara Islam dan penyampaian kebenaran,  tidak dilakukan kecuali untuk melayani musuh-musuh Islam, dan kaum kafir  pendudukan, yaitu Yahudi yang sedang memerangi Islam dan kaum Muslim,  menekan rakyat Palestina, menyerang al-Aqsha, dan melakukan Yahudisasi  atas tempat-tempat suci, yang dalam melakukan semuanya, mereka mendapat  bantuan dari pasukan keamanan Otoritas.” demikian seperti dikabarkan  oleh Kantor Berita HT Palestina. &lt;br /&gt;Pasukan Otoritas Palestina  merupakan pasukan di bawah kendali Dayton, seorang komandan Amerika  Serikat untuk wilayah itu. Jadi penguasa sesungguhny di Palestina itu  adalah orang asing yang menyeti para tentara kaum Muslim. Hanya Khilafah  yang akan mengembalikan potensi tentara kaum Muslim untuk membela dan  menjaga kepentingan Islam dan umatnya, bukan kepentingan Barat. Insya  Allah, Khilafah hanya masalah waktu saja. [m/htipress/syabab.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-2231410119963617519?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/2231410119963617519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=2231410119963617519&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/2231410119963617519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/2231410119963617519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/03/alih-alih-menjaga-al-aqsa-pasukan.html' title='Alih-alih Menjaga Al-Aqsa, Pasukan Sekular Palestina Malah Gagalkan Kuliah Umum Hizbut Tahrir'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-4915700629408024482</id><published>2010-03-28T18:49:00.000+07:00</published><updated>2010-03-28T18:49:58.655+07:00</updated><title type='text'>Sampai Berapa Banyak Lagi Kaum Muslim Harus Dibantai untuk Membuktikan AS itu Teroris?</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tcuHQNIcXAo/S69CLTt3kMI/AAAAAAAAACc/i_dhi4BRybU/s1600/apak-teroris-amerika.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_tcuHQNIcXAo/S69CLTt3kMI/AAAAAAAAACc/i_dhi4BRybU/s320/apak-teroris-amerika.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Syabab.Com - Sampai berapa banyak lagi, darah kaum Muslim harus mengalir akibat kejahatan teroris Amerika Serikat? Sampai kapan kaum Muslim berdiam diri ketika saudara mereka terus dibantai tanpa adanya pelindung? Empat orang warga Pakistan kembali syahid dalam serangan terbaru pesawat tak berawak teroris AS ke suku setempat di wilayah barat laut Pakistan dekat perbatasan dengan Afghanistan, Sabtu (27/03/10).Senuah pesawat tak berawak milik teroris AS menembakkan dua rudah ke dalam komplek yang disebut oleh Washington dicurigai sebagai persembunyian militan di pinggiran Mir Ali, sebuah kota di Waziristan Utara.  &lt;br /&gt;Rudal tersebut menargetkan "dua komplek yang dimiliki suku setempat," kata seorang pejabat keamanan lokal kepada wartawan.&lt;br /&gt;"Kami telah mengkonfirmasi empat orang tewas dan lebih dari lima terluka," kata pejabat keamanan Pakistan lainnya.&lt;br /&gt;Amerika Serikat telah melakukans serangan brutal pesawat tak berawak di daerah kesukuan di perbatasan Pakistan meskipun menuai protes dari Islamabad.&lt;br /&gt;Serangan brutal AS telah menaik secara signifikas sejak Presdiden Barack Obama mulai menjabat tahun lalu. Semakin jelas, komitmen Obama terhadap dunia Muslim untuk terus melumuri tangannya dengan darah kaum Muslim. Sungguh sangat memalukan, bila kaum Muslim di negeri ini menyalami tangan jahat Obama.&lt;br /&gt;Washington mengatakan sasaran serangan brutal itu persembunyian militan di Pakistan, tapi jumlah korban yang tinggi adalah warga sipil. Demikianlah ulah jahat negeri penjajah yang bermanis muka dengan hak asasi manusia, kebebasan dan demokrasi.&lt;br /&gt;Lalu masihkah kaum Muslim mempercayai Amerika dengan seperangan ide-ide busuknya. Sudah saatnya kaum Muslim bersatu di bawah naungan Khilafah yang akan segera membebaskan Pakistan dan negeri-negeri Muslim lainnya yang kini berada di bawah dominasi sang penjajah AS. Insya Allah, Khilafah Rasyidah itu di depan mata. [z/m/prsstv/syabab.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-4915700629408024482?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/4915700629408024482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=4915700629408024482&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/4915700629408024482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/4915700629408024482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/03/sampai-berapa-banyak-lagi-kaum-muslim.html' title='Sampai Berapa Banyak Lagi Kaum Muslim Harus Dibantai untuk Membuktikan AS itu Teroris?'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tcuHQNIcXAo/S69CLTt3kMI/AAAAAAAAACc/i_dhi4BRybU/s72-c/apak-teroris-amerika.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-8221246748236279025</id><published>2010-02-28T12:11:00.000+07:00</published><updated>2010-02-28T12:11:20.043+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibrah'/><title type='text'>Air Mata Rasulullah SAW</title><content type='html'>Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum --peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik alaaa wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin... Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu di dunia tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu diakhirat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-8221246748236279025?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/8221246748236279025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=8221246748236279025&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/8221246748236279025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/8221246748236279025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/02/air-mata-rasulullah-saw.html' title='Air Mata Rasulullah SAW'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-5852793563923023886</id><published>2010-02-17T17:12:00.000+07:00</published><updated>2010-02-17T17:12:23.189+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hizbut Tahrir'/><title type='text'>Penghancuran Islam Berkedok Kebebasan Beragama</title><content type='html'>Uji materi UU PNPS No 1 tahun 1965 saat ini tengah berlangsung di Mahkamah Kamis, 4 Pebruari 2010 yang lalu, sidang Pleno gugatan oleh Aliansi Kebebasan Beragama telah digelar. Pemerintah yang diwakili Depag, Depkumham juga DPR, termasuk pihak-pihak terkait, seperti NU, Muhammadiyah, Hizbut Tahrir Indonesia, Hidayatullah, al-Irsyad dan lain-lain dengan tegas menolak gugatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr. Din Syamsudin (31/1/2010), dengan tegas menolak judicial review UU tersebut. Menurutnya, jika Peraturan Presiden No.1/PNPS/1965 yang sudah diundangkan melalui UU No 5/1969 itu jadi diubah, maka justru akan berpotensi memicu konflik yang lebih besar bagi kehidupan beragama di Indonesia. Din menambahkan, tidak dapat dibayangkan kalau perubahan itu disetujui, maka penodaan dan penistaan terhadap agama baik secara tidak disengaja seperti merusak pemahaman, keyakinan, ajaran dan akidah agama, atau pun yang dilakukan secara sengaja seperti rekayasa sosial dan politik akan berkembang pesat. Jelas ini “Akan menimbulkan social disorder,” ingat dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga diungkapkan oleh PBNU, bahwa keberadaan peraturan perundangan mengenai penistaan dan atau penodaan agama harus dipertahankan. Karena itu, ”Kita berharap Mahkamah Konstitusi (MK) menolak uji materi undang-undang itu,” kata Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi usai membuka Rakernas I Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama di Jakarta, Ahad Konstitusi. Sejak (31/1/2010). Hasyim menegaskan, permintaan agar UU itu dicabut atas nama demokrasi sangat tidak tepat. Penodaan agama merupakan agresi moral yang justru merusak agama. “Jadi harus dibedakan antara demokrasi dengan agresi moral,” katanya. Dalam kesempatan lain, KH Hasyim Muzadi (10/2/2010) juga menegaskan, kalau UU tersebut dihilangkan, paling tidak ada tiga akibat yakni: (1) instabilitas di Indonesia; (2) gangguan kerukunan umat beragama, dan (3) kerugian bagi kaum minoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, apa yang digambarkan oleh Musdah Mulia, salah seorang pemohon uji materi UU tersebut dalam artikelnya di Kompas (9/2/2010), bahwa UU tersebut sudah tidak relevan dan tidak sejalan dengan semangat konstitusional Indonesia justru kontradiksi dengan tuntutan dia saat bertemu Wapres Budiono (10/2/2010). Dalam artikel tersebut, dia menolak keterlibatan negara dalam mengatur kebebasan beragama, karenanya UU tersebut harus dicabut, sementara dalam pernyataannya yang lain, selaku Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), usai bertemu Wapres (10/2/2010), dia mengatakan, “Kami menyampaikan keprihatinan kekerasan terkait agama di negeri ini. Oleh karena itu, kami menghimbau agar pemerintah lebih tegas lagi untuk menindak oknum yang melakukan kekerasan dengan dalih agama.” Di satu sisi, dia minta negara tidak terlibat dalam mengatur kebebasan beragama, tetapi ketika ada dampak dari kebebasan itu, seperti ketika terjadinya penghakiman oleh masyarakat atas praktek kebebasan (menodai agama) itu, dia segera meminta negara untuk turun tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh memang. Karenanya, jargon kebebasan beragama yang diusung oleh kaum Liberal sesungguhnya harus dilihat sebagai hasrat untuk menghancurkan agama justru dengan perlindungan negara. Artinya, ketika mereka menuntut kebebasan beragama, mereka meminta agar kebebasan itu tidak diatur, sehingga dengan bebas mereka leluasa melampiaskan hasratnya, tentu dengan perlindungan negara dari pihak manapun yang hendak menghakimi mereka. Inilah yang sesungguhnya mereka inginkan. Masalahnya, hasrat mereka itu selalu memprovokasi dan menyerang hak beragama dan keyakinan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, masalah ini harus dilihat secara utuh; dari sisi paham kebebasan, HAM, demokrasi dan pluralisme yang mereka usung, dan dari sisi skenario negara-negara Kafir penjajah di negeri kaum Muslim, khususnya Indonesia, demi melanggengkan penjajahan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi paham, jelas sekali, bahwa paham kebebasan, HAM, demokrasi dan pluralisme yang menjadi pijakan uji materi UU tersebut adalah paham yang utopis dan bertentangan dengan Islam. Utopis, karena realitas kebebasan, HAM, demokrasi dan pluralisme yang mereka usung itu nyata-nyata tidak pernah ada. Perancis yang terkenal dengan slogan liberty-nya, jelas telah mempertontonkan penodaan yang kasat mata atas kebebasan dan hak wanita Muslimah untuk memakai cadar. Begitu juga di Swiss, dan negara-negara Eropa lain, kebebasan dan hak kaum Muslimin telah dinodai, ketika mereka dilarang membangun menara masjid. Di Denmark, kebebasan beragama umat Islam juga tidak pernah dihormati oleh orang-orang Kafir, ketika Nabi Muhammad saw dinistakan sedemikian rupa. Anehnya, mereka meminta kebebasan beragama mereka dihormati. Demokrasi dan pluralisme juga sama-sama utopisnya. Karena itu, paham ini jelas tidak layak, bukan hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi orang-orang Barat dan seluruh umat manusia. Bagi umat Islam, selain utopis, paham-paham ini jelas diharamkan, karena bertentangan dengan ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, jika faktanya paham-paham ini tidak ada wujudnya, tetapi tetap saja dipropagandakan, maka sesungguhnya yang terjadi adalah penyesatan publik dan politik demi kepentingan yang sesungguhnya mereka sembunyikan. Kepentingan itu tak lain adalah penghancuran Islam sebagai ideologi potensial yang jelas-jelas mengancam eksistensi dan praktik penjajahan negara-negara Kafir imperialis terhadap dunia Islam. Mereka dengan fasih mengajari dan mendekte umat Islam tentang kebebasan, HAM, demokrasi dan pluralisme. Sementara mereka sendiri, di negara mereka, dengan enteng melanggar dan menistakan prinsip-prinsip yang mereka propagandakan. Atas nama kebebasan dan demokrasi, mereka menduduki Irak, dengan menggulingkan Saddam Husein, dan membunuh ratusan ribu penduduk sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memang tidak bisa menduduki dan menguasai dunia Islam dengan militer dalam kurun waktu yang lama, karena itu untuk mempertahankan cengkraman mereka, satu-satunya cara adalah melalui paham yang diusung dan diterapkan oleh antek-antek mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, kekuatan dunia Islam dan, di dalamnya, umat Islam, terletak pada kekuatan ideologi dan intelektualnya. Islam yang mereka anut dan yakini jelas merupakan sumber kekuatan sekaligus perlawanan. Karena itu, agar Islam tidak bisa digunakan untuk melakukan perlawanan, maka pemahaman umat Islam ini sengaja dirusak. Kalau tidak bisa, maka upaya kompromi pun dilakukan, dengan cara mendekatkan Islam dengan paham-paham di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Hizbut Tahrir Indonesia mengingatkan, bahwa masalah uji materi UU PNPS no 1 tahun 1965 ini sesungguhnya tidak berdiri sendiri, tetapi terjadi karena negara ini, yang nota bene merupakan negara sekular telah membuka ruang selebar-lebarnya bagi kebebasan, HAM, demokrasi dan pluralisme. Maka, apa yang terjadi saat ini tak lebih dari dampak. Dampak-dampak seperti ini akan terus terjadi dan menghantui kita, manakala sumber yang memproduksi dampak-dampak ini tetap ada di dipertahankan. Itulah Sekularisme. Karena itu, peristiwa ini mestinya menyadarkan kita, bahwa selama Sekularisme ini masih dipertahankan, selama itu pulalah dampak-dampak seperti ini akan terus berulang. Wallahu a’lam. (Ust. Hafidz Abdurrahman)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-5852793563923023886?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/5852793563923023886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=5852793563923023886&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/5852793563923023886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/5852793563923023886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/02/penghancuran-islam-berkedok-kebebasan.html' title='Penghancuran Islam Berkedok Kebebasan Beragama'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-5234093148410785254</id><published>2010-02-17T17:08:00.002+07:00</published><updated>2010-02-17T17:08:20.014+07:00</updated><title type='text'>Imlek Adalah Hari Raya Agama Kafir Bukan Sekedar Tradisi : Haram Atas Muslim Turut Merayakannya</title><content type='html'>Oleh : M. Shiddiq Al-Jawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin pernah mendengar pernyataan begini. Bahwa Imlek itu hanyalah tradisi dan bukan bagian ajaran agama tertentu. Karenanya umat Islam khususnya yang beretnis Tionghoa boleh-boleh saja merayakan Imlek. Benarkah Imlek hanya tradisi? Apakah boleh muslim turut merayakan Imlek? Tulisan ini berusaha untuk menjelaskan persoalan ini kepada umat Islam, dengan menelaah ajaran agama Khonhuchu, serta menelaah hukum syariah Islam yang terkait dengan keterlibatan kaum muslimin dalam perayaan hari raya agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imlek Bagian Ajaran Agama Khonghucu, Bukan Sekedar Tradisi Tionghoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak jarang kita dengar dari orang Tionghoa, termasuk tokoh-tokohnya yang sudah masuk Islam, bahwa Imlek itu sekedar tradisi. Tidak ada hubungannya dengan ajaran suatu agama, sehingga umat Islam boleh turut merayakannya. Sebagai contoh, Sekretaris Umum DPP PITI (Pembina Iman Tauhid Islam), H. Budi Setyagraha (Huan Ren Cong), pernah menyatakan bahwa Imlek adalah tradisi menyambut tahun baru penanggalan Cina, datangnya musim semi, dan musim tanam di daratan Cina. H. Budi Setyagraha berkata,”Imlek bukan perayaan agama.” (Lihat “Sekjen DPP PITI : Rayakan Imlek Jangan Berlebihan”, Kedaulatan Rakyat, Selasa, 13 Pebruari 2007, hal. 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mendalami agama Khonghucu, khususnya mengenai hari-hari rayanya, akan terbukti bahwa pernyataan tersebut tidak benar. Sebab sebenarnya Imlek adalah bagian integral dari ajaran agama Khonghucu, bukan semata-mata tradisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya Mengenal Hari Raya Konfusiani (Semarang : Effhar &amp; Dahara Prize, 2003) hal. vi-vii, Hendrik Agus Winarso menyebutkan bahwa masyarakat kurang memahami Hari Raya Konfusiani. Kata beliau mencontohkan,”Misalnya Tahun Baru Imlek dianggap sebagai tradisi orang Tionghoa.” Dengan demikian, pandangan bahwa Imlek adalah sekedar tradisi, yang tidak ada hubungannya dengan agama, menurut penulis buku tersebut, adalah suatu kesalahpahaman (Ibid., hal. v).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku yang diberi kata sambutan oleh Ketua MATAKIN tahun 2000 Hs. Tjhie Tjay Ing itu, pada hal. 58-62, Hendrik Agus Winarso telah membuktikan dengan meyakinkan bahwa Imlek adalah bagian ajaran Khonghucu. Hendrik Agus Winarso menerangkan, Tahun Baru Imlek atau disebut juga Sin Cia, merupakan momentum untuk memperbarui diri. Momentum ini, kata beliau, diisyaratkan dalam salah satu kitab suci Khonghucu, yaitu Kitab Lee Ki, bagian Gwat Ling, yang berbunyi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hari permulaan tahun (Liep Chun) jadikanlah sebagai Hari Agung untuk bersembahyang besar ke hadirat Thian, karena Maha Besar Kebajikan Thian. Dilihat tiada nampak, didengar tiada terdengar, namun tiap wujud tiada yang tanpa Dia… (Tiong Yong XV : 1-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lihat Hendrik Agus Winarso, Mengenal Hari Raya Konfusiani, [Semarang : Effhar &amp; Dahara Prize, 2003], hal. 60-61).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis buku tersebut lalu menyimpulkan Imlek adalah bagian ajaran Khonghucu. Beliau mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan demikian, menyambut Tahun Baru bagi umat Khonghucu Indonesia mengandung arti ketakwaan dan keimanan.” (ibid.,hal. 61).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidaklah benar pendapat yang menyebutkan bahwa Imlek hanya sekedar tradisi orang Tionghoa, atau Imlek bukan perayaan agama. Yang benar, Imlek justru adalah bagian ajaran agama Khonghucu, bukan sekedar tradisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula, harus kami tambahkan bahwa boleh tidaknya seorang muslim melakukan sesuatu, tidaklah dilihat apakah sesuatu itu berasal dari tradisi atau ataukah dari agama. Seakan-akan kalau berasal dari tradisi hukumnya boleh-boleh saja dilakukan, sementara kalau dari agama lain hukumnya tidak boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar semacam itu sungguh batil dan tidak ada dalam Islam. Karena standar yang benar menurut Islam, adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya.” (QS Al-A’raaf [7] : 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat “maa unzila ilaykum min rabbikum” dalam ayat di atas yang berarti “apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”, artinya adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah. (Tafsir Al-Baidhawi, [Beirut : Dar Shaadir], Juz III/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi suatu perbuatan itu boleh atau tidak boleh dilakukan, tolok ukurnya adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah. Apa saja yang benar menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah, berarti boleh dikerjakan. Sebaliknya apa saja yang batil menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah, berarti tidak boleh dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kalau kita hendak menilai perbuatan muslim turut merayakan Imlek menurut Islam, tolok ukurnya harus benar. Yaitu harus kita lihat adalah apakah perbuatan itu boleh atau tidak menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah, bukan melihat apakah Imlek itu dari tradisi atau dari agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kalau seorang muslim menggunakan tolok ukur tadi, yaitu melihat sesuatu itu dari tradisi atau agama, ia akan tersesat. Sebab suatu tradisi tidak selalu benar, adakalanya ia bertentangan dengan Islam dan adakalanya sesuai dengan Islam. Contoh, free sex pada masyarakat Barat yang Kristen. Free sex jelas telah menjadi tradisi Barat, meski perbuatan kotor itu bukan bagian agama Kristen/Katholik, karena agama ini pun mengharamkan zina. Lalu, apakah karena free sex itu sekedar tradisi, dan bukan agama, lalu umat Islam boleh melakukannya? Jelas tetap tidak boleh, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, mari kita gunakan barometer yang benar untuk menilai suatu perbuatan. Barometernya, bukan dilihat dari segi asalnya apakah suatu perbuatan itu dari tradisi atau agama, melainkan dilihat dari segi boleh tidaknya perbuatan itu menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah. Inilah pandangan yang haq, tidak ada yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haram Atas Muslim Turut Merayakan Imlek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah, haram hukumnya seorang muslim turut merayakan hari raya agama lain, termasuk Imlek, baik dengan mengikuti ritual agamanya maupun tidak, termasuk juga memberi ucapan selamat Gong Xi Fat Chai. Semuanya haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Suyuthi berkata,”Juga termasuk perbuatan mungkar, yaitu turut serta merayakan hari raya orang Yahudi, hari raya orang-orang kafir, hari raya selain orang Arab [yang tidak Islami], ataupun hari raya orang-orang Arab yang tersesat. Orang muslim tidak boleh melakukan perbuatan itu, sebab hal itu akan membawa mereka ke jurang kemungkaran…” (Imam Suyuthi, Al-Amru bi Al-Ittiba’ wa An-Nahyu ‘An Al-Ibtida` (terj.), hal. 91).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus mengenai memberi ucapan selamat, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata,”Adapun memberi ucapan selamat yang terkait syiar-syiar kekufuran yang menjadi ciri khas kaum kafir, hukumnya haram menurut kesepakatan ulama, misalnya memberi selamat atas hari raya atau puasa mereka...” (Ahkam Ahli Adz-Dzimmah, [Beirut : Darul Kutub Al-'Ilmiyah], 1995, Juz I/162).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil Al-Qur`an yang mengharamkan perbuatan muslim merayakan hari raya agama kafir di antaranya firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah) orang-orang yang tidak menghadiri kebohongan…” (QS Al-Furqan [25] : 72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat “laa yasyhaduuna az-zuur” dalam ayat tersebut menurut Imam Ibnu Taimiyah maknanya yang tepat adalah tidak menghadiri kebohongan (az-zuur), bukan memberikan kesaksian palsu. Dalam bahasa Arab, memberi kesaksian palsu diungkapkan dengan kalimat yasyhaduuna bi az-zuur. Jadi ada tambahan huruf jar yang dibaca bi. Bukan diungkapkan dengan kalimat yasyhaduuna az-zuur (tanpa huruf jar bi). Maka ayat di atas yang berbunyi “laa yasyhaduuna az-zuur” artinya yang lebih tepat adalah ” tidak menghadiri kebohongan”, bukannya ” memberikan kesaksian palsu.” (M. Bin Ali Adh-Dhabi’i, Mukhtarat min Kitab Iqtidha` Shirathal Mustaqim Mukhalafati Ash-habil Jahim (terj.), hal. 59-60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang kata “az-zuur” (kebohongan) itu sendiri oleh sebagian tabi’in seperti Mujahid, adh-Dhahak, Rabi’ bin Anas, dan Ikrimah artinya adalah hari-hari besar kaum musyrik atau kaum jahiliyah sebelum Islam (Imam Suyuthi, Al-Amru bi Al-Ittiba’ wa An-Nahyu ‘An Al-Ibtida` (terj.), hal. 91-95).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ayat di atas adalah dalil haramnya seorang muslim untuk merayakan hari-hari raya agama lain, seperti hari Natal, Waisak, Paskah, Imlek, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Suyuthi berdalil dengan dua ayat lain sebagai dasar pengharaman muslim turut merayakan hari raya agama lain (Lihat Imam Suyuthi, ibid., hal. 92). Salah satunya adalah ayat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya jika kamu [Muhammad] mengikuti keinginan mereka setelah datangnya ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim.” (QS Al-Baqarah [2] : 145).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Imam Suyuthi, larangan pada ayat di atas tidak hanya khusus kepada Nabi SAW, tapi juga mencakup umat Islam secara umum. Larangan tersebut adalah larangan melakukan perbuatan sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang bodoh atau orang kafir [seperti turut merayakan hari raya mereka]. Sedangkan yang mereka lakukan bukanlah perbuatan yang diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya (Lihat Imam Suyuthi, ibid., hal. 92).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil As-Sunnah, antara lain Hadits Nabi SAW,“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” (HR Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits ini Islam telah mengharamkan muslim untuk menyerupakan dirinya dengan kaum kafir pada hal-hal yang menjadi ciri khas kekafiran mereka, seperti hari-hari raya mereka. Maka dari itu, haram hukumnya seorang muslim turut merayakan hari-hari raya agama lain (Lihat Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Penjelasan Tuntas Hukum Seputar Perayaan, [Solo : Pustaka Al-Ummat], 2006, hal. 76).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah di atas, haram hukumnya seorang muslim turut merayakan Imlek dalam segala bentuk dan manifestasinya. Haram bagi muslim ikut-ikutan mengucapkan Gong Xi Fat Chai kepada orang Tionghoa, sebagaimana haram bagi muslim menghiasi rumah atau kantornya dengan lampion khas Cina, atau hiasan naga dan berbagai asesoris lainnya yang serba berwarna merah. Haram pula baginya mengadakan berbagai macam pertunjukan untuk merayakan Imlek, seperti live band, karaoke mandarin, demo masak, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bentuk perbuatan tersebut haram dilakukan oleh muslim, karena termasuk perbuatan merayakan hari raya agama kafir yang telah diharamkan Al-Qur`an dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himbauan Kepada Muslim Etnis Tionghoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, kami sampaikan seruan dan himbauan kepada saudara-saudaraku muallaf dari etnis Tionghoa, hendaklah Anda masuk ke dalam agama Islam secara keseluruhannya (kaffah). Janganlah Anda -semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Anda semua- mengikuti langkah-langkah setan, yakni masuk ke dalam agama Islam namun masih mempertahankan sebagian ajaran lama yang dulu Anda peluk dan Anda amalkan, seperti perayaan Imlek. Marilah kita renungkan firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah [2] : 208)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bi al-shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-5234093148410785254?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/5234093148410785254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=5234093148410785254&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/5234093148410785254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/5234093148410785254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/02/imlek-adalah-hari-raya-agama-kafir.html' title='Imlek Adalah Hari Raya Agama Kafir Bukan Sekedar Tradisi : Haram Atas Muslim Turut Merayakannya'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-6866130444212986426</id><published>2010-02-02T20:34:00.000+07:00</published><updated>2010-02-02T20:34:08.393+07:00</updated><title type='text'>Syahid</title><content type='html'>Alangkah Indahnya Syahid ...&lt;br /&gt;Meskipun Aku Harus Terpanggang dalam Bara Api dunia yang sangat Menyala,,,&lt;br /&gt;Meskipun Darahku tercucur deras dari sekujur Tubuhku&lt;br /&gt;Walau Daging ini Tersayat sayat Hingga Perih Menghiasi Jiwa...&lt;br /&gt;Aku Telah SIAP ......... Aku SIAP Ya Allah....&lt;br /&gt;Meskipun Aku harus Kehilangan Semuanya Demi CintaMu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-6866130444212986426?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/6866130444212986426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=6866130444212986426&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/6866130444212986426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/6866130444212986426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/02/syahid.html' title='Syahid'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-411072615418537123</id><published>2010-01-14T07:37:00.002+07:00</published><updated>2010-02-04T18:57:34.790+07:00</updated><title type='text'>Fish</title><content type='html'>&lt;script src="http://widgets.clearspring.com/o/48cfe5b37f644537/4b4e6760ef3e9b4a/48cfe5b37f644537/6f7957ca/widget.js" type="text/javascript" align="center"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-411072615418537123?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/411072615418537123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=411072615418537123&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/411072615418537123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/411072615418537123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2010/01/fish.html' title='Fish'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-996257815765667620</id><published>2010-01-01T10:44:00.001+07:00</published><updated>2010-01-01T10:44:29.227+07:00</updated><title type='text'>Muhasabah Cintaku "Edcoustic"</title><content type='html'>Wahai pemilik nyawaku&lt;br /&gt;Betapa lemah diriku ini&lt;br /&gt;Berat ujian dari Mu&lt;br /&gt;Kupasrahkan semua pada Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan baru kusadar&lt;br /&gt;Indah nikmat sehat itu&lt;br /&gt;Tak pandai aku bersyukur&lt;br /&gt;Kini ku harapkan cinta Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kata cinta terucap indah&lt;br /&gt;Mengalir berdzikir di kidung do’a ku&lt;br /&gt;Sakit yang kurasa biar&lt;br /&gt;Jadi penawar dosaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butir butir cinta air mataku&lt;br /&gt;Terlihat semua yang Kau beri untukku&lt;br /&gt;Ampuni khilaf dan salah selama ini&lt;br /&gt;Ya Illahi Muhasabah cintaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan kuatkan aku&lt;br /&gt;Lindungiku dari putus asa&lt;br /&gt;Jika ku harus mati&lt;br /&gt;Pertemukan aku dengan Mu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-996257815765667620?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/996257815765667620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=996257815765667620&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/996257815765667620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/996257815765667620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2009/12/muhasabah-cintaku-edcoustic.html' title='Muhasabah Cintaku &quot;Edcoustic&quot;'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-5561398472697719781</id><published>2009-12-31T08:35:00.000+07:00</published><updated>2009-12-31T08:35:46.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tsaqofah'/><title type='text'>Ikhlas Dalam Berdakwah</title><content type='html'>Ikhlash (الإخلاص) adalah persoalan paling penting dalam amal dan ibadah seorang hamba kepada Allah SWT. Ikhlash, seperti yang dikemukakan oleh Syaikh Yusuf al-Qaradhawy hafizhahullah adalah&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;&lt;br /&gt;عمل من أعمال القلوب، بل هو في مقدمة الأعمال القلبية، لأن قبول الأعمال لا يتم إلا به&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sebuah amal dari amal-amal hati, tetapi ikhlash merupakan amal hati yang pertama-tama, karena sesungguhnya diterimanya amal-amal itu tidak akan sempurna kecuali dengan ikhlash.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga menyebutkan hubungan antara ikhlash dengan tauhid, yaitu&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;&lt;br /&gt;ثمرة من ثمرات "التوحيد" الكامل لله تبارك وتعالى، الذي هو إفراد الله عز وجل بالعبادة والاستعانة&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Buah dari buah-buah tauhid yang sempurna karena Allah Tabaraka wa Ta’ala yaitu dengan menyendirikan Allah Azza wa Jalla dengan ibadah dan memohon pertolongan.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ikhlash juga bermakna pemurnian, yaitu membebaskan diri dari segala penyembahan kepada selain Allah, seperti harta, wanita, kedudukan. Allah SWT berfirman&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah, Tuhan Semesta Alam.”&lt;/em&gt; (Al An’am 162)&lt;br /&gt;Banyak pula definisi ikhlash yang dikemukakan para ulama, namun pada hakikatnya semuanya sama. Beberapa definisi ikhlash adalah&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;menjadikan tujuan hanyalah untuk Allah tatkala beribadah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;membersihkan amalan dari komentar manusia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kesamaan antara amalan yang nampak dengan yang ada di batin (Hudzaifah al-Mar’asyi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;melupakan pandangan manusia dengan selalu memandang kepada Allah (Abu ‘Utsman)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sementara itu Imam Syahid Hasan al-Banna rahimahullahu memberikan definisi tentang ikhlash yaitu&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;أن يقصد الأخ المسلم بقوله وعمله وجهاده كله وجه الله , وابتغاء مرضاته وحسن مثوبته من غير نظر إلى مغنم أو مظهر أو جاه أو لقب أو تقدم أو تأخر , وبذلك يكون جندي فكرة وعقيدة , لا جندي غرض و منفعة&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Yaitu setiap al-akh muslim meniatkan dengan perkataannya, perbuatannya dan jihadnya seluruhnya hanya untuk Wajah Allah, mengharap keridhaanNya dan kebaikan ganjaranNya, tanpa melihat kepada harta atau kemasyhuran atau kedudukan atau pangkat atau kemajuan atau kemunduran. Dan dengan demikian ia pejuang fikrah dan aqidah, bukan pejuang kepentingan dan kemanfaatan.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Urgensi Ikhlash&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah hadits shahih mutawatir masyhur yang berkaitan dengan masalah ikhlash dalam niat ini. Rasulullah SAW bersabda&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْه (متفق عليه&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khaththab radhiyallahu anhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : &lt;em&gt;Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. &lt;/em&gt;(HR Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;Begitu pentingnya masalah ikhlash ini, sampai-sampai Imam Nawawi rahimahullah meletakkan hadits di atas pada hadits pertama dalam kitab beliau Al-Arba’in An-Nawawiyyah dan Riyadhush Shalihin. Demikian pula Syaikh Fuad Abdul Baqi menempatkannya sebagai hadits di bagian awal dalam kitab beliau Al-Lu’lu’ wal-Marjan, yang merupakan kompilasi hadits yang disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim. Imam Asy-Syafi'i berkata, "Hadits ini adalah sepertiga ilmu".&lt;br /&gt;Hadits ini berkaitan dengan sahabat Nabi SAW yang ikut berhijrah dari Makkah ke Madinah dengan niat untuk menikahi shahabiyah Ummu Qais, sehingga terkenal istilah Muhajir Ummu Qais. Dari hadits ini Rasulullah SAW menekankan akan pentingnya kemurnian niat dan keikhlasan. Lafazh innama (ﺎﳕﺇ) pada hadits di atas berfungsi untuk membatasi (hashr). Dengan kata lain, hasil dari suatu perbuatan sangat bergantung pada niat, orientasi dan tujuannya.&lt;br /&gt;Dalam hadits di atas, Rasulullah SAW menekankan pentingnya kelurusan niat dalam berhijrah. Dalam amal Islami, hijrah merupakan salah satu amal yang sangat besar. Dalam sejumlah ayat seperti pada Surat Al Anfal 72-75, Allah SWT menggabungkan hijrah dengan iman dan jihad. Hijrah hakikatnya merupakan upaya untuk meninggalkan segala yang dilarang Allah SWT. Hijrah merupakan peralihan perjuangan Islam di masa Rasulullah SAW dari fase bina’ul iman wal aqidah, taqwiyyah ash-shabr dan ta’sisu qa’idah Islamiyah menjadi fase iqamatu ad-daulah, jihad dan intisyaru ad-da’wah fil ardh. Namun demikian hijrah yang diniati karena motivasi duniawi seperti memperoleh harta dan wanita, tidak akan bernilai lebih dari motivasi tersebut.&lt;br /&gt;Dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW bersabda&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;إن الله لا يقبل من العمل إلا ما كان خالصا، وابتغى به وجهه (رواه النسائي بإسناد جيد&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah SWT tidak menerima suatu amal kecuali dengan ikhlash dan dengannya mengharap wajah-Nya.” (&lt;/em&gt;HR Nasai dengan sanad yang bagus)&lt;br /&gt;Hadits di atas sekali lagi menegaskan urgensi keikhlasan dalam beramal. Huruf لا danإلا　menunjukkan nafi (pengecualian) dan itsbat (pengokohan) seperti dalam kalimat tauhid الله إلا لاإله&lt;br /&gt;Sebuah atsar yang masyhur dari Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullahu menegaskan akan pentingnya dua syarat diterimanya amal, yaitu ikhlash dan shawab (sesuai dengan sunnah). Beliau berkata&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;إن العمل إذا كان خالصا ولم يكن صوابا لم يقبل، وإذا كان صوابا ولم يكن خالصا لم يقبل، حتى يكون خالصا وصوابا، والخالص: أن يكون لله، والصواب: أن يكون على السنة&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya amal itu apabila ikhlash tetapi tidak shawab maka tidak akan diterima. Dan jika shawab tetapi tidak ikhlash maka juga tidak akan diterima, hingga terdapat ikhlash dan shawab. Dan ikhlash itu adalah karena Allah dan shawab itu sesuai dengan sunnah.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Fudhail bin ‘Iyadh membaca ayat&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Maka barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”&lt;/em&gt; (Al Kahfi 110).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Riya’ dan Sum’ah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyimpangan amal terjadi ketika niat tidak lagi ikhlash. Keinginan untuk dilihat orang lain atau pamer amal dinamakan dengan riya’. Sedangkan rasa ingin didengar orang lain disebut sebagai sum’ah. Baik riya’ maupun sum’ah adalah dua penyakit yang sangat berbahaya. Riya’ bahkan dikatakan sebagai asy-syirk al-ashghar (syirik kecil), sebab pahala amal yang disertai riya’ akan musnah. Rasulullah SAW bersabda&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;إن أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر" قالوا: وما الشرك الأصغر يا رسول الله؟ قال: الرياء &lt;br /&gt;(رواه أحمد بإسناد جيد، وابن أبي الدنيا)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya yang paling takutkan atas kalian adalah syirik kecil. Para sahabat bertanya, apakah syirik kecil itu wahai Rasulallah? Rasulullah menjawab: Riya’.”&lt;/em&gt; (Diriwatkan oleh Ahmad dengan sanad jayyid dan Ibnu Abi Dunya)&lt;br /&gt;Bahkan pelaku riya’ diancam dengan azab besar di neraka. Na’udzubillahi min dzalik. Sebuah hadits shahih berikut ini sangat penting untuk menjadi renungan kita bersama.&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;عن أبي هريرة قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول&lt;br /&gt;إن أول الناس يقضى يوم القيامة عليه: رجل استشهد، فأتى به، فعرفه نعمته فعرفها، قال: فما عملت فيها؟ قال: قاتلت فيك حتى استشهدت. قال: كذبت، ولكنك قاتلت لأن يقال: هو جرئ، فقد قيل، ثم أمر به فسحب على وجهه حتى ألقي في النار، ورجل تعلم العلم وعلمه، وقرأ القرآن، فأتى به، فعرفه نعمه فعرفها، قال: فما عملت فيها؟ قال: تعلمت العلم وعلمته، وقرأت فيك القرآن. قال: كذبت، ولكنك تعلمت ليقال: عالم، وقرأت القرآن ليقال هو قارئ، فقد قيل، ثم أمر به فسحب على وجهه حتى ألقي في النار، ورجل وسع الله عليه وأعطاه من أصناف المال، فأتى به، فعرفه نعمه فعرفها، قال: فما علمت فيها؟ قال: ما تركت من سبيل تحب أن ينفق فيها إلا أنفقت فيها لك، قال: كذبت، ولكنك فعلت ليقال: هو جواد، فقد قيل، ثم أمر به فسحب على وجهه حتى ألقي في النار &lt;br /&gt;(رواه مسلم والنسائي، ورواه الترمذي وحسنه، وابن حبان في صحيحه)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Dari Abu Hurairah yang berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan kemudian ditampakkan kepadanya nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apa yang kamu lakukan dengannya?” Dia menjawab, “Aku berperang untuk-Mu sampai aku mati syahid.” Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau berperang karena ingin disebut sebagai pemberani. Dan itu sudah kau dapatkan.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kemudian seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya dan juga membaca Al Quran. Dia didatangkan kemudian ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sudah didapatkannya dan dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apakah yang sudah kau perbuat dengannya ?” Maka dia menjawab, “Aku menuntut ilmu, mengajarkannya dan membaca Al Quran karena-Mu.” Allah berfirman, ”Engkau dusta, sebenarnya engkau menuntut ilmu supaya disebut orang alim. Engkau membaca Quran supaya disebut sebagai Qari’.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka&lt;br /&gt;Kemudian ada seseorang yang telah mendapatkan anugerah kelapangan harta. Dia didatangkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang diperolehnya. Maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apakah yang sudah kamu perbuat dengannya?” Dia menjawab, “Tidaklah aku tinggalkan suatu kesempatan untuk menginfakkan harta di jalan-Mu kecuali aku telah infakkan hartaku untuk-Mu.” Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau lakukan itu demi mendapatkan julukan orang yang dermawan, dan engkau sudah memperolehnya.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(Diriwayatkan oleh Muslim dan Nasai, dan diriwayatkan oleh Tirmidzi dan ia menghasankannya, dan diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam shahihnya)&lt;br /&gt;Kurang apalagi kebaikan orang yang berjihad, mempelajari dan mengajarkan ilmu, membaca Al Quran dan suka berinfaq. Namun kebaikan itu musnah di sisi Allah SWT manakala orientasi amal tersebut karena mengharap pujian manusia, bukan pujian Allah SWT.&lt;br /&gt;Dengan demikian, penting sekali buat kita untuk selalu menata dan memperhatikan niat setiap melakukan amal kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;إنما يبعث الناس على نياتهم (رواه ابن ماجه بإسناد حسن&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya manusia bangkit (pada hari akhir) atas niat-niat mereka&lt;/em&gt; (HR Ibnu Majah dengan sanad hasan)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ikhlash dalam berdakwah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagi aktivis da’wah, kelurusan niat dalam berda’wah menjadi suatu kemestian. Ada kalanya seseorang berda’wah dan berjihad, tetapi dengan motivasi yang rendah seperti agar dilihat keberaniannya oleh orang lain, agar dianggap eksis serta motivasi memamerkan amal dakwah dan jihadnya. Rasulullah SAW ditanya mengenai masalah ini dan beliau menjawab.&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;مَنْ قاتَلَ لِتَكُون كلِمةُ اللَّهِ هِي الْعُلْيَا فهُوَ في سَبِيلِ اللَّهِ ( مُتَّفَقٌ عليه) &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Hadits di atas menunjukkan definisi yang sejati tentang jihad di jalan Allah SWT, yaitu segala daya upaya untuk meninggikan kalimat Allah. Karena itu, segala aktivitas yang dilabeli jihad namun tidak memiliki orientasi murni untuk menegakkan kalimat Allah SWT, tidaklah dinamakan jihad fi sabilillah.&lt;br /&gt;Bagi aktivis da’wah khususnya, ada sejumlah rambu-rambu yang selayaknya diperhatikan agar niat lurus dalam da’wahnya selalu terjaga.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menjauhi kemasyhuran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berbagai akhlaq salafush shalih mengajarkan bahwa mereka sangat takut dengan puji-pujian, kemasyhuran dan popularitas. Bagi mereka, cukuplah Allah SWT sebagai Dzat yang memuji. Mereka berpandangan, pujian dari manusia dapat melengahkan dan melenakan diri sehingga amal perbuatan tidak lagi ikhlash karena Allah.&lt;br /&gt;Ibn Muhairiz berkata kepada orang yang meminta nasihat kepadanya, “Jika bisa, hendaklah engkau mengenal tetapi tidak dikenal, berjalanlah sendiri dan jangan mau diikuti, bertanyalah dan jangan ditanya. Lakukanlah hal ini.”&lt;br /&gt;Bisyr al-Hafi berkata, “Saya tidak mengenal orang yang suka kemasyhuran melainkan agama menjadi sirna dan dia menjadi hina. Tidak akan merasakan manisnya kehidupan akhirat, orang yang suka terkenal di tengah manusia”.&lt;br /&gt;Fudhail bin Iyadh berkata, ”Jika engkau sanggup untuk tidak dikenal, maka lakukanlah. Apa sukarnya engkau tidak dikenal? Apa sukarnya engkau tidak disanjung-sanjung? Tidak mengapa engkau tercela di hadapan manusia selagi engkau terpuji di sisi Allah.”&lt;br /&gt;Imam Ahmad berkata: “Aku ingin tinggal di jalan-jalan di sela-sela gunung-gunung yang ada di Mekah hingga aku tidak dikenal. Aku ditimpa musibah ketenaran&lt;br /&gt;Bagi aktivis da’wah, popularitas dan pujian dari manusia dapat merubah orientasi da’wah seseorang. Dari da’wah karena Allah, menjadi da’wah untuk mencari popularitas. Dari da’wah untuk mendapatkan pujian Allah, menjadi da’wah untuk mendapatkan pujian manusia.&lt;br /&gt;Sebenarnya, popularitas dan kemasyhuran itu tidaklah jelek. Para Nabi, Khulafa ar-Rasyidin dan para Imam adalah orang yang dikenal manusia. Ungkapan salafush shalih tersebut bukanlah ajakan untuk ber’uzlah. Tetapi yang tercela adalah mencari kemasyhuran dan kedudukan, serta sangat bercita-cita untuk mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Beramal secara diam-diam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Amal yang dilakukan diam-diam berpeluang lebih selamat dari riya’ dibandingkan dengan amal secara terbuka. Allah SWT berfirman&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Jika kalian menampakkan sedekah kalian maka itu adalah baik sekali. Dan jika kalian menyembunyikannya dan kalian berikan kepada orang-orang fakir maka menyembunyikanya itu lebih baik bagi kalian. Dan Allah akan menghapuskan dari kalian sebagian kesalahan-kesalahan kalian, dan Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan” &lt;/em&gt;(QS. Al-Baqoroh: 271).&lt;br /&gt;Para ulama menjelaskan tentang keutamaan menyembunyikan amal kebajikan (karena hal ini lebih menjauhkan dari riya) itu hanya khusus bagi amalan-amalan mustahab bukan amalan-amalan yang wajib. Sedekah yang wajib secara terang-terangan lebih afdhol daripada secara tersembunyi. Adapun sedekah yang mustahab maka sebaliknya.” Sebagian mereka juga mengecualikan orang-orang yang merupakan teladan bagi masyarakat, maka justru lebih afdhol bagi mereka untuk beramal terang-terangan agar bisa diikuti dengan syarat mereka aman dari riya’, dan hal ini tidaklah mungkin kecuali jika iman dan keyakinan mereka yang kuat.&lt;br /&gt;Secara khusus ada keuntungan bagi orang-orang yang “hidden”. Dalam hadits Mu’adz, Rasulullah SAW bersabda&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;إن الله يحب الأبرار الأتقياء الأخفياء، الذين إن غابوا لم يفتقدوا، وإن حضروا لم يعرفوا، قلوبهم مصابيح الهدى، يخرجون من كل غبراء مظلمة&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan, bertaqwa dan yang menyembunyikan amalnya. Yaitu orang-orang yang jika tidak hadir mereka tidak dicari, dan jika hadir mereka tidak dikenal. Hati mereka adalah pelita petunjuk. Mereka keluar dari setiap tempat yang gelap.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selalu sabar dalam berda’wah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT memberikan ilustrasi berupa kisah Nabi Nuh AS yang begitu sabar berda’wah selama 950 tahun (Al Ankabut 14). Nabi Nuh selalu berda’wah siang dan malam tanpa kenal lelah (Nuh 5). Beliau juga menggunakan berbagai metode, baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan (Nuh 8-9). Bahkan keluarganyapun juga tidak menyambut ajaran beliau. Kesabaran beliau ditunjukkan ketika mendapatkan wahyu Allah SWT untuk membuat kapal (Al Mu’minuun 27-28) dimana orang-orang kafir mengejek Nabi Nuh dan para pengikut beliau (Hud 11).&lt;br /&gt;Kesabaran dalam berda’wah berbanding lurus dengan keikhlasan. Orang-orang yang ikhlash selalu bersabar dalam menghadapi ujian dalam da’wah. Namun, terkadang ada orang-orang yang ingin segera cepat-cepat menikmati hasil da’wahnya. Perilaku yang disebut isti’jal, dilakukan oleh orang-orang yang mengubah tujuan da’wahnya, dari da’wah murni kepada Allah SWT menjadi da’wah yang berorientasi kepada hasil. Ketika sahabat Khubaib bin al-Arat menanyakan kapan datangnya pertolongan Allah, Rasulullah SAW menjawabnya dengan ilustrasi kisah orang pada zaman terdahulu yang tetap bersabar walaupun harus menerima ujian disisir dari sisir besi. Di akhir, Rasulullah mengatakan (ولكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُونَ) “Akan tetapi kalian tergesa-gesa.” (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berbuat yang ikhlash dan wajar ketika memimpin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang ikhlash karena Allah akan berbuat yang wajar, baik ketika memimpin di depan sebagai qiyadah maupun ketika berada di belakang sebagai jundiyah. Tidak ada perubahan dalam orientasi amalnya maupun sikap dan perbuatannya, baik ketika dikenal orang banyak, maupun ketika tidak dikenal. Dalam hal ini, sikap Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu dapat menjadi teladan, ketika beliau tetap ikhlash berjuang meskipun diberhentikan dari panglima perang oleh khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu.&lt;br /&gt;Syaikh Yusuf Qaradhawy memberikan taushiyah mengenai (الفرح بكل كفاية تبرز ) dalam hubungannya dengan persoalan jama’ah. Beliau menyatakan, qiyadah yang ikhlash akan senang jika banyak orang-orang baik yang bergabung dengan jama’ah. Dia tidak akan terganggu atau dengki atau gelisah karena kehadirannya. Bahkan qiyadah yang ikhlash melihat, jika ada orang lain yang lebih baik dari dirinya dalam hal memikul tanggung jawab, ia dengan senang hati untuk mundur dan memberikan tanggung jawab kepada orang lain.&lt;br /&gt;Beliau mengkritik orang-orang yang diberikan amanah namun selalu berusaha mempertahankan jabatannya, tidak mau mundur dan suka menekan orang lain. Padahal seiring dengan perjalanan waktu, keadaan akan berubah dan orang yang kuat akan menjadi lemah. Ada ungkapan (لكل زمان رجاله) , setiap zaman ada rijalnya. Beliau mengkritik pemimpin yang yang mati-matian mempertahankan kedudukannya dengan anggapan dialah yang paling mampu mengendalikan perahunya.&lt;br /&gt;Syaikh Yusuf Qaradhawy juga menyatakan, aktivis dakwah tidak boleh menutup mata dan telinga ketika mendapatkan kritik dari orang lain. Beliau bahkan memperingatkan bahaya sebuah jamaah yang disusupi dari luar, kepincangan dalam berfikir dan beramal, tidak ada inovasi dan pembaharuan, sebagai akibat kerakusan satu atau dua orang yang terlibat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menghindari ujub.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ujub (i'jab bin nafsi) adalah penyakit membanggakan diri sendiri, dengan tidak merendahkan orang lain. Walaupun tidak merendahkan orang lain, penyakit ini cukup berbahaya, karena berpotensi menuju ghurur. Ghurur adalah penyakit membanggakan diri sendiri disertai dengan merendahkan orang lain. Karena itu ghurur dikatakan sebagai syiddatul i'jab. Di atas ghurur adalah penyakit takabbur alias sombong. Takabbur dikatakan syiddatu syiddatil i'jab. Jadi pada akhirnya, ujub berbahaya karena menuju kepada takabbur. Dr. Sayyid Muhammad Nuh dalam bukunya Aafatun ‘ala ath-thariq menjelaskan tentang bahaya penyakit ujub, ghurur dan takabbur.&lt;br /&gt;Perang Hunain memberikan pelajaran besar akan bahaya penyakit ujub, ketika kaum muslimin merasa yakin akan mendapatkan kemenangan karena membanggakan jumlah yang besar. Allah SWT berfirman&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;&lt;br /&gt;لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الأرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُدْبِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.” &lt;/em&gt;(At-Taubah 25)&lt;br /&gt;Lafazh (أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ) menunjukkan bahwa kaum muslimin berbangga dengan jumlah yang besar, pada akibatnya mereka bercera-berai.&lt;br /&gt;Penyakit ujub juga dapat muncul ketika seseorang atau sebuah jama’ah merasa dirinya lebih baik atau lebih suci daripada orang atau jama’ah lain. Padahal Allah SWT berfirman&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;فَلا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“…Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” &lt;/em&gt;(an-Najm 32)&lt;br /&gt;Selayaknya, aktivis da’wah seperti halnya orang-orang yang memakmurkan masjid adalah orang-orang yang gemar membersihkan diri (at Taubah 108). Sebab aktivis da’wah bukanlah orang yang bersih dari dosa. Taubat dan muhasabah adalah alat untuk mengevaluasi diri dan jamaah, sejauh mana kelurusan niat dan langkah dakwahnya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a’lam bish shawab.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bahan rujukan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Al Quranul Karim&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Imam Nawawy, Riyadhush Shalihin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ibnu Hajar al-Atsqalany, Fathul Bari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yusuf al-Qaradhawy, An-niyyat wal-ikhlash, http://www.qaradawi.net&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hasan al-Banna, Majmu’ah Rasail.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sumber : http://www.eramuslim.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-5561398472697719781?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/5561398472697719781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=5561398472697719781&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/5561398472697719781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/5561398472697719781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2009/12/ikhlas-dalam-berdakwah.html' title='Ikhlas Dalam Berdakwah'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-5538640028835810754</id><published>2009-12-31T08:30:00.001+07:00</published><updated>2009-12-31T08:30:52.526+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khabar'/><title type='text'>Refleksi Akhir Tahun 2009</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Refleksi Akhir Tahun 2009&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;HIZBUT TAHRIR INDONESIA&lt;/h2&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Selamatkan Indonesia Dengan Syariah - Menuju Indonesia Lebih Baik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009 sebentar lagi akan berakhir. Fajar tahun 2010 segera menyongsong. Banyak peristiwa ekonomi, politik, sosial - budaya dan sebagainya baik di dalam maupun di luar negeri yang telah terjadi di sepanjang tahun ini. Terhadap sejumlah isu terhangat di sepanjang tahun 2009, Hizbut Tahrir Indonesia memberikan catatan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;HASIL PEMILU DAN PEMERINTAHAN BARU&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009 adalah tahun pemilu. Ada pemilu legislatif dan pemilihan presiden. Hasilnya sudah diketahui. Partai Demokrat memenangi kompetisi dengan memperoleh suara terbanyak, berturut-turut Golkar, PDI-P, PKS, PAN, PPP, PKB, Gerindra dan Hanura. Partai lainnya, meski mendapatkan suara tapi karena tidak mencapai ambang batas parlemen (&lt;em&gt;parlementary treshold&lt;/em&gt;) yang ditetapkan yakni 2%, maka mereka tidak memperoleh satu pun kursi di parlemen sehingga mereka terpaksa harus tersingkir dari percaturan politik formal di negeri ini. Sementara dalam ajang Pilpres, pasangan SBY - Boediono menjadi kampiun. Memenangi kompetisi dalam satu putaran dengan angka telak.&lt;br /&gt;Pesta demokrasi itu diselenggarakan di tengah rakyat tak henti-hentinya dililit berbagai kesulitan hidup akibat tekanan ekonomi dan berbagai problem lain yang seolah tak berkesudahan. Adalah kemiskinan yang mendorong ratusan ribu orang berbondong-bondong mengadu nasib di negeri orang. Tapi alih-alih uang yang didapat, tapi justru nestapa yang dirasa. Contoh kecil adalah penderitaan dan nestapa yang menimpa Siti Hajar (33). TKI di Malaysia yang asal Limbangan Garut Jawa Barat ini terluka parah akibat siraman air panas dan dipukuli majikannya. Baru saja kasus ini masuk proses penyidikan, polisi menemukan kasus yang tidak kalah memilukan: Nurul Widayanti TKI asal Desa Dindeen, Wadungan, Ngawi, Jatim tewas tergantung di rumah orangtua majikannya, juga di Malaysia. Sangat mungkin, derita yang sama-yang tidak diekspos-juga banyak dialami oleh TKI lainnya yang tersebar di kawasan Asia Pasifik (351.966) dan Timur Tengah (343.487) berdasarkan data tahun 2007 (&lt;em&gt;Kompas&lt;/em&gt;, 15/6/09).&lt;br /&gt;Duka juga menyapa TNI. Banyak anggota TNI gugur bukan di medan perang, melainkan menjadi korban alutsista yang sudah “usang kadaluwarsa”. Dalam sepekan saja, dua pesawat Heli jatuh. Yang terbaru adalah Helikopter Puma SA-330 dengan nomer registrasi HT 3306 yang jatuh pada hari Jumat (12/6/2009) sekitar pukul 14.13 WIB di daerah Atang Sanjaya Bogor. Kecelakaan ini mengakibatkan gugurnya empat orang TNI dan tiga lainya luka serius. Tentu ironis. TNI, institusi yang menjadi pilar tegaknya negeri yang sangat luas teritorialnya ini, hanya memiliki peralatan tempur dan anggaran alakadarnya.&lt;br /&gt;Di sektor keuangan, Indonesia juga menjadi negara yang tidak pernah merdeka dari jeratan hutang. Pada Desember 2003 posisi hutang Indonesia adalah Rp 1.275 triliun. Pada Januari 2009, hutang Indonesia telah membengkak menjadi Rp 1.667 triliun. Jumlah tersebut, jika dibagi dengan jumlah penduduk Indonesia, maka tiap kepala harus menanggung Rp 7,7 juta. Selama kepemimpinan SBY-JK, hutang Indonesia meningkat hampir 13% (Rp 400 triliun) hanya dalam kurun waktu empat tahun, yakni naik sekitar Rp 80 triliun pertahun. Inilah “prestasi hutang” terbesar dari pemerintahan SBY-JK dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. Jelas, angka ini tidak sebanding dengan anggaran untuk sektor yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak, seperti pertanian (Rp 8 triliun), pendidikan (Rp 62 triliun), kesehatan (Rp 20 triliun), kementerian lingkungan hidup (Rp 376 miliar). Sementara itu, dalam APBN 2009, untuk membayar hutang tersebut telah dianggarkan dana sebesar Rp 162 triliun.&lt;br /&gt;Yang lebih parah, dalam dokumen yang ditemukan INFID, program BLT yang diklaim sebagai program hasil rancangan Pemerintah Indonesia ternyata ada dalam dokumen Bank Dunia. Dalam “&lt;em&gt;Document Policy Loan&lt;/em&gt; (DPL)” Bank Dunia, program BLT tersebut didukung oleh ADB (Asian Development Bank) dan Jepang, dan ini adalah program Bank Dunia (&lt;em&gt;Media Indonesia&lt;/em&gt;, 15/6).&lt;br /&gt;Ini tentu ironis. Pemerintah ternyata memberikan “uang cuma-cuma” kepada sebagian rakyat dari hasil hutang luar negeri yang juga harus ditanggung rakyat. Dengan kata lain, sebagian rakyat yang mendapatkan BLT sebesar Rp 300 ribu setiap tiga bulan, ternyata sekaligus diberi beban hutang oleh Pemerintah sebesar Rp 7,7 juta per kepala.&lt;br /&gt;Bagaimana sikap penguasa terhadap borok-borok yang bermunculan silih berganti ini? Ternyata kepedulian penguasa dan elit politik hanya bersifat musiman. Rakyat hanya diperhatikan setiap menjelang Pemilu dan Pilpres. Derita rakyat sekadar dieksploitasi ramai-ramai sekadar untuk mendongkrak popularitas dan perolehan suara di setiap ajang pemilu.&lt;br /&gt;Pertanyaannya, akankah pergantian kepemimpinan Indonesia 2009 membawa perubahan bagi rakyat? Mampukah penguasa baru membawa Indonesia menjadi negara yang merdeka dari penjajahan ekonomi, politik, hukum dan budaya? Bisakah pergantian sosok pemimpin menjadi solusi bagi Indonesia untuk mengatasi krisis multidemensi yang kronis ini? Waktu terus bergulir dan telah membuktikan semua, bahwa meski penguasa telah berganti berkali-kali, tetapi Indonesia justru makin terperosok pada kondisi problem multidimensi.&lt;br /&gt;Seiring dengan besarnya keinginan partai politik untuk meraih dukungan dan kue kekuasaan, pragmatisme politik makin kuat terjadi. Hal ini tampak dari koalisi-koalisi yang dibentuk dalam pilpres maupun pilkada dan gagasan atau wacana yang dilontarkan parpol. Pragmatisme politik membuat warna ideologi partai menjadi kabur. Untuk partai politik sekuler mungkin biasa, tapi ternyata pragmatisme politik juga melanda parpol Islam. Bahkan ada parpol Islam yang mengatakan bahwa perjuangan ideologi sudah tidak lagi relevan. Bila demikian, lantas apa fungsi dari adanya parpol Islam?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berharap kepada DPR baru? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 70% anggota DPR Periode 2009-2014 memang benar-benar baru. Namun, sesuai dengan hasil Pemilu 2009 lalu, keanggotaan DPR baru itu tetap didominasi oleh partai-partai lama yang notabene sekular. Berdasarkan ketetapan KPU, perolehan kursi tiap parpol di DPR adalah: Partai Demokrat 150, Partai Golkar 107, PDIP 95, PKS 57, PAN 43, PPP 37, PKB 27, Gerindra 26, Hanura 18 (&lt;em&gt;Mediacenter.kpu.go.id&lt;/em&gt;, 14/5/2009).&lt;br /&gt;Dengan keanggotaan yang mayoritas berasal dari parpol-parpol sekular, umat Islam yang mayoritas di negeri ini tentu tidak bisa banyak berharap bahwa DPR baru ini akan berpihak kepada kepentingan umat. Pasalnya, meski banyak anggota baru yang muslim, visi dan misi mereka tetaplah sama dengan partainya, yakni sekular. Karena itu, jangan berharap, misalnya, DPR baru akan banyak menerbitkan UU yang sesuai dengan syariah, meloloskan peraturan yang melarang aliran-aliran sesat seperti Ahmadiyah dan sebagainya. Yang bakal terjadi adalah seperti DPR periode lalu, mereka akan banyak memproduksi UU sekular yang notabene bertentangan dengan syariah.&lt;br /&gt;Selain itu, secara umum rakyat pun pantas untuk pesimis. Pasalnya, kualitas anggota DPR yang baru diperkirakan menurun. Ini karena pada Pemilu Legislatif lalu, dengan mekanisme suara terbanyak, banyak anggota DPR terpilih lebih karena faktor popularitas semata. Bukan karena kapabilitas. Wajar jika kalangan artis/selebritis, misalnya, bisa dengan mudah mengalahkan caleg dari kalangan politisi kawakan yang sebenarnya lebih kapabel hanya karena menang populer.&lt;br /&gt;Untuk menilai kualitas para anggota DPR baru, kinerja para anggota DPR lama bisa dijadikan acuan. Pusat Kajian Anti (Pukat) Korupsi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menilai kinerja Legislatif periode 2004-2009 masih buruk. Hal ini terlihat antara lain dari efektivitas pembuatan undang-undang serta komitmen untuk pemberantasan korupsi. Menurut peneliti dari Pukat Korupsi UGM Hifdzil Alim beberapa UU yang dihasilkan DPR juga memiliki substansi buruk, misalnya UU Pertambangan Mineral dan Batubara (UU No.4 Tahun 2009), karena memberlakukan kontrak karya hingga berakhir. UU Badan Hukum Pendidikan (UU No.9 Tahun 2009), karena memasukkan konsep perusahaan ke dalam konsep penyelenggaraan pendidikan.&lt;br /&gt;Dengan kualitas DPR yang buruk tersebut, wajar jika sejumlah survei menunjukkan tingginya kekecewaan masyarakat terhadap lembaga ini. Hal ini sangat beralasan. Pasalnya, banyak produk UU yang dihasilkan DPR terbukti tidak memihak rakyat yang berada di tengah himpitan dan beban hidup yang semakin sulit dan berkepanjangan. Misalnya, UU Migas, UU Penanaman Modal, UU SDA, UU BHP, UU Minerba dan lainnya yang akan menimbulkan kehancuran perekonomian nasional dan lingkungan serta meningkatkan kemiskinan, pengangguran, kebodohan, kelaparan rakyat di negeri yang kaya ini.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DPR: Wakil Siapa?&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Melihat &lt;em&gt;track-record&lt;/em&gt; DPR yang seperti itu, rakyat boleh semakin khawatir bahwa sejumlah RUU yang masuk dalam Prolegnas 2009-2014 pun akan tetap mengesampingkan kepentingan rakyat dan lebih memihak kepentingan mereka yang punya uang. Pasalnya, ‘aroma uang’ hampir selalu mewarnai setiap pembahasan RUU di DPR. Beberapa produk UU seperti UU Migas, UU SDA dan UU Penanaman Modal, misalnya, diduga kuat didanai oleh sejumlah lembaga asing seperti World Bank. Simak, misalnya, pernyataan USAID (United States Agency for International Development) “&lt;em&gt;USAID has been the primary bilateral donor working on energy sector reform&lt;/em&gt;.” Khusus mengenai penyusunan UU Migas, USAID secara terbuka menyatakan, “&lt;em&gt;The ADB and USAID worked together on drafting a new oil and gas law in 2000&lt;/em&gt;” (&lt;em&gt;http:&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;www.usaid.gov/pubs/cbj2002/ane/ id/497-009.html&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;Berdasarkan UU Migas No 22 tahun 2001 ini, pemain asing boleh masuk dari hulu sampai hilir. Saat ini, menurut Dr. Hendri Saparini, lebih dari 90% dari 120 kontrak &lt;em&gt;production sharing&lt;/em&gt; dikuasai korporasi asing. Dari sekitar satu juta barel perhari produksi minyak mentah Indonesia, Pertamina hanya memproduksi sekitar 109 ribu barel, sedikit di atas Medco 75 ribu barel. Sebaliknya, produksi terbesar adalah Chevron sekitar 450 ribu barel perhari. Berdasarkan UU Migas yang radikal itu pula, pada 2004 sebanyak 105 perusahaan swasta mendapat izin untuk merambah sektor hilir migas, termasuk membuka SPBU.&lt;br /&gt;Campur tangan asing dalam pembuatan UU tak hanya di sektor migas (minyak dan gas), tetapi juga di sektor lainnya. RUU Kelistrikan, misalnya, dibuatkan oleh Bank Dunia. RUU BUMN dibuatkan oleh Price Waterhouse Coopers. RUU SDA, RUU Maritim, RUU BHP dan regulasi mengenai hajat hidup rakyat juga tak lepas dari intervensi asing. Bahkan khusus terkait dengan yang terakhir, yakni RUU BHP, menurut Darwis SN, pemerhati kebijakan publik, yang juga alumnus University of Adelaide Australia, &lt;em&gt;draft&lt;/em&gt;-nya sebenarnya telah dirancang sejak pertemuan “&lt;em&gt;World Declaration on Higher Education for the Twenty-First Century: Vision and Action&lt;/em&gt;” di Paris tahun 1998 yang disponsori UNESCO. Ini merupakan salah satu konsekuensi dari General Agreement on Trade in Services (GATS) WTO yang meliberalisasi perdagangan 12 sektor jasa, antara lain layanan kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, jasa akuntansi, pendidikan tinggi dan pendidikan selama hayat. Bersama Amerika dan Inggris, Australia memang paling getol mendesakkan liberalisasi sektor jasa pendidikan melalui WTO. Pasalnya, sejak tahun 1980-an, mereka mendapatkan keuntungan paling besar dari liberalisasi jasa pendidikan (Ender dan Fulton, Eds, 2002). Pada tahun 2000 saja, ekspor jasa pendidikan Amerika mencapai USD 14 miliar atau Rp 126 triliun.&lt;br /&gt;Di bidang penanaman modal, pihak asing juga dibiarkan mengambil-alih perusahaan-perusaahan negara yang menguasai hajat hidup orang banyak, seperti BUMN. Dengan UU No. 25/2007 tentang Penanaman Modal, pemain asing dan pemain lokal dibiarkan bebas berkompetisi di Indonesia. Pasal 7 ayat 1 dan 2 malah menghalangi “nasionalisasi” dengan berbagai aturan yang menyulitkan dan merugikan negara sendiri. Yang terjadi justru internasionalisasi BUMN. Tahun 2008, Komite Privatisasi memutuskan untuk melego 34 BUMN, melalui proyek privatisasi, dan melanjutkan privatisasi 3 BUMN yang tertunda tahun sebelumnya (&lt;em&gt;Bisnis Indonesia&lt;/em&gt;, 5/2/2008).&lt;br /&gt;Di sektor perbankan, ada UU Perbankan dimana melalui pasal 22 ayat 1b UU Perbankan ini, warga negara dan badan hukum asing bebas untuk bermitra dengan warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia mendirikan Bank Umum. Pihak asing pun bisa memiliki hingga 99% saham bank di Indonesia. Saat ini 6 dari 10 perbankan terbesar di Indonesia kepemilikan mayoritasnya dikuasai asing.&lt;br /&gt;Dengan semua kenyataan di atas, tentu tidak salah jika Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengungkapkan, tidak ada produk hukum yang lahir dari (baca: demi) kepentingan masyarakat murni (&lt;em&gt;Jabarnews.com&lt;/em&gt;, 11/6/2009). Jika banyak UU tidak ditujukan demi kepentingan rakyat, lalu DPR itu wakil siapa? Karena itu, DPR sebagai wakil rakyat itu hanyalah klaim.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kabinet Baru: &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Pemerintahan &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Neo &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Liberal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan baru periode 2009 - 2014 telah terbentuk, ditandai dengan pelantikan SBY sebagai Presiden dan Boediono sebagai Wakil Presiden, diikuti dengan penyusunan dan pelantikan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Sebagian pihak menilai susunan kabinet baru ini sudah tepat karena telah mencerminkan kerterwakilan kelompok politik yang disandingkan dengan pelibatan orang-orang profesional. Namun sejumlah pihak menilai penyusunan kabinet yang diawali dengan pentas audisi calon menteri itu justru menjadi semacam antiklimaks dari harapan masyarakat akan pemerintahan profesional yang berpihak kepada rakyat dan semangat yang selama ini didengungkan.&lt;br /&gt;Perlu diingat, dalam kampanye, pasangan presiden terpilih menjanjikan pengentasan kemiskinan melalui dua jalur. &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;: meningkatkan ekonomi yang meliputi pertumbuhan, sektor riil, investasi, revitaliasasi pertanian dan ekonomi pedesaaan. &lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;: intervensi Pemerintah melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, dan mendorong usaha mikro.&lt;br /&gt;Pasangan SBY-Boediono juga berjanji akan meningkatkan pertumbuhan hingga 7%, pengangguran menurun 5-6%, stabilitas harga dijaga, Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus dijaga, disamping janji-janji lainnya. Janji-janji itulah yang membentuk besarnya harapan rakyat yang digantungkan kepada keduanya. Untuk memenuhi janji itu, langkah pertama dan menentukan adalah memilih para menteri yang akan membantu mewujudkannya.&lt;br /&gt;Masyarakat mengharapkan kabinet lebih banyak dari kalangan&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;profesional sebagai bentuk keinginan kuat masyarakat agar ada perubahan dalam kinerja Pemerintah. Kabinet yang banyak diisi dari kalangan partai dianggap kurang berhasil dalam menjalankan amanat pemerintahan. Rakyat ingin ada perbaikan dari berbagai bidang seperti masalah kemiskinan, pengangguran serta pendidikan. Menteri dari kalangan partai dinilai akan banyak dipengaruhi oleh kepentingan politik dan partai.&lt;br /&gt;Namun rakyat yang mengharapkan kabinet lebih banyak diisi kalangan profesional dan memiliki pengalaman di bidangnya itu, akhirnya harus gigit jari dan melipat kembali harapan itu. Rakyat dipaksa menerima para menteri khususnya bidang ekonomi, terutama pos yang berkait langsung dengan sektor riil, dari hasil kompromi politik. Faktor lobi dan kepentingan partai politik ternyata masih lebih kental. Harapan publik akan adanya kabinet yang profesional masih sebatas janji.&lt;br /&gt;Lebih dari itu masyarakat juga harus sudah bersiap untuk kembali menelan kekecewaan akan harapan pemenuhan janji pengentasan kemiskinan dan perbakan kesejahteraan masyarakat luas. Pasalnya kabinet yang baru ini tetap kental dengan corak neoliberal. Hal itu terlihat dari komposisi kabinet yang masih diisi oleh orang-orang yang dikenal sebagai bagian dari neolib dan bahkan menduduki posisi kunci. Padahal neo liberalisme yang berurat pada ideologi Kapitalisme itu justru menjadi pangkal dari masalah kemiskinan dan masalah kesejahteraan hidup yang mendera masyarakat.&lt;br /&gt;Tetap dipertahankannya orang-orang neolib di kabinet itu memang sudah diprediksi sebelumnya, mengingat rekam jejak pasangan presiden-wapres selama ini memang sudah dikenal neolib. Prediksi itu akhirnya diperteguh dengan susunan kabinet yang baru diumumkan. Akhirnya jargon ekonomi kerakyatan yang diusung selama kampanye tinggal sebatas jargon. Faktanya, ke depan agenda ekonomi neoliberal akan terus berlanjut.&lt;br /&gt;Perlu diketahui, setidaknya ada delapan agenda utama liberalisasi atau kini menjadi neoliberalisasi. &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;: mendorong pasar bebas (&lt;em&gt;free market&lt;/em&gt;). &lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;: privatisasi dengan melakukan penjualan BUMN. &lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;: membuat deregulasi, yakni menghilangkan aturan yang membatasi perusahaan, misalnya peraturan perusahaan asing yang dilarang mendirikan pompa bensin di Indonesia kini sudah dicabut. &lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;: liberalisasi dengan membuka pasar dan menghilangkan penghalang, seperti pajak yang membatasi ekspor dan impor. &lt;em&gt;Kelima&lt;/em&gt;: pengurangan peran Pemerintah dalam pembangunan. &lt;em&gt;Keenam&lt;/em&gt;: pengurangan pajak bagi kalangan menengah ke atas. &lt;em&gt;Ketujuh&lt;/em&gt;: memotong pelayanan publik, seperti menyerahkan perusahaan air minum kepada swasta; privatisasi pendidikan, rumah sakit, dan sebagainya. &lt;em&gt;Kedelapan&lt;/em&gt;: mengurangi segala bentuk subsidi barang seperti BBM, air, listrik, pangan, dsb.&lt;br /&gt;Meski banyak wajah baru di dalam kabinet termasuk di dalam tim ekonomi, namun bukan berarti pemerintahan ke depan akan menjadi lebih pro rakyat dan meninggalkan agenda neoliberal. Kalaupun diasumsikan orang baru itu bukan penganut neolib -meski faktanya tidak demikian-, namun kerangka sistem ekonomi neoliberal itu telah dibangun melalui berbagai perundang-undangan yang dibuat. Begitu pula strukturnya juga sudah dibangun melalui sejumlah kebijakan yang diambil selama ini. Sejumlah undang-undang dan kebijakan yang ada begitu kental dengan aroma neoliberalisme, seperti UU SDA, UU Minerba, UU Penanaman Modal, UU Ketenagalistrikan, UU Migas, UU Sisdiknas, UU Kesehatan, UU Rumah Sakit, kebijakan perpajakan, Peraturan Presiden No.111/2007 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden No.77/2007 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Permodalan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Hal itu sudah bisa dilihat dari sejak sekarang. Dalam APBN 2010 yang sudah disahkan DPR pada 30 September lalu, yang disusun oleh orang-orang yang sekarang juga masih duduk di dalam kabinet, anggaran untuk BLT ternyata tidak ada, padahal program BLT dibanggakan dalam kampanye dan dijanjikan akan berlanjut. Subsidi obat generik yang pada APBN-P 2009 besarnya Rp 350 miliar, pada APBN 2010 dihapus. Subsidi pangan dianggarkan 11,4 triliun menurun dari Rp 12,987 triliun pada APBN-P 2009. Jumlah itu diprediksi hanya cukup untuk melaksanakan program raskin 15 kg per bulan bagi 17,5 juta rumah tangga sasaran (RTS) selama 10 bulan. Subsidi pupuk yang di APBN-P 2009 sebesar Rp 18,43 triliun dipangkas Rp 7,13 triliun atau 38,68 % menjadi Rp 11,3 triliun. Meskipun subsidi benih memang naik dari Rp 1,315 triliun (APBN-P 2009) menjadi Rp 1,6 triliun. Semua pengurangan subsidi itu adalah ciri khas agenda neolib. Ironisnya semua subsidi yang dipangkas itu sangat berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat miskin dan petani. Lalu, di mana janji pengentasan kemiskinan yang digembar-gemborkan selama kampanye?&lt;br /&gt;Penderitaan rakyat itu masih ditambah lagi dengan pengurangan subsidi listrik dari Rp 47,546 triliun (APBN-P 2009) menjadi Rp 37,8 triliun. Dengan berkurangnya subsidi itu, pemerintah hampir bisa dipastikan akan menaikkan TDL listrik pada 2010 mendatang. Ironisnya subsidi pajak ditanggung pemerintah (DTP) ditetapkan sebesar Rp 16,9 triliun. Padahal selama ini fasilitas fiskal itu lebih banyak dinikmati oleh para pengusaha. Ironis, subsidi untuk rakyat kecil dan miskin dipangkas, sementara subsidi untuk orang kaya begitu besar.&lt;br /&gt;Agenda-agenda neolib lainnya juga akan tetap berlanjut, seperti penjualan BUMN. Program privatiasasi BUMN yang “gagal” pada tahun 2009, bisa dipastikan akan dilanjutkan. Saat ini saja, pemerintah tengah bersiap-siap akan melego Pertamina. Semua itu menjadi bukti bahwa pemerintahan baru ini hanyalah melanjutkan, atau bahkan menyempurnakan agenda-agenda neoliberalisasi yang telah dijalankan sebelumnya. Ujung-ujungnya akan menyebabkan kesengsaraan rakyat banyak.&lt;br /&gt;Bisa disimpulkan, bahwa selama ideologi Kapitalisme- Neoliberalisme tetap dianut di negeri ini, maka pergantian pemimpin dan kabinet tidak akan memberikan perubahan mendasar dalam kehidupan masyarakat. Yang berganti hanya orangnya sedangkan ideologi dan sistemnya tidak pernah berubah. Selama ideologi dan sistemnya tidak berubah, maka perubahan mendasar dan perbaikan kehidupan masyarakat secara menyeluruh tidak akan terwujud. Karena secara ideologis, Kapitalisme dan turunannya, Neoliberalisme, memang tidak pro rakyat, melainkan pro kapitalis. Apa yang terjadi selama ini di negeri ini adalah bukti. Masihkah kita memerlukan bukti yang lebih banyak lagi?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;BENCANA ALAM&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Indonesia bukan hanya negeri yang kaya dengan sumber daya alam dan manusianya yang ramah, tetapi juga negeri dengan potensi bencana alam yang berlimpah. Indonesia berada tepat di batas-batas lempeng Eurasia, Hindia, Australia dan Pasifik. Indonesia mempunyai 129 gunung api aktif. Semua ini berpotensi gempa, tsunami dan erupsi yang mampu menghancurkan kehidupan dalam waktu seketika, sebagaimana yang baru saja terjadi, berupa gempa bumi di Tasikmalaya dan Sumatera Barat tahun 2009 ini. Indonesia juga berada di persimpangan angin dan arus laut antara Asia - Australia dan antara Hindia - Pasifik. Maka bencana banjir, longsor, abrasi gelombang pasang, puting beliung, kekeringan hingga kebakaran hutan juga sering terjadi.&lt;br /&gt;Menyadari kondisi geografis dan geologis Indonesia begitu rupa, dan seringnya terjadi bencana alam, mestinya pemerintah dan rakyat Indonesia cakap dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana dan siap menghadapinya, bila bencana benar-benar terjadi. Bencana jebolnya tanggul Situ Gintung pada Februari 2009 semestinya bisa dicegah. Namun, kenyataannya pemerintah negeri ini tidak pernah belajar dari pengalaman. Bangsa ini, semestinya bisa menjadi maestro-maestro dunia dalam menghadapi bencana. Namun yang terjadi, bencana baru sebatas dihadapi dengan &lt;em&gt;muhasabah&lt;/em&gt; dan diratapi dengan doa?&lt;br /&gt;Semestinya, bencana-bencana alam itu bisa diantisipasi terlebih dulu dengan segala ikhtiar. Semestinya penguasa negeri ini menaruh perhatian yang besar, agar tersedia fasilitas umum yang mampu melindungi rakyat dari berbagai jenis bencana. Seharusnya pemerintah bisa mengerahkan para pakar untuk membuat alat dan metode peringatan dini, mendirikan bangunan yang tahan bencana, membangun tempat-tempat cadangan logistik, hingga bisa membuat masyarakat selalu tanggap darurat. Dalam ajaran Islam, aktivitas jihad adalah cara yang efektif agar masyarakat selalu siap menghadapi situasi yang terburuk. Mereka tahu bagaimana harus mengevakuasi diri dengan cepat, bagaimana menyiapkan barang-barang yang vital selama evakuasi, bagaimana mengurus jenazah yang bertebaran, dan bagaimana merehabilitasi diri pasca kedaruratan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ALIRAN SESAT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Problem berat lain yang masih menghantui negeri ini adalah maraknya aliran sesat. Kian hari bukannya berkurang, namun justru terus bertambah. Padahal masalah Ahmadiyyah -sekte sesat yang mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi– belum juga berhasil dituntaskan.&lt;br /&gt;Pada awal tahun ini, masyarakat digegerkan oleh terungkapnya aliran sesat &lt;em&gt;Weteng Buwono&lt;/em&gt;. Aliran yang dipimpin Agus Imam Solichin ini terbukti sesat karena menjadikan perbuatan mesum sebagai ritualnya. Aliran yang berpusat di Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini biasa melakukan persetubuhan dalam ritual mereka. Ritual disaksikan para anggota di bawah sorotan lampu. Ritual lainnya adalah memandikan para pengikutnya baik laki-laki maupun wanita secara bersamaan dalam keadaan telanjang.&lt;br /&gt;Aliran sesat lain yang menjadikan praktik mesum sebagai ritual juga muncul di Banten. Aliran yang dikembangkan sebuah Padepokan di Desa Sekong Kecamatan Cimanuk, kabupaten Pandeglang itu dipimpin Syahrudin. Menurut Kepala Desa Sekong Wawan Gunawan, Syahrudin mengembangkan ajaran Hakekok. Ajaran sesat yang membolehkan berzina. Di padepokan yang sudah berdiri lima tahun itu, perbuatan mesum dikemas dalam sebuah praktik ritual kawin gaib di ruangan gelap. Mereka mengakui bersedia melakukannya karena akan mendapat ilmu tinggi. Padepokan tempat berbuat mesum berkedok majelis dzikir itu pun akhirnya dibakar masa pada awal September lalu. Sedangkan Syahrudin sendiri ditahan Mapolres Pandeglang untuk menghindari amuk massa.&lt;br /&gt;Munculnya aliran sesat juga menghebohkan warga Kudus pada awal November 2009. Aliran sesat itu mengakui Sabda Kusuma sebagai rasul. Menurut Ketua MUI Kabupaten Kudus, Muhammad Syafiq Naschan, aliran ini mengubah syahadat kedua “&lt;em&gt;Asyhadu anna Muhammad Rasulullah&lt;/em&gt;” menjadi &lt;em&gt;“Asyhadu anna Sabda Kusuma Rasulullah”&lt;/em&gt;. Kalimat syahadat buatan mereka itu jelas menunjukkan sesatnya aliran tersebut.&lt;br /&gt;Di Mojokerto aliran sesat berasal dari Perguruan Ilmu Kalam Santriloka. Aliran yang dipimpin Ahmad Nafan itu menganggap Syaikh Siti Jenar dan Syaikh Maulana Malik Ibrahim sebagai nabi berikutnya setelah Nabi Muhammad saw. Selain itu, aliran yang memiliki 700 pengikut ini juga tidak mewajibkan jemaahnya untuk berpuasa Ramadhan dan menggantinya dengan puasa pada 1-9 Muharram. Pengingkaran kewajiban puasa Ramadhan, apalagi menggantinya di bulan lain, dapat mengantarkan pelakunya kepada kekufuran.&lt;br /&gt;Aliran sesat juga menghebohkan Blitar. Di kecamatan Srengat muncul aliran Padange Ati (PA). Berdasarkan data yang dihimpun MUI setempat, sekte ini sudah berani meninggalkan syariat Islam. Bahkan aliran yang beranggotakan 25 orang ini menilai dogma shalat 5 waktu sebagai tata cara pemeluk agama yang masih dangkal keilmuanya. Aliran sesat juga muncul di kecamatan Talun, Aliran Masuk Surga (AMS). Aliran yang dipimpin Suliyani mewajibkan pengikutnya membayar biaya sebesar Rp 3 juta hingga Rp 7 juta. Bila biaya yang dibayarkan hanya Rp 3 juta, dijamin bebas siksa kubur. Jika membayar Rp 5 juta, maka masuk surga setelah sebelumnya disiksa di neraka. Dan jika mau membayar Rp 7 juta, maka dijamin akan langsung masuk surga tanpa ada halangan.&lt;br /&gt;Berkembangnya kelompok Tarekat &lt;em&gt;Naqasabandi Haqqani&lt;/em&gt; asal Amerika menambah deretan aliran sesat di Indoensia. Dalam rangka Safari Maulid, pada 26 Mei-2 Juni 2009 pemimpin tarekat ini, Muhammad Hisham Kabbani keliling Jakarta, Pekalongan, Semarang dan Sukabumi. Puncak acara dilaksanakan di Masjid Istiqlal pada 30 Mei 2009 dengan dihadiri 75.000 orang termasuk Presiden SBY. Ini merupakan kunjungannya yang ke-18 ke Indonesia sejak 1997 lalu.&lt;br /&gt;Tak banyak orang menyangka jika kelompok ini mengajarkan banyak ide sesat. Pasalnya, kelompok ini juga menyematkan nama &lt;em&gt;Naqsabandi &lt;/em&gt;di samping nama &lt;em&gt;Haqqani.&lt;/em&gt; Kesesatan kelompok ini terkuak setelah KH Amin Jamaludin (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) mengkaji buku-buku yang disebarkan Yayasan Haqqani Indonesia. Dalam Buku &lt;em&gt;Rahasia Tiga Cahaya - Rahasia di Balik Bilangan, &lt;/em&gt;Hisyam Kabbani menulis, “Maulana berkata, jika Allah mengutuk orang-orang kafir, Dia tidak akan menjadi Tuhan.” Dalam Buku &lt;em&gt;Tiga Karakter Awliya’, &lt;/em&gt;dijelaskan bahwa para nabi dan wali memiliki tiga sifat dari tiga hewan: keledai, anjing dan babi. Dalam buku &lt;em&gt;Ahl al-Haq&lt;/em&gt; koleksi 1, Edisi koleksi (Maret-Juni 2005) yang diterbitkan Yayasan Haqqani Indonesia disebutkan bahwa shalat 5 waktu bisa diganti dengan takbir, sujud, dan membaca bacaan yang diajarkan Hisyam Kabbani. Sementara dalam dalam Buku “Mata Rantai EmasThariqat” disebutkan, “Tidak ada perbedaan Muslim, Kisten, Yahudi, Budha mupun Hindu. Mereka semua adalah hamba di hadapan Allah SWT. Dan Rasulullah saw melihat mereka sebagai seorang manusia dan membawanya bersamanya.” Berdasarkan fakta-fakta itu, tidak aneh jika dikatakan KH Amin Djamaluddin kelompok ini telah melakukan penghinaan terhadap Allah SWT, Rasulullah saw, dan agama Islam.&lt;br /&gt;Maraknya aliran sesat ini jelas amat memprihatinkan. Lebih-lebih, aliran sesat yang terungkap itu sesungguhnya hanya sebagian kecil. Berdasarkan data yang dihimpun Alumi di Indonesia setidaknya sejak tahun 1980-2006 saja ada 250 aliran sesat yang berkedok agama Islam muncul ke permukaan.&lt;br /&gt;Maraknya aliran sesat itu menunjukkan rendahnya pemahaman umat Islam terhadap agamanya. Akibatnya, berbagai paham dan aliran yang sudah jelas-jelas sesat masih mendapatkan pengikut. Kondisi ini diperparah oleh sikap abai negara terhadap akidah warganya. Negara bukan hanya tidak melakukan edukasi terhadap warganya dengan akidah yang benar, namun juga membiarkan para pelaku kesesatan menyebarkan ajarannya ke tengah masyarakat. Sikap tersebut berpangkal pada paham Sekularisme yang dianut negara ini. Keyakinan agama dianggap sebagai masalah pribadi yang tidak boleh dicampuri negara. Kendati telah jelas-jelas mengajarkan kesesatan, negara tidak bertindak tegas. Memang suatu saat pelakunya ditangkap atau diadili. Namun itu disebabkan karena dianggap telah meresahkan warga. Bukan karena kesesatan ajaran yang disebarkannya. Karena itu, jika tidak ada pengaduan atau sorotan media massa, aliran sesat bebas berkeliaran.&lt;br /&gt;Kondisi itu tentu tidak akan terjadi, jika syariah diterapkan. Negara tidak boleh mengizinkan paham dan aliran sesat berkembang. Bahkan, sebelum membesar, seseorang yang sudah terbukti murtad harus dijatuhkan hukuman tegas, yakni hukuman mati. Tentu saja negara tidak hanya berdiri di ujung, namun sejak awal membina dan mendidik warganya dengan dengan akidah yang benar. Sehingga, masing-masing warga telah memimiliki perisai untuk menjaga diri serangan aqidah sesat.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;BOM MARRIOT&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; II&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;: Isu Terorisme Kembali Marak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lama isu terorisme tenggelam, tapi di pertengahan tahun 2009, tepatnya 17 Juli 2009 seolah menjadi titik bangkit kembali isu itu dengan meledaknya bom di dua hotel mewah Marriot dan Ritz Carlton. Proyek global &lt;em&gt;“war on terrorism”&lt;/em&gt; yang dikomandoi AS seolah menemukan momentumnya kembali.&lt;br /&gt;Lihat saja, begitu bom meledak, tuduhan segera dialamatkan kepada apa yang disebut Wahabi Radikal, bahkan perjuangan penegakan Syariah dan Khilafah. Pihak yang sejak awal ingin mempunyai kewenangan lebih, segera saja menunggangi isu ini untuk mewujudkan ambisinya. Mereka mengusulkan dibukanya kembali RUU Intelijen, RUU Keamanan Negara, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;Sejak awal, ketika isu terorisme ini muncul pertama kali di tahun 2002, Hizbut Tahrir Indonesia sudah mengingatkan bahwa ada skenario asing di balik isu terorisme ini. AS, Inggris, dan negara-negara sekutunya menggunakan isu terorisme ini untuk mempertahankan penjajahan mereka terhadap Indonesia, dan negeri-negeri Muslim. Merekalah yang sesungguhnya menjadi otak berbagai kerusuhan yang terjadi di negeri-negeri kaum Muslim, melalui operasi intelijennya yang begitu canggih. Saking canggihnya, sampai intelijen negara pun tidak bisa mengendusnya.&lt;br /&gt;Dalam kasus bom kembar Ritz Carlton dan JW Marriot (17/07/2009), kesimpulan serupa juga disampaikan mantan Dansatgas BAIS TNI, Mayjen (Purn) Abdul Salam (&lt;em&gt;Majalah Intelijen&lt;/em&gt;, No. 9/VI/2009). Operasi seperti ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang ahli, baik dari dalam maupun luar negeri. Benar, bahwa ada orang Indonesia yang menjadi pelaku, tetapi benarkah mereka berdiri sendiri? &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, boleh jadi mereka melakukan sendiri dan untuk kepentingan sendiri, tetapi kemudian ditunggangi. &lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, boleh jadi mereka diprovokasi dan diperalat untuk kepentingan orang lain. &lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, boleh jadi mereka tidak tahu, kemudian dimanfaatkan.&lt;br /&gt;Sebagai tindakan kriminal (&lt;em&gt;jarimah&lt;/em&gt;), aksi pengeboman ini harus ditindak secara hukum, siapapun pelakunya. Bukan hanya eksekutornya, tetapi juga otak dan aktor intelektual yang ada di belakangnya, baik pribadi, kelompok, maupun negara. Karena hanya dengan itulah, keadilan bisa diwujudkan. Adil bagi korban, pelaku dan juga masyarakat. Tapi penanganannya harus dilakukan secara proporsional dan harus tetap dijaga agar tetap dalam konteksnya. Tidak boleh dibawa ke mana-mana. Karena selain tidak akan menyelesaikan masalah, cara-cara seperti ini hanya akan menimbulkan disintegrasi dan konflik horisontal yang meluas di tengah masyarakat. Masyarakat yang semula hidup rukun, tenteram, dan adem ayem, tiba-tiba saling curiga. Kalau ini terjadi, bukan hanya masyarakat yang dirugikan, tetapi juga negara.&lt;br /&gt;Jadi sangat sumir, jika aksi terorisme dilekatkan dengan Islam. Jika pun benar ada, tentu patut dipertanyakan. &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, boleh jadi, dia memang anti Islam dan dendam terhadap umat Islam, lalu sengaja menggunakan isu terorisme ini untuk menyerang Islam. &lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, boleh jadi, dia bodoh dan tidak mengerti tentang Islam dan metode perjuangannya, sehingga dengan mudah tertipu dengan slogan dan propaganda yang menyesatkan.&lt;br /&gt;Sejak awal, Hizbut Tahrir menyatakan dengan tegas, bahwa Perang Melawan Terorisme yang sesungguhnya adalah perang melawan Islam. Perang ini juga bukan untuk kepentingan Islam dan umatnya, tetapi untuk kepentingan negara-negara penjajah. Islam dianggap sebagai ancaman potensial setelah runtuhnya Sosialisme dan Komunisme. Karena itu, ada dua skenario yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, mereka tidak akan menyerang langsung Islam, tetapi dengan menyamarkan serangan terhadap Islam itu dengan Perang Melawan Terorisme, Radikalisme atau Fundamentalisme, atau ungkapan-ungkapan kamuflase yang lainnya. Sebab, kalau mereka menyatakan secara terbuka perang melawan Islam, pasti mereka tidak akan menang.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, mereka juga tidak akan melakukan peperangan secara langsung dengan umat Islam, terutama setelah mereka membuktikan sendiri bahwa umat Islam tidak akan bisa dikalahkan, baik di Irak, Afganistan maupun Pakistan. Karena itu, mereka lantas meminjam tangan-tangan orang Islam untuk berperang melawan orang Islam. Mereka membentuk pemerintah boneka di Irak, Afganistan dan Pakistan atau negeri-negeri kaum Muslim yang lain, yang menjadi kepanjangan tangan (antek) mereka untuk memerangi orang-orang Islam yang dianggap mengancam kepentingan mereka, dengan dalih Perang Melawan Terorisme dan sebagainya.&lt;br /&gt;Melalui dua skenario tersebut mereka melakukan pemetaan, atau tepatnya politik belah bambu: yang satu diinjak, yang satu diangkat. Apa yang sekarang dijadikan musuh, yaitu Radikalisme dan Fundamentalisme mereka injak, sementara Liberalisme, Inklusifisme atau Moderat diangkat dan dipromosikan.&lt;br /&gt;Selain itu, upaya deradikalisasi ideologi radikal juga dilakukan, antara lain dengan: (1) Pemberdayaan tokoh-tokoh moderat agama untuk menyebarluaskan ajaran moderat; (2) &lt;em&gt;Interfaith dialogue&lt;/em&gt; (dialog antariman); (3) Menyebarluaskan buku-buku ajaran agama moderat; (4) Kurikulum lembaga-lembaga pendidikan keagamaan yang moderat; (5) Program rehabilitasi para teroris pada masa penahanan, menjalani hukuman di LP dan setelah menjalani hukuman; (6) Kemitraan dengan lembaga-lembaga kultural/budaya untuk menyosialisasikan bahaya terorisme serta menetralisasi radikalisme dan budaya kekerasan (Disarikan dari bahan&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Lokakarya Sespim 27/10/09:&lt;em&gt; Kebijakan Penanggulangan Terorisme di Indonesia, &lt;/em&gt;oleh Ketua Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme (DKPT) Irjen (Purn) Pol. Drs. AnsyaadMbai).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;MAFIA PERADILAN: Bukti Nyata Kebobrokan Sistem Hukum dan Peradilan Sekuler &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wajah bopeng peradilan Indonesia terkuak berawal dari pemutaran rekaman pembicaraan Anggodo dengan sejumlah oknum kepolisian dan kejaksaan yang diperdengarkan di hadapan sidan MK selama kurang lebih 4,5 jam pada tanggal 3 November 2009. Ibarat gunung es, rekaman pembicaraan tersebut hanyalah menunjukkan bagian kecil dari apa yang sesungguhnya terjadi: adanya mafia hukum/peradilan.&lt;br /&gt;Pemutaran rekaman telepon hasil penyadapan KPK yang ditonton oleh masyarakat luas itu kemudian menjadi pendorong kuat untuk menggugat seluruh instrumen penegak hukum dan sistem peradilan yang ada. Gugatan tersebut didengungkan, baik di dunia nyata (melalui demonstrasi hingga unjuk seni parodi) maupun di dunia maya/internet. Kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum berada di titik nadir. Menurut jajak pendapat &lt;em&gt;Kompas&lt;/em&gt;, 89,8% masyarakat percaya bahwa keputusan hukum di Indonesia bisa dibeli dengan uang (&lt;em&gt;Kompas&lt;/em&gt;, 9/11/09). Singkatnya, masyarakat seperti terbuka matanya dan mulai menyadari betapa suap-menyuap dan korupsi telah berurat akar dan menjadi lazim di negeri ini, khususnya di dunia peradilan.&lt;br /&gt;Kasus Anggodo menjadi bukti nyata, betapa amburadulnya sistem hukum dan peradilan sekular di Indonesia; baik menyangkut aparat penegak hukum, lembaga-lembaga hukum yang ada maupun undang-undang dan peraturan yang dijadikan acuannya. Undang-undang yang ada gagal mengatasi seluruh kasus hukum di masyarakat yang membutuhkan keadilan.&lt;br /&gt;Di tengah situasi seperti itu, terkuak skandal Bank Century. Rakyat yang belum merasakan keadilan tegak di negeri ini, justru melihat betapa “politik kekuasaan” menjadi penentu tegak tidaknya sebuah hukum. Hukum dan keadilan di hadapan para “penguasa” yang korup seperti benang basah yang sangat sulit ditegakkan. Sementara bila terhadap rakyat kecil, hukum itu menjadi begitu perkasa. Berikut daftar rakyat kecil yang menjadi korban pudarnya rasa keadilan di depan hukum formal (&lt;em&gt;O&lt;/em&gt;&lt;em&gt;kezone&lt;/em&gt;,4/12):&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Seorang buruh pabrik bernama Hamdani divonis hukuman kurungan 2 bulan 24 hari oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada Oktober 2002, atas tuduhan mencuri sandal jepit milik perusahaan tempatnya bekerja. Padahal sejatinya Hamdani hanya meminjam sandal hasil produksi perusahaan untuk mengambil air wudhu. Praktek serupa pun dijalankan para koleganya. Hanya saja Hamdani bernasib sial.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nenek Yaminah ditahan karena dituduh mencubit paha pembantu. Nenek berusia 57 tahun asal Depok ini sempat ditahan polisi karena dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap pembantunya. Penganiayaan yang dimaksud adalah mencubit paha. Kasus ini terjadi pada Mei 2009 lalu.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 10 anak yang berprofesi sebagai tukang semir sepatu di Bandara Soekarno-Hatta ditangkap polisi pada Mei 2009, karena dituduh melakukan praktik perjudian. Usia anak-anak ini antara 11-14 tahun. Setelah sempat ditahan, mereka pun menjalani proses persidangan di PN Tangerang, dan diputus bersalah melakukan perjudian.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mencuri dua ekor bebek divonis 7 bulan. Tabriji, warga Serang, pada November 2009, divonis hukuman 7 bulan penjara karena terbukti mencuri dua ekor bebek milik tetangganya.&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Empat warga Batang, Jawa Tengah, pada November 2009, ditahan di Rutan Rowobelong karena mencuri 14 kilogram kapuk.&lt;br /&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nge-charge ponsel, penghuni apartemen ITC Roxy Mas dibui. Pada 8 September 2009 lalu, Aguswandi ditangkap petugas Polsek Metro Gambir karena tertangkap tangan tengah mencabut charger handphone miliknya dari sebuah stop kontak yang terpasang di lantai 7 apartemen ITC Roxy Mas. Penangkapan Aguswandi dilakukan atas laporan dari seorang saksi mata bernama Uung Hartanto yang merupakan manager PT Jakarta Sinar Intertrade (pengelola apartemen ITC Roxy Mas). Aguswandi dituduh melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (1) butir 3 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Mulai 9 September, Agus resmi ditahan di Polsek Metro Gambir selama 20 hari hingga tanggal 29 September. Menjelang masa penahanan habis, pihak pelapor meminta agar penahanan Aguswandi diperpanjang hingga 7 November. Tak terima dengan proses penangkapan, penahanan, dan perpanjangan penahanan itu, pihak Aguswandi mengajukan permohonan sidang praperadilan. Gugatan Aguswandi pun ditolak dan dia harus terus menjalani proses hukum.&lt;br /&gt;7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ambil tiga buah kakao, nenek Minah divonis 1,5 bulan penjara.&lt;br /&gt;8.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mencuri sebutir semangka, Basar Suyanto dan Kholil ditahan di LP Kediri, dan terancam hukuman 5 tahun penjara. Hanya karena mengambil sebutir semangka di sebuah ladang di Kelurahan Ngampel, Mojoroto, Kediri, pada Idul Fitri lalu, Basar dan Kholil harus berurusan dengan hukum. Keduanya sudah mengupayakan penyelesaian kasus secara kekeluargaan, namun upaya itu dimentahkan dan kasus berlanjut hingga pengadilan.&lt;br /&gt;Deretan kasus-kasus di atas, dari aspek hukum pidana memang sudah memenuhi semua unsur-unsurnya. Hanya saja ada rasa keadilan yang terusik, karena antara pelanggaran yang dilakukan dengan sanksi yang diberikan tidaklah setara. Coba bandingkan dengan sejumlah kasus korupsi para pejabat yang “mencuri” uang negara hingga bermiliar-miliar namun hukuman yang dijatuhkan tak sebanding. Inikah yang disebut adil di mata hukum?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;KORUPSI DAN SKANDAL BANK CENTURY&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi rahasia umum, bahwa Indonesia termasuk negara paling korup di dunia. Hasil riset yang dilakukan oleh berbagai lembaga juga menunjukkan bahwa tingkat korupsi di negeri yang penduduknya mayoritas muslim ini termasuk yang paling tinggi di dunia. Bahkan koran Singapura, &lt;em&gt;The Strait Time&lt;/em&gt;, sekali waktu pernah menjuluki Indonesia sebagai “&lt;em&gt;the envelope country”&lt;/em&gt; karena segala hal bisa dibeli; entah itu lisensi, tender, wartawan, hakim, jaksa, polisi, petugas pajak atau yang lain dengan amplop. Global Corruption Report melansir sekitar US$ 40 miliar (sekitar Rp 400 triliun) digunakan dunia usaha untuk menyuap pejabat setiap tahun. Pemberian suap itu bertujuan untuk memudahkan bisnis dan bahkan ada yang bermotif politik: mempertahankan pemerintahan yang korup! Suap sepertinya sudah menjadi “tradisi” dalam berbagai macam urusan apapun di negeri ini.&lt;br /&gt;Mantan Ketua Bappenas Kwik Kian Gie menyebut lebih dari Rp 300 triliun dana-baik dari penggelapan pajak, kebocoran APBN maupun penggelapan hasil sumberdaya alam-menguap masuk ke kantong para koruptor. Selain itu, korupsi yang biasanya diiringi dengan kolusi juga membuat keputusan yang diambil oleh pejabat negara sering merugikan rakyat. Heboh privatisasi sejumlah BUMN, lahirnya perundang-undangan aneh (semacam UU Energi, UU SDA, UU Migas, UU Kelistrikan), adanya impor gula, beras dan sebagainya dituding banyak pihak sebagai kebijakan yang sangat kolutif karena di belakangnya ada praktik korupsi.&lt;br /&gt;Kasus korupsi yang ditangani KPK sejak Januari 2008-Agustus 2009 didominasi oleh modus suap. Menurut data ICW (Indonesia Coruption Watch), dari 95 kasus, ada 34 kasus (35,79 %) modusnya suap; menyusul &lt;em&gt;mark up&lt;/em&gt; 19 kasus (20 %), penggelapan atau pungutan 18 kasus (18,95 %), penyalahgunaan anggaran 15 kasus (15,79 %), penunjukan langsung 8 kasus (8,42 %), dan 1 kasus pemerasan. Adapun dilihat dari latar belakangan profesi, tersangka korupsi yang paling dominan adalah swasta. Dari 95 tersangka: 19 di antaranya adalah swasta; disusul anggota DPR/DPRD 18 orang, pejabat eselon dan pimpro 17 orang; duta besar, pejabat konsulat dan imigrasi ada 13 orang; kepala daerah (gubernur, bupati, wali kota) 12 orang; dewan gubernur/pejabat Bank Indonesia 7 orang; pejabat BUMN 5 orang; komisi negara 2 negara; aparat hukum dan BPK masing-masing 1 orang. Mereka tersangkut kasus kejahatan, baik karena korupsi yang merugikan keuangan negara, terlibat suap, menerima gratifikasi (hadiah) atau melakukan penggelapan, pemerasan, dan perbuatan curang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Skandal Bank Century&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kasus korupsi yang paling menghebohkan di tahun 2009 tentu saja adalah skandal Bank Century. Andai saja pengucuran dana talangan &lt;em&gt;(bail-out)&lt;/em&gt; Bank Century sebesar Rp 6,7 Triliun itu adalah keputusan yang benar, yang didasarkan pada pertimbangan yang benar, serta dilakukan untuk tujuan yang benar, mestinya tidak perlu terjadi kehebohan seperti yang sekarang ini tengah berlangsung. Fakta bahwa saat ini di DPR tengah menggelinding tuntutan adanya Pansus untuk menyelidiki skandal Bank Century disertai demo dan pernyataan para tokoh di mana-mana dengan tuntutan serupa bahkan tuntutan mundur kepada Wapres Budiono dan Menkeu Sri Mulyani, pasti menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dari keputusan pemberian dana talangan tersebut. Sebelumnya, bahkan Jusuf Kalla, saat masih menjabat sebagai Wapres telah mengatakan, bahwa ini merupakan perampokan uang negara.&lt;br /&gt;Uang sebanyak Rp 6,7 Triliun tentu jumlah yang sangat besar. Bila terdiri dari pecahan Rp. 1000,- lalu dirangkai, panjangnya akan mencapai 1.018.400 Kilometer, atau lebih dari 25 kali keliling bumi. Untuk mengangkutnya diperlukan sekitar 213 mobil kontainer yang kapasitasnya 30 ton. Uang ini dapat dibelanjakan untuk mendirikan 6700 sekolah yang cukup bagus atau menggaji 200.000 guru selama setahun dengan gaji Rp 2,8 juta setiap bulan.&lt;br /&gt;Ketidakberesan penanganan Bank Century sesungguhnya sudah berlangsung sejak awal proses merger. Menurut ahli hukum perbankan dan pasar modal, Sutito, SH. MH., memang sejak awal, yakni dimulai pada bulan Desember tahun 2004, Bank Indonesia (BI) terlalu memberikan berbagai kemudahan dan kelonggaran kepada Bank CIC, Bank Pikko dan Bank Danpac untuk melakukan merger. Bank Century ini ibarat layang-layang yang dibuat dari dua kerangka yang sudah keropos kemudian dijahit dengan benang, yaitu Bank Danpac. Belakangan memang terbukti, dari hasil audit sementara BPK, ternyata merger ini diduga semata-mata adalah untuk menghindari penutupan Bank CIC dan Bank Pikko.&lt;br /&gt;Kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh Bank Indonesia tersebut antara lain berupa: (1) Asset dalam bentuk Surat-Surat Berharga yang semula dinyatakan macet oleh BI, kemudian dianggap lancar untuk memenuhi performa &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Capital Adequacy Ratio&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;CAR&lt;/strong&gt;); (2) Pemegang Saham Pengendali (PSP) yang dinyatakan tidak lulus &lt;em&gt;fit and proper test&lt;/em&gt; tetap dipertahankan; (3) Pengurus Bank yaitu Komisaris dan Direksi bank ditunjuk tanpa melalui &lt;em&gt;fit and proper test&lt;/em&gt; dan (4) Laporan Keuangan Bank Pikko dan Bank CIC yang dijadikan dasar merger diberikan opini &lt;em&gt;disclaimer&lt;/em&gt; oleh kantor akuntan publik, padahal jelas bahwa kedua bank ini bermasalah dari segi permodalan dan &lt;em&gt;cash flow&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Sejak dilakukan merger, ternyata Bank Indonesia tidak pernah bersikap tegas kepada bank hasil merger ini, padahal bank ini berkali-kali mengalami posisi CAR negatif, melakukan pelanggaran BMPK dan pelanggaran Posisi Devisa Neto. Buruknya performa dan kinerja Bank Century tersebut dimulai sejak dua bulan setelah merger atau sekitar bulan Februari 2005. Akan tetapi BI terus saja membiarkan keadaan tersebut dan tidak mengambil tindakan apapun terhadap kondisi tersebut.&lt;br /&gt;Rekayasa lainnya terjadi pada bulan November 2008, dengan cara BI mengubah Peraturan Bank Indonesia (PBI) mengenai syarat pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) dari semula CAR minimal 8% menjadi CAR positif. Hal ini dilakukan semata-mata untuk memenuhi permintaan dari Bank Century yang mengajukan permohonan FPJP, sementara CAR Bank Century hanya dalam posisi positif 2,35% per September 2008. Padahal saat PBI diubah dan FPJP untuk Bank Century dicairkan, posisi CAR Bank Century sudah dalam keadaan negatif 3,53%. Hal ini berarti bahwa Bank Century seharusnya TIDAK layak untuk mendapatkan FPJP, akan tetapi Budiono, Gubernur BI pada saat itu terus saja memberikan FPJP.&lt;br /&gt;Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy, melihat bahwa penetapan Bank Century sebagai Bank gagal berdampak sistemik oleh BI, semata-mata hanya didasarkan pada analisis yang bersifat psikologi pasar dan mengesampingkan analisi kuantitatif terhadap kondisi Bank Century. Sebab secara kuantitatif ternyata Bank Century semestinya langsung saja ditutup dan tidak berhak mendapatkan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;bail-out&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Ada peristiwa penting yang terjadi menyangkut mekanisme penetapan Bank Century sebagai Bank Gagal Berdampak Sistemik. Yakni rapat konsultasi Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) pertama yang dimulai pukul 23.00 WIB tanggal 20 November 2008 hingga pukul 04.00 WIB tanggal 21 November 2008. Peserta rapat menyatakan TIDAK SETUJU dengan analisis BI bahwa Bank Century adalah Bank Gagal Berdampak Sistemik.&lt;br /&gt;Baru setelah rapat dilanjutkan pada tanggal 21 November 2008 pukul 04.25 WIB hingga pukul 06.00 WIB, yang dihadiri hanya oleh MENTERI KEUANGAN selaku ketua KSSK dan GUBERNUR BI selaku anggota, serta Sekretaris KSSK, rapat menyatakan bahwa Bank Century dalam status Bank Gagal Berdampak Sistemik. Hal ini berarti bahwa peranan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia pada waktu itu sangat vital, dimana dalam rapat sebelumnya yang berlangsung semalam suntuk, diubah begitu saja hanya dalam waktu 1,5 jam. Bisa dilihat betapa bagi kedua pejabat ini, Bank Century memiliki arti penting, sehingga mereka rela datang ke rapat pada waktu dini hari menjelang subuh.&lt;br /&gt;Sebagai konsekwensi ditetapkan Bank Century menjadi Bank Gagal Berdampak Sistemik, maka diberikanlah kucuran dana untuk menstabilkan kondisi CAR Bank Century dari negatif 3,53% agar menjadi posistif 8%. Berdasarkan perhitungan, dana untuk menaikkan CAR tersebut agar positif 8% adalah hanya sebesar Rp 632 miliar. Akan tetapi dalam kenyataannya, dana yang dicairkan untuk “penyelamatan” Bank Century tersebut adalah sebesar Rp 6,76 triliun. Pertanyaan penting yang harus dijawab adalah, ke mana dana-dana tersebut digunakan, kepada siapa dana-dana tersebut dialirkan dan untuk keperluan apa dana-dana tersebut digunakan? Sementara ribuan nasabah kecil dari Bank Century ini terus melakukan protes karena uang mereka tidak kunjung kembali. Jadi kemana uang yang Rp 6,7 triliun itu?&lt;br /&gt;Selama dalam masa pengawasan khusus sejak 6 November 2008, berdasarkan Peraturan BI No.6/9/PBI/2004, sebagaimana yang diubah dengan PBI No.7/38/PBI/2005, Bank Century dilarang untuk mencairkan penarikan dana dari rekening simpanan milik pihak terkait. Akan tetapi Bank Century dan BI serta LPS membiarkan saja penarikan yang dilakukan oleh beberapa pihak dalam jumlah besar, di antaranya juga dibekingi oleh petinggi kepolisian melalui surat kepada Bank Century.&lt;br /&gt;Pengucuran dana talangan yang begitu besar jumlahnya kepada Bank Century yang dilakukan melalui mekanisme yang tidak wajar jelas merupakan sebuah kejahatan negara &lt;em&gt;(state crime)&lt;/em&gt; yang dilakukan oleh pejabat negara demi keuntungan sekumpulan orang termasuk untuk kepentingan politik tertentu. Berbagai pelanggaran hukum dan upaya sistematis untuk menempatkan Bank Century sebagai Bank Gagal Berdampak Sistemik tersebut, secara sengaja dilakukan agar dapat menjadikan Bank Century ini sebagai pintu masuk dalam rangka merampok uang negara, melalui mekanisme &lt;em&gt;&lt;strong&gt;bail-out&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Inilah &lt;em&gt;state corruption, &lt;/em&gt;satu jenis korupsi paling jahat karena korupsi ini justru dilakukan sendiri oleh (pejabat) negara. Kejahatan semacam ini jelas tidak boleh dibiarkan. Harus diusut tuntas, dan pelakunya harus dihukum setimpal.&lt;br /&gt;Dari segi paradigma ekonomi, pemberian &lt;em&gt;&lt;strong&gt;bail-out&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; kepada sektor swasta ini merupakan resep standar ala Washington Consensus, yang menjadi rumus standar bagi IMF dalam menyelesaikan permasalahan modal swasta, yaitu negara yang harus menanggung beban pembiayaan dan permodalan bagi sektor swasta yang bangkrut. Tentu saja pembiayaan ini pada akhirnya dibebankan kepada rakyat melalui pembayaran pajak. Inilah yang menyebabkan sistem ekonomi Kapitalisme terus dipertahankan oleh para pemilik modal dan penguasa, karena sangat menguntungkan mereka agar dapat terus hidup mewah melalui uang hasil “rampokan” perbankan yang sekarat.&lt;br /&gt;Maka, skandal Bank Century adalah bukti ke sekian kali dari rapuhnya sistem perbankan nasional yang berbasis ribawi dan birokrat yang berjiwa korup. Karena itu, skandal Bank Century ini seharusnya semakin meneguhkan keyakinan masyarakat akan bobroknya sistem perbankan dan keuangan ribawi khususnya, dan sistem ekonomi kapitalistik pada umumnya. Sebagai gantinya, masyarakat harus menuntut untuk tegaknya sistem ekonomi yang adil, yang bersumber dari Dzat Yang Maha Adil, itulah sistem ekonomi syariah.&lt;br /&gt;Skandal ini juga menjadi momentum pembuktian, bahwa sistem sekuler dan rezim korup yang tengah berkuasa memang tidak bisa dipercaya. Sebagai gantinya, harus tegak sistem Islam dengan penguasa yang amanah, karena hanya dengan cara itu saja Indonesia akan benar-benar bersih dari rezim yang korup tapi juga dari sistem yang korup. Itulah sistem Islam yang diterapkan secara &lt;em&gt;kaffah&lt;/em&gt; oleh seorang Khalifah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;MUKTAMAR ULAMA NASIONAL&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; (MUN)&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Pada saat bangsa Indonesia didera oleh carut marut persoalan ekonomi dan politik, Hizbut Tahrir Indonesia sukses menggelar sebuah perhelatan spektakuler yang menjadi momentum penting bagi perkembangan dakwah penegakkan syariah dan khilafah, tidak hanya di Indonesia saja, namun juga seluruh dunia. Perhelatan itu bertajuk Muktamar Ulama Nasional yang diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2009 di Istora Senayan, Jakarta.&lt;br /&gt;Dikatakan sebagai perhelatan penting karena; &lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, acara yang dihadiri 7000 orang ulama dan kyai tersebut berjalan dengan lancar, tertib, rapi, dan sukses, meski berada di tengah situasi genting menyusul terjadinya pemboman di Hotel Marriot dan Ritz Carlton, sehingga teropini di kalangan ulama dan tamu luar negeri betapa disiplin, rapi, dan profesionalnya Hizbut Tahrir Indonesia dalam mengelola event-event yang sangat besar. Apalagi Muktamar Ulama Nasional merupakan event yang baru pertama kali diselenggarakan oleh HTI.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, Muktamar Ulama Nasional juga menjadi ajang peneguhan komitmen dan dukungan para alim ulama dan kyai terhadap apa yang diperjuangkan Hizbut Tahrir dan Hizbut Tahrir sendiri sebagai sebuah &lt;em&gt;kutlah siyasah&lt;/em&gt;. Para alim ulama dan kyai yang hadir dalam Muktamar Ulama Nasional benar-benar telah memberikan dukungannya secara real dalam bentuk kesediaan mereka menandatangani &lt;em&gt;mitsaqul ulama&lt;/em&gt;, dan komitmen mereka yang sangat kuat untuk terlibat secara aktif dalam memperjuangkan tegaknya syari’ah dan khilafah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, Muktamar Ulama Nasional juga menunjukkan kepada umat Islam, bahwa di tengah-tengah merebaknya budaya politik yang serba pragmatis dan oportunistik, masih cukup banyak ulama dan kyai &lt;em&gt;mukhlish&lt;/em&gt; yang masih teguh dalam memegang prinsip-prinsip Islam yang suci dan lurus. Ibarat air hujan di tengah kemarau yang panjang, keberadaan alim ulama &lt;em&gt;mukhlish&lt;/em&gt; dalam jumlah yang sangat besar, yang dengan lantang meneriakkan kata-kata yang sama (khilafah dan syariah) benar-benar telah menghapus kekecewaan umat terhadap partai-partai dan ormas-ormas yang ada, sekaligus mengembalikan optimisme di dalam dada bahwa syariah dan Khilafah akan tegak tidak akan lama lagi.&lt;br /&gt;Respon dan dukungan yang begitu besar dari para ulama tersebut setidaknya menandai tiga hal penting. &lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, meningkatnya kesadaran umat, khususnya para alim ulama, terhadap kewajiban dan urgensitas perjuangan menegakkan syariah dan khilafah yang selama ini lantang disuarakan Hizbut Tahrir. &lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, umat semakin percaya terhadap kepemimpinan dan kemampuan Hizbut Tahrir dalam membina dan memimpin umat Islam demi tegaknya syariah dan Khilafah. &lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, semakin merosotnya kepercayaan umat terhadap partai-partai maupun ormas-ormas yang selama ini menjadi gantungan dan harapan umat dalam membela kepentingan Islam dan kaum Muslim. Alih-alih menegakkan syariah dan Khilafah, partai-partai maupun ormas-ormas Islam yang ada justru sejak awal telah menyatakan dengan jelas bahwa mereka tidak akan mengusung ide syariat Islam. Mereka beralasan bahwa syariah Islam sudah tidak laku lagi. Dalam keadaan semacam ini, wajar saja jika umat Islam semakin tidak percaya terhadap kesungguhan mereka dalam memperjuangkan kepentingan Islam dan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;TAWARAN &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;SOLUSI BUAT DUNIA DARI AFRIKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Konferensi Ekonomi Islam Internasional di Sudan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir pada tanggal 7 Muharram 1430 H atau 3 Januari 2009 lalu menyelenggarakan Konferensi Ekonomi Islam Internasional di Sudan. Konferensi ini diadakan untuk merespon terjadinya krisis finansial global yang melanda dunia sejak pertengahan 2008 lalu. Diselenggarakan di sebuah gedung pertemuan, tidak jauh dari pusat kota, bernama International Convention Centre di kawasan Burri, Khourtum, Sudan, konferensi ini menurut panitia diikuti oleh sekitar 6000 orang peserta laki-laki dan perempuan. Selain dari Sudan, tercatat hadir peserta dari sejumlah negara di dunia, yakni Australia, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Inggris, Belanda, Turki, Kanada, Amerika Serikat, Palestina, Libanon, Arab Saudi dan tentu dari Indonesia.&lt;br /&gt;Konferensi ini membahas 5 topik utama, yaitu Kapitalisme mengandung bibit kegagalan dan melahirkan Krisis; Munculnya krisis ekonomi, sebab dan akibat; Pengaruh krisis terhadap sejumlah wilayah di seluruh dunia; Gagalnya solusi krisis keuangan global yang berlangsung saat ini; dan Sistem ekonomi Islam dalam negara Khilafahlah satu-satunya yang mampu mewujudkan kehidupan ekonomi yang adil dan bebas krisis&lt;br /&gt;Dalam sesi pembahasan, konferensi ini dengan sangat jelas dan tegas melalui pembicara di Sesi 1 dan 2, yakni Abdullah Abdurrahman (Sudan), Abul Izz Abdussalam (Palestina), mengungkap kebobrokan dan kesalahan kapitalisme, baik dari aspek ideologis maupun sistemnya. Juga kegagalan Kapitalisme dalam menyelesaikan problem utama ekonomi, yakni persoalan distribusi. Serta kekacauan ekonomi dunia akibat dihentikannya penggunaan sistem emas dan perak dalam transaksi keuangan, sementara transaksi keuangan yang ada sekarang justru berkembang semakin liar akibat sistem ribawi, judi dan spekulasi yang dipraktekkan dalam perbankan, bursa berjangka dan pasar saham dan pasar uang dengan segala dampaknya di berbagai wilayah dunia, khususnya di negeri-negeri muslim seperti di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, Bangladesh dan kawasan Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika bagian Utara serta, Turki, Eropa dan Amerika.&lt;br /&gt;Soal dampak krisis global dijelaskan dengan sangat gamblang oleh Revrisond Baswir (Indonesia) dan Mahmud Utsman Imam (Prof. Ekonomi Keuangan dari Univ. Dhakka, Bangladesh), Khaluq Ezdogan (Turki), Abu Ahmad Yusuf (Yaman) dan Idries De Vries (Belanda) serta Jamal Harwood (Kanada). Pada intinya, mereka mengungkap bahwa krisis ini telah menimbulkan dampak yang sangat serius. Selain kemunduran ekonomi yang kemudian mengakibatkan naiknya angka pengangguran dan kemiskinan, juga meningkatkan stress. Idries De Vries (Belanda) menjelaskan bagaimana akibat tingginya angka pengangguran yang kini tengah melanda seluruh negara Eropa menimbulkan tekanan jiwa luar biasa terhadap masyarakat di sana. Tidak tahu harus berbuat apa, orang-orang yang sedang stress itu akhirnya justru lari ke narkoba dan minuman keras. Walhasil, bukan solusi yang didapat tapi makin memperparah keadaan. Kriminalitas meningkat pesat, juga makin maraknya penyalahgunaan narkotik dan obat-obatan.&lt;br /&gt;Selain meriah, konferensi ini juga berlangsung penuh semangat. Seruan takbir berulang kali berkumandang, diselingi dengan teriakan lantang slogan &lt;em&gt;“la ilaha illallah, al khilafatu wa’dullah”&lt;/em&gt; oleh seluruh peserta secara bersama-sama yang dipimpin oleh seorang petugas diikuti dengan kibaran &lt;em&gt;liwa&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;rayah&lt;/em&gt; kecil yang dibagikan cuma-cuma kepada seluruh peserta. Apalagi setiap peserta yang diberi kesempatan berbicara dan bertanya juga tampil dengan penuh semangat. Intinya mereka setuju bahwa inti masalah adalah sekularisme dan kapitalisme serta solusinya adalah sistem ekonomi Islam dan khilafah. Masalah agresi Israel ke jalur Gaza juga berulang-ulang disinggung.&lt;br /&gt;Selanjutnya, konferensi melalui materi yang disampaikan oleh Abid Musthafa (Pakistan) dan Abu Khalil Ibrahim Utsman (Jubir HT Sudan) dalam Sesi 3 memberikan penjelasan mengenai penyelesaian yang mendasar dan tuntas dari krisis ekonomi dalam bingkai Negara Khilafah yang berdasar syariah, yaitu melalui sistem ekonomi Islam. Dijelaskan bahwa sistem ekonomi Islam yang berdasar syariah itu diyakini akan mampu menghasilkan kestabilan dan keadilan ekonomi melalui pengaturan yang jelas mengenai ekonomi, di antaranya pengharaman menimbun harta, menjual sekuritas hutang, dan mengharamkan riba, bursa saham dan bursa komoditas berjangka; menetapkan dengan jelas jenis kepemilikan dalam Islam, baik itu kepemilikan perorangan, umum dan milik negara. Serta peran pegawai negeri juga harus dalam menjamin keadilan pelaksanaan sistem ekonomi Islam.&lt;br /&gt;Esok harinya, pada tanggal 4 Januari di hadapan sejumlah wartawan dalam acara &lt;em&gt;Muktamar Shahafi &lt;/em&gt;(Konferensi Pers) di Hotel Rotana, Sudan, panitia menyampaikan hasil-hasil konferensi diikuti dengan tanya jawab wartawan dengan wakil-wakil Hizbut Tahrir dari seluruh dunia yang hadir, yakni dari M. Ismail Yusanto (Jubir HT Indonesia), Muhyidin (Jubir HT Bangladesh), Naser Wahan (Jubir HT Yaman), Khaluq Ezdorgan (Wakil Jubir HT Turki), Taji Mustafa (Media Representative HT Inggris), Bilal (Jubir HT Palestina), Ahmad al Qashash (Jubir HT Libanon), Abu Zain (Jubir HT Belanda) dan tentu Abu Khalil Ibrahim Utsman (Jubir HT Sudan). &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;BARACK OBAMA, President Elect dan Hipokrisi Barat&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terpilihnya Barack Obama pada akhir tahun 2008 seakan memberikan harapan baru dalam konstelasi politik internasional. Karenanya, kehadiran Obama di Mesir pada Kamis, 4 Juni 2009 dianggap sebagai titik baru hubungan Islam dan Barat. Ditemani Menlu AS, Hillary Clinton, Obama berkunjung ke Masjid Sultan Hasan sebelum menyampaikan pidatonya di Universitas Kairo. Pidato Obama memiliki satu tujuan utama: menarik simpati umat Islam dengan berusaha meyakinkan pendengarnya bahwa Amerika tidak sedang berperang melawan Islam, Islam bukanlah sumber masalah, dan Islam merupakan mitra penting bagi Amerika dalam menyelesaikan konflik dengan mempromosikan perdamaian paska 9/11. Obama ingin agar hubungan AS dengan dunia Islam memulai babak baru untuk memutus rantai kecurigaan dan ketidakpercayaan. Obama ingin membangun hubungan baru dengan Dunia Islam berdasar para prinsip &lt;em&gt;mutual respect (&lt;/em&gt;saling menghormati&lt;em&gt;).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Menurut Obama, bagaimanapun Islam dan Amerika memiliki kesamaan prinsip, yaitu keadilan dan kemajuan, toleransi dan penghormatan terhadap kemanusiaan. Untuk menekankan pesan-pesannya, Obama pun tidak segan-segan mengutip al-Quran di samping Injil untuk menunjukkan penghargaannya terhadap Islam.&lt;br /&gt;Obama berusaha menunjukkan ada berbagai isu atau sumber ketegangan yang memang harus dihadapi secara bersama-sama, yaitu: Kaum Ekstrimis yang menggunakan kekerasan; Ketegangan di Timur Tengah, Arab, Israel dan komunitas Palestina; Senjata Nuklir Iran; Demokrasi dan nilai universal; Kebebasan Beragama (kekeliruan menggandeng toleransi Islam dengan inquisition); Hak Perempuan; Pembangunan Ekonomi dan Kesempatan (dalam konteks globalisasi, pendidikan, sains dan teknologi, ekonomi, budaya)&lt;br /&gt;Awalnya, beberapa pihak berharap bahwa pidato Obama ini akan membawa perubahan yang mendasar pada kebijakan AS terhadap dunia Islam, dan berbeda dengan Bush. Namun, kebijakan Obama ternyata tidak jauh berbeda dengan presiden AS sebelumnya. Yakni tetap menjadikan penjajahan sebagai metode politik luar negerinya. “Pidato Obama tidak membawa perubahan apa-apa,” demikian tulis Robert Fisk seorang penulis kritis.&lt;br /&gt;Pidato Obama di Mesir dianggap merupakan sebuah tujuan baru dari kebijakan AS terhadap dunia Islam. Meskipun tampak lebih bersikap positif terhadap dunia Islam, akan tetapi kebijakan Amerika di bawah Obama sama kejamnya dengan pemerintah Bush. Berusaha untuk berbeda dengan Bush yang mengumbar kata-kata kebencian, Obama menggunakan istilah &lt;em&gt;Soft power&lt;/em&gt; dan penampilan personal yang menarik untuk menutupi tujuan sebenarnya. Karenanya, itu hanyalah sebuah pidato omong kosong. Hal ini bisa ditunjukkan oleh fakta-fakta berikut:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di Pakistan&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; dan Afghanistan&lt;/strong&gt;: Pada awal bulan pemerintahannya, pemerintah Obama sukses membuat 3 juta pengungsi dengan mendorong rezim korup Zardari melancarkan perang di Lembat Swat. Bahkan sebelum memerintah, Obama telah mendeklarasikan Pakistan sebagai tempat yang paling berbahaya di dunia dan akan membom Islamabad jika dia harus melakukan itu. Seluruh kebijakannya di wilayah ini didorong oleh keinginan untuk menjamin langkah Amerika di Afghanistan dan Pakistan dan memerangi pejuang perlawanan. Pengiriman 30 ribu pasukan tambahan baru ke Afghanistan secara telanjang membuktikan kebohongan Obama. Inikah yang dimaksud Obama dengan &lt;em&gt;mutual respect?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di Palestina&lt;/strong&gt;: Obama sering mengumbar bahwa ia ingin melihat &lt;em&gt;road map&lt;/em&gt; (peta jalan) dilaksanakan untuk menjamin berdirinya sebuah Negara Palestina. Retorika Obama memang terkesan positif, karena sepertinya dia menantang politisi Israel yang menentang kebijakan ini. Yang dilupakan dari propaganda &lt;em&gt;road-map&lt;/em&gt; ini, apa yang dia sebut dengan Negara Palestina, tidak lebih dari kamp penjara, dimana para penjaganya adalah orang Palestina sendiri, pengganti Israel. Jika para penjaga ini tidak menjaga keamanan Israel berdasarkan keinginan Israel, maka ‘negara’ Palestina akan kembali diserbu.&lt;br /&gt;Ketika terjadi agresi Israel ke Gaza, Obama tidak memberikan reaksi apa-apa. Tak keluar dari mulutnya meski hanya sebuah kata untuk menunjukkan rasa simpati kepada para korban apalagi mengutuk Israel. Bagi Obama seolah-olah di sana tidak terjadi apa-apa. Padahal ada lebih 1300 orang meninggal dunia dalam hitungan hari. Kawasan Gaza juga hancur porak poranda. Obama malah berkata: “&lt;em&gt;Amerika berpegangteguh pada keamanan Israel. Dan kita akan terus mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri melawan ancaman yang sah” &lt;/em&gt;Inikah yang disebut &lt;em&gt;mutual respect?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penyiksaan Guantanamo&lt;/strong&gt;: Obama telah berjanji menutup Penjara Guantanamo. Tapi terbukti hingga saat ini penjara Guantanamo masih belum ditutup. Obama malah menyatakan banyak kendala untuk menutup penjara yang mengerikan ini. Banyak yang berharap penyiksaan pengadilan militer dihentikan. Namun, tahanan Guantanamo tetap dipenjarakan, dipindah ke tempat lain. Dia juga memutuskan melanjutkan pengadilan militer yang kontroversial. Meskipun dia telah membuat banyak retorika bahwa CIA telah dilarang melakukan penyiksaan, Obama memutuskan tidak menuntut siapapun yang telah melakukan penyiksaan dimasa lampau dan tidak terikat dengan aturan bukti-bukti penyiksaan di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mendukung Rezim Tiran di &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;D&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;unia Islam&lt;/strong&gt;: Obama tetap juga mendukung penguasa tiran dan kriminal di negeri-negeri Islam sebagaimana pendahulunya. Dalam wawancara dengan BBC baru-baru ini dia menggambarkan Mubarak - Raja Firaun Mesir yang menyiksa dan mendzolimi penentang-penentangnya- dengan mengatakan: “&lt;em&gt;Mubarak merupakan koalisi pendukung yang kuat bagi Amerika Serikat…. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Dia telah menjadi kekuatan untuk menjaga stabilitas dan memberikan kebaikan di kawasan Timur Tengah&lt;/em&gt;&lt;em&gt;“&lt;/em&gt;&lt;em&gt;.&lt;/em&gt; Obama juga memuji Mubarak yang konsisten mendukung perdamaian dengan Israel termasuk memblokade rakyat Gaza untuk mendapat bantuan dan dana kemanusiaan.&lt;br /&gt;Umat Islam tidak boleh tertipu dengan kata-kata Obama. Amerika Serikat adalah Negara Kapitalis. Institusi negara ini dirancang untuk menjaga dan mempertahankan kekuatan Amerika di seluruh dunia, meski harus dengan cara mengeksploitasi atau mendzalimi pihak lain. Negara ini juga dirancang untuk menghancurkan pesaing-pesaing Amerika di dunia. Jadi siapapun presiden AS, Bush, Obama atau yang lain, kepentingan fundamental AS dan kebijakannya tidaklah akan berubah.&lt;br /&gt;Alasan sebenarnya kenapa Obama bermanuver seperti itu, seolah ia sungguh-sungguh ingin berbaikan dengan Dunia Islam adalah untuk memperbaiki citra Amerika yang secara ekonomi maupun moral sudah bangkrut. Sistem ekonominya demikian rapuh seperti rumah kartu yang bisa ambruk kapanpun. Meskipun Obama berjanji untuk menciptakan kesejahteraan dan meringankan kemiskinan, namun faktanya AS terus membuat kemiskinan di belahan dunia lain melalui kebijakan ekonomi globalnya yang eksploitatif. Sistem politik, demokrasi, dan HAM yang mereka kampanyekan sebagai ide yang superior adalah dusta. Faktanya, AS dengan mudah membunuh, memenjarakan, dan menyiksa manusia tanpa perikemanusiaan seperti yang tampak di Irak dan Afghanistan.&lt;br /&gt;Apa yang Obama coba lakukan adalah usaha putus asa untuk menghentikan munculnya sistem alternatif di Dunia Islam. CIA memprediksi salah satu skenario dunia pada tahun 2020 adalah kemunculan kembali Khilafah Islam. Negeri Adidaya baru ini bukanlah Negara teror seperti Negara Paman Sam, tetapi Negara yang menghentikan penjajahan dan membawa stabilitas dan keamanan di dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pelajaran dari Tragedi Gaza&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembantaian Israel di Gaza telah mengakibatkan kematian atas lebih dari 1300 orang dan melukai 5000 orang lainnya. Di antara yang meninggal dunia, terdapat lebih dari 300 anak-anak. Kehancuran yang diakibatkan oleh 22 hari pengeboman diperkirakan bernilai $ 2 miliar. Pembantaian yang terjadi itu merupakan suatu pengingat yang menyakitkan atas banyak pembantaian lain yang telah terjadi yang dilakukan oleh Israel. Contohnya, Israel telah membunuh lebih dari 20.000 orang Palestina dalam rentang waktu 4 bulan ketika mereka membom Libanon tahun 1982. Sebagai perbandingannya, Israel hanya kehilangan 21.182 penduduknya dalam usaha pendirian Negara Israel selama lebih dari 120 tahun (yakni dari tahun 1882 hingga 2002). Ini baru soal korban meninggal dunia, belum lagi untuk menggambarkan penderitaan yang dialami sehari hari oleh penduduk yang tinggal di bawah pendudukan Israel. Ini terus berlangsung selama lebih dari 60 tahun.&lt;br /&gt;Cara satu-satunya bagi umat Islam untuk memandang Palestina adalah melalui perspektif Islam. Harus ditolak upaya sebagian pihak yang berusaha untuk memberikan bingkai itu sebagai sebuah isu Arab, kemudian sebagai sebuah isu Palestina, dan sekarang hanya sebagai isu Gaza! Nasionalisme adalah ide jahat yang merupakan sumber kehancuran umat.&lt;br /&gt;Menyadari bahwa pembentukan Israel adalah sebuah produk kebijakan Kapitalis jelas merupakan hal penting bagi umat. Dengan pemahaman seperti ini, umat menyadari bahwa tujuan dari seluruh kebijakan semacam ini adalah untuk mencuri sumber-sumber daya negeri muslim, mencegah kesatuan umat dan memastikan bahwa umat tetap berada di bawah dominasi Barat. Sebaliknya, kegagalan untuk melakukan penyadaran itu akan mengakibatkan ketergantungan kepada AS, PBB, Inggris, atau negara Barat lain dalam mencari solusi, padahal sejatinya negara-negara itulah sumber permasalahan sesungguhnya!&lt;br /&gt;Dengan perspektif ini, dengan mudah bisa dipahami mengapa para penguasa Arab sibuk menyerukan dilakukannya KTT dan gagal untuk membantu penduduk Gaza. Sementara AS dan Inggris telah membeli para penguasa itu dan mereka menyadari bahwa para penguasa boneka itu merupakan kunci keberhasilan penerapan kebijakan-kebijakan mereka di wilayah itu.&lt;br /&gt;Isu Palestina adalah sesuatu yang amat dekat dengan hati umat Islam di seluruh dunia. Mereka di manapun rindu untuk melihat wilayah itu dibebaskan dari rezim tiran Israel. Agar keinginan itu bisa terlaksana, umat harus menyingkirkan para penguasa korup, khususnya di wilayah Arab, dan menggantikannya dengan Khilafah. Hanya Khilafahlah yang mampu menggerakkan tentara mujahid dari seluruh dunia yang jumlahnya akan puluhan juta untuk membebaskan kembali Palestina dari cengkraman penjajah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Larangan Menara Masjid di Swiss Cermin Konflik Peradaban &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lebih 57% rakyat Swiss, lewat referendum hari Minggu (29/11) memilih untuk melarang pembangunan menara-menara masjid. Pemerintah mengatakan pihaknya terpaksa menerima hasil itu, walaupun awalnya menolak gagasan yang diajukan oleh Partai Rakyat Swiss yang berhaluan kanan.&lt;br /&gt;Sekitar 4,5 persen penduduk Swiss beragama Islam. Kebanyakan dari mereka adalah pengungsi dari bekas Yugoslavia. Walaupun ada seratusan masjid dan mushola di Swiss, hanya empat mesjid yang mempunyai menara. Larangan pembangunan menara masjid di Swiss kembali menunjukkan sikap hipokrit nilai-nilai liberal Barat. Di satu sisi mereka bicara tentang kebebasan beragama, bahkan sering menyerang Islam sebagai agama yang tidak toleran, tapi di sisi lain mereka melarang umat Islam membangun menara masjid.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Swiss sering dianggap sebagai contoh negara yang beradab, toleran dan pengusung utama demokrasi liberal. Namun sekarang negara itu dengan terang-terangan telah bergabung dengan gelombang sentimen anti-Islam yang semakin menyebar ke seluruh Eropa. Perancis melarang &lt;em&gt;hijab&lt;/em&gt; (jilbab), Perdana Menteri Italia Berlusconi menuduh Islam adalah peradaban yang rendah, sementara Menlu Inggris Jack Straw menyerang &lt;em&gt;niqab&lt;/em&gt; (sadar), dan seterusnya.&lt;br /&gt;Ini sebuah ironi. Ketika pasukan Barat mempertahankan penjajahan mereka di Afghanistan dan Irak dengan alasan menyebarkan kebebasan, teloransi dan demokrasi, sementara di saat yang sama penyebaran intoleransi, kebencian dan xenophobia semakin meluas di seluruh Eropa, dan mengancam muslim menjadi warga negara kelas dua di sana. Demokrasi liberal Eropa tampaknya semakin sulit untuk menerima ‘orang lain’. Ini bukti, bahwa klaim kebebasan, teloransi dan demokrasi yang mereka sebarkan ke negeri-negeri Islam sesungguhnya hanyalah kedok mereka menjajah wilayah tersebut.&lt;br /&gt;Apa yang terjadi di Barat sekarang bukanlah sekedar pelarangan menara atau jilbab, tapi sebuah bentuk nyata dari pertarungan peradaban (&lt;em&gt;clash of civilization&lt;/em&gt;). Hal ini tampak nyata dari alasan-alasan yang dikemukan oleh pihak-pihak yang menolak menara masjid. Yang mereka tolak adalah ajaran Islam yang memang merupakan sebuah ideologi dengan sistem hukum yang didasarkan pada akidah Islam. Pendukung pelarangan menara itu menyebut pembangunan menara akan mencerminkan pertumbuhan sebuah ideologi dan sistem hukum yang tidak sejalan dengan demokrasi Swiss.&lt;br /&gt;Karena itu, Muslim di Barat harus dengan jelas memahami maksud di balik larangan tersebut. Yakni untuk menciptakan iklim ketakutan dan kebencian. Sehingga mereka berharap ini akan menjauhkan umat Islam dari ajaran Islam, karena khawatir dituding ekstrimis dan kemudian diisolasi. Suatu bentuk pemaksaan asimilasi yang memang sedang gencar dilakukan di Barat. Bagaimanapun umat Islam haruslah tetap memegang teguh ajaran Islam dan mengamalkannya meskipun berhadap dengan berbagai ujian.&lt;br /&gt;Tidak perlu khawatir, Islam tidak akan bisa dibendung oleh siapapun apalagi dengan cara-cara kotor. Siapa saja yang bersentuhan dengan pemikiran dan prilaku umat Islam yang berdasarkan syariah Islam akan merasakan keindahan, ketenangan dan kedamaian hati. Sementara di saat yang sama peradaban Kapitalisme Barat telah terbukti menyebabkan krisis kemanusiaan yang dahsyat. Inilah yang akan membuat Islam akan tetap diterima oleh masyarakat Eropa yang memiliki akal yang jernih dan fitrah kemanusiaan yang tulus.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KHATIMAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selain hal-hal penting di atas, sepanjang tahun 2009 negeri yang oleh para pujangga dahulu disebut zamrud khatulistiwa juga tetap diwarnai oleh banyak sekali bencana berupa gempa bumi, banjir dan tanah longsong. Bencana tersebut menyisakan sebuah ironi. Yaitu bila diyakini bahwa segala bencana itu disamping karena faktor manusia, yang utama adalah karena &lt;em&gt;qudrah&lt;/em&gt; (kekuatan) dan &lt;em&gt;iradah &lt;/em&gt;(kehendak) Allah SWT, dan karenanya kita sering diajak berdoa agar terhindar dari segala bencana, tapi mengapa pada saat yang sama kita tidak juga mau tunduk dan taat kepada Allah dalam kehidupan kita. Buktinya hingga kini masih sangat banyak larangan Allah (riba, pornografi, kedzaliman, ketidakadilan, korupsi dan sebagainya) masih juga dilanggar, dan masih sangat banyak kewajiban Allah (penerapan syariah, zakat, uqubat, shalat, haji, dan sebagainya) yang tidak dilaksanakan. Pertanyaannya, perlukah ada bencana yang lebih besar lagi untuk menyadarkan kita agar segera tunduk dan taat kepada Allah, bukan sekedar mengakui kekuasaan dan kekuatanNya dalam setiap bencana?&lt;br /&gt;Berkenaan dengan kenyataan di atas, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menilik berbagai persoalan yang timbul di sepanjang tahun 2009 dapat disimpulkan ada dua faktor utama di belakangnya, yakni sistem dan manusia termasuk kepemimpinan. Kemiskinan, kriminalitas dan problema sosial lain, intervensi asing, ketidakadilan, Islamo-phobia dan berbagai bentuk kedzaliman sepenuhnya terjadi akibat pemimpin yang tidak amanah dan sistem yang korup, yakni sistem Kapitalisme dan Sekularisme, ditambah lemahnya moralitas individu serta perpecahan umat. Karena itu, bila kita ingin sungguh-sungguh lepas dari berbagai persoalan di atas, maka kita harus memilih sistem yang baik dan pemimpin yang amanah. Sistem yang baik hanya mungkin datang dari Dzat yang Maha Baik, itulah syariat Islam, dan pemimpin yang amanah adalah yang mau tunduk pada sistem yang baik itu.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Di sinilah sesungguhnya esensi dari seruan &lt;strong&gt;Selamatkan Indonesia dengan Syariah&lt;/strong&gt;. Karena hanya dengan sistem yang berdasarkan syariah, dan dipimpin oleh orang amanah saja Indonesia benar-benar bisa menjadi lebih baik. Dengan sistem ini pula terdapat nilai keimanan dan takwa dalam setiap aktivitas sehari-hari yang akan membentengi tiap orang agar bekerja ikhlas dan penuh amanah. Dengan syariah, problem kemiskinan, intervensi asing, ketidakadilan, kedzaliman dan berbagai persoalan masyarakat bisa diatasi dengan sebaik-baiknya sedemikian sehingga kerahmatan Islam bagi seluruh alam bisa diujudkan secara nyata.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karena itu, diserukan kepada seluruh umat Islam, khususnya mereka yang memiliki kekuatan dan pengaruh seperti pejabat pemerintah, para perwira militer dan kepolisian, pimpinan orpol dan ormas, anggota parlemen, para jurnalis dan tokoh umat untuk berusaha dengan sungguh-sungguh memperjuangkan tegaknya syariah di negeri ini. Hanya dengan syariah saja kita yakin bisa menyongsong tahun mendatang dengan lebih baik. Lain tidak.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sementara untuk mewujudkan kesatuan umat di seluruh dunia dan penerapan syariah secara&lt;em&gt; kaffah&lt;/em&gt; mutlak diperlukan Khilafah. Dengan kesatuan itu, umat akan menjadi kuat dan dengan kekuatan itu segala penjajahan dan kedzaliman di dunia Islam bisa diatasi secara sepadan. &lt;em&gt;Insya Allah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Muhammad Ismail Yusanto&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hp: 0811119796 Email: Ismaily@telkom.net&lt;br /&gt;http://hizbut-tahrir.or.id/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-5538640028835810754?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/5538640028835810754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=5538640028835810754&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/5538640028835810754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/5538640028835810754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2009/12/refleksi-akhir-tahun-2009.html' title='Refleksi Akhir Tahun 2009'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-7280501503395247705</id><published>2009-12-27T06:29:00.000+07:00</published><updated>2009-12-27T06:31:12.420+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khabar'/><title type='text'>Televisi di Dalam Sistem Kapitalisme: Mengancam Generasi Muslim</title><content type='html'>&lt;div class="img_caption left" style="float: left; width: 314px;"&gt;&lt;img align="left" border="0" class="caption" src="http://syabab.com/images/stories/televisi-ancam.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Syabab..Com - &lt;/b&gt;Di dalam kapitalisme, televisi telah menjadi media untuk merusak generasi dan menyebarkan budaya-budaya rendahan. Acara infotainment di televisi dinilai sudah kebablasan. Terkait hal itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar acara siaran seperti gosip diatur lebih ketat, demikian seperti diberitakan detikNews. Bukan hanya itu sebenarnya yang mengancam kerusakkan sistem sosial hari ini. Ratusan tayangan yang penuh dengan syahwat, mengumbar aurat, tingkah laku rendahan seperti pergaulan bebas mengancama generasi muslim.   "Mendesak Depkominfo agar melakukan penertiban terkait maraknya infotainment, ghibah yang keberadaannya mengancam ketahanan nasional," kata Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni'am Sholeh dalam surat elektronik yang diterima, Sabtu (26/12/2009).&lt;br /&gt;Pemberitaan yang dikemas dalam bentuk hiburan atau yang dikenal sebagai infotainment telah bergeser menjadi ajang ghibah dan berperan mengaduk-ngaduk tatanan rumah tangga.&lt;br /&gt;"Bahkan tidak jarang berisi gosip yang menjurus ke fitnah, jika infotainment dipertahankan dengan format seperti ini maka infotainment bisa membahayakan stabilitas bangsa yang dimulai dari penghancuran keluarga," pria yang akrab disapa Ni'am dan juga bergelar doktor dibidang hukum syariah ini.&lt;br /&gt;Menurut dia, jurnalis atau wartawan mempunyai tanggung jawab untuk mendidik masyarakat dengan nilai-nilai moral dan ketertiban serta menghargai privasi seseorang, sebagai perlindungan hak asasi manusia.&lt;br /&gt;"Berita yang ditulis seorang wartawan memiliki dua sisi bisa menjadi pencerahan dan bisa menjadi pengoyak tatanan masyarakat," imbuh Ni'am yang juga pengajar di Universitas Islam Negeri Jakarta ini.&lt;br /&gt;Selain Depkominfo, PWI, Komisi Penyiaran Indonesia (PWI) dan Dewan Pers juga agar bertindak melakukan penertiban.&lt;br /&gt;"Jadi tidak hanya berita yang mengeksploitasi kekerasan, perselingkuhan, dan juga percekcokan," tutup pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Studi Agama dan Sosial ini.&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua Umum Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menegaskan bahwa tayangan infotainment ghibah atau gosip hukumnya haram. Fatwa haram tersebut berdasarkan hasil Musyawarah Alim Ulama NU di Surabaya, juli 2006 lalu&lt;br /&gt;Karena itulah, PBNU mendesak tayangan infotainment gosip segera dihentikan. Sebab, pemberitan yang mengobral masalah pribadi dan keluarga orang bisa berdampak buruk bagi masyarakat.&lt;br /&gt;"PBNU minta agar tayangan infotainment di media dihentikan. Karena pemberitaan itu mengobral rahasia keluarga, serta mengaduk aduk hubungan antar anggota keluarga," kata Hasyim dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (25/12/2009).&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan hanya tayangan infotainment yang harus dihentikan, ratusan tayangan tak mendidik pun harus segera dihentikan. Demikianlah, di dalam sistem kapitalisme, televisi telah menjadi media yang empuk untuk merusak generasi muda. Beberapa tayangan, mulai dari konser, sinetron, reality show banyak menampilkan hal-hal yang bertentangan dengan syariah mengancam generasi muda.&lt;br /&gt;Sudah saatnya, sekularisme kapitalisme dibuang jauh-jauh dan beralih kepada sistem syariah di bawah naungan Khilafah rasyidah. Khilafah akan menempatkan media sebagai sarana pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, tidak seperti di dalam sistem kapitalisme sekarang ini. [m/dtk/syabab.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-7280501503395247705?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/7280501503395247705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=7280501503395247705&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/7280501503395247705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/7280501503395247705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2009/12/televisi-di-dalam-sistem-kapitalisme.html' title='Televisi di Dalam Sistem Kapitalisme: Mengancam Generasi Muslim'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-7087701890919414291</id><published>2009-12-25T21:13:00.000+07:00</published><updated>2009-12-25T21:20:19.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='remaja'/><title type='text'>Ketika Dunia tak Seindah Mimpi</title><content type='html'>&lt;a href="http://technorati.com/faves?sub=addfavbtn&amp;amp;add=http://gaulislam.com"&gt;&lt;img alt="Add to Technorati Favorites" border="0" src="http://www.gaulislam.com/images/btn-fave2.png" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="logo-gi-3" class="alignleft size-thumbnail wp-image-2291" height="31" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2009/02/logo-gi-3.jpg?w=128" title="logo-gi-3" width="128" /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;edisi 071/tahun ke-2 (5 Rabiul Awal 1430 H/2 Maret 2009)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Terpaksa, itu adalah hal yang ada dalam benak gue hari ini, temen gue udah ngeset suatu kerjaan di kantor dan harus gue kerjakan hari ini, padahal nggak pernah kita janjian sebelumnya kalo harus selesai hari ini. Akhirnya terjadilah pertempuran dalam hati gue, antara pengen main FIFA 2009 sambil manjat pohon tetangga, ngerjain tugas kantor yang dibikin deadline se-enak bakmi goreng, eh se-enak udel temen gue ato ngerjain target kerja mingguan. Hmm.. pilihan yang susah, akhirnya setelah baca al-Quran 7 juz gue memilih untuk nulis artikel ini aja. Lho kok nggak nyambung? Biar aja, tanya aja tuh sama jaka sembung.&lt;br /&gt;Akhirnya gue ngerjain kerjaan dadakan tersebut, hari ini kebetulan datang pagi, setelah sebelumnya dengan sukses sarapan gila-gilaan bareng temen-temen GI. Sebenernya kerjaannya nggak jelek amat, cuma disuruh interview orang aja, cuma entah kenapa, gue males berat hari ini, karena selain ngantuk karena abis begadang sambil bobok semalem, juga capek karena kebanyakan makan, akhirnya…&lt;br /&gt;Gue gila-gilaan bikin pertanyaan untuk interview, dari pertanyaan yang masuk akal sampe yang bikin muntah, dalam waktu 3 jam, selesailah 63 lembar pertanyaan, begitu gue kasih ke temen gue yang bagian HRD, doi langsung kesurupan. “Eh emang kita mau interview sepanjang hari?” tanya temen gue. “Eh bodo amat, elu kan yang minta,” timpal gue. &lt;span id="more-2242"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Jangan banyak-banyaklah,” sergah temen gue. Ya udahlah, biar yang mau ngejawab milih sendiri pertanyaannya, wuuuh kurang baik apa gue, hahahaha.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tak semuanya indah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yah gitu deh, sering kita ketemu sama keadaan yang entah kenapa memaksa kita untuk melakukan sesuatu yang nggak kita sukai, misal disuruh beli motor padahal lagi asik-asik main farcry, ato lagi asyik-asyik les kungfu eh disuruh nyokap gali sumur. Dari pengalaman, ternyata gue lebih sering memilih ngikutin nafsu gue daripada ngikutin akal sehat gue. Entah kenapa akal sehat gue selalu malu-malu mau kalo dalam kondisi kepaksa kayak gini. Alhasil berjayalah nafsu dalam otak gue, hahahahaha (ketawa kuda, emang kuda bisa ketawa?). Gue biasanya lebih memilih untuk run away dan doing something else.&lt;br /&gt;Sampe akhirnya gue bisa memahami bagaimana seharusnya kita bersikap, dari hasil try and error, hingga makan bakmi sambil molor, gue menemukan pelajaran, bahwa harusnya kita bersabar dan menggunakan akal sehat dan akidah kita.&lt;br /&gt;Emang susah pada awalnya untuk melakukannya dan bahkan seringkali jadinya dikucilin, hanya karena berbeda dari banyakan temen-temen atau orang-orang di sekitar kita. Loncat kembali ingetan gue pada saat gue dulu sekolah. Saat temen-temen pada berusaha keras untuk ngga jomblo, gue malah asyik ngupil sambil berenang (kelelep), ketika orang-orang pada berlomba-lomba mejengin motor atau mobilnya, gue lebih seneng mamerin ketek gue, eh nggak ding, entah kenapa otak gue sepertinya nggak nyetel sama hal-hal semacam itu. Akhirnya berbagai macam cap pun gue terima, dari dicap sombong, nggak gaul, sok suci sampe dicap jidat gue sama pak RT waktu ngantri beras, gara-gara doi nggak bisa bedain mana yang kupon antri-an sama muka gue yang seksi ini….ihikihikihik.&lt;br /&gt;Ketika keinginan tidak sesuai dengan kenyataan, di saat itulah diri kita sebenernya diuji. Ini adalah salah satu bentuk ujian yang nyata dan umumnya manusia mudah untuk mengetahuinya. Lain halnya dengan ujian dari Allah Swt. dalam bentuk kesenangan, yang biasanya kebanyakan orang tidak merasa bahwa kesenangan adalah salah satu bentuk ujian or cobaan juga. Jangan heran kalo banyak temen kita yang lebih seneng punya mobil dan motor, bahkan dengan menggunakan segala cara untuk bisa dapet motor atau mobil, padahal punya motor atau tidak, keduanya tidak lebih baik, karena keduanya pada hakikatnya adalah cobaan juga.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengubah bubur jadi capcay&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hehehe.. gue ngasih subjudul gini karena ada pepatah “nasi udah jadi bubur”. Nah, buburnya gue ubah jadi capcay (maksain banget nggak sih?). Ok Bro, menjadi remaja muslim idaman harus memiliki kemampuan untuk selalu bisa berpikir dan bersikap optimis dalam menghadapi berbagai cobaan yang menimpa dirinya, baik itu dalam kondisi senang maupun tidak. Beberapa langkah berikut insya Allah bisa membantu kamu untuk bisa menjadi seorang remaja muslim yang tangguh (tahan uji):&lt;br /&gt;Pertama, memahami keberadaan kita di dunia. Hal dasar yang harus dipahami dan harus selalu diingat adalah cara pandang kita terhadap kehidupan dunia, apaan sih maksudnya?&lt;br /&gt;Kalo kamu berpikir bahwa dunia ini adalah jalan wangi yang ditaburi bunga, kemewahan dan kesenangan, maka tidak mengherankan kalo sedikit saja tergelincir dari jalan tersebut, akan terasa sangat sulit dan berat, kenapa? Karena memang sebelumnya tidak pernah membayangkan kesulitannya.&lt;br /&gt;Kalo kamu masih berpikiran seperti itu, ini saatnya untuk grow up and look arround you! Dunia bukanlah surga tempat kesenangan, dan bukan pula tempat keabadian, dunia ini hanyalah cobaan dan pembebanan (taklif). Manusia yang hidup di dunia sebenarnya tujuan utamanya adalah untuk diuji guna mempersiapkan kehidupan abadi di akhirat.&lt;br /&gt;Al-Quran sudah mengisyaratkan bahwa kehidupan manusia di dunia akan diliputi dengan kesengsaraan dan penderitaan, seperti terdapat dalam surat al-Balad ayat ke-4, (yang artinya): “Sesungguhnya kami telah ciptakan manusia berada dalam susah payah”&lt;br /&gt;Allah Ta’ala pun telah mengisyaratkan, kalo kehidupan manusia di dunia ini tidak akan pernah dalam kondisi yang konstan, hari ini membawa kebaikan bisa jadi esok hari membawa kesengsaraan, seperti dalam QS Ali Imran ayat 140 (yang artinya): “… Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran).”&lt;br /&gt;Bro en Sis, Allah Swt. menciptakan hidup ini dengan memasukkan antara kesenangan dan kesengsaraan, antara kebencian dan kecintaan, tidak ada kesenangan dan kenikmatan tanpa kesengsaraan dan kepedihan, tidak ada kesehatan tanpa diganggu oleh sakit atau keamanan tanpa ketakutan. Itu semua sudah merupakan sunatullah, untuk apa? Supaya manusia memiliki peran dalam kehidupan ini. So, sekarang saatnya kamu ubah cara pandang kamu terhadap dunia ini, buang jauh cara pandang lama kamu sebelumnya gantiin dengan cara pandang syar’i, cara pandang Islam.&lt;br /&gt;Kedua, memahami bahwa manusia adalah kepunyaan Allah Swt. Yup, ini yang kudu di-overhaul dalam otak kamu adalah pemahaman kalo kita sebenernya tidak pernah benar-benar memiliki sesuatu di dunia ini. Lho gimana sih? Pernah nggak terpikir sama kamu, bisa nggak sih kita bisa memilih orang tua kita? Bisa nggak kita memilih sifat/perangai kita? Atau bisa nggak kita milih bagaimana bentuk dan rupa kita di dunia?&lt;br /&gt;Kecuali orang gila, gue yakin jawabannya tidak mungkin! Lha terus siapa yang sudah nentuin? Coba kita lihat di QS an-Nahl ayat ke-53 (yang artinya): “dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)”&lt;br /&gt;Ayat ini klop banget dengan perintah, bila seorang muslim mendapat musibah hendaknya dia mengucapkan, inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, yang artinya: kita berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya.&lt;br /&gt;Karena pada dasarnya kita nggak modal hidup di dunia ini, maka pada saat kita kehilangan sesuatu ato kita menemui hal yang tidak kita inginkan, masih pantaskah kita berkeluh kesah? Marah? Ato malah berputus asa?&lt;br /&gt;Ketiga, bersabar karena yakin akan balasan baik dari sisi Allah Ta’ala. Bersabar emang berat, maka sudah sepantasnya bila memperoleh ganjaran yang setimpal. Cuma sebelum dapet balesan, kamu kudu yakin dulu mengenai hal ini. Bro, pahala bersabar ternyata tidak terbatas! Coba lihat QS az- Zumar ayat ke-10 (yang artinya): “Sungguh hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan dicukupkan pahala mereka tanpa batas…”&lt;br /&gt;Sebagian ahli tafsir berpendapat mengenai ayat di atas, “kepada mereka dicurahkan dan diguyurkan pahala seperti air yang dicurahkan”. Wow keren ya jadi orang sabar? Kalo mandi yang cuma diguyur air saja bisa menjadikan badan kita jadi lebih bersih, sehat dan lebih seger. Bisa dibayangkan, gimana kondisi kita kalo diguyur dengan pahala. Iya nggak sih?&lt;br /&gt;Keempat, yakin akan adanya jalan keluar. Sebagian sifat seorang muslim yang tangguh, adalah dia selalu yakin akan pertolongan Allah Ta’ala yang dekat. Bila kenyataan tidak sesuai dengan keinginan kita, yakin lah bahwa pertolongan Allah itu dekat. Keyakinan ini dapat menghalau kecemasan dan keputusasaan dalam hati. Dalam al-Quran setiap kali Allah Swt. ‘berbicara’ mengenai kesabaran, selalu diikuti dengan penegasan bahwa janji Allah adalah benar dan jaminan kalo Allah tidak akan ingkar, seperti dalam: QS az-Zumar: 20, QS ar-Rum: 60 dan QS al-Mu’min: 55. Coba buka al-Quran dan cek sendiri ya ayat-ayat di atas, ada yang keren lho artinya.&lt;br /&gt;Kelima, minta pertolongan pada Allah Swt. Karena kita kepunyaan Allah Ta’ala, sudah sepatutnya kalo kita minta pertolongan juga kepadaNya, bukan malah datang kepada dukun, atau minta tolong sama Ponari si “Putra Petir”. Nah terus apa hubungan antara sabar dengan meminta pertolongan Allah Swt.? Begini Bro and Sis, yuuk kita loncat lagi ke sejarah Nabi Musa, waktu itu si Firaun mengancam Nabi Musa dan kaumnya bahwa dia akan membunuh setiap anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka, Nabi Musa kemudian berkata pada kaumnya: “…minta pertolongan pada Allah dan bersabarlah.” (QS al A’raf [7]: 128)&lt;br /&gt;Dalam ayat lain Allah Swt. menjelaskan: “…bersabarlah kalian karena sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar” (QS al-Anfal [8]: 46)&lt;br /&gt;Nah karena Allah Swt. deket dengan orang yang bersabar, kira-kira bakal dikabulin nggak kalo kita berdoa? Pasti! Ayo simak ayat berikut (yang artinya): “Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabbmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan kami” (QS ath-Thur [52]: 48)&lt;br /&gt;Keenam, meneladani orang yang sabar dan teguh hati. Perluas wawasan kamu dengan membaca berbagai sejarah orang yang sabar dan teguh pendiriannya. Cukup banyak contoh dalam al-Quran mengenai orang yang tinggi kesabaran dan ketawakalannya kepada Allah ‘azza wa jalla, coba kamu buka QS Hud [11] ayat 120. Pahami maksudnya kemudian baca sejarah nabi-nabi, insya Allah kamu paham maksud gue. Ok?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Closing&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gimana setelah membaca tulisan gue di atas (moga-moga nggak sakit mata)? Udah siap menghadapi permasalahan kehidupan kamu? Iya dunk, kita kan insya Allah termasuk muslim yang tangguh, kalo kamu ngerasa bahwa hidup kamu berat sekali cobaannya, ato kamu ngerasa diri kamu paling sengsara sedunia (kayak lirik lagu dangdut saja-sambil nginget-nginget Hamdan ATT yang nanyi Termiskin di Dunia). Selamat! Kamu adalah orang-orang yang mendapat ujian Allah Ta’ala, dan dengan ujian tersebut Allah menginginkan kebaikan dari kita. Semua orang yang diuji dari jaman dulu, selalu penuh dengan kesengsaraan dan menemui banyak hal yang tidak disukainya, jadi sebenernya bukan hal yang baru kalo orang-orang yang diinginkan Allah ‘azza wa jalla untuk diangkat derajatnya mengalami banyak penderitaan di dunia ini, dan sangatlah tidak layak seorang manusia berputus asa terhadap rahmat Rabbnya, berputus asa adalah pekerjaan yang sangat hina, jangan pernah kamu melakukannya! Semoga bermanfaat [aribowo: aribowo@gaulislam.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-7087701890919414291?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/7087701890919414291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=7087701890919414291&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/7087701890919414291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/7087701890919414291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2009/12/haruskah-merayakan-tahun-baru.html' title='Ketika Dunia tak Seindah Mimpi'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-2055154126661719852</id><published>2009-12-25T21:05:00.001+07:00</published><updated>2009-12-25T21:05:46.659+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='remaja'/><title type='text'>Bukan Remaja Biasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://technorati.com/faves?sub=addfavbtn&amp;amp;add=http://gaulislam.com"&gt;&lt;img alt="Add to Technorati Favorites" border="0" src="http://www.gaulislam.com/images/btn-fave2.png" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;img alt="logo-gi-8.jpg" src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/logo-gi-8.thumbnail.jpg" style="float: left; margin-right: 0.5em;" /&gt;Edisi 011/tahun I (28 Dzulhijjah 1428/7 Januari 2008)&lt;br /&gt;Pernah beli martabak dengan menu yang “biasa”? Hmm… rasanya juga kayaknya biasa-biasa aja. Beda banget dengan martabak yang spesial atau istimewa, baik penyajian maupun rasa so pasti lebih keren, lebih nikmat. Iya nggak sih? Begitupun ketika kita disuruh milih produk ponsel misalnya, kita pasti milih produk yang lebih keren ketimbang yang biasa-biasa aja. Kalo ponsel fungsinya sekadar bisa ngirim SMS or nelepon, produk ponsel dari berbagai merek terkenal sekalipun harganya bisa jauh lebih murah. Maklum, fasilitas biasa dan harga ?dirinya’ juga biasa, gitu lho. Tapi silakan bandingkan sendiri dengan produk ponsel yang tak biasa, artinya yang luar biasa dalam arti positif: tampilannya, fiturnya, kemampuannya yang menganggumkan dibanding ponsel biasa, dan pasti harganya juga bakalan lebih mahal. Maklumlah, ponsel “sejuta umat” harganya pasti jauh di bawah ponsel jenis &lt;em&gt;smartphone&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;communicator&lt;/em&gt;. Bahkan ada barang yang saking kerennya nggak bisa dijual di sembarang tempat dan jumlahnya terbatas.&lt;span id="more-782"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, kalo ngomongin benda biasa dan luar biasa insya Allah bisa nyambung ya. Nah, begitu pun dengan diri kita ini. Hidup kita pengen biasa-biasa aja, atau malah pengen banget menjadi luar biasa? Jawaban umumnya pasti ingin menjadi yang luar biasa, menjadi “the special one”, menjadi istimewa di hadapan siapa pun. Apakah menjadi istimewa atau spesial itu bisa dengan sendirinya? Hmm.. sayangnya nggak tuh. Tapi harus diupayakan sama diri kita sendiri. Sumpah, manusia biasa kayak kita-kita ini nggak ada yang begitu lahir punya kemampuan luar biasa. Seiring dengan perkembangan usia dan juga pendidikan, insya Allah kita akan menjadi luar biasa. Yakin saja asal kita mau belajar dan mau mengubah diri kita untuk menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Boys and gals&lt;/em&gt;, insya Allah kita bisa menjadi luar biasa. Bukan biasa-biasa aja. Kita juga bisa mempermak diri menjadi remaja luar biasa. Tentu, itu bergantung kepada komitmen kita, tanggung jawab kita, harapan kita, cita-cita kita dan kerja keras kita. Betul, kita nggak mau kalo cuma dianggap remaja biasa. Sebab, dalam diri kita bersemayam naluri untuk mempertahankan diri, yang salah satu penampakkannya kita nggak mau dianggap rendah. Dalam pergaulan aja, kita pasti nggak mau kan kalo cuma dianggap bilangan aja dalam sebuah komunitas, tapi sekaligus kita juga ingin diperhitungkan. Yup, kita nggak sudi kalo dalam sebuah komunitas dianggap sebagai “ngajejegan” alias pelengkap bin ganjel aja. Tapi keberadaan kita dalam sebuah komunitas itu memang benar-benar diharapkan karena memiliki kelebihan dan kemampuan yang tak dimiliki oleh anggota komunitas pada umumnya.&lt;br /&gt;Bro, kamu pasti bisa melakukannya. Kita semua pasti bisa mengubah diri menjadi yang terbaik. Kalo kata Pak Fauzil ?Adhim yang penulis itu, jika mampu menjadi yang terbaik, menjadi baik saja belum cukup. Duile keren abis dah! &lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, kalo kamu mampu menjadi keren, maka menjadi biasa-biasa aja apalagi cupu (culun punya) nggak asyik banget. Sumpah tujuh turunan dan tujuh tanjakan! (backsound: capek dong jalannya? Hehehe.. iya apalagi jalannya berbatu dan terjal! Uppss.. apa hubungannya?)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita bukan hewan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Halah, pasti kita semua tahu dan sadar dong kalo diri kita adalah manusia, dan tentunya bukan hewan. Betul, kita semua paham bahwa dilihat dari sisi biologis, kita adalah manusia. Tapi, kalo soal pikiran dan perasaan, nggak otomatis juga kok. Banyak di antara kita ternyata malah mirip-mirip dengan pikiran dan perasaan hewan. Mau contoh? Singa kalo mau makan suka berebut nggak dengan singa lainnya? Kalo kamu perhatiin dalam acara &lt;em&gt;Animal Planet &lt;/em&gt;sih emang gitu deh. Main cakar dan saling gigit lawan masing-masing untuk dapetin makanan incerannya. Manusia, kalo nggak belajar norma dan aturan, kayaknya gitu juga deh. Banyak banget kasus gara-gara rebutan penumpang, sopir angkutan umum berantem, malah pake ngeluarin senjata tajam segala. Ujungnya, yang satu masuk bui, yang satu masuk kubur. Rugi semuanya kan?&lt;br /&gt;Oya, kita juga paham bahwa antara manusia dan hewan sama-sama memiliki otak. Tapi perbedaannya, hewan nggak dibekali akal, sementara kita diberikan karunia besar oleh Allah Swt. berupa kemampuan berpikir. Buktinya, dalam peradaban hewan nggak dikenal kemajuan teknologi, nggak ada juga yang sampe sekarang gajah bisa bikin rumah sendiri, atau sesama gajah saling bantu untuk bikin kandang, nggak ada juga gajah yang jualan bahan bangunan. Ya, karena kemampuannya yang “segitu-gitunya” itu gajah nggak memiliki kemampuan untuk berpikir. Maka, ?peradaban’ gajah nggak berkembang, dari dulu sampe sekarang dan masa yang akan datang gajah hanya makan makanan yang “itu-itu” juga. Kalo manusia? Hmm.. mungkin yang mau makan gajah juga ada. Manusia bisa mengolah bahan makanan seperti singkong aja bisa menjadi produk combro, &lt;em&gt;peuyeum&lt;/em&gt; alias tape, colenak, keripik dan sebagainya. Iya nggak sih? Tapi gajah? Belum ada ceritanya ada combro buatan gajah. Kalao combro yang diinjek gajah bisa jadi ada.&lt;br /&gt;Sobat, di dunia hewan nggak dikenal ajang audisi macam &lt;em&gt;Dangdut Mania&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Super Mama&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Mamamia&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;KDI&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Indonesian Idol&lt;/em&gt; dan lainnya seperti halnya dalam dunia kita, manusia. Di dunia hewan persaingan mendapat harta dan ketenaran, kayaknya nggak ada seperti dalam kehidupan manusia. Maka, hewan manapun tak ada yang mencoba bikin ajang seperti yang disebutin di atas.&lt;br /&gt;?Peradaban’ hewan nggak mengenal adanya ajang buka aurat, karena emang nggak punya aturan (maksudnya, mau buka aurat atau nggak yang emang nggak ada aturannya yang dihasilkan oleh hewan itu sendiri). Nah, adanya aturan itu bagi manusia justru lahir dari kemampuan berpikir manusia dan kemampuan memahami pesan dari aturan-aturan yang dibuatkan untuk dirinya. Itu sebabnya, dengan segala perbedaan antara manusia dan hewan, jelas banget konsekuensi hidup dan tanggung jawab hidup antara manusia dan hewan juga beda banget. Bener lho.&lt;br /&gt;Allah Swt. nggak mengatur hewan betina yang sudah baligh (backsound: cara ngukur hewan itu baligh atau belum gimana ya?) kalo keluar kandang harus menutup aurat, pake jilbab dan pake kerudung (khimar). Nggak ada pula aturan bahwa sapi jantan harus melakukan &lt;em&gt;ghadul bashar&lt;/em&gt; alias menundukkan pandangan ketika melihat sapi betina lewat di depannya. Kedua aturan itu hanya untuk manusia. Yup, manusia. Karena manusia dibekali kemampuan berpikir. Tapi, sedih banget karena sekarang banyak manusia yang melanggar aturan. Kamu bisa lihat sendiri, wanita yang udah baligh pas keluar rumah malah membuka auratnya, atau sengaja memamerkannya kepada khlayak ramai tanpa ingat dosa sekaligus lupa bahwa dirinya sebagai manusia punya kemampuan memahami aturan bagi kehidupannya. Hmm… menyedihkan banget. Benar-benar tragedi kemanusiaan yang terbesar dan terberat. Padahal, Allah Swt. udah mewanti-wanti manusia dengan firmanNya (yang artinya):&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(QS al-A’raaf [7]: 179)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Waduh, kita yang nggak mau nurut sama aturan yang dibuatkan oleh Allah Swt. untuk kita kayaknya siap-siap dicap mirip binatang ternak kelakuannya. Iya, maksudnya adalah karena kita udah diberikan kemampuan untuk berpikir, sementara hewan nggak, tapi kelakuan kita malah beda tipis atau malah sama dengan hewan. Iya kan?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menjadi luar biasa dengan takwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Okelah, kalo disamain dengan hewan kayaknya banyak yang nggak mau meski faktanya ternyata mendekati ?sempurna’ dengan hewan dalam soal perilaku. Sekarang kita ngomongin sesama kita sendiri. Meski manusia diciptakan dari bahan yang sama, yakni dari sel sperma dan sel telur, tapi hasil akhirnya nggak ada yang sama. Para begundal macam Mussolini, Hitler, dan Vladimir Lenin sekalipun, diciptakan dari tetes air hina. Sama dengan para ulama dan orang baik-baik lainnya diciptakan dari bahan tersebut oleh Allah Swt. Tapi kehidupan di dunia yang memolesnya menjadi berbeda. Dan, semua itu memang ada konsekuensinya atas segala yang menjadi pilihan hidup mereka.&lt;br /&gt;Allah Swt. berfirman (yang artinya): &lt;em&gt;“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(QS as-Sajdah [32]: 7-9)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menjadi manusia biasa, dalam arti bahwa kita nggak mau berkembang menjadi lebih baik, tentunya sangat menyedihkan sekali. Kita banyaknya tuh “panasan” hati manakala temen kita punya ponsel baru, punya pakaian baru atau harta dan kesenangan dunia lainnya. Buru-buru deh untuk meredam panasnya hari akibat iri itu kita beli ponsel atau harta dan kesenangan sejenis, bila perlu yang lebih baik dari teman saingan kita itu. Tapi sungguh sangat disayangkan, untuk masalah ibadah kok jarang banget yang “panasan” hatinya ya? Lihat temennya yang pake kerudung dan jilbab, hatinya nggak panas, malah biasa-biasa saja. Nggak ngiri, gitu lho. Lihat temennya aktif di masjid dan ngurus remaja masjid, hatinya sedikitpun nggak ?terbakar’ untuk melakukan hal yang sama. Aneh ya? Ya, bener-bener heran.&lt;br /&gt;Bro, padahal dengan rajinnya kita ibadah kepadaNya dan menjadi takwa itulah yanga akan membuat diri kita spesial dan bukan manusia biasa di hadapan Allah Swt. langsung, bukan cuma di hadapan manusia. Sebab, ketakwaanlah yang menjadi ukuran biasa dan bukan biasa. Allah Swt. berfirman (yang artinya):&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(QS al-Hujuraat [49]: 13)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, masa’ sih kita nggak mau jadi orang yang istimewa nan mulia, apalagi di hadapan Allah Swt.? Kebangetan kalo sampe kita ogah dapat sebutan orang-orang yang bertakwa. Imam Syafi’i rahimahullah berkata, “Barangsiapa belajar al-Quran maka ia akan agung di pandangan manusia. Barangsiapa yang belajar hadis akan kuat hujjahnya. Barang siapa yang belajar nahwu maka dia akan dicari. Barang siapa yang belajar bahasa Arab akan lembut tabiatnya. Barang siapa yang belajar ilmu hitung akan banyak fikirannya. Barang siapa belajar fiqih akan tinggi kedudukannya. Barang siapa yang tidak mampu menahan dirinya maka tidak bermanfaat ilmunya dan inti dari itu semua adalah takwa.” &lt;em&gt;(pernyataan senada ada dalam kitab &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Kalam Hikmah Imam Syafi’i&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;karya &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Shalih Ahmad asy-Syami&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Boyz and galz&lt;/em&gt;, kita harus bangga lho menjadi remaja yang bertakwa, karena ketakwaan kita kepada Allah akan membuat kita mulia di hadapanNya dan tentu bukan remaja biasa. Maklumlah menjadi takwa itu berat, harus belajar, harus menahan diri dari perbuatan dosa, harus taat kepada aturan Allah Swt. meskipun aturanNya membuat kita berat melakukannya. Intinya sih, yuk kita benahi diri kita dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Cara mudahnya adalah belajar. Belajar memahami Islam dengan benar dan baik. Buletin gaulislam insya Allah mau kok membantu kamu. Yuk, kita amalkan Islam secara utuh, yakni sebagai akidah dan syariat. Meski berat dan merasa terpaksa tapi kita harus tetap taat demi meraih derajat orang-orang yang bertakwa dan menjadi remaja luar biasa takwanya. Bukan lagi remaja biasa.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, pada akhirnya kalo boleh memilih sih, “Lebih baik masuk surga secara terpaksa, daripada masuk neraka dengan kesadaran penuh”. Tul nggak sih? &lt;strong&gt;[solihin: sholihin@gmx.net]&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-2055154126661719852?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/2055154126661719852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=2055154126661719852&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/2055154126661719852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/2055154126661719852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2009/12/bukan-remaja-biasa.html' title='Bukan Remaja Biasa'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-2656106606360665880</id><published>2009-12-25T21:02:00.001+07:00</published><updated>2009-12-25T21:02:48.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='remaja'/><title type='text'>Balada Ghibahtainment</title><content type='html'>&lt;a href="http://technorati.com/faves?sub=addfavbtn&amp;amp;add=http://gaulislam.com"&gt;&lt;img alt="Add to Technorati Favorites" border="0" src="http://www.gaulislam.com/images/btn-fave2.png" /&gt;&lt;/a&gt;    Gemar tayangan infotainment? Ketagihan dengan gosip terkini? Bisa jadi kita mabuk kepayang dengan tayangan infotainment, boleh jadi kita merasa kampungan bener kalau nggak tahu gosip terkini kaum selebritis. Saya jadi inget beberapa waktu yang lalu ketika nonton tayangan infotainment yang meliput perceraian Teh Nicky Astria, bukannya seneng malah saya jadi mual. &lt;span id="more-448"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di saat ladyrocker asal Bandung itu pusing dengan urusan perceraiannya di KUA, belasan wartawan sudah menghadangnya. Microphone, kamera dan tape recorder menyorot ke mukanya. Semakin Teh Nicky menolak memberikan jawaban, semakin bernafsu para awak infotainment mencecar. Beberapa orang menghadang di depan mobil kijangnya agar tak bisa ngacir. Ada juga yang menggedor-gedor body mobilnya. Dengan wajah pucat ia memberanikan diri memarahi para wartawannya. “&lt;em&gt;Tolong dong pakai hati nurani, kalian pikir saya happy apa? Saya kan nggak pernah ngundang kalian ke sini. Aduh, tolong jangan pukul-pukul mobil saya. Kalian wartawan apa preman sih? bla, bla…&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;Mendapatkan informasi adalah hak setiap orang, tapi haruskah berita itu mengorbankan ‘hati nurani’, seperti rengek Nicky Astria. Bahwa untuk mendapatkan secuil berita para awak infotainment harus merangsek narasumber dan memaksanya bicara? Memang, bagi para jurnalis mendapatkan berita eksklusif adalah kebanggaan. Menaikkan citra dan meninggikan tiras atau rating. Salah satu berita eksklusif adalah bad news. Bad news is good news, begitu kaidahnya. So, perceraian, skandal, kematian orang ternama adalah ‘berita bagus’ untuk para wartawan.&lt;br /&gt;Memburu berita eksklusif menjadi amat penting karena tingkat persaingan tayangan infotainment semakin keras. Bayangkan saja, ada puluhan tayangan infotainment dengan slot waktu mencapai 100 jam. Kalau berita yang didapat ‘biasa-biasa’ saja jelas bakal ditinggal pemirsa, rating menurun, dan iklan pun sepi. Karena pertimbangan dagang inilah tayangan infotainment jadi gelap mata dalam memburu berita, sampai melabrak hak-hak privasi orang lain.&lt;br /&gt;Kita yang setiap hari menikmati tayangan infotainment pun jadi nggak sadar itu semua adalah ghibah yang dilarang agama. Saking tercelanya, Allah SWT. dan RasulNya. menyamakan ghibah dengan memakan daging bangkai saudara kita sendiri. “Maka tentulah kamu merasa jijik padanya,” pesan Allah dalam surat al Hujurat ayat 12.&lt;br /&gt;Nah, apa pantas menghibur diri dengan penderitaan orang lain? Bagaimana juga dengan para pengelola infotainment yang menjual penderitaan itu sebagai ladang untuk memperkaya diri. Tapi tidak usah heran, inilah kapitalisme. Kebebasan pers adalah anak kandungnya. Jadi, selama kapitalisme-demokrasi berlaku di negeri ini, eksploitasi atas penderitaan orang akan terus terjadi. Padahal, masih banyak hal lain yang layak diberitakan. Hal yang lebih penting, lebih bermanfaat, dan menghibur masyarakat dengan sehat. [&lt;em&gt;Iwan Yanuar&lt;/em&gt;]&lt;br /&gt;&lt;div class="meta"&gt;Posted in &lt;a href="http://www.gaulislam.com/category/media-network/soda/majalah-sobat-muda-tahun-pertama" rel="category tag" title="View all posts in Sobat Muda Tahun 1"&gt;Sobat Muda Tahun 1&lt;/a&gt; by Abdul Shaheed on the May 25th, 2007 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-2656106606360665880?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/2656106606360665880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=2656106606360665880&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/2656106606360665880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/2656106606360665880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2009/12/balada-ghibahtainment.html' title='Balada Ghibahtainment'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-512168925898239286</id><published>2009-12-25T09:45:00.000+07:00</published><updated>2009-12-25T21:03:56.959+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='remaja'/><title type='text'>Budaya Mesum Menjerat Remaja</title><content type='html'>&lt;div class="postcontent"&gt;&lt;b&gt;Syabab.Com&lt;/b&gt; - “Lebih dari 500 video porno udah dibuat dan diedarkan di Indonesia. Kebanyakan video amatir hasil rekaman kamera ponsel”. Demikian hasil penelitian seorang Sony Set. Praktisi pertelevisian sekaligus penulis buku bertajuk, “500 plus, Gelombang Video Porno Indonesia”. Parahnya, “Sebanyak 90 % pembuat video porno itu berasal dari kalangan anak muda, dari SMP sampai mahasiswa. Sisanya dari kalangan dewasa,” Lanjut Sony.Gile bener. Serem juga ya ngeliat data di atas. Asli. Permasalahan dunia pendidikan ternyata nggak cuman mentok di biaya sekolah yang melangit atau nasib tenaga pengajar yang nggak wajar. Tapi merembet juga ke perilaku anak didik yang kian bebas tanpa batas. Kasus tawuran antar pelajar atau narkoba yang menjerat remaja aja masih belon beres bener. Lha kini, hadir budaya mesum yang banyak menggoda remaja untuk jadi pemuja syahwat. Pegimane urusannye ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gaya Hidup &lt;i&gt;Mesum Oriented&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, mungkin diajak temen untuk nonton film biru yang banyak dijual di lapak kaki lima. Setelah kenal internet, mulai berani mampir ke situs porno yang meraja lela di dunia maya. Dan ketika teknologi ponsel makin canggih, aktif tuker-tukeran ‘produk pembangkit syahwat’ via bluetooth atau infra red dengan teman. Saking seringnya dicekoki konten porno, otak remaja makin tumpul. Yang ada dipikirannya nggak jauh dari persoalan di bawah perut dan di atas lutut. Endingnya, banyak remaja yang terpancing untuk jadi aktifis seks bebas. Inilah cerminan gaya hidup berorientasi mesum yang mulai gencar ngecengin remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ponsel berkamera banyak dipake, perilaku seks remaja jarang bocor ke publik. Karena nggak ada bukti memadai, isu seputar gaya hidup seks bebas remaja sering dianggap terlalu dibesar-besarkan. Tapi kini, masyarakat bisa ngeliat dengan mata kepala sendiri. Betapa liarnya perilaku seks remaja. Dari hari ke hari, rekaman mesum remaja banyak diungkap oleh media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat pernah dihebohkan oleh rekaman video porno sepasang mahasiswa berjudul ‘Bandung Lautan Asmara’. Sejak saat itu, dalam setiap razia ponsel yang berfasilitas kamera dan pemutar video 3gp yang digelar sekolah, banyak pelajar yang menyimpan video porno dalam ponselnya. Dari pose bugil sampe adegan persetubuhan dua remaja berlainan jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rekaman adegan mesum seorang siswi berseragam SMP di Temanggung dengan seorang siswa SMU berdurasi 38 detik. Ada rekaman porno yang diduga dilakukan pelajar salah satu SMA negeri di Madiun berdurasi 50 detik. Di Banjarmasin, marak juga peredaran video porno made in pelajar yang diberi judul Asmara Banjarbaru. Begitu juga di kota-kota lain seperti Jakarta, Semarang, Kediri, Bandung, hingga Medan. Ini kaya laporan perkiraan cuaca aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus yang paling bikin geger terjadi pada akhir 2005. Di “kota santri” Cianjur, Jawa Barat beredar rekaman porno sepasang pelajar, yang belakangan diketahui sebagai siswa-siswi SMAN 2 Cianjur. Gokilnya, adegan mesum itu diambil di dalam ruangan kelas ketika temen-temennya lagi beristirahat di luar ruangan. Dewan Guru SMAN 2 Cianjur pun langsung memecat sebelas siswa yang terbukti terlibat dalam pembuatan video porno itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berperilaku seks bebas, budaya mesum juga menyeret remaja ke dalam gaya hidup narsis (cinta diri) dan ekshibisionis (pamer diri). Sehingga remaja putri sering kedapetan berani tampil seksi dan menggoda di depan kamera ponsel atau webcam saat chatting dengan lawan jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kasus foto bugil “Yuk Kota Mojokerto”, di akhir tahun 2005 yang beredar luas di dunia maya. Sebuah website menyambut tamunya dengan tulisan “Hot News!, Finalis Yuk Kota Mojokerto 2005, She was study on SMA 1 Puri Mojokerto.” Di dalamnya terdapat lima buah foto seorang gadis yang diduga sebagai Endang Christy Handayani, di atas ranjang dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun. Meski Christy membantah, namun kasus itu telanjur membuat statusnya sebagai Puteri Mojokerto dicopot. (penapendidikan.com, 02/04/08)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pren, kasus Cianjur atau Mojokerto, cuman sebagian kecil aja yang nongol ke permukaan media. Ibaratnya fenomena gunung es, dibawahnya masih banyak rekaman video porno atau pose bugil made in pelajar. Udah banyak yang dilakukan ortu atau pihak sekolah guna mengerem laju perilaku remaja yang makin liar ini. Namun hasilnya masih belum kelihatan. Makanya kita mesti tahu dulu apa penyebabnya, biar solusinya tepat bin jitu &lt;i&gt;van tokcer&lt;/i&gt;. Betul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Produk Permisifisme Barat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah penelitian yang dilakukan terhadap para remaja menunjukkan kecenderungan revolusi perilaku remaja dalam urusan seks. Seperti hasil survei &lt;i&gt;Synovate Research&lt;/i&gt; tentang perilaku seksual remaja (15 - 24 tahun) di kota Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan, September 2004. Hasilnya, &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;44% responden mengaku mereka sudah pernah punya pengalaman seks di usia 16-18 tahun. Sementara 16% lainnya mengaku pengalaman seks itu sudah mereka dapat antara usia 13-15 tahun. Selain itu, rumah menjadi tempat paling favorit (40%) untuk melakukan hubungan seks. Sisanya, mereka memilih hubungan seks di kos (26%) dan hotel (26%).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; (penapendidikan.com, 02/04/08)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian mutakhir dilakukan oleh Dr Rita Damayanti saat meraih program doktoralnya di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Ia meneliti 8.941 pelajar dari 119 SMA atau yang sederajat di Jakarta, tahun 2007 lalu. Hasilnya, sekitar &lt;b&gt;5% pelajar telah melakukan perilaku seks pranikah&lt;/b&gt;. (idem)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam perubahan perilaku remaja dalam urusan seks adalah masuknya budaya barat ke negara berkembang seperti Indonesia. Banyaknya media remaja yang getol menyajikan budaya Barat semakin mendekatkan remaja pada kehidupan serba boleh (&lt;i&gt;permissif&lt;/i&gt;) alias bebas berbuat selama nggak ganggu orang lain. Termasuk dalam urusan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena di beberapa negara Barat, perilaku seks bebas remaja emang tinggi banget. Pitchkal (2002) melaporkan bahwa &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;di AS, 25% anak perempuan berusia 15 tahun dan 30% anak laki-laki usia 15 tahun telah berhubungan intim. Di Inggris, lebih dari 20% anak perempuan berusia 14 tahun rata-rata telah berhubungan seks dengan tiga laki-laki. Di Spanyol, dalam survei yang dilakukan tahun 2003, 94,1% pria hilang keperjakaannya pada usia 18 tahun dan 93,4% wanita hilang keperawanannya pada usia 19 tahun. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;(Iwan Januar, ’Sex Before Married?’, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap permissif remaja dalam urusan seks juga dikampanyekan oleh film-film remaja produksi luar negeri. Seperti film American Pie. Film ini dengan gamblang mengupas budaya mesum di kalangan remaja amerika. Mulai dari perilaku anak cewek yang doyan mengekspos daya tarik seksualnya, cara berpikir mayoritas remaja yang beorientasi seks, hingga ’perjuangan’ untuk melepaskan keperjakaan atau keperawanan saat prom night. Dan sialnya, kampanye budaya mesum secara terselubung juga sering kedapatan dalam tayangan sinetron remaja atau film layar lebar produksi lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otomatis dong, remaja pribumi yang imut-imut mulai berani bertingkah amit-amit. Dr Rita Damayanti bilang, perilaku permisif remaja dalam masalah seks berawal dari proses pacaran. Masuknya budaya luar lewat hiburan, bikin remaja kian bebas dalam berpacaran. Berdasarkan penelitiannya, perilaku remaja laki-laki menjadi jauh lebih agresif dibandingkan dengan remaja perempuan. Mereka tak hanya terbiasa dengan ciuman bibir, tapi sudah berani melakukan hal-hal yang lebih jauh, mulai dari meraba dada, hingga akhirnya melakukan seks pranikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, jauh-jauh hari Islam udah bilang supaya menjauhi aktivitas pacaran before married yang pastinya mendekati zina. Tapi kita sering ngotot kalo masih bisa jaga diri. Emang, diri kita jaga biar nggak ketahuan karena gerakan tangan grapa-grepe ke sana-sini. Padahal jelas-jelas Allah swt ngingetin kita dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ÿ&lt;i&gt;Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;QS. Al-Isrâ (17): 32&lt;/b&gt;) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Selamatkan Remaja Dengan Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar budaya mesum nggak makin banyak makan korban, kudu ada penanganan serius dari semua pihak. Karena budaya mesum nggak cuman bikin moral dan masa depan remaja hancur berantakan. Tapi juga turut menyeret remaja dalam perilaku aborsi, penularan penyakit menular seksual, hingga prostitusi. Dan keliatannya, Islam sebagai landasan hukum yang pasti dan terperinci kudu dipake masyarakat dan negara untuk menahan laju serangan budaya mesum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, tentu saja negara kudu aktif menertibkan pornografi-pornoaksi dan pelaku seks bebas. Karena kalo dibiarkan apalagi dilokalisasi, sama aja melestarikan budaya mesum. Untuk itu Islam dengan tegas menghukum pelaku zina yang belum menikah (perjaka dan gadis) dengan sanksi jilid (dera) sebanyak 100 kali plus “bonus” pengasingan selama satu tahun. Sabda Nabi saw, &lt;i&gt;“Perawan dan bujang (yang berzina) didera seratus kali dan dibuang selama setahun.”&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;HR. Muslim&lt;/b&gt;). Sementara kalo pelakunya udah merit, hukumannya lebih berat lagi. Dirajam hingga mati. Moga-moga pada nyadar ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat juga mesti aktif mencegah penyemaian benih-benih budaya mesum. Kalo ada yang pacaran, terus mojok berdua di tempat sunyi, tegor aja. Jangan nunggu sampe bunting dulu. Kalo serius berhubungan, segera deh lanjut ke pelaminan. Kalo cuman maen-maen, mending nggak daripada manen dosa tiap hari. Bukannya kita mo ikut campur, cuman ngejaga lingkungan dari murka Allah swt. Rasul saw bersabda, &lt;i&gt;“Jika zina dan riba telah merajalela pada suatu desa, maka Allah mengizinkan kehancurannya.”&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;HR. Abu Ya’la&lt;/b&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, kedudukan kita sebagai manusia jauh lebih mulia dibanding cacing tanah, ulet keket, dan sejenisnya. So, jangan rendahkan diri kita dengan menganut gaya hidup permissif atau budaya mesum yang menuhankan hawa nafsu. Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;QS. Al-Furqân [25]: 43-44&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, selain penerapan hukum Islam oleh negara dan kepedulian masyarakat, pembinaan mental dan keimanan remaja juga kudu dilakukan guna membentengi remaja dari budaya mesum dan sikap permissif. Sehingga lahir rasa malu bermaksiat dan takut kepada azab Allah swt yang akan menjaga martabat remaja meski jauh dari pengawasan ortu atau guru. Jadi, ayo kita selamatkan remaja dari jeratan budaya kapitalis sekuler dengan Islam. Ikut ngaji, siapa takut! [hafidz/bukamata/syabab.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.syabab.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=274:budaya-mesum-menjerat-remaja&amp;amp;catid=28:remaja-a-pemuda&amp;amp;Itemid=57" target="_blank"&gt;Syabab.Com&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-512168925898239286?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/512168925898239286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=512168925898239286&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/512168925898239286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/512168925898239286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2009/12/budaya-mesum-menjerat-remaja.html' title='Budaya Mesum Menjerat Remaja'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-7171218821288836155</id><published>2009-12-24T19:24:00.000+07:00</published><updated>2009-12-24T19:24:41.412+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khabar'/><title type='text'>Ahmadinejad: Dunia Membutuhkan Tatanan Baru</title><content type='html'>&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/12/ahmadinejad.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-17451" height="105" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/12/ahmadinejad.jpg" title="ahmadinejad" width="156" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengatakan bahwa dunia membutuhkan suatu tatanan baru, dia menambahkan bahwa Amerika Serikat yang merupakan “lambang liberalisme” sedang dalam kemunduran.&lt;br /&gt;“Sangat jelas bahwa setiap sistem yang bergantung pada kekuatan militer akan runtuh,” Ahmadinejad mengatakan dalam sebuah pidato di pusat kota Syiraz pada hari Rabu.&lt;br /&gt;“AS sepenuhnya bergantung pada kekuatan militer dan sanksi,” kata Ahmadinejad seperti yang dikutip IRNA.&lt;br /&gt;“Ini menunjukkan bahwa AS sedang dalam kemunduran,” tambahnya.&lt;br /&gt;Presiden Iran mencatat bahwa setelah runtuhnya liberalisme, dunia akan memerlukan suatu tatanan baru. (mediaumat.com, 24/12/2009)&lt;br /&gt;http://hizbut-tahrir.or.id/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-7171218821288836155?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/7171218821288836155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=7171218821288836155&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/7171218821288836155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/7171218821288836155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2009/12/ahmadinejad-dunia-membutuhkan-tatanan.html' title='Ahmadinejad: Dunia Membutuhkan Tatanan Baru'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-1893010140784561532</id><published>2009-12-23T09:41:00.000+07:00</published><updated>2009-12-23T09:42:06.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khabar'/><title type='text'>Hizbut Tahrir Amerika Sekali Lagi Akan Menggoncang Jantungnya Peradaban Kapitalisme</title><content type='html'>&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/11/ht-amerika.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-5466" height="120" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/11/ht-amerika.jpg" title="ht-amerika" width="159" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;Di jantungnya peradaban sampah kapitalisme, kembali Hizbut Tahrir bakal menggoncang Amerika. Hizbut Tahrir Amerika (HTA), salah satu cabang partai Islam internasional yang gemar menyerukan Khilafah tersebut akan menggelar sebuah acara publik di pinggiran kota Chicago untuk membicarakan krisis Pakistan, Ahad (20/12/09). Seperti biasa, para pembenci Islam yang menyebut dirinya pembela kebebasan dan demokrasi, berupaya untuk menggagalkan acara tersebut dengan tuduhan-tuduhan palsu yang dipaksakan.&lt;br /&gt;Sebuah kelompok yang bernama &lt;i&gt;Responbility for Equality and Liberty &lt;/i&gt;(REAL) telah membuat sebuah tulisan terkait rencana Hizbut Tahrir Amerika tersebut. Di dalam artikel yang dimuat di situsnya, REAL, disebutkan, “Sekali lagi, pinggiran kota di Chicago akan menjadi target acara publik oleh anti demokrasi, organisasi supremasis Islam Hizbut Tahrir pada hari Ahad, 20 Desember-kali ini menggunakan pusat masyarakat yang dikelola pemerintah di Lombard, Illinois.”&lt;br /&gt;Dengan kebencian, kelompok pembela kebebasan tersebut menuduh Hizbut Tahrir sebagai sebuah kelompok ekstrim yang menentang demokrasi dan kebebasan beragama. “Hizbut Tahrir Amerika sedang mengadakan acara terbarunya di desa pinggiran kota Chicago, Lombard, Illinois dengan judul Krisis Pakistan- Kejadian Kini &amp;amp; Arah Masa Depan.”&lt;br /&gt;Dengan penuh kebencian, kelompok yang menyebut dirinya pembela kebebasan tersebut malah berupaya untuk memberikan kebebasan kepada Hizbut Tahrir berbicara. Mereka berupaya menggalkan kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;Disebutkan bahwa Hizbut Tahrir Amerika telah menyewa Lombard Community Buiding di Jalan St Charles Timur 433 untuk tanggal 20 Desember 2009 pukul 5:00-6:30 Waktu Pusat.&lt;br /&gt;“Kami yakin bahwa Desa Distrik Lombard Park dan Pemerintah Lombard tidah tahu siapa dan apa Hizbut Tahrir, atau bahkan mereka berfikir untuk bertanya. Kami mendesak para pembaca untuk menghubungi pemerintah dan media Lombard untuk membuat mereka sadar akan hal ini,” sebutnya dalam tulisan di website REAL.&lt;br /&gt;Kelompok REAL juga menyinggung aktivitas Hizbut Tahrir di Kanada yang telah menggunakan fasilitas pemerintah untuk acaranya pada bulan Juli. REAL juga menyebarkan berbagai tuduhan palsu, baik dari media barat ataupun dari sumber-sumber yang tidak difahami.&lt;br /&gt;Dalam komentarnya, kantor berita Hizbut Tahrir Palestina menyebutkan bahwa tulisan dari REAL tersebut penuh dengan kesalahan, kebohongan dan kepalsuan.&lt;br /&gt;“Banyak informasi yang tidak berdasar, sehingga mereka menyesatkan orang-orang Amerika dan mengisinya dengan kebencian dan permusuhan terhadap Islam dan Muslim. Mereka juga ingin mengirim pesan kepada Muslim di Amerika dan intimidasi kepada Hizbut Tahrir dengan label-label terorisme untuk menghubungkannya dengan Taliban dan Al-Qaeda, sehingga menjauhinya.”&lt;br /&gt;Sebelumnya, REAL juga berupaya menggagalkan acara publik Hizbut Tahrir Amerika untuk pertama kalinya, ketika menggelar Konferensi Khilafah dengan tema “Kejatuhan Kapitalisme dan Kebangkitan Islam”. Namun, acara tetap berlangsung di Hotel Hilton, Oak Lawn Illinois Chicago. Pesan-pesan Islam dan seruan penegakkan Khilafah pun semakin membahana di bumi Amerika. Media setempat memberitakan kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.”&lt;/i&gt; (TQS. Ibrahim [14]: 046)&lt;br /&gt;Bagaimana pun juga, kebangkitan Islam telah dijanjikan. Sekuat apa pun upaya kafir barat menghalanginya, fajar kemenangan Islam pasti akan tiba juga hingga Islam benar-benar meliputi ujung timur dan ujung barat bumi ini. Insya Allah.(Syabab.com, 19/12/2009)&lt;br /&gt;sumber : http://hizbut-tahrir.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-1893010140784561532?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/1893010140784561532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=1893010140784561532&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/1893010140784561532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/1893010140784561532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2009/12/hizbut-tahrir-amerika-sekali-lagi-akan.html' title='Hizbut Tahrir Amerika Sekali Lagi Akan Menggoncang Jantungnya Peradaban Kapitalisme'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-7311954153039443299</id><published>2009-12-22T13:33:00.000+07:00</published><updated>2009-12-22T13:34:54.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khabar'/><title type='text'>Blair Membuat Argumen Palsu dalam Perang Irak</title><content type='html'>&lt;h4&gt;&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/11/blair.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-16195" height="114" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/11/blair.jpg" title="blair" width="134" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;Tony Blair mengungkapkan kepada sebuah radio Inggris pada tanggal 12/12/2009, bahwa ia “bersedia melibatkan Kerajaan Inggris dalam perang di Irak, padahal ia mengetahui bahwa Baghdad tidak memiliki senjata pemusnah massal”. Ia berkata: “Sehingga untuk tujuan itu diperlukan sekali penggunaan dan penyebaran berbagai argumen yang berbeda-beda”.&lt;br /&gt;Pada tanggal 15/12/2009 AFP melaporkan sebuah tanggapan dari mantan Direktur Penuntutan di Departemen Kehakiman Inggris, Jaksa Agung Ken McDonald yang mengatakan kepada surat kabar The Times bahwa Blair mengambil muka Amerika, dan ia telah menggunakan muslihat yang menimbulkan rasa takut untuk menyeret negara ke dalam perang, serta menipu rakyat Inggris.&lt;br /&gt;Jaksa Agung Inggris, McDonald menegaskan: “Sesungguhnya, hanya karena tujuan berbagi pengaruh dengan Amerika Serikat dalam kasus ini, sehingga ia telah kehilangan akal sehatnya”.&lt;br /&gt;Pengakuan jujur ini menunjukkan bahwa Inggris tidak peduli (menganggap bukan hal buruk) cara-cara penggunaan kebohongan, pembuatan argumentasi batil, dan pengajuan alasan-alasan palsu demi mewujudkan kerakusan imperialisme.&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Perdana Menteri mereka sendiri yang telah mengakuinya, sedang Jaksa Agung, Direktur Investigasi dan Penuntutan Inggris menegaskan bahwa ia juga telah mengetahui semua itu, di mana ia menyatakan bahwa alasan itu dilakukan adalah untuk mengambil muka Amerika yang akan berbagi kekuasaan dengan Inggris.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ia telah menipu rakyatnya, dan menipu seluruh dunia bersama dengan &amp;nbsp;si raja pembohong dan penipu, George W. Bush. (&lt;b&gt;kantor berita HT, 20/12/2009&lt;/b&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-7311954153039443299?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/7311954153039443299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=7311954153039443299&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/7311954153039443299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/7311954153039443299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2009/12/blair-membuat-argumen-palsu-dalam.html' title='Blair Membuat Argumen Palsu dalam Perang Irak'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-1932375192160319787</id><published>2009-10-31T11:13:00.000+07:00</published><updated>2009-12-09T16:50:31.804+07:00</updated><title type='text'>Keterangan Pers  tentang Penyerbuan Masjid al-Aqsha oleh Zionis Israel</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;              &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;TENTANG &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Penyerbuan Masjid al-Aqsha oleh Zionis Israel &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Lagi, Zionis Israel berbuat nista. Pada Ahad 25 Oktober 2009, sejumlah tentara zionis Israel secara membabi buta menyerbu Masjid al-Aqsha dan menembaki jamaah yang ada di sana sehingga sejumlah orang meninggal karenanya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penyerbuan itu secara nyata telah menodai kesucian Masjid al-Aqsha sebagai kiblat pertama umat Islam, tempat Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan tempat suci umat Islam ketiga setelah Masjid al-Haram di Makkah dan Masjd Nabawi di Madinah. Oleh karena itu, tindakan ini jelas merupakan sebuah kedzaliman yang sangat nyata.&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;“&lt;em&gt;Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS Al-Baqarah: 114).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tindakan zionis Israel yang untuk kesekian kalinya berulang kali menodai Masjid al-Aqsha merupakan bukti yang sangat nyata betapa umat Islam saat, yang disebut berjumlah lebih dari 1,5 milyar di seluruh dunia, ini dalam keadaan yang sangat lemah sehingga untuk melindungi tempat yang sangat disucikan itu pun tidak mampu.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Oleh karena itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Mengutuk keras kebiadaban itu, dan meminta agar zionis Israel segera menghentikan tindakan brutal itu.&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Mendesak negeri-negeri muslim dan umat Islam untuk segera mengambil langkah kongkrit guna menyelamatkan Masjid al-Aqsha, antara lain dengan cara:&lt;/div&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Negeri-negeri muslim, termasuk Indonesia, segera mengirim pasukan mujahidnya ke wilayah Palestina, khususnya di Yerusalem untuk melindungi Masjid al-Aqsha, dan lebih jauh lagi untuk mengusir tentara zionis Israel dari wilayah Palestina.&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Menyeru kepada para ulama/khatib/tokoh ormas Islam untuk selalu mengingatkan umat Islam akan pentingnya kedudukan Masjid al-Aqsha dalam Islam dan upaya Yahudisasi terhadap kawasan al-Aqsha khususnya dan wilayah Palestina umumnya.&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Menyeru seluruh umat Islam merapatkan barisan, memberikan dukungan moral dan material, termasuk dukungan doa bagi saudara-saudara kita yang tengah berhadapan langsung dengan tentara zionis Israel di kawasan Masjid al-Aqsha dengan cara melaksanakan Qunut Nazilah tiap shalat fardhu.&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Kepada seluruh umat Islam di dunia diserukan untuk bersegera mewujudkan persatuan dan kesatuan melalui penegakan khilafah Islam sebagai prasyarat utama bagi terwujudnya kekuatan yang sangat diperlukan untuk menyelamatkan Masjid Al-Aqsha khususnya dan wilayah Palestina pada umumya dari tindakan brutal zionis Israel. Tanpa Khilafah, umat Islam seluruh dunia yang berjumlah lebih dari 1,5 miliar itu akan terus berserak, tidak memiliki kekuatan untuk bertindak efektif dalam menghadapi setiap tindakan brutal dari zionis Israel dan negara penjajah lain di wilayah Palestina dan di negeri-negeri kaum Muslim yang lainnya.&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Muhammad Ismail Yusanto&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hp: 0811119796&lt;br /&gt;Email: Ismaily@telkom.net&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-1932375192160319787?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/1932375192160319787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=1932375192160319787&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/1932375192160319787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/1932375192160319787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2009/10/keterangan-pres-tentang-penyerbuan.html' title='Keterangan Pers  tentang Penyerbuan Masjid al-Aqsha oleh Zionis Israel'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-5973213007072226649</id><published>2009-08-22T08:19:00.000+07:00</published><updated>2009-08-22T08:22:11.204+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2 class="singlePageTitle"&gt;Memahami Fiqh (bagian 1) &lt;/h2&gt;&lt;span class="postedby"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/author/admin/" title="Profil dari Tim dakwatuna.com"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;hr size="1" align="left" color="#eeeeee" noshade="noshade"&gt; &lt;div align="right"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2008/memahami-fiqh-bagian-1/email/" title="Kirim" rel="nofollow"&gt;&lt;img class="WP-EmailIcon" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/wp-email/images/email_famfamfam.png" alt="Kirim" title="Kirim" style="border: 0px none ;" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2008/memahami-fiqh-bagian-1/print/" title="Print" rel="nofollow"&gt;&lt;img class="WP-PrintIcon" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/wp-print/images/printer_famfamfam.gif" alt="Print" title="Print" style="border: 0px none ;" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/div&gt; &lt;!-- / Bagian Judul Naskah Nih --&gt;      &lt;p&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com -&lt;/strong&gt; Al-Fiqh adalah sekumpulan hukum syar’i yang wajib dipegangi oleh setiap muslim dalam kehidupan praktisnya. Hukum-hukum ini mencakup urusan pribadi maupun sosial, meliputi:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; Al-Ibadah, yaitu hukum yang berkaitan dengan shalat, haji dan zakat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Ahwal asy-Syahsiyyah, yaitu hukum yang berkaitan dengan keluarga sejak awal sampai akhir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Mu’amalat, yaitu hukum yang berkaitan dengan hubungan antar manusia satu dengan yang lain seperti hukum akad, hak kepemilikan, dan lain-lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Ahkam as-Sulthaniyah, yaitu hukum yang berkaitan dengan hubungan negara dan rakyat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ahakmus silmi wal harbi, yaitu yang mengatur  hubungan antar negara.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya kompleksitas fiqh Islam terhadap masalah-masalah ini dan sejenisnya menegaskan bahwa Islam adalah jalan hidup yang tidak hanya mengatur agama, tetapi juga mengatur negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dari Mana Hukum-hukum Syar’i Digali?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kaum muslimin telah bersepakat bahwa referensi dasar setiap muslim untuk menggali hukum-hukum Islam adalah Kitabullah dan Sunnah Rasul. Perbedaan pendapat terjadi pada sumber-sumber hukum lainnya, yaitu ijam’, qiyas, istihsan, maslahah mursalah, dan al-urf (adab kebiasaan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenyataannya sumber-sumber yang berbeda-beda ini tetap merujuk kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul juga. Dari itulah dapat dikatakan bahwa Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah dua referensi setiap muslim untuk mengetahui hukum Islam. Hal ini tidak berarti kita menolak sumber hukum lainnya, karena sumber-sumber hukum yang lain itu pun merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam Hukum Syar’i&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hukum Syar’i ada dua macam, yaitu:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Qath’iy, yaitu sekumpulan hukum yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan kesimpulan yang qath’iy (pasti), seperti:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;• Kewajiban shalat, dari firman Allah.:&lt;span class="arabic"&gt;  وأقيموا الصلاة&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Kewajiban puasa, dari firman Allah:&lt;span class="arabic"&gt; فمن شهد منكم الشهر فليصمه&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Kewajiban zakat, dari firman Allah:&lt;span class="arabic"&gt; وآتوا الزكاة&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Kewajiban haji, dari firman Allah:&lt;span class="arabic"&gt;  ولله على الناس حج البيت&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Larangan riba, dari firman Allah:&lt;span class="arabic"&gt;  وذروا ما بقي من الربا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Larangan zina dari firman Allah:&lt;span class="arabic"&gt;  ولا تقربوا الزنا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Larangan khamr, dari firman Allah:&lt;span class="arabic"&gt;  فاجتنبوه لعلكم تفلحون&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Kedudukan niat, karena sabda Nabi:&lt;span class="arabic"&gt;  إنما الأعمال بالنيات&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hukum syar’i yang bersifat qath’iy ini tidak ada peluang khilaf (beda pendapat) di antara kaum muslimin di level ulama, madzhab, dan umat secara umum. Sebab, semua itu adalah hukum-hukum agama yang secara aksiomatis diterima sebagai dharuriyyat (kepastian). Dan jumlahnya relatif lebih kecil dibandingkan dengan hukum syar’i yang zhanniy.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Zhanny, meliputi, pertama, sekumpulan hukum yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan as-Sunnah dengan kesimpulan zhanniy (hipotesa); dan kedua, sekumpulan hukum yang digali oleh para ulama dari sumber-sumber syar’i yang lain dengan berijtihad.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di antara contoh bagian pertama adalah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;• Besaran usapan kepala yang wajib dilakukan dalam berwudhu: seluruh kepala menurut Imam Malik dan Ahmad, cukup sebagiannya menurut Abu Hanifah dan Asy Syafi’i. Hal ini karena huruf “ba” dalam firman Allah وامسحوا برؤوسكم dapat dipahami dengan berbagai pemahaman, dan tidak terbatas pada satu makna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;• Jarak perjalanan musafir yang memperbolehkan berbuka bagi orang yang berpuasa dan mengqashar shalat. Empat pos (sekitar 90 km) menurut Madzhab Malikiy, Syafi’iy, dan Hanbali, karena hadits Al-Bukhari meriwayatkan bahwasannya Ibnu Umar dan Ibnu Mas’ud r.aa keduanya mengqashar shalat dan berbuka pada jarak empat pos. Menurut Madzhab Hanafiy jaraknya adalah perjalanan tiga hari (sekitar 82 sampai 85 km) karena hadits Al-Bukhari yang berbunyi, tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir melakukan perjalanan sejauh tiga hari tanpa disertai mahram.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan jelas sekali, bahwa pengambilan kesimpulan dari hadits di atas bersifat zhanniy (hipotesis).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan contoh jenis kedua adalah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;• Isteri orang yang hilang yang tidak diketahui apakah masih hidup atau sudah mati. Ijtihad Madzhab Hanafi dan Syafi’i memutuskan bahwa wanita itu menunggu sehingga orang-orang yang sebaya dengan suaminya itu mati, sehingga dapat menyimpulkan bahwa suaminya sudah mati, dan ketika itu baru diputuskan berakhirnya status suami-isteri dan diperbolehkan menikah dengan orang lain. Dalilnya adalah bahwa orang yang hilang itu semula dalam keadaan hidup. Dan prinsipnya ia masih hidup sehingga ada dalil kematiannya. Ini adalah dalil ijtihadiy yang bersifat zhanniy. Sedangkan dalam ijtihad Madzhab Malikiy, dapat diputuskan berakhirnya status suami-isteri antara suami yang hilang sesuai dengan permintaan isteri setelah lewat masa empat tahun hilang dalam keadaan damai (bukan perang) dan satu tahun dalam keadaan perang. Dalilnya adalah menjaga maslahat isteri dan mencegah hal-hal buruk baginya, menghindari kerugian yang timbul dengan mempertahankannya dalam keadaan tergantung. Hal ini juga bersifat ijtihadiy dan zhanniy.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sejarah Perkembangan Fiqh Islam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Di Masa Rasulullah saw.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah saw. semasa hidupnya menjadi referensi setiap muslim untuk mengetahui hukum agamanya. Baik hukum itu diambil dari Al-Qur’an maupun dari Sunnahnya; yang mencakup perbuatan, ucapan, dan ketetapannya. Hukum yang Rasulullah perintahkan adalah hukum Allah yang bersifat qath’iy meskipun berbentuk pemahaman terhadap ayat Al-Qur’an atau tafsirnya. Karena peran Rasulullah adalah menjelaskan Al-Qur’an. Firman Allah, “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.” (QS. An-Nahl: 44).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun para sahabat tidak selalu dekat dengan Rasulullah –karena di antara para sahabat ada yang musafir atau mukim di negeri yang jauh– sehingga tidak setiap saat bisa bertanya tentang hukum agama yang muncul. Lantas, apa yang bisa mereka lakukan jika ada masalah? Para sahabat berijtihad sebatas kemampuan dan pengetahuan mereka tentang hukum-hukum Islam dari prinsip-prinsip Islam yang bersifat umum. Sehingga ketika berjumpa dengan Rasulullah saw, mereka bertanya tentang apa yang dihadapi. Kemungkinan Rasulullah mengiyakan ijtihad mereka, atau meluruskan jika ada kesalahan. Tetapi Rasulullah tidak pernah sekalipun menolak prinsip ijtihad mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contohnya seperti yang dialami oleh Ammar bin Yasir. Ammar bin Yasir r.a. berkata, “Rasulullah mengutusku melaksanakan satu tugas, lalu saya junub dan tidak menemukan air. Kemudian aku berguling-guling di tanah seperti hewan. Kemudian aku menemui Nabi dan aku ceritakan hal ini, lalu Nabi bersabda: Sesungguhnya sudah cukup bagimu dengan kedua tanganmu. Lalu Nabi memukulkan tangannya ke tanah dengan sekali tepukan, kemudian mengusapkan yang kiri pada tangan kanan, punggung tangan dan wajahnya.” (HR. Asy-Syaikhani dengan redaksi Muslim).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kadang sekelompok sahabat berbeda ijtihadnya sehinggga ketika masalah itu disampaikan kepada Rasulullah saw., Beliau menetapkan ijtihad yang benar dan menjelaskan kesalahan yang salah. Pernah juga Rasulullah saw. menerima dua ijtihad yang bertentangan, yaitu ketika Nabi memerintahkan kaum muslimin untuk berangkat ke Bani Quraidhah dengan sabda, “Janganlah ada seseorang yang shalat ashar kecuali di Bani Quraidhah.” (Selengkapnya hadits ini diriwayatkan oleh Al Bukhariy dalam Kitabul Maghaziy).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kaum muslimin segera berangkat, dan waktu ashar hampir habis sebelum mereka sampai di Bani Quraidhah. Ada sebagian yang berijtihad dan shalat di jalan sehingga tidak ketinggalan waktu ashar. Mereka mengatakan bahwa Rasulullah saw. tidak menghendaki kita untuk mengakhirkan shalat ashar lewat waktunya. Dan yang lainnya berijtihad dengan tidak shalat ashar sehingga sampai di Bani Quraidhah sesuai dengan perintah Nabi, sehingga mereka shalat ashar setelah isya’. Maka ketika hal ini sampai kepada Nabi, Nabi tidak mengingkari kedua kelompok ini. Ini menunjukkan kemungkinan multi kebenaran hukum syar’i untuk satu masalah hukum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Sejak Wafat Nabi Sampai Wafatnya Empat Imam Madzhab&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah saw. wafat dan wilayah-wilayah baru Islam sangat luas, mulailah kebutuhan ijtihad para sahabat meningkat tajam. Hal ini disebabkan oleh dua hal:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Masuknya Islam ke masyarakat baru membuat Islam berhadapan dengan problema yang tidak pernah terjadi di masa Rasulullah saw., tidak ada wahyu yang turun, dan terdapat keharusan untuk mengetahui hukum agama dan penjelasannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Seorang sahabat Nabi tidak mengetahui keseluruhan sunnah Nabi. Karena Rasulullah saw. menyampaikan atau mempraktekkan satu hukum syar’i di hadapan sebagian sahabat, atau bahkan di hadapan satu orang sahabat saja, tidak diliput oleh keseluruhan sahabat. Hal ini mendorong sebagian sahabat berijtihad dalam masalah yang tidak diketahuinya dari Rasulullah saw., pada saat yang sama mungkin sahabat lain menerima langsung hukum syar’i itu dari Rasulullah saw.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jarak antara para sahabat yang berjauhan setelah wafatnya Umar bin Al Khaththab r.a., terbukalah ruang tampilnya dua madrasah (sekolah) yang berbeda dalam menggali fiqh:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Madrasatul Hadits di Hijaz, disebut demikian karena kebanyakan mereka berpegang kepada riwayat hadits. Hijaz adalah lahan Islam pertama. Setiap penduduknya kadang memiliki satu hadits atau lebih. Sebagaimana tabiat dan problem masyarakat yang tidak mengalami banyak perubahan, sehingga tidak memerlukan ijtihad.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Madrasatur-ra’yi di Kufah. Disebut demikian karena banyak menggunakan akal dalam mengenali hukum-hukum syar’i. Hal ini terpulang kepada sedikitnya hadits akibat sedikitnya sahabat di sana, dan karena banyaknya problema baru dalam masyarakat baru yang tidak ada dasarnya sama sekali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada awalnya perbedaan antara dua madrasah itu sangat tajam. Hanya saja kemudian semakin menyempit bersamaan dengan perkembangan waktu, khususnya setelah hadits-hadits ditulis dan terbitkan dalam bentuk buku (pembukuan buku-buku hadits). Ditambah oleh keseriusan para ulama untuk menyaring dan menjelaskan mana yang shahih, dhaif (lemah), dan palsu, sehingga tidak banyak membutuhkan pendapat kecuali ketika tidak ada nash untuk satu masalah yang timbul. Adapun berijtihad dalam alur nash itu sendiri sudah ada di Madrasatul Hadits sebagaimana terdapat di Madrasatur-ra’yi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada fase inilah terjadi perkembangan fiqh yang sangat besar dan menjadi satu ilmu tersendiri dengan menampilkan ulama-ulama besar yang terkenal. Mereka adalah ulama empat madzhab, yaitu:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Abu Hanifah, An-Nu’man bin Tsabit (80-150 H) dikenal dengan sebutan Al-Imam Al-A’zham (ulama besar), berasal dari Persia. Pemegang kepemimpinan ahlur-ra’yi, pencetus pemikiran istihsan (menganggap baik sesuatu), dan menjadikannya sebagai salah satu sumber hukum Islam. Kepadanyalah Madzhab Hanafi dinisbatkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Malik bin Anas Al-Ashbahi (93-179 H). Dialah Imam Ahli Madinah yang menggabungkan antara hadits dan pemikiran dalam fiqihnya. Dialah pencetus istilah al-mashalih al-mursalah (kebaikan yang tidak disebutkan dalam teks) dan menjadikannya sebagai sumber hukum Islam. Kepadanyalah Madzhab Maliki dinisbatkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i Al-Qurasyi (150-204 H). Madzhabnya lebih dekat kepada ahlul hadits, meskipun ia banyak mengambil ilmu dari pengikut Abu Hanifah dan Malik bin Anas. Kepadanyalah Madzhab Syafi’iy dinisbatkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Ahmad bin Hanbal Asy-Syaibaniy (164-241 H). Dia adalah murid Imam Syafi’i, dan madzhabnya lebih dekat kepada ahlul hadits.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan kenyataannya sebelum munculnya para imam ini, bersama dan sesudah mereka itu, terdapat ulama-ulama besar yang tidak kalah perannya, terutama ulama di kalangan sahabat, seperti Abdullah ibn Mas’ud, Abdullah ibn Abbas, Abdullah ibn Umar, dan Zaid bin Tsabit. Demikian juga ulama di masa tabi’in seperti Said bin Musayyib, Atha’ bin Abi Rabah, Ibrahim an-Nakha’iy, Al-Hasan Al-Bashriy, Mak-hul, dan Thawus. Kemudian para gurunya empat imam madzhab itu, dan ulama semasanya seperti Imam Ja’far Ash-Shadiq, Al-Auza’iy, Ibnu Syubrumah, Al-Laits bin Sa’d, dan lain-lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akan tetapi empat Imam Madzhab itu memiliki para pengikut yang merangkum pendapatnya, merapikannya, menjelaskannya, atau meringkasnya untuk disajikan dengan mudah kepada kaum muslimin. Sehingga, kaum muslimin dapat memperoleh apa saja yang membantunya memahami hukum Islam dengan tersusun rapi. Kemudian diajarkan di masjid-masjid beberapa tahun. Demikianlah sehingga menjadi pondasi bagi kehidupan kaum muslimin, membuatnya sudah cukup sehingga mereka tidak perlu merujuk kepada buku-buku tafsir, atau hadits untuk mengetahui hukum Islam karena telah disajikan dengan methode madzhab fiqh yang instant.&lt;/p&gt;  &lt;!-- If the post is in Photo Gallery --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-5973213007072226649?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/5973213007072226649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=5973213007072226649&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/5973213007072226649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/5973213007072226649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2009/08/memahami-fiqh-bagian-1-dakwatuna.html' title=''/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-4680269733278717551</id><published>2009-04-16T22:28:00.000+07:00</published><updated>2009-04-16T22:32:45.878+07:00</updated><title type='text'>Salam_revolusi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bentuk Sanksi dalam Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Mengenai bentuk-bentuk sanksi dalam Islam, bisa&lt;br /&gt;diklasifikasikan menjadi empat macam:&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hudûd&lt;/span&gt;: Secara etimologis, hudûd adalah sesuatu yang membatasi&lt;br /&gt;dua hal, sedangkan menurut istilah syara’, hudûd adalah&lt;br /&gt;hukuman yang ditetapkan secara syar’i terhadap kemasiatan agar&lt;br /&gt;terjadinya kemaksiatan yang sama bisa dihindari. Kesalahan yang&lt;br /&gt;masuk dalam wilayah hudûd adalah zina, liwat, qadzaf (menuduh&lt;br /&gt;orang lain berbuat zina), murtad, melakukan aktivitas yang&lt;br /&gt;merusak, seperti bughâh, perampokan dan pencurian.&lt;br /&gt;Adapun zina, menurut syara’, adalah memasukkan&lt;br /&gt;hasyafah laki-laki baligh dalam vagina perempuan yang haram&lt;br /&gt;baginya, baik yang dilakukan oleh pihak laki-laki maupun wanita.&lt;br /&gt;Orang yang dinyatakan bersalah dalam kegiatan zina, wajib&lt;br /&gt;dihukum cambuk sebanyak 100 (seratus) kali, jika berstatus&lt;br /&gt;ghayr muhshan (belum pernah menikah secara syar’i) atau&lt;br /&gt;dirajam (dilempari dengan batu ukuran sedang dan di tanam di&lt;br /&gt;tanah setinggi dada) hingga meninggal dunia. Hukuman ini hanya&lt;br /&gt;bisa dijatuhkan, jika ada empat orang saksi yang adil, atau&lt;br /&gt;pengakuan pelaku, atau bukti kehamilan wanita dengan disertai&lt;br /&gt;pengakuan. Semua bukti-bukti tersebut harus dikemukakan di&lt;br /&gt;pengadilan, dan bukan karena dipaksa untuk melakukan zina.&lt;br /&gt;Sementara liwat, tidak sama dengan zina, karena liwat&lt;br /&gt;adalah memasukkan penis laki-laki baligh ke dubur laki-laki,&lt;br /&gt;dimana memasukkan penis dalam kemaluan tersebut tidak sama&lt;br /&gt;dengan memasukkannya ke dubur. Orang yang dinyatakan&lt;br /&gt;bersalah dalam kasus ini wajib dihukum, dimana kedua pelakunya&lt;br /&gt;dibunuh. Hukuman tersebut hanya bisa dijatuhkan di pengadilan&lt;br /&gt;setelah adanya dua saksi yang adil atau pengakuan pelaku. Setelah&lt;br /&gt;kegitan tersebut benar-benar terbukti, pelakunya bisa dibunuh&lt;br /&gt;dengan dirajam, atau dibunuh, dan dibakar atau dilempar dari&lt;br /&gt;bangunan tinggi kemudian dilempari dengan batu. Pendek kata,&lt;br /&gt;ijmâ’ sahabat sepakat mengenai sanksi untuk pelaku liwat,&lt;br /&gt;dibunuh. Hanya, para sahabat berbeda cara dalam melakukan&lt;br /&gt;pembunuhan tersebut. Ada yang dirajam, dibakar, dilempar dari&lt;br /&gt;bangunan tinggi dan sebagainya.&lt;br /&gt;Qadzaf adalah menuduh orang lain melakukan zina.&lt;br /&gt;Sedangkan hukuman bagi orang yang melakukan qadzaf adalah&lt;br /&gt;dicambuk 80 kali. Hukuman ini dijatuhkan di pengadilan setelah&lt;br /&gt;pihak penuduh tidak mempunyai bukti empat orang saksi yang adil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau pengakuan pelaku. Namun, hukuman cambuk 80 kali&lt;br /&gt;tersebut hanya akan dijatuhkan kepada orang yang baligh,&lt;br /&gt;berakal, tidak dipaksa oleh orang lain dan orang yang dituduh&lt;br /&gt;harus orang yang mempunyai kehormatan, yaitu: (1) muslim, (2)&lt;br /&gt;berakal, (3) baligh, (4) menjaga kesucian dan (5) dewasa.&lt;br /&gt;Peminum khamer adalah orang yang meminum minuman&lt;br /&gt;yang mengandungi zat yang memabukkan atau sejenis dengannya.&lt;br /&gt;Hukuman bagi peminum khamer adalah dicambuk 80 kali di&lt;br /&gt;tempat umum. Hukuman ini dijatuhkan di pengadilan setelah&lt;br /&gt;adanya dua saksi yang adil atau pengakuan dari pihak pelaku&lt;br /&gt;dengan syarat peminum khamer tersebut adalah muslim, baligh,&lt;br /&gt;berakal, tidak dipaksa, mengerti hukum keharamannya, sehat dan&lt;br /&gt;tidak sedang sakit. Jika sedang sakit, hukumannya harus&lt;br /&gt;ditangguhkan hingga sembuh, dan jika dalam keadaan mabuk,&lt;br /&gt;harus ditungguhkan hingga sadar.&lt;br /&gt;Hirâbah (tindakan onar) adalah perbuatan merampok di&lt;br /&gt;jalan dan membuat kerusakan yang meliputi dua macam: bughâh&lt;br /&gt;(pembangkang negara) dan quthâ’ at-tharîq (perampok jalanan).&lt;br /&gt;Bughâh adalah orang yang memisahkan diri dari wilayah&lt;br /&gt;kekuasaan khilafah Islam. Mereka adalah orang yang&lt;br /&gt;membangkang dari negara dan melakukan perlawanan bersenjata&lt;br /&gt;serta mengumumkan perang terbuka pada negara.203 Sedangkan&lt;br /&gt;quthâ’ at-tharîq (pembegal jalanan) adalah orang yang mengambil&lt;br /&gt;harta orang lain dengan senjata dan menakut-nakuti mereka.204&lt;br /&gt;Mengenai hukuman bagi bughâh telah ditetapkan oleh&lt;br /&gt;Islam, diperangi. Tetapi, sebelum diperangi mereka disadarkan.&lt;br /&gt;Caranya, khalifah mengirim utusan kepada mereka. Jika mereka&lt;br /&gt;kembali, mereka dibiarkan, tetapi jika tidak, mereka harus&lt;br /&gt;diperangi sampai menyerah dan menyesali perbuatannya. Jika ada&lt;br /&gt;yang ditangkap dan dipenjara, mereka tidak boleh diperlakukan&lt;br /&gt;sebagai tawanan perang, tetapi diperlakukan sebagai orang yang&lt;br /&gt;melakukan pelanggaran.&lt;br /&gt;Berbeda dengan quthâ’ at-tharîq, mereka harus dijatuhi&lt;br /&gt;hukuman sesuai dengan tindakannya. Jika mereka membunuh&lt;br /&gt;tanpa mengambil harta, mereka harus dibunuh. Jika membunuh&lt;br /&gt;dengan mengambil harta, mereka harus dibunuh dan disalib. Jika&lt;br /&gt;mengambil harta tanpa membunuh, dipotong tangan kanan dan&lt;br /&gt;kaki kirinya. Jika menakut-nakuti orang yang lewat, tanpa&lt;br /&gt;membunuh dan mengambil hartanya, mereka harus dibuang dari&lt;br /&gt;daerah.&lt;br /&gt;Sedangkan orang murtad, yaitu orang yang keluar dari&lt;br /&gt;Islam, baik secara i’tiqâdi seperti menyakini al-Qur’an bukan&lt;br /&gt;kalâm Allah, atau secara qawli, dengan mengatakan bahwa “al-&lt;br /&gt;Masîh adalah anak Allah” atau secara aqli seperti menyembah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berhala atau ragu bahwa Allah adalah Maha Esa. Orang yang&lt;br /&gt;dinyatakan murtad, wajib dihukum mati. Caranya dengan&lt;br /&gt;diminta bertaubat terlebih dahulu dan diberi waktu tiga hari dan&lt;br /&gt;disadarkan, baru jika tetap tidak berubah dia wajib dibunuh.&lt;br /&gt;Syaratnya orang yang murtad tersebut adalah orang Islam, baligh&lt;br /&gt;dan berakal serta tidak dipaksa.&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jinâyah&lt;/span&gt;: Menurut bahasa, jinâyah adalah kejahatan, sedangkan&lt;br /&gt;menurut istilah syara’, jinâyah adalah tindakan melanggar anggota&lt;br /&gt;tubuh yang menjadi bagian organ yang wajib diqishas dalam&lt;br /&gt;bentuk hukuman badan atau harta kekayaan. Kejahatan yang&lt;br /&gt;masuk dalam wilayah jinâyah ini adalah pembunuhan dan&lt;br /&gt;tindakan melukai atau mencederai anggota tubuh. Pembunuhan&lt;br /&gt;sendiri, ada yang dilakukan dengan sengaja (‘amd), menyerupai&lt;br /&gt;sengaja (syibh al-’amd) dan ada yang dilakukan karena khilaf&lt;br /&gt;(khatha’). Orang yang membunuh dengan sengaja (‘amd) adalah&lt;br /&gt;orang yang membunuh dengan menggunakan senjata pembunuh,&lt;br /&gt;seperti pisau, parang, pistol dan sejenisnya. Orang seperti ini akan&lt;br /&gt;dijatuhi hukuman mati, jika keluarga korban tidak mau&lt;br /&gt;memaafkan dan menerima diyat. Tetapi, orang tua yang sengaja&lt;br /&gt;membunuh anaknya, wajib dijatuhi hukuman, namun tidak&lt;br /&gt;sampai dihukum mati.&lt;br /&gt;Orang yang membunuh menyerupai pembunuhan yang&lt;br /&gt;disengaja (syibh al-’amd)adalah tidak sengaja membunuh, seperti&lt;br /&gt;memukul orang dengan kayu, atau melempar dengan batu kecil&lt;br /&gt;atau alat yang secara umum tidak digunakan untuk melakukan&lt;br /&gt;pembunuhan, namun orang tersebut meninggal. Orang seperti ini&lt;br /&gt;dikenakan hukuman diyat mughâladhah (ganti rugi yang&lt;br /&gt;berlipatganda), yaitu memberikan terbusan 100 ekor unta, 40 di&lt;br /&gt;antaranya adalah unta yang tengah bunting yang diserahkan&lt;br /&gt;kepada keluarga korban. Jika dia tidak mampu, dia wajib&lt;br /&gt;membayar kafârât, dengan memerdekakan budak perempuan&lt;br /&gt;mukminah, atau puasa dua bulan berturut-turut.&lt;br /&gt;Orang yang membunuh karena salah, adalah orang yang&lt;br /&gt;melakukan sesuatu yang tidak dimaksud untuk membunuh, seperti&lt;br /&gt;menembak burung tetapi pelurunya mengenai orang. Adapun&lt;br /&gt;hukumannya adalah diyat mukhaffafah, yaitu memberikan 100&lt;br /&gt;ekor unta kepada keluarga korban, atau memerdekakan hamba&lt;br /&gt;perempuan mukminah.&lt;br /&gt;Sedangkan cara pembuktian kasus pembunuhan tersebut&lt;br /&gt;adalah dengan menghadirkan dua saksi laki-laki atau satu saksi&lt;br /&gt;laki-laki dan dua saksi perempuan yang adil di pengadilan. Jika&lt;br /&gt;tidak ada, harus ada pengkuan dari pelaku pembunuhan. Jika&lt;br /&gt;keduanya tidak ada, maka hukuman tersebut tidak bisa&lt;br /&gt;dijatuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tindakan melukai atau mencederai anggota&lt;br /&gt;tubuh, harus diteliti: Jika seseorang menghilangkan organ tubuh&lt;br /&gt;tunggal, seperti lidah, orang tersebut harus dikenakan diyat 100%&lt;br /&gt;seperti pembunuhan. Jika menghilangkan organ tubuh ganda,&lt;br /&gt;seperti tangan atau telinga, maka jika yang dihilangkan adalah&lt;br /&gt;salah satu organ saja, dia harus dikenakan diyat 50%, dan jika&lt;br /&gt;kedua-duanya sekaligus, dia harus dikenakan diyat 100%.&lt;br /&gt;Sedangkan jika organ tubuh yang dihilangkan berupa pelupuk&lt;br /&gt;mata, maka dia harus dikenakan diyat 25% atau jika jari-jari&lt;br /&gt;tangan yang dihilangkan maka tiap satu jari dikenakan diyat 10%.&lt;br /&gt;Sementara untuk gigi, diyatnya berbeda; jika menghilangkan satu&lt;br /&gt;gigi, akan dikenakan 5 ekor unta.&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ta’zîr&lt;/span&gt;: Menurut bahasa, ta’zîr adalah pencegahan, sedangkan&lt;br /&gt;menurut istilah syara’, ta’zîr adalah hukuman yang disyariatkan&lt;br /&gt;atas pelaku maksiat yang tidak ditentukan hudûd dan kafârât-nya.&lt;br /&gt;Mengenai ketentuan ta’zîr diserahkan kepada khalifah, namun&lt;br /&gt;hakim dibenarkan untuk menetapkan ketentuannya, berdasarkan&lt;br /&gt;ijtihadnya. Sedangkan kejahatan yang dikenakan ta’zîr adalah&lt;br /&gt;kejahatan atau pelanggaran syar’i yang tidak ditentukan hukuman&lt;br /&gt;hudûd atau kafârât-nya seperti berbuka puasa pada siang hari&lt;br /&gt;Ramadhan tanpa ada udzur syar’i, mengumpat orang lain dan&lt;br /&gt;menipu.&lt;br /&gt;Bentuknya, antara lain: (1) dibunuh, contohnya, seperti&lt;br /&gt;mata-mata provokator yang memecah-belah persatuan kaum&lt;br /&gt;muslimin akan dibunuh, (2) cambukan sebanyak 10 kali, (3)&lt;br /&gt;penjara, yang ketentuan lamanya diserahkan kepada hakim, (4)&lt;br /&gt;pembuangan, yaitu dibuang dari daerah, (5) denda, yaitu&lt;br /&gt;hukuman atas pelaku kriminal dengan membayar denda karena&lt;br /&gt;kesalahannya, (6) perampasan harta, terutama harta yang&lt;br /&gt;diperoleh dengan cara yang tidak halal, (7) embargo atas pelaku&lt;br /&gt;kriminal, (8) ancaman, seperti: “Apabila melakukan begini dan&lt;br /&gt;begini, maka akan dihukum begini”, (9) pencabutan nafkah atau&lt;br /&gt;pekerjaan, (10) dipermalukan.&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mukhâlafât&lt;/span&gt;: Mukhâlafât adalah penyelewengan terhadap&lt;br /&gt;perintah atau larangan yang dikeluarkan oleh negara.&lt;br /&gt;Penyelewengan tersebut memang tidak mempunyai bentuk&lt;br /&gt;tertentu, kecuali secara umum adalah seluruh tindakan yang&lt;br /&gt;menyimpang dari undang-undang. Mukhâlafât ini berbeda dengan&lt;br /&gt;ta’zîr. Sebab, mukhâlafât merupakan sanksi atas penyelewengan&lt;br /&gt;terhadap perintah dan larangan penguasa. Sedangkan ta’zîr&lt;br /&gt;adalah pelanggaran atas perintah dan larangan Allah. Meskipun,&lt;br /&gt;dari satu sisi, antara ta’zîr dengan mukhâlafât, mempunyai&lt;br /&gt;persamaan; sama-sama ketentuan hukumannya diserahkan&lt;br /&gt;kepada khalifah atau hakim sebagai wakil khalifah. Disamping itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mukhâlafât tidak memerlukan pengadilan, sebab pelakunya&lt;br /&gt;langsung bisa dijatuhi hukuman di tempat.205&lt;br /&gt;Jika hukuman tersebut dilaksanakan dengan bentuk dan&lt;br /&gt;cara seperti di atas, maka setiap orang yang melakukan&lt;br /&gt;pelanggaran akan menyesal dan akhirnya tidak akan mengulangi&lt;br /&gt;kemasiatan yang pernah dilakukannya. Begitu juga dengan orang&lt;br /&gt;lain yang akan melakukan kemaksiatan, akan pobhi. Dengan&lt;br /&gt;demikian, pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi terhadap&lt;br /&gt;syariat Islam, baik yang berkaitan dengan akidah, seperti murtad,&lt;br /&gt;ataupun merusak pemikiran Islam dengan menyebarkan ideologi&lt;br /&gt;kufur atau yang berkaitan dengan pelanggaran terhadap hukum&lt;br /&gt;syara’ akan bisa dihindari. Akhirnya, syariat Islam akan tetap&lt;br /&gt;utuh, agung dan tetap eksis sebagai sebuah agama dan mabda’.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat Allahu Akbar!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7576057119551027987-4680269733278717551?l=iskandarhaniya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/feeds/4680269733278717551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7576057119551027987&amp;postID=4680269733278717551&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/4680269733278717551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7576057119551027987/posts/default/4680269733278717551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iskandarhaniya.blogspot.com/2009/04/salamrevolusi.html' title='Salam_revolusi'/><author><name>Muhammad Moesa ismail</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01321307947783400952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Z3hOO2qWX6k/TmdtJbciPSI/AAAAAAAAAFk/cFohXNwO_Uc/s220/222242_1675363163505_1220230999_2537769_976869_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7576057119551027987.post-7283879780544430023</id><published>2009-04-09T07:23:00.001+07:00</published><updated>2009-04-09T07:33:35.967+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persembahan revolusioner'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CREVOLT%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:ApplyBreakingRules/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;" lang="IN"&gt;MUSTAFA KEMAL ATTATURK:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;" lang="IN"&gt;ANTARA MITOS DAN REALITA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; color: blue;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: blue;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;Dalam buku sejarah baik terbitan Erlangga, Grasindo dan lain-lainnya, masih tetap saja ditemui nama Mustafa Kemal yamg dikatakan sebagai seorang pemimpin yang modernis, rajin bekerja, disiplin dan mempunyai kekuatan yang luar biasa di dalam rangka membawa Turki kepada kemajuan, keadilan dan ketentraman, sebagaimana yang menjadi semboyannya. Sehingga karena jasanya itulah Mustafa Kemal digelari “Attaturk” (Bapak Turki).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;Disamping itu ada juga yang menjulukinya “The Grey Wolf” (Srigala Kelabu) dikarenakan keberanian dan kelicinannya di medan perang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;Inilah mitos seorang tokoh yang diyakini dari generasi demi generasi, hingga kepada adik-adik kita yang saat ini duduk di bangku SMA khususnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;Mitos kedua adalah apa yang tertulis di dalam buku “Sejarah Pergolakan di Timur Tengah dan Timur Djauh” karangan Muhammad Dimyati, buku ini merupakan panduan bagi Mahasiswa IKIP Muhammadiyah Jakarta jurusan Sejarah. Isinya juga tak jauh berbeda dengan buku-buku Sejarah SLTA di atas. Justru buku ini lebih banyak menuliskan dan mengabadikan sanjungan-sanjungan dan jasa-jasa Mustafa Kemal. Misalnya tentang pemberian nama “Kemal” yang artinya “Sempurna”, gelar ini diperoleh Mustafa dari guru ngajinya dikarenakan ia adalah anak yang tajam otaknya, mudah menampung pelajaran, rajin belajar dan jauh lebih maju daripada murid-murid lainnya. Lagi pula ia pemberani dan suka berkelahi untuk membela kebenaran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;Begitu pula dengan gelarnya “Al-Ghoozi” (Pahlawan Penakluk yang maha tinggi) diperolehnya tatkala ia menaklukkan pasukan Yunani di kota Azmir pada bulan Agustus 1
